Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pendampingan Kegiatan Belajar Siswa untuk Meningkatkan Motivasi Membaca dan Penguasaan Kosakata Dasar Bahasa Inggris di MTs Opu Daeng Risaju Palopo Rahmawati Upa; Tsamratul’aeni Tsamratul’aeni; Nur Insan Tangkelangi
Abdimas Langkanae Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.034 KB) | DOI: 10.53769/jpm.v2i1.44

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam membaca dan meningkatkan penguasaan kosakata dasar bahasa Inggris siswa di MTs Opu Daeng Risaju Palopo. Untuk mencapai tujuan tersebut, PKM ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu persiapan, pemberian pre-test, pelaksanaan kegiatan (Pemberian materi tentang manfaat membaca dan teknik membaca cepat, Membaca dan menceritaan hasil bacaan dan Pengajaran English basic vocabulary), evaluasi program (pemebrian angket, post-test dan wawancara) dan penyusunan laporan. Adapun luaran yang diarapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya motivasis siswa dalam membaca, meningkatnya kemampuan siswa dalam menceritakan ulang hasil bacaan , dan meningkatnya penguasaan kosa kata dasar siswa dalam bahasa Inggris (part of the body, direction dan daily verbs). Kegitan PKM ini berjalan dengan lancar serta mendapat respon yang sangat positif dari mitra. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme siswa dalam mengikuti seluru rangkaian kegiatan PKM ini sampai selesai. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat diketahui bahwa pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan motivasi siswa dalam membaca dan menceritakn hasil bacaan serta dapat meningkatkan kosakata dasar bahasa Inggris siswa di MTs Opu Daeng Risaju Palopo
Pelatihan dan Pendampingan Menggunakan Dasar- Dasar Aplikasi Mendeley Andi Mangnguntungi Sudirman; Irmayani Irmayani; Suardi Suardi; Rahmawati Upa; Alif Darmawansyah
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v2i2.1228

Abstract

Penulisan ilmiah dilakukan dengan berdasarkan referensi kepustakaan. Seluruh sumber yang digunakan perlu diberi kutipan atau disitasi dan kemudian sumber yang dikutip tersebut dicantumkan dalam daftar pustaka atau referensi. Pengutipan sumber dalam tulisan dan pencantuman dalam daftar pustaka disebut gaya sitasi. Suatu sitasi (citation) atau bibliographic citation adalah suatu rujukan terhadap . buku, artikel, halaman web, atau produk-produk hasil penerbitan lainnya yang memberikan cukup rincian untuk mengidentifikasi produk penerbitan itu secara unik. Penulisan kutipan tidak lepas dari kegiatan para akademisi khususnya mahasiswa. Hal tersebut ditemukan pada penyusunan tugas akhir. Penulisan Skripsi sangat erat kaitannya dengan penggunaan citation atau kutipan. Kegiatan pelatihan pengoperasian mendeley ini dilaksanakan selama tiga hari yang dihadiri oleh Mahasisswa Universitas Cokroaminoto Palopo dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di ruang E8. Materi yang disampaikan berupa tatacara membuat akun Mendeley, instalasi aplikasi Mendeley, mendownload jurnal bereputasi sesuai bidnag ilmu masing-masing, pemanfaatan tools pada aplikasi Mendeley, serta tata cara penulisan kutipan dengan beragam style. Sekitar 90% dari peserta pelatihan tersebut telah mahir menggunakan aplikasi Mendeley dengan tools yang dimiliki serta telah dapat mengakses jurnal bereputasi sesuai dengan bidang ilmu masing-masing peserta.
An Analysis of Code-Mixing Used by the Lecturer at Universitas Cokroaminoto Palopo Rahmawati Upa; Reski Yusrini Islamiah Yunus; Dedan Marthen; Sri Rahayu
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v2i3.321

Abstract

This research aims to find out the types of code-mixing and student’s perception on code-mixing used by the lecturer in English class. This research used both Qualitative and Quantitative methods. The subject in this research are the lecturer and the first year of science students at Cokroaminoto Palopo University. The instrument of this research are observation sheet, recorder, and questionnaire. The result of this research shows that (1) There are three types of code-mixing found in the lecturer’s utterances during the English teaching-learning process. They are Intra sentential, intra lexical, and involve a change of pronunciation and the results showed that the most frequent is intra sentential. (2) Regarding students’ perception of code-mixing, the researcher found that most students agreed to the use of code-mixing in the English teaching-learning process in the first year of science student at Cokroaminoto Palopo University because code-mixing can make their communication with their lecturer more effective.
Pendampingan English for Specific Purposes (ESP) bagi Siswa SMKN 4 Luwu Rahmawati Upa; Fibri Indira Lisanty; Paldy Paldy
Madaniya Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.377

