Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

DAMPAK PEMBANGUNAN JALAN TERHADAP PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DESA Dewi, Rika Andriati Sukma; Irawan, Deni; Rijal, Moh. Samsul; Fiddin, Aji Nasrul
JURNAL AGRIMANSION Vol 25 No 3 (2024): Jurnal Agrimansion Desember 2024
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v25i3.1694

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di wilayah pedesaan, dengan meningkatkan aksesibilitas, mobilitas, dan distribusi barang serta jasa. Penelitian ini mengkaji kondisi infrastruktur jalan pedesaan saat ini dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang utama untuk meningkatkan jaringan jalan guna mendukung pembangunan pedesaan yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk memahami dampak pembangunan jalan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat desa. Data dikumpulkan melalui survei kuantitatif kepada masyarakat desa sebanyak 50 responden, pelaku usaha lokal sebanyak 20 responden, dan pengguna jalan sebanyak 50 orang terkait dampak ekonomi yang dirasakan setelah pembangunan jalan. Selain itu, data primer juga didapatkan melalui wawancara mendalam dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan pengusaha lokal untuk mendapatkan wawasan kualitatif mengenai perubahan ekonomi dan sosial yang terjadi. . Analisis tematik dilakukan untuk mengungkap pola persepsi masyarakat terkait manfaat infrastruktur jalan di desa Montong Ajan di Kecamatan Praya. Pembangunan jalan di Desa Montong Ajan berhasil meningkatkan aksesibilitas dan mendukung perekonomian lokal, terbukti dari peningkatan harga komoditas pertanian, distribusi hasil tani yang lebih mudah, dan biaya transportasi yang menurun. Proyek ini juga mendorong perkembangan usaha kecil dan menengah di desa berkat akses yang lebih baik. Meskipun masih ada tantangan, seperti kebutuhan infrastruktur tambahan, dampak positif proyek ini diperkirakan akan terus berlanjut dengan dukungan pemeliharaan rutin dari pemerintah desa. Ke depan, partisipasi masyarakat dalam merawat infrastruktur ini diharapkan dapat membantu mempertahankan manfaat jangka panjang. Kata-Kata Kunci: Pembanguan infrastruktur jalan, Pertumbuhan ekonomi pedesaaan, Aksesibiltas, Pemberdayaan ekonomi lokal
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSIF TERHADAP MASYARAKAT DESA Dewi, Rika Andriati Sukma; Irawan, Deni; Rijal, Moh. Samsul; Fiddin, Aji Nasrul
JURNAL AGRIMANSION Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Agrimansion Agustus 2024
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v25i2.1695

Abstract

Penerapan pendidikan inklusif di lingkungan pedesaan berpotensi signifikan dalam mewujudkan akses pendidikan yang adil bagi semua individu, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus, meskipun menghadapi tantangan terkait keterbatasan sumber daya dan pemahaman masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi pendidikan inklusif di desa, mengidentifikasi tantangan dan peluang yang muncul, serta memberikan rekomendasi bagi pemangku kepentingan dalam mendukung keberhasilan pendidikan inklusif secara berkelanjutan. Penelitian ini mengadopsi pendekatan metode kualitatif dan kuantitatif untuk mengumpulkan data di daerah pedesaan yang didominasi oleh masyarakat tani. Metode yang digunakan mencakup survei melalui kuesioner kepada orang tua, guru, dan siswa, wawancara mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan, serta observasi lapangan di sekolah-sekolah inklusif. Analisis data dilakukan dengan kombinasi statistik deskriptif untuk hasil survei dan analisis tematik untuk wawancara serta observasi, bertujuan untuk memahami penerapan pendidikan inklusif dan tantangannya dalam konteks komunitas tani. Pemahaman mengenai pendidikan inklusif di kalangan guru dan kepala sekolah cenderung lebih baik dibandingkan dengan orang tua dan pemangku kepentingan lokal, di mana guru melihatnya sebagai upaya untuk memberikan kesempatan belajar yang setara. Meskipun ada dukungan dari orang tua dan pemangku kepentingan, mereka masih menghadapi keterbatasan pemahaman tentang konsep ini. Selain itu, tantangan dalam implementasi pendidikan inklusif di lingkungan pedesaan meliputi keterbatasan fasilitas dan perlunya pelatihan bagi guru untuk menyesuaikan metode pengajaran. Peningkatan dukungan dari berbagai pihak, termasuk sosialisasi yang berkelanjutan, sangat penting untuk memastikan keberhasilan pendidikan inklusif dan mengurangi stigma terhadap siswa berkebutuhan khusus di masyarakat. Kata Kunci: Pendidikan Inklusif, Komunitas Pedesaan, Pemangku Kepentingan, Akses Setara
TINGKAT KEKERINGAN LAHAN DAN DAMPAKNYA PADA LAHAN PERTANIAN DI KECAMATAN SEKOTONG KABUPATEN LOMBOK BARAT Iemaaniah, Zuhdiyah Matienatul; Bustan, Bustan; Dewi, Rika Andriati Sukma; Selvia, Siska Ita
JURNAL AGRIMANSION Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Agrimansion Agustus 2024
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v25i2.1708

