Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Sekolah Berbasis Boarding School dalam Pembentukan Karakter Sosial Peserta Didik Salwia Salwia; Hamsu Abdul Gani; Suardi Suardi
Phinisi Integration Review Vol 3, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v3i2.14879

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Pelaksanaan kegiatan sekolah berbasis boarding school dalam pembentukan karakter sosial peserta didik di SMA Negeri 17 Makassar.  2) Karakter sosial peserta didik yang mengikuti boarding school di SMA Negeri 17 Makassar. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang melibatkan 15 orang sebagai informan (10 orang peserta didik, 4 orang pembina asrama, dan kepala sekolah). Data penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pelaksanaan kegiatan sekolah berbasis boarding school dalam pembentukan karakter sosial peserta didik di SMA Negeri 17 Makassar meliputi bimbingan keagamaan, pengembangan bakat dan minat, keterampilan sikap prososial dan bimbingan belajar. Selain kegiatan asrama juga terdapat penerapan tata tertib, pemberian hukuman yang konsisten sesuai dengan tingkat pelanggaran sebagai rangkain pelaksanaan kegiatan sekolah. (2) Karakter sosial peserta didik yang mengikuti boarding school di SMA Negeri 17 Makassar dapat dilihat dari segi kejujuran kurang baik karena masih terdapat peserta didik yang tidak memiliki perilaku jujur. Dari segi toleransi, peserta didik saling menghargai dan menghormati tanpa membeda-bedakan keyakinan. Dari segi demokratis, pengambilan keputusan selalu diputuskan bersama. Dari segi semangat kebangsaan, selalu memperingati hari nasional. Dari segi peduli lingkungan, selalu menjaga kebersihan dan keamanan asrama. dari segi peduli sosial, melaksanakan kegiatan baksos. Dari segi tanggung jawab, melaksanakan dengan baik segala kegiatan dan dari segi kerjasama, peserta didik saling membantu melakukan segala kegiatan seperti kerja bakti.
Meningkatkan Kesadaran Terhadap Stunting Melalui Sosialisasi Ke Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo muhammad aksha Wahda; Sunaniah; Saifuddin; Mario; Salwia
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Volume 02 Nomor 02 (Oktober 2023)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jhp2m.v2i2.671

Abstract

Stunting menjadi isu prioritas nasional hingga saat ini di Indonsesia. Stunting sendiri merupakan permasalahan gizi yang terjadi pada balita. Salah satu penyebabnya aadalah rendahnya pengetahuan masyarakat tentang stunting. Umumnya masyarakat menganggap masalah stunting sebagai faktor genetik yang umum terjadi sehingga banyak orang tua menerima dan tidak berupaya mencegahnya, untuk itu perlu upaya berbagai pihak untuk mensosialisasikan isu stunting serta pencegahan dan penanganannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penanganan stunting pada balita. Kegiatan ini dilakukan selama satu bulan di 9 kelompok keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di kelurahan Siengkang, Paddupa, dan Sitampae. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini berupa meningkatnya pengetahuan KPM tentang upaya pencegahan dan penanganan stunting.
Penguatan Wawasan Kesetaraan Gender dalam Kearifan Lokal Bagi Himpunan Pelajar Mahasiswa Massenrempulu Jusnawati; Muhammad Khaidir; Idham Irwansyah; Bahrul Amsal; Salwia
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Volume 03 Nomor 01 (April 2024)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jhp2m.v3i1.2563

Abstract

Pelaksanaan Pengabdian bertujuan meningkatkan pengetahuan gender dan kearifan lokal kader Massenrempulu yang menunjukkan aktualiasasi kesetaraan gender dalam masyarakat. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pengetahuan mahasiswa terkait kesetaraan gender yang telah ditanamkan dan dipraktekkan sejak lama oleh para orangtua di desa dan pentingnya pemahaman keadilan gender di lingkungan masyarakat. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini, yaitu memberikan penguatan wawasan dalam bentuk ceramah dan diskusi. Peserta kegiatan adalah kader Himpunan Mahasiswa Massenrempulu Komisariat Politeknik Ujung Pandang. Kegiatan ini berlangsung pada bulan Maret 2024 secara luring di sekretariat HPMM. Materi yang disampaikan meliputi; pemaknaan terhadap kesetaraan gender, nilai-nilai kearifan lokal, dan pelacakan kesetaraan gender dalam kearifan lokal. Kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan dan motivasi mahasiswa dalam melakukan penelusuran praktik kesetaraan gender maupun ketidakadilan gender di Enrekang serta tokoh-tokoh perempuan yang pernah terlibat dalam peran-peran strategis. Implikasi dari pengabdian ini akan meningkatkan wawasan dan kesadaran mahasiswa terkait kesetaraan gender dalam kearifan lokal dan memahami praktik ketidakadilan gender yang terinternalisasi dalam budaya lokal.
Sosialisasi Membangun Kesadaran Anti Perundungan di SMP Kartika Makassar Salwia Salwia; Mario Mario; Ulfa Utami Mappe; Muhammad Akhsa Wahda; Sunaniah Sunaniah
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Volume 03 Nomor 02 (Oktober 2024)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jhp2m.v3i2.4793