Abstract

Kegiatan PKM English for Specific Purposes (ESP) diadakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ESP siswa di SMK Pertanian Luwu yang terletak di Desa Barammase, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu. SMK ini terdiri dari berbagai jurusan, salah satunya adalah jurusan pertanian. Permasalahan yang dihadapi mitra PKM ini adalah: 1) Pengetahuan dan kemampuan ESP siswa SMK Negeri 4 Luwu khususnya yang berkaitan dengan bahasa Inggris pertanian masih sangat rendah karena tidak adanya pembelajaran ESP pertanian di sekolah mitra dan 2) Belum adanya wadah yang dapat memfasilitasi siswa untuk memperdalam dan mempraktekkan ESP terkait bahasa Inggris Pertanian di baik sekolah mitra ataupun di luar sekolah. Solusi yang diberikan untuk mengatasi permasalahan di atas adalah 1) Memberikan pengenalan tentang ESP Pertanian dalam bentuk pendampingan belajar bagi siswa di sekolah mitra untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa tentang ESP pertanian. 2) Pembentukan ESP Club sebagai wadah bagi siswa untuk mempraktekkan dan memperdalam pemahaman serta keterampilan mitra tentang ESP Pertanian. Kegiatan pengabdian ini diadakan selama 3 (tiga) bulan yang meliputi tahap 1) Persiapan, 2) Pelaksanaan Kegiatan, Pelaksanaan program ini melibatkan dua orang dosen UNCP, 4 orang mahasiswa, dan sekolah mitra (SMKN 4 Luwu), 3) Evaluasi, dilakukan melalui pemberian pre-test dan post-test dan on going evaluation, dan 4) Keberlanjutan Program dengan pembentukan ESP Club. Hasil luaran yang diperoleh dari pelaksanaan PKM Pendampingan English for Specific Purposes (ESP) bagi siswa SMK Negeri 4 Luwu in terdiri dari dua luaran yaitu luaran wajib dan luaran tambahan. Adapun luaran wajib adalah 1) publikasi pada jurnal ilmiah berISSN dan HKI artikel, sementara luaran tambahan adalah 1) Meningkatnya kemampuan kosakata bahasa Inggris dasar siswa terkait ESP Pertanian, 2) terbentuknya ESP Clup bagi siswa SMK Negeri 4 Luwu.
An Analysis Of Code-Mixing Used By A Lecturer In English Class Tsamratul’aeni; Rahmawati Upa
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v3i1.390

Abstract

This research aims to find out the types of code-mixing used by the lecturer in English class. This research used both Qualitative methods. The subject in this research is the lecturer and the first yearof science students at CokroaminotoPalopo University. The instruments of this research are observation sheet and recorder. The result of this research shows that there are three types of code-mixing found in the lecturer’s utterances during the English teaching-learning process. They are Intra sentential, intra lexical, and involve a change of pronunciation and the results showed that the most frequent is intra sentential.
Pengaruh Dimensi Budaya terhadap Implementasi Refleksi Kolektif dalam Perspektif Collectivism dan High-Power Distance Nur Insan Tangkelangi; Hafirah Patang; Rahmawati Upa
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v3i1.391

Abstract

Artikel ini membahas dua isu utama yaitu efek dimensi budaya (kolektivisme dan high-power distance) pada implementasi refleksi kolektif dan alternatif untuk memoderasi efek buruk budaya pada realisasi refleksi kolektif. Hasil investigasi literatur pada artikel ini mengungkapkan bahwa kolektivisme dan ­high-power distance memberikan dampak positif dan negatif terhadap realisasi refleksi kolektif. Kolektivisme berkontribusi menciptakan suasana dengan dorongan emosional yang kuat di kalangan guru. Namun, kolektivisme secara negatif berkontribusi pada keengganan untuk berkomentar dan dikomentari karena adanya rasa tanggung jawab untuk mencegah konflik. Kondisi ini dapat menyebabkan kurangnya kekritisan dan menghambat perubahan. Sehubungan dengan efek hig-power distance, terungkap bahwa refleksi kolektif dipengaruhi secara negatif. Serupa dengan efek negatif yang dihasilkan dari internalisasi kolektivisme, high-power distance juga mendorong keragu-raguan dalam berkomentar dan dikomentari. Selain itu, juga menimbulkan ketergantungan pada ahlinya, kurangnya kreativitas, dan kurangnya keinginan lebih. Untuk mengurangi efek negatif dari dimensi budaya, beberapa alternatif disarankan dalam artikel ini, yaitu mempertahankan Lesson Study (LS) dan Action Education (EA), secara eksplisit mengundang guru pemula untuk terlibat dalam tahap refleksi, dan mempromosikan refleksi yang berorientasi pada makna.
Teacher’s Lesson Plan In Lesson Study Context In SMP Cokroaminoto Palopo Rahmawati Upa; Hermini
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v3i1.454