Abstract

Terjadinya perubahan sirkulasi udara yang terjadi dibumi dapat memberikan dampak ekstrim la nina ataupun el nino. Fenomena el nino dan la nina ini merupakan fenomena yang berlawanan kejadian alamnya. Berdasarkan informasi BMKG wilayah Indonesia mengalami peristiwa kekeringan akibat fenomena El Nino dengan curah hujan sangat rendah dengan suhu udara yang sangat panas. Ketersediaan air dalam tanah disupplay oleh curah hujan yang turun pada suatu wilayah. Sementara itu dengan adanya fenomena el nino ini supplay air kebawah permukaan sangat kecil, sebaliknya penguapan dipermukaan tanah semakin tinggi akibat intensitas cahaya matahari yang sangat besar sehingga menekan ketersediaan air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat kekeringan lahan masing-masing desa di Kecamatan Sekotong dan bagaimana sikap petani yang terdampak kekeringan lahan ini. Metode penelitian dilakukan dengan metode survey lapangan dengan teknik analisis spasial dan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sekotong pada 23 mei 2024. Hasil diperoleh Tingkat kekeringan lahan tertinggi adalah Desa Sekotong Tengah dengan luas kekeringan lahan mencapai 1737,3 hektar /97% dari luas wilayah mengalami kekeringan sementara desa dengan Tingkat kekeringan lahan terendah adalah Desa Cendi Manik dengan luas kekeringan lahan mencapai 705,8 hektar/ 76% lahan mengalami kekeringan
Edukasi dan Pendampingan Pembudidayaan Bawang Putih Lumbu Hijau di Dusun Jorong, Sembalun, Lombok Timur -, Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah; Bustan; Mulyati; Rika Andriati Sukma Dewi; Siska Ita Selvia; Joko Priyono; Lalu Bahrul Ilmi; Muh. Safrony Akmal
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i4.9315

Abstract

The area of Mount Rinjani is developing rapidly as a vegetable and fruit farming area that supplies the needs of basic vegetable and fruit commodities. Garlic is one of the main agricultural commodities as the main seasoning in every dish. The Sumur Lembokek Farmers Group in Jorong Hamlet in Sembalun District, some of whose members grow garlic. The Sumur Lembokek Farmers Group in Sembalun District has often cultivated garlic, but farmers in this farmer group still experience obstacles, namely rotting of their onion bulbs. When the garlic plant is 50-70 days old after planting, the garlic begins to rot. The rot that occurs is always gradual from several plants, not simultaneously but within 20 days some plants will rot so that the harvest fails. Therefore, to help farmer groups in solving these problems, the community service team carried out educational activities and assistance in garlic cultivation which aimed to provide education and socialization related to good and correct garlic cultivation. This activity was carried out on July 10 and 16, 2024, which was located at the house of the Head of the Sumur Lembokek Group, which was attended by 15 members of the farmer group. The results of this activity provide enlightenment and solutions related to the problems experienced by using silicate-based fertilizers. In the continuation of the activity, cultivation activities are still ongoing and are in the trial stage of using silicate-based fertilizers to overcome the problem of rotting garlic bulbs.
EVALUASI KINERJA TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU (TPST) DI GILI TRAWANGAN Selvia, Siska Ita; Iemaania, Zuhdiyah Matienatul; Dewi, Rika Andriati Sukma
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v11i1.22195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Gili Trawangan berdasarkan aspek fisik, aspek pengoperasian, aspek sarana dan prasarana, aspek pembiayaan, aspek organisasi dan kelembagaan dan aspek hukum/pengaturan. Evaluasi ini dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi kebijakan pada Pemerintah Daerah dan stakeholder terkait dalam pengelolaan sampah di Gili Trawangan secara berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan mendeskripsikan masing-masing aspek secara detail dan membandingkan dengan beberapa standar terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran evaluasi TPST Gili Trawangan dari berbagai aspek masih memerlukan peningkatan kinerja asset, peningkatan perencanaan sistem input, proses, output. Selain itu, juga diperlukan manajemen pengelolaan TPST, peningkatan kualitas SDM, peningkatan inovasi dan pemasaran produk, serta monitoring dan evaluasi setiap kegiatan yang berlangsung guna efektivitas kinerja TPST Gili Trawangan.
Pendampingan Perencanaan Desa Wisata Kebon Ayu melalui Community Action Plan (CAP) Siska Ita Selvia; Lalu Arifin Aria Bakti; Rika Andriati Sukma Dewi; Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah; Lalu Hadryan Sukma
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v6i1.190

