Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

SEKOLAH LAPANG BUDIDAYA TANAMAN CABAI DI TANAH VERTISOL DI KAWASAN EKONOMI KHUSUS MANDALIKA Dewi, Rika Andriati Sukma; Iemaaniah, Zuhdiyah Matienatul; Baharuddin, Baharuddin; Mulyati, Mulyati; Wulan, Raden Sri Tejo
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.19003

Abstract

Jenis tanah di desa Sukadana tergolong dalam jenis tanah vertisol dimana pada proses budidaya tanaman berbagai kendala kondisi tanah akan dihadapi. Sekolah Lapang budidaya tanaman cabai di tanah vertisol merupakan salah satu pendekatan dalam meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan petani dalam menerapkan prinsip-prinsip budidaya tanaman cabai yang tepat. Tujuan dilaksanakannnya sekolah lapang ini adalah meningkatkan pengetahuan petani dan kemampuan analisa masalah kaitannya dengan budidaya tanaman cabai di tanah vertisol serta dapat mencari solusi yang tepat dari permasalahan lapangan yang mereka hadapi sehingga produktivitas tanaman lebih optimal. Sasaran masyarakat pada kegiatan pengabdian ini adalah kelompok tani Patuh Bersama yang ada di Dusun Montong Tekot, Desa Sukadana, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Tahapan kegiatan persiapan yang dilakukan berupa koordinasi awal dengan petani sasaran, mempersiapkan instrument, penyampaian materi, praktik lapang, dan evaluasi. Materi yang didapatkan oleh petani dapat diterapkan kaitannya dengan pengelolaan lahan vertisol dengan memberikan ameliorant berupa biochar, dapat mengenal dan mengaplikasikan pestisida dengan tepat dan bijak, serta dapat memberikan pemupukan sesuai dengan tujuan dan kaidah pemupukan.
Peningkatan Kompetensi Petani dalam Mengelola Lahan Kering melalui Penilaian Unsur Hara dengan PUTK di Lombok Tengah Lusiana Dewi, Intan; Mulyati, Mulyati; Wulan, Sri Tejo; Dewi, Rika Andriati Sukma; Selvia, Siska Ita; Halisah, Nur
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i1.10251

Abstract

Lombok Tengah, khususnya Kecamatan Praya Barat Daya, menghadapi tantangan serius dalam sektor pertanian pada lahan kering, rendahnya kesuburan tanah, serta keterbatasan air. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam pengelolaan lahan kering melalui penerapan teknologi pertanian presisi menggunakan Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK). Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif bersama 25 petani dari Kelompok Tani Perdana Jaya di Desa Montong Ajan. Rangkaian kegiatan meliputi identifikasi permasalahan lahan, penyuluhan, pelatihan penggunaan PUTK, serta diskusi rekomendasi pemupukan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sebagian besar lahan memiliki pH masam, kadar C-organik rendah, serta kandungan fosfor dan kalium pada tingkat sedang. Evaluasi melalui pretest dan posttest menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap konsep kesuburan tanah dan penerapan teknologi PUTK. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menganalisis kondisi tanah serta menyusun strategi pemupukan yang efisien dan berkelanjutan. Diperlukan kegiatan lanjutan berupa pelatihan intensif penggunaan bahan organik dan pemantauan berkala terhadap kondisi tanah guna meningkatkan produktivitas pertanian di lahan kering.  
PERBAIKAN SIFAT TANAH DAN PRODUKTIVITAS KACANG HIJAU PADA VERTISOL MELALUI AMELIORASI BIOCHAR DAN MULSA ORGANIK Dewi, Rika Andriati Sukma; Mulyati, Mulyati; Sukartono, Sukartono; Selvia, Siska Ita
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1366

Abstract

Tanah vertisol yang memiliki sifat fisik dan kimia bermasalah memerlukan strategi ameliorasi untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh aplikasi biochar sekam padi dan mulsa organik terhadap sifat kimia dan fisik tanah vertisol serta produksi kacang hijau (Vigna radiata L.). Penelitian dilakukan selama enam bulan (Januari–Juni 2024) di lahan tadah hujan Desa Segala Anyar, Lombok Tengah, menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dua faktor: dosis biochar (0, 10, dan 20 ton/ha) dan jenis mulsa (plastik dan jerami padi 5 ton/ha), masing-masing dengan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi C-organik, pH, nilai COLE, kapasitas air tersedia (KAT), dan berat 100 biji kacang hijau. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi biochar 20 ton/ha dan mulsa jerami secara signifikan meningkatkan C-organik (1,49%), menaikkan pH (6,85), menurunkan nilai COLE (0,13), serta mempertahankan KAT di atas 10%. Kombinasi tersebut juga menghasilkan berat 100 biji tertinggi (1,40 ton/ha), mengindikasikan peningkatan efisiensi fisiologis tanaman. Temuan ini mengonfirmasi bahwa integrasi biochar dan mulsa organik efektif memperbaiki kualitas tanah marginal dan meningkatkan hasil tanaman, mendukung praktik pertanian berkelanjutan.
EFEKTIVITAS PUPUK SILIKAT (Orrin) TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF DAN KESIAPAN ADOPSI TEKNOLOGI PADA PETANI BAWANG MERAH DI LOMBOK UTARA Dewi, Rika Andriati Sukma; Azizah, Isnaniar Rahmatul; Fadli, Fadli; Nurhalisah, Nurhalisah; Saputra, Muhammad Jipri Yadi
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 12 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i12.3322

