Claim Missing Document
Check
Articles

Sintesis Nanopartikel TiO2-SiO2 Berpori Sebagai Fotokatalis untuk Penjernihan Air Limbah Rumah Tangga Wulandari, Mieke; Astuti, Astuti; Muldarisnur, Mulda
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.1.33-38.2018

Abstract

Sintesis nanopartikel TiO2-SiO2 berpori dilakukan menggunakan metode pemanasan sederhana dalam larutan polimer. Polimer yang digunakan adalah polietilen glikol (PEG 6000). Sintesis dilakukan pada suhu 400 áµ’C dengan waktu tahan 0 jam, 0,5 jam, dan 1 jam. Hasil karakterisasi XRD dan SEM menunjukkan bahwa ukuran kristal adalah 53,1 nm, sedangkan rata-rata diameter partikel adalah 101,7 nm, 114,8 nm, dan 119,8 nm untuk waktu tahan 0 jam, 0,5 jam, dan 1 jam. Ukuran kristal tidak dipengaruhi oleh waktu tahan, sedangkan diameter partikel semakin besar dengan semakin lamanya waktu tahan. Penambahan SiO2 pada TiO2 menyebabkan partikel mengalami sedikit aglomerasi. Nanopartikel TiO2-SiO2 dapat menurunkan nilai pH air limbah rumah tangga dari 8,8 menjadi 7,5 dan menurunkan nilai TDS dari 208 mg/L menjadi 161 mg/L. Penurunan nilai pH dan TDS lebih tinggi diperoleh untuk nanopartikel TiO2-SiO2 dengan waktu tahan 0 jam yang memiliki ukuran kristal paling kecil. Nanopartikel TiO2-SiO2 lebih efisien menurunkan nilai pH dan TDS air limbah rumah tangga dibandingkan TiO2 tanpa silika.Kata kunci : TiO2-SiO2, TDS, fotokatalis, PEG 6000, air limbah rumah tangga
Pengaruh Stabilisator Terhadap Ukuran, Morfologi, dan Fotoluminesensi Nanopartikel Seng Oksida yang Disintesis dengan Metode Sol-Gel Utami, Rizchi Aulia; Astuti, Astuti; Muldarisnur, Mulda
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.1.39-44.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh stabilisator terhadap ukuran, morfologi dan fotoluminesensi nanopartikel ZnO yang disintesis dengan metode sol-gel.  Stabilisator yang digunakan adalah polietilen glikol (PEG), polivinil alkohol (PVA), dan polivinil pirolidin (PVP).  Nanopartikel ZnO dikarakterisasi dengan XRD untuk mengetahui struktur dan ukuran kristal, SEM untuk melihat morfologi permukaan dan ukuran partikel, dan laser Nd:YAG untuk mengukur intensitas luminesensinya. Ukuran kristal ZnO tanpa stabilisator, ZnO ditambahkan PEG, ditambahkan PVA adalah 32,7 nm, sedangkan yang ditambahkan PVP adalah 38,5 nm. Struktur kristal dari semua sampel ZnO adalah heksagonal.  Citra SEM memperlihatkan bahan ZnO tanpa penambahan stabilisator memiliki ukuran partikel yang tidak seragam dan beraglomerasi, sedangkan untuk ZnO yang disintesis dengan penambahan stabilisator  ukuran partikelnya lebih seragam dam aglomerasinya berkurang. ZnO yang memiliki intensitas luminesensi paling kuat secara berturut-turut yaitu ZnO ditambahkan PEG, ZnO tanpa penambahan stabilisator, dengan penambahan PVA, dan penambahan PVP.  Intensitas puncak spektrum luminesensi tersebut terletak pada panjang gelombang 638,27 nm, 620,63 nm, 586,60 nm, dan 596,15 nm.Kata kunci: Intensitas luminisen, fotoluminisensi, stabilisator, aglomerasi, ZnO.
Infiltrasi Opal dengan Titanium Dioksida (TiO2) Menggunakan Metode Sol Gel Rizka, Muftahul; Muldarisnur, Mulda
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.3.260-265.2018