Abstract

Desa Wisata Kebon Ayu sedang mengalami permasalahan internal dalam kelembagaan di lingkup desa yang membuat mereka sulit untuk melangkah dan mempertahankan daya tarik wisata. Permasalahan lain yang mendasar adalah belum adanya dokumen perencanaan seperti masterplan desa wisata yang menjadi dasar pelaksanaan program kegiatan yang jelas. Oleh karena itu, tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam membuat rencana aksi berbasis masyarakat dengan menggunakan metode Community Action Plan (CAP). Hasil dari pengabdian ini, masyarakat dapat melakukan re-branding pengembangan desa wisata menjadi desa wisata budaya. Masyarakat yang terlibat dalam pendampingan perencanaan desa wisata sangat antusias dan mengalami peningkatan pengetahuan dalam perencanaan desa wisata. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil angket saat pre-test yang menjawab tidak sesuai berjumlah 22 kemudian menurun saat post-test menjadi 3 orang saja. Namun telah dievaluasi hasil post-test tersebut dan diberikan pemahaman ulang mengenai topik yang sedang dibahas.
STUDI KUALITAS VERMIKOMPOS DARI CACING AFRICAN NIGHT CRAWLER (EUDRILLUS EUGENIAE) PADA MEDIA CAMPURAN BAGLOG JAMUR TIRAM DAN KOTORAN SAPI YANG DITAMBAHKAN BERBAGAI JENIS BAHAN ORGANIK Nirmala, Tiara Dwi; Susilowati, Lolita Endang; Dewi, Rika Andriati Sukma; Suriadi, Ahmad
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i1.1260

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas vermikompos dari cacing African Night Crawler (Eudrillus eugeniae) pada media campuran baglog jamur tiram dan kotoran sapi yang ditambahkan berbagai jenis bahan organik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan: V0 (Baglog Jamur Tiram + Kotoran Sapi 1:1), V1 (Baglog Jamur Tiram + Kotoran Sapi + Bayam 1:1:1), V2 (Baglog Jamur Tiram + Kotoran Sapi + Kangkung 1:1:1), V3 (Baglog Jamur Tiram + Kotoran Sapi + Rumput Teki 1:1:1), V4 (Baglog Jamur Tiram + Kotoran Sapi + Rumput Gajah 1:1:1), V5 (Baglog Jamur Tiram + Kotoran Sapi + Eceng Gondok 1:1:1), dan V6 (Baglog Jamur Tiram + Kotoran Sapi + Biomassa Jagung 1:1:1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bahan organik pada media vermikompos berpengaruh nyata terhadap C-Organik, N-Total, C/N Rasio, Fe-Total dan Zn-Total dan tidak berpengaruh nyata terhadap pH vermikompos. Rata-rata semua perlakuan telah memenuhi spesifikasi layak berdasarkan SNI No. 19-7030-2004 sehingga sudah dapat digunakan sebagai pupuk organik.
Loss of Soil Organic Matter, Lignocellulose and Microbial Population in Oil Palm Plantations Located at Different Slopes Dewi, Rika Andriati Sukma; Indriyati, Lilik Tri; Sahari, Bandung; Sabiham, Supiandi
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol. 22 No. 3: September 2017
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2017.v22i3.175-181