Abstract

Perundungan merujuk pada tindakan yang dilakukan dengan sengaja untuk menciptakan perasaan tidak nyaman bagi orang lain, melalui berbagai bentuk seperti mencaci, merendahkan, mencela, memberikan julukan, menendang, mendorong, merampas uang, menghindar, dan menolak untuk berteman merupakan bentuk nyata dalam tindakan. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk mensosialisasikan pemahaman mengenai bentuk dan bahaya perundungan dilingkungan sekolah, dengan pendekatan yang menyenangkan melalui permainan edukatif. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman dan meningkatkan pengetahuan mengenai perundungan, tetapi juga mendorong peserta untuk mengimplementasikan upaya pencegahan perundungan di sekolah serta membangun kesadaran anti-perundungan dikalangan siswa. Sasaran dari kegiatan ini adalah guru dan siswa di SMP Kartika Makassar. Hasil dari kegiatan ini diharapkan siswa mampu mengenali dan memahami berbagai bentuk perundungan serta cara pencegahan dan penanganannya dilingkungan sekolah. Luaran/output dari kegiatan PKM ini meliputi peningkatan pengetahuan peserta, publikasi artikel ilmiah, serta pelaksanaan PKM yang dipublikasikan di media online.
Sosialisasi Pemenuhan Hak Anak Pada Ibu Rumah Tangga Penerima Manfaat PKH di Sinjai Barat Muhammad Aksha Wahda; Sunaniah; Salwia Salwia; Bahrul Amsal; Jusnawati Jusnawati
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i3.1323

Abstract

Pemenuhan hak-hak anak dalam keluarga penerima manfaat PKH masih menghadapi tantangan yang signifikan, terutama dalam hal pengetahuan ibu rumah tangga mengenai hak anak. Oleh karena itu, sosialisasi yang lebih intensif tentang pentingnya pemenuhan hak-hak anak sangat penting untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dilakukan dengan metode sosialisasi yang dilaksanakan dengan kerjasama dan kolaborasi antara pemerintah desa Barania, pendamping PKH dan juga dosen Sosiologi UNM, hal ini sebagai bentuk peran dan partisipasi yang diambil oleh pihak terkait dalam penyebaran pengetahuan tetang hak-hak anak. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk (1) untuk meningkatkan pengetahuan keluarga penerima manfaat PKH terkait hak-hak dasar anak; (2) peserta dapat mengimplementasikan dengan baik cara-cara praktis dalam memenuhi hak-hak dasar anak. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan keluarga penerima manfaat PKH tentang (1) peserta memahami materi yang disampaikan dengan baik; (2) peserta mengetahui hak-hak dasar anak dan menunjukkan contoh hak dasar anak dalam implementasi kehidupan sehari-hari.
Gender Communication Patterns in Broken Home Families Jusnawati Jusnawati; Salwia Salwia; Siswanto Rawali
Metacommunication: Journal of Communication Studies Vol 10, No 1 (2025): MARCH
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mc.v10i1.22090

Abstract

Gender communication plays an important role in shaping the dynamics of interaction in families, especially in broken home families. This study aims to analyze the role of gender in gender communication patterns of broken home families in Pampangan hamlet, A'bulosibatang village, Marusu sub-district. The research method used is a qualitative approach with in-depth interview techniques and observation of family members who experience parental separation. The results of the study indicate that the communication pattern applied is a balanced split pattern. Where communication in the family is divided equally, but family members tend to side with one parent. Children still have good communication relationships with both parents,s but are closer to one of them. Children who are raised by mothers tend to experience more emotional and open communication, while children who are raised by fathers more often experience instructional, limited, and less expressive communication. So that a mother only elaborates the feminine aspect more in communicating with her children, both girls and boys. Likewise, a father who is more dominant in actualizing the masculine aspect in interacting with children affects the development of the children who live with him. Communication patterns in broken home families in this area are still influenced by the dominant gender construction in society. Therefore, a more inclusive and supportive communication approach is needed to help family members deal with the emotional and social challenges resulting from parental separation
Dampak Ketimpangan Globalisasi Terhadap Kesiapan Kompetensi Tenaga Kerja Muh Rijal; Salwia Salwia
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 4 No 2 (2024): August (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v4i2.251

Abstract

Globalisasi membawa perubahan signifikan di berbagai aspek kehidupan, menciptakan tantangan dan permasalahan baru yang perlu diatasi. Salah satu konsekuensi utama globalisasi adalah ketimpangan global, terutama dalam aspek ekonomi dan ketenagakerjaan. Ketimpangan ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kurangnya keterampilan yang sesuai dengan pasar kerja, kesenjangan antara pendidikan dan industri, terbatasnya akses pelatihan, perubahan teknologi yang cepat, dan kesenjangan gender. Negara berkembang mengalami kesulitan dalam menyediakan kesempatan kerja yang memadai dan berkualitas, sehingga terjadi kesenjangan kompetensi antara tenaga kerja lokal dan global. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta untuk meningkatkan pendidikan, pelatihan keterampilan, dan menciptakan kebijakan yang mendukung pengembangan tenaga kerja lokal. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kesenjangan kompetensi kerja dapat dikurangi dan tenaga kerja di negara berkembang dapat lebih kompetitif di pasar global
WOMEN’S STRATEGIES FOR NEGOTIATING GENDER SOCIALIZATION BASED ON RELIGIOUS VALUES IN THE MODERN FAMILY Jusnawati; Salwia; Abidah R. Delu
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 4 No. 2 (2026): APRIL
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66053/ri.v4i2.766