Abstract

Telah dilakukan infiltrasi opal dengan metode sol-gel. Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan opal adalah polystyrene dengan ukuran diameter 252 nm. Opal polystyrene diinfiltrasi menggunakan Titanium Tetraisopropoxide (TTIP) dan etanol untuk menghasilkan lapisan tipis TiO2. Konsentrasi TTIP divariasikan 3%, 6% dan 10%. Polystyrene yang telah diinfiltrasi dihilangkan dengan perlakuan panas pada suhu 600 °C. Hasil karakterisasi mikroskop optik, UV-Vis dan SEM menunjukkan bahwa opal dan lapisan TiO2 terbentuk dengan ukuran partikel ± 0,68 μm. Opal yang terbentuk memiliki nilai absorbansi 1,8943 pada panjang gelombang 598 nm. Ukuran partikel TiO2 yang besar disebabkan karena penggunaan suhu yang terlalu tinggi pada saat kalsinasi yang menyebakan rongga pada polystyrene tidak dapat diinfiltrasi sehingga TiO2 hanya tumbuh pada permukaan substrat. Kata kunci: Opal, kalsinasi, infiltrasi, sol-gel, polystyrene, TiO2.
Pengaruh Vibrasi Terhadap Kualitas Lapisan Tipis Opal yang Disintesis dengan Metode Deposisi Horizontal Irwanda, Cecep; Muldarisnur, Mulda
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 4 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.4.299-304.2018

Abstract

Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi lapisan tipis opal menggunakan metode deposisi horizontal dengan penambahan vibrasi. Sintesis dilakukan pada suhu ruang dengan variasi kecepatan vibrasi 0, 1000, 1250, dan 1500 rpm menggunakan magnetic stirrer. Karakterisasi dilakukan menggunakan Mikroskop Optik, SEM (Scanning Electron Microscopy) dan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil mikroskop optik menunjukkan permukaan sampel dengan vibrasi lebih homogen dan tebal dibandingkan tanpa vibrasi. Hasil SEM menunjukkan lapisan multilayer terbentuk pada sampel vibrasi dengan kecepatan putaran 1500 rpm. Spektrum absobsi spektrofotometer UV-Vis menunjukkan nilai absorbansi maksimum tertinggi pada panjang gelombang 564 nm dengan nilai absorbansi 0,1526. Semakin tinggi kecepatan vibrasi yang digunakan, semakin tinggi nilai absorbansi maksimum dan semakin tinggi nilai FWHM.Kata kunci: Deposisi horizontal, lapisan tipis, opal, polystyrene, vibrasi.
Morfologi Dan Sifat Optik Lapisan Tipis Opal yang Dideposisi Menggunakan Metode Modified Vertical Deposition Rahayu, Sri; Muldarisnur, Mulda
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.1.1-5.2019

Abstract

Telah dilakukan pembuatan lapisan tipis opal dengan menggunakan metode modified vertical deposition. Pada penelitian ini dilakukan analisis pengaruh kecepatan penarikan substrat dari suspensi koloid polysterene terhadap sifat optik dan homogenitas ketebalan lapisan tipis opal. Pembuatan sampel dilakukan dengan kecepatan penarikan 1 mm/jam, 5 mm/jam, 10 mm/jam dan 12 mm/jam. Sampel dikarakterisasi menggunakan mikroskop optik, spektrofotometer UV-Vis dan SEM (Scanning Electron Microscopy). Mikroskop Optik menunjukkan ketebalan lapisan opal yang tidak homogen. Karakterisasi UV-Vis menunjukkan adanya puncak absorbansi pada lapisan opal pada kecepatan 1 mm/jam sedangkan SEM menunjukkan adanya lapisan opal yang multilayer (berlapis banyak) pada kecepatan penarikan 1 mm/jam. Kata kunci: Lapisan tipis opal, Mikroskop Optik, SEM, UV-Vis, variasi kecepatan.
Pengaruh Panjang Pengupasan Terhadap Sensitivitas dan Akurasi Sensor Gula Darah Menggunakan Serat Optik Singlemode Novirza, Resti; Muldarisnur, Muldarisnur
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.1.72-76.2019