Abstract

Loss of soil organic matter can be caused by erosion triggered by soil compaction and high rainfall. The aims of  the study were to determine (1) the loss of soil organic matter, lignocellulose, and soil microbial population due to erosion and (2) the contribution of organic matter from oil palm fronds. In the current study, the erosion plots were built on the accessible inter-row (gawangan hidup) and inaccessible inter-row (gawangan mati) of oil palm plantations located at the slope of 6-10% and >10%. Soil organic matter, lignin, cellulose, and hemicellulose contents and total soil microbial populations were measured in the sediments collected from the erosion plots. The results showed that the loss of organic matter was higher in the accessible inter-row than that in the inaccessible inter-row. The addition of lignin, cellulose, and hemicellulose from oil palm fronds into the soil are 2.06 Mg ha-1 yr-1, 1.13 Mg ha-1 yr-1 and 1.02 Mg ha-1 yr-1, respectively. Total bacterial population in the sediments taken from the accessible inter-row was higher than that from the inaccessible inter-row, while the total fungal population in the sediments from the inaccessible inter-row was higher than that from the accessible inter-row.  
Estimasi Kapasitas Daya Tampung Landfill dan Umur Pakai TPA Gili Trawangan: Estimasi Kapasitas Daya Tampung Landfill dan Umur Pakai TPA Gili Trawangan Selvia, Siska Ita; Iemaniiah, Zuhdiyah Matiienatul; Dewi, Rika Andriati Sukma; Maftuh, Miftahul; Akbar, Sandi; Siddiqirly, Muhammad
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 9 No. 4 (2023): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v9i4.524

Abstract

This research aims to calculate the estimated landfill capacity and the remaining operational life of the landfill on Gili Trawangan. The condition of the pile of rubbish in the landfill area, which is becoming increasingly mountainous day by day without any compaction and stockpiling process, has resulted in the operational lifespan being reduced over time. Limited land on small islands such as Gili Trawangan is a significant obstacle that must be considered with more intensive waste reduction efforts and integrated waste management. By knowing the remaining operational life based on the projected waste volume for the next 20 years and also the height of the waste pile at the Gili Trawangan TPA, it is hoped that it will be an early warning, especially for the Regional Government, the local community of Gili Trawangan and stakeholders related to waste management to take quick steps in managing the waste pile. The method used in this research is a descriptive, evaluative method starting with a geometric equation approach to calculate projections of waste generation, the carrying capacity of the landfill on Gili Trawangan and estimates of the remaining operational life. The results of this research are that the remaining operational life of the landfill is 3 years. It represents an alarming condition because it will contribute to the increasing vulnerability of small islands, especially Gili Trawangan, especially the decline in environmental conditions.
Population of Phosphate Solubilizing Bacteria in Maize Rhizosfer with Different Irrigation Volume and Organic Matter Shakila, Nur Asri; Susilowati, Lolita Endang; Dewi, Rika Andriati Sukma; Suriadi, Ahmad
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 2 (2024): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i2.6858

Abstract

Phosphate solubilizing bacteria are soil bacteria which is vital to converting non-available phosphate into available phosphate. There has been a lot of studies to find out strategies or treatments that can increase PSB populations and activities, such as addition of organic materials or irrigation technique. This research aimed to test the effect of different irrigation volumes and types of organic material on phosphate solubilizing bacteria in maize rhizosphere. This research is a field experiment with a split plot design with two factors, irrigation volume (I1: 100% of plant needs, I2: 80% of plant needs, and I3: 60% of plant needs) as the main plot and type of organic material ( B0: without organic material, B1: manure; B2: rice husk biochar, and B3: vermicompost + biochar) as the sub plots. Soil and crop samples were taken at maximum vegetative phase (56 days after planting). The parameters tested and observed in this research were PSB population, soil pH, soil organic carbon, available P, phosphate uptake, and soil moisture. Based on the results of this research, it was obtained that the interaction between the irrigation volume of 100% of plants needs and the manure gave the highest PSB population about 1,23 x 106 cfu/gram. This population increase is in line with an increase in soil-available P and plant phosphate uptake.