Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Improving English Writing Skills Through Making a Poster by Canva to Seventh Grade Students at SMP Negeri 2 Tabanan Wiastra, I Gede Gita; IDA AYU OKA PURNAMI; NI KADEK INTAN ARIENSA; I GEDE BAGUS WISNU BAYU TEMAJA; NI KADEK AYU KARTIKA SEPTIANA
Wacana : Majalah Ilmiah Tentang Bahasa, Sastra Dan Pembelajarannya Vol. 25 No. 1 (2025): Wacana Saraswati Majalah Ilmiah Tentang Bahasa Sastra Dan Pembelajarannya
Publisher : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI IKIP SARASWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/wacanasaraswati.v25i1.847

Abstract

This study aims to improve the English writing skills of seventh-grade students at SMP Negeri 2 Tabanan through the use of Canva in creating descriptive posters. Writing is a crucial skill in language learning, as it allows learners to express ideas and thoughts in written form. However, many students face difficulties in writing, especially in constructing descriptive texts. Common errors found include grammar, spelling, punctuation, and sentence structure. This research employs a Classroom Action Research (CAR) method conducted in several cycles involving planning, action, observation, and reflection. Canva, a graphic design platform, is integrated as a learning medium to assist students in developing descriptive texts into visually engaging posters. Data were collected through pre-tests and post-tests as well as student questionnaires to assess their responses toward the use of Canva. The results showed a significant improvement in students’ writing skills, with the average score increasing from 65 in the pre-test to 78 in the post-test. Furthermore, students reported higher motivation and enthusiasm in the learning process. The use of Canva allowed students to be more creative, expand their vocabulary, and pay closer attention to language mechanics while writing. Therefore, Canva can serve as an effective tool to enhance English writing instruction in junior high schools.
HAND-ON ACTIVITIES IN ENGLISH LEARNING GROUND LEVEL AT SOS CHILDREN’S VILLAGE BALI Dewi, Ni Putu Ayu Kartika Sari; Septiana, Kadek Ayu Kartika; Pratama, Ngurah Artha Yoga; Suamba, I Made; Wulantari, Ni Putu; Wiastra, I Gede Gita; Mawa, I Wayan; Wiwintari, Ni Luh Gede
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 7 (2024): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juli 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/q1wsjy33

Abstract

Hands on is a learning design aimed at involving students in finding information, asking questions, engaging in activities, discovering, and concluding. Known as authentic learning or experiential education, hands on creates an active learning environment. The aims to describe the emergence and benefits of hands on conducted at SOS Children’s,Bantas, this qualitative study with a descriptive method seeks to illustrate how hands on can facilitate students in gaining knowledge from direct learning experiences and to clarify the benefits of hands on activities. Data was collected through observation and interviews. Findings show that hands on appeared in student activities, including actively asking questions, engaging directly with objects during learning, and developing critical thinking, independence, and activeness in students.
Ketimpangan Linguistik di Ruang Kelas: Analisis Wacana Kritis terhadap Konstruksi Dosen tentang Kecakapan Akademik Mahasiswa Multibahasa Wiastra, I Gede Gita; Parmini, Ni Putu; Sumahardika, I Wayan; Wiratama, I Wayan Agus; Marhaeni, I Gst Agung Ayu Nova Dwi
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i1.10780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi kecakapan akademik mahasiswa multibahasa dari perspektif dosen, representasi ketimpangan linguistik dalam konstruksi kecakapan akademik mahasiswa multibahasa, dan dampak konstruksi diskursif dosen terhadap partisipasi dan pembentukan identitas akademik mahasiswa multibahasa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengadopsi Analisis Wacana Kritis dalam perspektif Fairclough. Sumber data dikonstruksi dari wawancara semi-terstruktur dengan dosen dan mahasiswa di IKIP Saraswati. Data tersebut kemudian dianalisis dengan memanfaatkan konsep modalitas linguistik, konstruksi identitas pembelajar, serta pembedaan antara kompetensi bahasa akademik dan kemampuan kognitif, guna mengkaji dinamika relasi kuasa dan proses legitimasi bahasa dalam konteks praktik akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosen mengonstruksi kecakapan akademik terutama melalui indikator performa lisan, seperti kelancaran, keruntutan, dan kejelasan argumentasi. Konstruksi tersebut merepresentasikan ketimpangan linguistik karena bahasa akademik dominan diposisikan sebagai standar legitimasi, sementara variasi bahasa mahasiswa multibahasa cenderung dinilai kurang memadai. Mahasiswa multibahasa memaknai wacana tersebut sebagai tekanan simbolik yang membatasi partisipasi dan memengaruhi pembentukan identitas akademik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahasa akademik berfungsi sebagai mekanisme seleksi simbolik yang mereproduksi ketimpangan di ruang kelas sehingga diperlukan praktik pedagogis yang lebih inklusif.