Abstract

Telah dilakukan optimasi panjang pengupasan sensor serat optik singlemode untuk memperolehsensitivitas dan akurasi yang tinggi pada sensor pengukuran gula darah. Panjang pengupasan divariasikan antara 1 cm hingga 5 cm dengan interval 1 cm. Serat optik digunakan untuk memandu cahaya dari sumber laser dioda merah (λ=650nm) ke detektor fotodioda. Interaksi antara gelombang evanescent dan molekul glukosa dalam darah meningkat karena sebagian cladding pada serat optik dikupas. Perbedaan kedalaman penetrasi karena panjang pengupasan mempengaruhi sensitivitas dan akurasi sensor yang telah dirancang. Sensitivitas tertinggi yaitu 1,034 mV/(mg/dL) yang diperoleh pada panjang pengupasan 3 cm. Sensitivitas terendah diperoleh pada panjang pengupasan 5 cm dengan nilai 0,453 mV/(mg/dL). Akurasi tertinggi terdapat pada panjang pengupasan 2 cm dengan nilai 95,23% dan akurasi terendah pada panjang pengupasan 1 cm dengan nilai 93,35%. Clark Error Grid Analisis menunjukkan bahwa data tersebar 95% di daerah A dan 0,5% di daerah B yang mempenyai error yang kecil, artinya optimasi sensor gula darah akurat dan dapat diandalkan.Kata kunci: sensor gula darah, gelombang evanescent, panjang pengupasan, sensitivitas, akurasi.
Pengaruh Temperatur Sintesis Hidrotermal Terhadap Diameter Nanopartikel Seng Oksida Famia, Adine Melossa; Muldarisnur, Mulda
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.2.127-132.2019

Abstract

Pengaruh temperatur terhadap diameter nanopartikel seng oksida (ZnO) yang disintesis dengan metode hidrotermal telah diteliti. Temperatur divariasikan sebesar 70 °C, 80 °C, 90 °C, 100 °C, dan 110 °C. Nanopartikel ZnO dikarakterisasi dengan Scanning Electron Microscope untuk mengamati morfologi permukaan dan menentukan ukuran partikel. XRD digunakan untuk mengetahui struktur dan ukuran kristal.  Temperatur mempengaruhi ukuran partikel setiap sampel dengan diameter yaitu, 76,72; 95,32; 170,72; 100,37; dan 54,27 nm.  Ukuran kristal semua sampel berturut-turut adalah 42.07; 52.7; 52.7; 52.7; dan 42.07 nm. Diameter partikel dan ukuran kristal dipengaruhi oleh temperatur sintesis, dimana semakin tinggi temperatur sintesis, semakin kecil diameter partikel dan ukuran kristal ZnO yang terbentuk. Nanorod terbentuk pada temperatur 80 °C dengan aspek rasio sebesar 1,7.Kata kunci: nanopartikel, temperatur, seng oksida (ZnO), hidrotermal
Pengaruh Konsentrasi Larutan Prekursor Terhadap Morfologi dan Ukuran Kristal Nanopartikel Seng Oksida Ardhiati, Fitria; Muldarisnur, Mulda
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.2.133-138.2019