Abstract

Shallots are a strategic horticultural commodity with high economic value, making them a crucial source of income for farmers in North Lombok. However, their productivity remains relatively low, largely due to the intensive use of chemical fertilizers, which contributes to the degradation of soil fertility. Therefore, this community engagement activity aimed to introduce and assist farmers in Anyar Village—particularly members of the Lembah Subur Farmer Group—in applying silicate-based fertilizer technology to shallot cultivation. The methodology included problem identification, socialization of liquid silicate fertilizer, implementation of comparative demonstration plots between the use of silicate-based fertilizer (Orrin) and conventional farming practices commonly adopted by farmers, as well as technical field assistance. The results revealed a positive response from farmers toward the implementation of Orrin fertilizer, both in terms of application simplicity and fertilization cost efficiency. Visually, shallot plants treated with Orrin exhibited more optimal vegetative growth, characterized by more erect posture, greener leaves, and a higher number of leaves compared to plants without Orrin application. This positive response indicates farmers’ readiness to adopt environmentally friendly technologies with the potential to enhance productivity. The application of silicate fertilizer (Orrin) proved effective in improving the vegetative growth of shallots and increasing farmers’ awareness of the significance of sustainable fertilization innovations.
N and P Nutrient Uptake Efficiency with Various Combinations of Organic and Biological Fertilization in Biosaline Rice Crops in Saline Soil Sahlan, Nabilah Nur Fikriyyah; Susilowati, Lolita Endang; Dewi, Rika Andriati Sukma
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol. 14 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Salt-affected soils are marginal environments that constrain plant growth by reducing nitrogen (N) and phosphorus (P) availability and uptake efficiency. This study aimed to evaluate the effects of integrated fertilization combining inorganic, organic, and biofertilizers on N and P uptake and nutrient use efficiency in Biosalin rice grown under saline conditions. The experiment was conducted in West Lombok, Indonesia, using a randomized complete block design with nine treatments and three replications. Measured parameters included canopy dry weight, nutrient content, nutrient uptake, and recovery efficiency of N and P. The results showed that treatment M8 (50% inorganic fertilizer + cattle manure + phosphate-solubilizing bacteria + ACC-deaminase) produced the highest biomass and nutrient use efficiency. In contrast, treatment M4 resulted in the highest nutrient uptake but lower efficiency. These findings indicate that greater nutrient uptake does not necessarily translate into improved plant growth under saline conditions, and that nutrient use efficiency is a more critical determinant of plant performance. The integration of organic and biofertilizers significantly enhanced nutrient efficiency and enabled a 50% reduction in inorganic fertilizer application. Therefore, integrated fertilization represents a more efficient and sustainable strategy for rice cultivation in salt-affected soils.
EVALUASI SIFAT KIMIA TANAH: KADAR pH, C, DAN N PADA SAWAH DENGAN POLA TANAM PADI DAN JAGUNG Intan Lusiana Dewi; Mulyati Mulyati; Sri Tejo Wulan; Rika Andriati Sukma Dewi; Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah; Muhammad Dinul Islamy
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 36 No 1 (2026): Jurnal Agroteksos April 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v36i1.1456

Abstract

Pertanian memegang peranan penting dalam menjaga ketahanan pangan di Indonesia, terutama di wilayah Lombok Barat yang memiliki lahan sawah cukup luas. Namun, intensifikasi penggunaan lahan dengan berbagai pola tanam bisa berdampak pada perubahan sifat kimia tanah serta produktivitasnya. Penelitian ini dilakukan untuk menilai sifat kimia tanah di lahan sawah yang menerapkan pola tanam padi-padi-padi, padi-padi-jagung, dan padi-jagung-jagung di Lombok Barat. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada kedalaman 0 hingga 20 cm dari tiga kecamatan yang mewakili pola tanam tersebut. Parameter yang diuji meliputi pH tanah (larutan H2O dan KCl), kadar C-organik, N-total, serta rasio C/N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah dengan pola tanam padi-jagung-jagung memiliki nilai pH tertinggi (netral), sementara pola padi-padi-padi memiliki pH yang lebih rendah (agak asam). Kandungan karbon organik dan nitrogen total dalam tanah umumnya rendah hingga sangat rendah, dengan pola padi-padi-jagung menunjukkan nilai yang relatif lebih tinggi. Rasio C/N yang ditemukan berkisar antara 7,7 hingga 10, di mana pola padi-jagung-jagung menunjukkan potensi yang lebih baik dalam mempercepat proses mineralisasi bahan organik. Temuan ini menegaskan bahwa variasi pola tanam memberikan pengaruh signifikan terhadap sifat kimia tanah, dan mendorong pentingnya diversifikasi pola tanam untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus keberlanjutan produksi pertanian di Lombok Barat.