Abstract

Lesson Plan is one of the most important element in teaching. It is the teachers’ road map of what students need to learn and how it will be done effectively during the class time. Due to its importance, in this research, the researcher try to conduct a research relaed to the teachers’ lesson plan in Lesson Study in SMP Cokromnito Palopo. This research is itended to describe how the teacher’s lesson plan in SMP Cokroaminoto Palopo. This reseach was done trough Lesson Study activities so the lesson plan described is Lesson Study context. This research employed qualitative research and applied descriptive study. The teacher was choosen as the subject of this research was the English teacher of SMP Cokroaminoto Palopo. She taught seven grade and the researcher observed two cycles planning. The research instrument were direct observation, video recording and teacher’s lesson plan. After analyzing the research, then the researcher can conclude that there are some aspects can be found from the Lesson Plan after pnanning for two cycles. They are : the teacher plan to use cooperative learning method, Learning media (memo paper, word card, and LCD), Assessment (teacher assessment), Students’ seating arrangement (U shape).
Observers’ Reflection Level and Categories on Lesson Study Activities in English Classroom at SMP Negeri 2 Bua Rahmawati Upa; Sri Rahayu; Nuur Insan Tangkelangi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v3i2.457

Abstract

Reflection is one stage in Lesson Study activities. It is a very important stage since further effort to improve the learning process depends on the sharpness of the analysis given by the observers in reflection. This research aims at describing the category and the level of observers’ reflection on lesson study activities. This research was conducted in SMP Negeri 2 Bua by using qualitative method. In order to categorize the categories and the level of teacher’s reflection, the researchers used the instrument developed by (Ono et al., 2013) which are divided into 5 reflection categories, those are; 1) teaching and learning strategies, 2) teacher’s behavior, 3) Lesson experienced by students (students’ learning, students’ behavior, and interaction between students), 4) achievement of lesson and curriculum objectives, 5) logistic; management planning, and 4 reflection levels (1, 2, 3, 4). The finding of the research shows that from three times reflection, most of the observers’ comment on reflection was categorized into the third category; that is lessons as experienced by students and this category is in level 1. It means that most of the observers’ comment was focused on describing the students’ experiences/behavior but not including their explanation about the reason of the possible cause for the observation. In the end of this research, some recommendations are drawn for the future reflection.
Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penerapan Pembelajaran Diferensiasi Berbasis Digital Melalui Kegiatan Lesson Study Rahmawati Upa; Hafirah Patang; Rosmiati Rosmiati
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v7i3.2905

Abstract

Penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan saat ini menjadi kebutuhan mendesak khususnya dalam meningkatkan kompetensi guru untuk merancang dan menerapkan pembelajaran yang lebih efektif dan bervariasi. Namun ditemukan beberapa permasalahan mitra dalam hal ini, diantaranya: 1)mitra belum melakukan pembelajaran diferensiasi untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa yang bervariasi, 2) belum mampu mendesain multimedia interaktif, dan 3) kolaborasi guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan merefleksikan pembelajaran masih sangat jarang dilaksanakan. Salah satu pendekatan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penerapan Lesson Study, oleh karena itu PKM ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran diferensiasi berbasis multimedia interaktif yang dilakukan melalui LS.  Mitra yang dilibatkan adalah guru Bahasa Inggris dari dua sekolah. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, dan keberlanjutan program. Berdasarkan pelaksanakan kegiatan ditemukan bahwa kompetensi guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran diferensiasi dapat meningkat begitupun dengan kemamuan membuat multimedia interaktif. Selain itu kolaborasi guru dalam merancang, melaksanakan, dan merefleksikan pembelajaran meningkat. Guru mampu merespon kebutuhan siswa dengan lebih baik, serta meningkatkan keterampilan teknologi mereka dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik dan inklusif. Para guru mitra dasarankan untuk melakukan pengembangan berkelanjutan melalui komunitas belajar yang sudah dimiliki.
Digitalization of "English for Informatics" for Generation Z Students: A Flipbook-Based Learning Media Tangkelangi, Nuur Insan; Upa, Rahmawati; Yasir, Fajar Novriansyah
Ethical Lingua: Journal of Language Teaching and Literature Vol. 11 No. 2 (2024): Volume 11 No 2 October 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/25409190.783

Abstract

Informatics students currently face challenges in mastering English, which is crucial for keeping up with developments in computer science, as this language serves as the primary instructional medium. Previous research has shown that, despite its importance, the level of English proficiency among students at our campus remains low. This research has identified students' needs and developed teaching materials; however, these materials are still presented in conventional printed modules and do not fully address needs such as pronunciation. In this study, the researchers designed a flipbook-based learning media that integrates audio, images, and videos to meet the diverse needs of students in learning English. This media is also tailored to align with the expectations of Generation Z, who are very familiar with technology. The method used in the design process is Research and Development (RnD) with the ADDIE development model (Analysis, Design, Develop, Implementation, Evaluation). The results indicate that the English for Informatics flipbook-based learning media consists of seven chapters, equipped with multimedia elements and gamification concepts. Validation from subject matter and media experts categorizes this media as "very suitable for use." Additionally, student response analysis shows very positive feedback regarding the use of this flipbook, indicating significant potential to enhance English language skills among Informatics students at our campus.