Abstract

Pengaruh konsentrasi larutan prekursor terhadap morfologi dan ukuran nanopartikel seng oksida (ZnO) yang disintesis menggunakan metode hidrotermal telah diteliti. Larutan ZnO dengan konsentrasi 15 mM, 20 mM, 25 mM, 30 mM dan 35 mM disiapkan menggunakan prekursor zinc nitrate tetrahydrate dan hexamethylenetetramine dengan pelarut aquades. Morfologi nanopartikel ZnO yang terbentuk dikarakterisasi menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) dan ukuran kristal dikarakterisasi menggunakan XRD. Hasil karakterisasi menggunakan SEM menujukkan bahwa sampel yang tebentuk mengalami aglomerasi. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa sampel adalah ZnO dengan struktur heksagonal Ukuran kristal dihitung menggunakan persamaan Debye-Scherrer dan diperoleh bahwa ukuran kristal berada pada rentang 25,4 – 27,5 nm. Dari penelitian diperoleh bahwa variasi konsentrasi larutan prekursor menyebabkan adanya perubahan ukuran kristal tapi tidak terlalu signifikan.Kata kunci: Zno, hidrotermal, ukuran kristal
Pengaruh Variasi Panjang Serat Ampas Tebu dan Serbuk Kulit Buah Kakao Terhadap Sifat Fisis, Mekanis, dan Konduktivitas Termal Papan Partikel Suryani, Rahmi; Muldarisnur, Mulda; Yetri, Yuli
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.3.199-204.2019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah ampas tebu dan kulit kakao untuk pembuatan papan partikel dengan memvariasikan panjang serat tebu 1 sampai 5 cm dan serbuk kulit kakao yang lolos ayakan 60 mesh dengan perbandingan massa 50:50 menggunakan perekat isosianat sebanyak 16% dari massa sampel. Pengujian yang dilakukan yaitu uji fisis berupa densitas, kadar air, dan daya serap air. Uji mekanis berupa kuat lentur dan kuat patah serta uji konduktivitas termal. Hasil pengujian didapatkan nilai densitas berkisaran antara 0,95 - 1,3 g/cm3, nilai kadar air 0,100 - 0,135% dan nilai daya serap air 0,205 - 0,605%. Nilai kuat lentur berkisaran 6270 - 10800 kg/cm2, nilai kuat patah 17800  - 27500 kg/cm2, nilai konduktivitas termal berkisaran 0,00701  - 0,00924 W/mºC. Dari hasil dapat disimpulkan bahwa panjang serat ampas tebu mempengaruhi nilai uji fisis, mekanis, dan konduktivitas termal papan partikel. Papan partikel yang dihasilkan sudah memenuhi SNI 03-2105-2006, namun pada pengujian mekanis uji kuat lentur nilai yang dihasilkan belum memenuhi standar dan nilai densitas papan yang didapatkan lebih tinggi dari standar.Kata kunci: serbuk kakao, papan partikel, konduktivitas termal.
Pengaruh Ukuran Partikel Kulit Buah Kakao Terhadap Sifat Fisik, Mekanik dan Termal Papan Partikel dari Kulit Buah Kakao dan Serat Ampas Tebu Salamah, Ummi; Muldarisnur, Mulda; Yetri, Yuli
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.3.205-211.2019