Abstract

Gender socialization within the family is a crucial process that determines a woman’s future quality of life. The family serves as the primary agent for the structural transmission of gender norms to women. Studies on gender socialization in modern families generally highlight the dynamics of domestic role division and the negotiation of relationships. Nevertheless, women are still often positioned as passive recipients of the effects of social structures. This study aims to reconstruct this understanding by positioning women as active, reflective agents capable of interpreting, modifying, and negotiating gender norms based on religious values. This study employs a literature review approach through thematic synthesis of accredited national journal articles (minimum SINTA 4) and international theoretical literature. This study identified six strategies women employ in negotiating gender socialization: selective acceptance, reinterpretation of religious values, symbolic compromise and covert resistance, relational negotiation, management of dual roles, and cross-domain identity differentiation within the family and digital spaces. The analysis results indicate that gender socialization in modern families is a dialogical process between structure and agency. Research Implications – This study is limited to the specific literature cited for analysis, focusing on women’s strategies for negotiating gender socialization while considering religious values. Therefore, generalizations cannot be made to all modern families, which have distinct specific conditions. The findings of this study are expected to contribute to the development of gender studies in Indonesia at the micro level. This study not only examines women’s strategies for addressing gender value contradictions but also views women as active individuals living within both modern families and digital spaces, who reinterpret religious teachings to apply them in the process of gender socialization at the family level.
Sosialisasi Pendidikan Seksual Untuk Anak Sekolah Dasar Dalam Menghadapi pubertas Di SD Inpres Mangasa 1 Kota Makassar Salwia Salwia; Jusnawati Jusnawati; Muhammad Akhsa Wahda; Mario Mario; Firdaus W. Suhaeb
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Volume 05 Nomor 02 (Mei-Juli 2026)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/tpy2sr40

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa di tingkat dasar mengenai pendidikan seksual sebagai langkah pencegahan menyambut fase pubertas. Program ini diadakan menggunakan metode sosialisasi yang bersifat interaktif serta edukatif, melibatkan partisipasi aktif dari para siswa. Materi yang diajarkan mencakup pemahaman tentang perubahan fisik dan emosional yang terjadi saat pubertas, pengenalan tentang batasan tubuh, pentingnya menjaga kebersihan pribadi, serta langkah-langkah untuk melindungi diri dari berbagai ancaman. Hasil pelaksanaan aktivitas ini menunjukkan adanya kemajuan signifikan pada pengetahuan, kesadaran, dan sikap siswa dalam menghadapi perubahan yang mereka alami, selain itu, pengabdian ini sukses menciptakan lingkungan belajar yang lebih terbuka dan komunikatif, sehingga siswa meras lebih nyaman untuk membahas tema yang sebelumnya dianggap sebagai isu sensitive. Temuan ini menggarisbawahi bahwa pendidikan seksual yang diberikan sejak usia dini memiliki peran dalam mendukung perkembangan anak secara menyeluruh. Oleh karena itu, sangat diperlukan adanya pelaksanaan program yang berkelanjutan dan terencana melalui kerja sama antara sekolah, guru, dan orang tua.
TPA Tamangapa sebagai Sumber Mata Pencaharian: Strategi Adaptasi Ekonomi Masyarakat Kelurahan Tamangapa Kota Makassar Sakmawati; Salwia; Nurul Jamiah Sidiq; Agung Firmansyah
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 01 (2026): Volume 03 Nomor 01 (Jun 2026)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edusos.v3i01.537

Abstract

This study aims to analyze the role of Tamangapa Final Disposal Site (TPA Tamangapa) as a source of livelihood and to examine the economic adaptation strategies of the community in Tamangapa Subdistrict, Makassar City. The main issue addressed is the community’s dependence on the informal waste sector, which on one hand sustains household needs, but on the other hand poses health risks, income instability, and limited social protection. This research employs a descriptive qualitative approach with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Informants were selected using purposive sampling, while data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings reveal that TPA Tamangapa has formed a local waste-based economic system supported by social capital and community survival strategies. These activities also contribute to waste reduction through the implementation of reduce, reuse, recycle (3R) practices. The proposed solutions emphasize the importance of community-based empowerment, strengthening business capacities, improving access to microfinance, and developing inclusive policies to create a sustainable livelihood for communities surrounding the landfill. Keywords: TPA Tamangapa, Economic Adaptation Strategies, Informal Community, Community Empowerment, Sustainable Livelihood