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan papan partikel dari kulit buah kakao dan serat ampas tebu yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran partikel serbuk kulit buah kakao yang ditinjau dari sifat fisik, mekanik dan termal papan partikel. Parameter yang diukur adalah kadar air, densitas, daya serap air, kuat lentur, kuat patah, dan termal. Papan partikel ini dibuat dengan 5 variasi serbuk kulit buah kakao yaitu lolos ayakan 149, 177, 250, 400, dan 841 µm dengan panjang serat ampas tebu 3 cm. Komposisi bahan kulit buah kakao dan ampas tebu adalah 50:50 dan kadar perekat isosianat 16%.  Hasil sifat fisik didapatkan adalah nilai kadar air berkisar 9,27-13,05%, nilai densitas berkisar 0,89-1,23 g/cm3 dan nilai daya serap air berkisar 11,13-52,28%. Hasil uji sifat mekanik didapatkan adalah nilai kuat lentur 2,8×103-7,8×103 kg/cm2 dan nilai kuat patah berkisar 1,43×104-2,48×104 kg/cm2. Hasil pengujian sifat konduktivitas termal didapatkan berkisar 7,26×10-3-9,0×10-3 W/m°C. Ukuran partikel kulit buah kakao yang baik sebagai bahan pembuatan papan partikel adalah lolos ayakan 149 µm.Dari keseluruhan hasil pengujian disimpulkan bahwa ukuran partikel serbuk kulit buah kakao mempengaruhi pada sifat fisik, mekanik dan termal papan partikel. Semakin kecil ukuran partikel serbuk kulit buah kakao maka nilai densitas, kuat lentur, kuat patah dan konduktivitas termal papan partikel akan semakin tinggi. Pada pengujian kadar air dan daya serap air semakin kecil ukuran partikel kulit buah kakao maka semakin rendah nilai pengujian tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisik dan mekanik papan partikel yang didapatkan pada pengujian telah memenuhi standar SNI 03-2105-2008 kecuali pada pengujian densitas dan kuat lentur. Berdasarkan persentase densitas papan partikel maka papan partikel yang dihasilkan termasuk jenis papan partikel berkerapatan tinggi.Kata kunci: serbuk kakao, papan partikel, konduktivitas termal, sifat fisik, sifat mekanik.
Co-Authors Abi Syaibah Adine Melossa Famia Adrial, Rico Afdal Afdal Afdal Afdal Afdhal Muttaqin Afrineldi, Rendi Afza, Vikra Yudha Yolanda Ahmad Fauzi Pohan Akrajas Ali Umar Aldilla, Muhammad Syaugi Alimin Mahyudin Amrullah, Yasir Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andini Ramadhani Anggini, Aulia Anla, Anla Fet Hardi Apriani, Akmecia Risqa Ardhiati, Fitria Ardian Putra Astuti Astuti - Astuti Astuti Aulia Anggini Betta Centaury Cecep Irwanda Cen Rahman Dahyunir Dahlan Dahyunir, Dahyunir Damayanti, Elok Dedi Mardiansyah Dian Fitriyani Dian Milvita Disti Nabila Suci Dunnas, Irsya Dwi Pujiastuti Dwi Puryanti Ebriyen Zeni Eldiani Arifya Elistia Liza Namigo, Elistia Elvaswer Elvaswer Exaudi Pratama Rajagukguk Exaudi Pratama Rajagukguk F Marlow Fadilla Monica Fahendri Fahendri Fahendri, F. Famia, Adine Melossa Fani Anjelina Faula Rahmi Febrielviyanti, - Feriska Handayani Irka, Feriska Handayani Fitria Ardhiati Geby Sri Ayu Oktavia Gusthia, Melisa Weno Haiqal, Helmi Harmadi Harmadi Harmadi Harmadi Harmadi, - Helmi Haiqal Helmi Septaria Herlin Ilham Perdana Ilham Perdana Ilham Perdana AT Imam Taufiq Imam Taufiq Irsya Dunnas Irwanda, Cecep Kurniawan, Rengga Adit Lubis, Muhammad Siddiq Ilyas M. Ali Shafii Mahardhika, Muhammad Khaishar Margani, Taufik Try Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki Maulidan, Ikhwan Fikri Meqorry Yusfi Mieke Wulandari Mora Mora Muftahul Rizka Muhammad Khaishar Mahardhika Muhammad Siddiq Ilyas Lubis Muhammad Syaugi Aldilla Mutya Vonnisa Nasution, Widi Mulia Nini Firmawati Nola Fridayanti Nola Fridayanti Nola Fridayanti, Nola Novia Dwi Agusri Novianti, Noni Novirza, Resti Nurmi, Fatiyah Aghni Yati Nurul Annisa Perdana AT, Ilham Rahma Fikri Nuradi Rahmad Rasyid Rahman, Cen Rahmatunisa, Sefina Rahmawati Yusri Rahmi Suryani Rahmi, Faula Rajagukguk, Exaudi Pratama Ramacos Fardela Ramadhani, Andini Ramona, Fransischa Rani Delvihardini Rendi Afrineldi Rengga Adit Kurniawan Resti Novirza Ridwan, Jaenudin Rifa Lihayati Rizchi Aulia Utami Rizka, Muftahul Sadikin, Siti Naqiyah Salamah, Ummi Salim Muhaimin Septriani, Yulni Solly Aryza Sri Handani Sri Oktamuliani Sri Rahayu SRI RAHAYU Suci, Disti Nabila Sucy Lestari Wirma Suryani, Rahmi Syaibah, Abi Syukri - Syukri Syukri Trengginas Eka Putra Sutantyo Ummi Salamah Usna, Sri Rahayu Alfitri Utami, Rizchi Aulia Vikra Yudha Yolanda Afza Wellia, Diana Vanda Widi Mulia Nasution Widi Mulia Nasution Wildian Wildian Wulandari, Mieke Yoci Darwita Putri Yuli Yetri Yuli Yetri Yulia Eka Putri, Yulia Eka Yulni Septriani Yusri, Rahmawati Zeni, Ebriyen Zulfi Zulfi Abdullah Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi