Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pelatihan Cool, Cover, and Call bagi Siswa SMA Dharmawanita Kediri untuk Pertolongan Pertama Luka Bakar Muhammad Taukhid; Iva Milia Hani Rahmawati
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 2 No 3 (2022): JAMSI - Mei 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.352

Abstract

Cara menangani luka bakar pada masyarakat sangat bervariasi, termasuk didalamnya ada pengaruh budaya. Teknik Cool, Cover and Call merupakan rangkaian cara perawatan luka bakar yang dapat dilakukan secara tepat dan cepat. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam merawat luka bakar dengan baik, mencegah infeksi dan segera mendapatkan pertolongan lebih lanjut apabila diperlukan. Sasaran kegiatan ini adalah siswa di SMA Dharmawanita, Pare, Kab. Kediri sebanyak 25 orang yang dilaksanakan pada Maret 2022. Pelatihan dilakukan dengan dua tahap, tahap 1 penyampaian materi dengan pembimbingan praktek kelompok kecil, dilanjutkan tahap 2 dengan cara simulasi perawatan luka bakar setiap kelompok. Berdasarkan hasil evaluasi pre-test menunjukkan bahwa rata-rata nilai wawasan siswa dalam penanganan luka bakar adalah 5,4 poin, sementara hasil post-test didapatkan peningkatan rata-rata nilai wawasan menjadi 9.16 poin. Hasil akhir didapatkan bahwa siswa dapat melakukan perawatan luka bakar sesuai dengan tahapan; mendinginkan pada air mengalir, melakukan balutan pada luka, dan menghubungi puskesmas terdekat bila luka bakar perlu pertolongan lebih lanjut. Kegiatan ini diharapkan menjadi panduan bagi siswa dalam merawat luka bakar baik yang terjadi pada diri sendiri, maupun bagi orang lain dilingkungan sehari-hari.
KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL PADA PASIEN ISOLASI SOSIAL DI PUSKESMAS REJOSO NGANJUK Endang Yuswatiningsih; Iva Milia Hani Rahmawati
Hospital Majapahit (JURNAL ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN MAJAPAHIT MOJOKERTO) Vol 12 No 2 (2020): HOSPITAL MAJAPAHIT
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.469 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4275130

Abstract

Pasien isolasi sosial mempunyai masalah yang serius terhadap kemampuan interaksi dengan orang lain. Isolasi sosial merupakan masalah keperawatan jiwa dimana klien dalam keadaan kesendirian yang dialami oleh individu dan dipersepsikan sebagai kondisi yang negatif dan mengancam kehidupan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan interaksi sosial pada pasien dengan masalah isolasi social. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini semua pasien isolasi social yang ada di Puskesmas Rejoso dengan jumlah sampel 25 responden menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner.. Pengolahan data dengan editing, koding, skoring dan tabulating. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan interaksi social pada interaksi social kategori baik 3 responden (12%), kategori cukup 20 responden (80%) dan kategori kurang 2 responden (8%). Kemampuan interaksi sosial rata- rata yang di dapatkan melalui observasi yaitu terlihat pasien tampak menyendiri di dalam rungan atau di luar rungan, yang ke dua pasien tampak menunduk jika peneliti berkomunikasi dengam pasien, yang ke tiga pasien tampak menyendiri dan murung terlihat sedih, yang ke empat pasien terlihat berdiam diri dan memilih untuk menjawab seperlunya.i
Terapi Famili Psychoeducation Terhadap Kecemasan Ibu Pada Anak Yang Telah Mengalami Pelecehan Seksual Iva Milia Hani Rahmawati; Inayatur Rosyidah
Jurnal Abdi Medika Vol 2 No 01 (2022): Jurnal Abdi Medika Mei 2022
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.838 KB)

Abstract

Abstrak Pelecehan seksual merupakan kejadian yang banyak terjadi pada anak anak sampai dengan remaja. Terapi family Psycoeducation efektif untuk mengurangi kecemasan pada ibu yang merawat anak yang telah mengalami pelecehan seksual. Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengurangi kecemasan yang terjadi pada ibu yang mempunyai anak yang telah mengalami pelecehan seksual. Di Wilayah kerja women crisis center (WCC) Kabupaten Jombang. Pengabdian ini dilakukan menggunakan metode Pre dan Post Tes design yang dilakukan ke ibu yang mempunyai anak yang telah mengalami pelecehan seksual untuk mengetahui kecemasan sebelum dan sesudah dilakukan terapi family psycoeducation pada ibu yang mempunyai anak yang telah mengalami pelecehan seksual. Sampelnya adalah 25 responden. Hasil sebelum dilakukan Terapi family Psycoeducation kecemasan sebanyak 19 Ibu (76%) yang mmempunyai anak yang telah mengalami pelecehan seksual mengalami kecemasan, dan setelah diberikan Terapi family Psycoeducation kecemasan ibu yang mempunyai anak yang telah mengalami pelecehan seksual menjadi berkurang sejumlah 16 (67%). Saran yang dapat diberikan adalah Terapi family Psycoeducation efektif menurunkan kecemasan pada ibu yang mempunyai masalah psikososial, sehingga dapat dilakukan sebagai upaya preventif tersebut utuk pencegahan masalah psikososial yang ada di masyarakat. Kata kunci: Terapi family Psycoeducation, pelecehan seksual, Anak Abstract Sexual harassment is a common occurrence in children and adolescents. Psychoeducation family therapy is effective for reducing anxiety in mothers who care for children who have experienced sexual experiences. The purpose of this Community Service Program (PKM) is to reduce anxiety that occurs in mothers who have experienced sexual experiences. In the Work Area of ​​the Women Crisis Center (WCC) Jombang Regency. This service is carried out using the Pre and Post Test design methods that are carried out on mothers who have experienced children to find out their fears before and before family psychoeducation therapy is carried out on mothers who have experienced sexual experiences. The sample is 25 respondents. The results that were carried out before psychoeducation family therapy anxiety were 19 mothers (76%) who had experienced anxiety, and after psychoeducation family therapy the anxiety experienced by children who had difficulties was reduced by 16 (67%). The advice that can be given is Psychoeducation family therapy is effective in reducing anxiety in mothers who have psychosocial problems, so that it can be done as an effort to prevent psychosocial problems that exist in the community. Keywords: Family Psychoeducation Therapy, sexual abuse, Children
Effect of Toothbrushing Simulation Method with Bass Technique on the Dental and Oral Hygiene Inayatur Rosyidah; Iva Milia Hani Rahmawati
Babali Nursing Research Vol 2 No 2 (2021): July
Publisher : Babali Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.265 KB) | DOI: 10.37363/bnr.2021.2250

Abstract

Introduction: Toothbrushing practice is a common problem encountered in maintaining children's dental and oral hygiene. The Bass Technique introduces to improve the practice of toothbrushing and promotes dental/oral hygiene among school-aged students. This study aimed to know the effect of the toothbrushing simulation method with bass technique on the dental and oral hygiene practice in Pulo Lor III Elementary School. Methods: This was a pre-experimental study with one group pretest-posttest design. The study population was 49 students aged between 7 to 10 years old in Pulo Lor III Elementary School. Thirty students selected for the study by the purposive sampling technique. The independent variable was the toothbrushing method with the bass technique, while the dependent variable was dental and oral hygiene. An observation sheet and OHI-S questionnaire were employed to collect the study data. The Wilcoxon signed-rank test used to analyze the study data collected. Results: The result revealed after the implementation of the bass technique, the number of participants with poor practice of dental and oral hygiene was increasing by a total of 0 (0%), followed by good and moderate practice of oral hygiene with a percentage of 13 (43.3%) and 17 (56.7%), respectively (p=0.000). The dental and oral hygiene observed after and before the implementation of the bass technique was also significant, with the value of p of 0.000. Conclusion: Toothbrushing with bass technique significantly affected the dental and oral hygiene among students aged between 7 to 10 years old in Pulo Lor III Elementary School, Jombang District.
PENGALAMAN PERAWAT DALAM MEMBERIKAN LAYANAN KEPERAWATAN JIWA PADA PECANDU NAPZA DI PUSAT REHABILITASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL KARESIDENAN KEDIRI Iva Milia Hani Rahmawati; Retty Ratnawati; Septi Dewi Rachmawati
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.074 KB)

Abstract

Kasus penyalahgunaan zat yang dialami oleh masyarakat mengalami peningkatan tiap tahunnya khususnya pada dewasa dan remaja. Penyalahgunaan zat dapat menimbulkan perasaan gelisah, cemas, depresi, dan bahkan gangguan kejiwaan. Perawat memiliki peran untuk rehabilitasi dalam bentuk asuhan keperawatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengalaman perawat dalam memberikan layanan keperawatan jiwa pada pecandu NAPZA dipusat rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Kabupaten. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi intepretif. Wawancara mendalam dengan mengunakan pertanyaan semiterstruktur yang melibatkan 6 orang perawat yang bekerja di Badan Narkotika Nasional Kabupaten. Data dikumpulkan dan dianalisis menggunakan analisis data tematik berdasarkan pendekatan Braun & Clarke. Penelitian ini menghasilkan 6 tema yaitu kompleksitas peran, dominan menjadi perantara dan observer, kolaborasi dalam pemberian layanan tidak optimal dari berbagai profesi, dinamika respon emosi, pencetus ketidakberhasilan layanan, dan kebutuhan akan keilmuan, skill dan realisasi perijinan. Keseluruhan partisipan menunjukkan bahwa kompleksitas peran yang dialami perawat dalam bekerja sebagai perawat di Badan Narkotika Nasional Kabupaten menjadi pencetus layanan tidak optimal bagi pecandu NAPZA. Menjadi perantara dan sebagai observer tidak cukup digunakan perawat dalam berkolaborasi dengan tim dari profesi lain untuk menyelenggarakan layanan yang optimal sehingga disarankan kepada perawat untuk meningkatkan keilmuan, skill dan merealisasikan perijinan klinik untuk pengembangan layanan yang lebih maksimal.Kata Kunci : Pengalaman perawat, layanan keperawatan jiwa, pecandu NAPZA
KEBIASAAN SARAPAN DENGAN KONSENTRASI BELAJAR ANAK KELAS 5-6 DI SEKOLAH DASAR Inayatur Rosyidah; Iva Milia Hani Rahmawati; Ucik Indrawati
Journal of Nursing and Health Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v8i2.254

Abstract

Pendahuluan kebiasaan tidak sarapan pada anak–anak akan menyebabkan badan menjadi lemas, mengantuk, sulit menerima pelajaran, sulit berkonsentrasiturunnya gairah belajar dan kemampuan merespon. Tujuan penelitian untuk Menganalisis hubungan kebiasaan sarapan dengan konsentrasi belajar anak kelas 5–6 di SDNCandi Mulyo Jombang. Metode penelitian ini menggunakan analitik cross sectional, penelitian ini dilakukan di SDN SDN Candi Mulyo Jombang, populasinya yaitu semua anak kelas 5-6 SDN Candi Mulyo Jombang sejumlah 50 anak, sampel pada penelitian ini 44 responden dengan menggunakan cluster random sampling. Alat ukur yaitu kuesioner dan dianalisis menggunakan korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 44 responden sebagian besar yaitu 24 responden (54,5%) memiliki kebiasaan sarapan yang negatif. Sedangkan konsentrasi belajar bahwa dari 44 responden hampir setengah responden mempunyai konsentrasi sangat kurang yaitu 16 orang (36,4%). Tabulasi silang menunjukkan hampir setengahnya yaitu 12 responden (27,3%) memiliki kebiasaan sarapan yang negatif dan konsentrasi sangat kurang. Kesimpulan ada hubungan kebiasaan sarapan terhadap konsentrasi belajar anak di SDN Candi Mulyo Kabupaten Jombang.
HUBUNGAN PERILAKU PICKY EATING DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN DI DUSUN LEBAK RT 002. RW 002 DESA. PASONGSONGAN KEC. PASONGSONGAN MADURA Hani Rahmawati, Iva Milia; rosyidah , inayatur; Wulan Sofiyah Ramdhani
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 11 No. 1 (2024): Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jks.v10i1.214

Abstract

Tujuan: Stunting adalah kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan yang mengakibatkan anak memiliki tubuh yang pendek. Perilaku anak yang pemilih pada makanan dapat mempengaruhi terhadap faktor kejadian stunting. Dimana pada anak yang picky eating ketidak seimbangan pada asupan nutrisi yang di peroleh anak. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara perilaku picky eating dengan kejadian stunting pada anak usia 3-5 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif . Populasi pada penelitian ini adalah orang tua dan anak umur 3-5 tahun yang berjumlah 55 orang. Sampel pada penelitian ini berjumlah 48 orang. Teknik pengambilah sampling yang di pakai menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independen pada penelitian ini adalah perilaku Picky eating dan variabel dependen kejadian Stunting. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kueasioner dengan pengolahan data editing,coding, scoring, tabulating dan analisis data menggunakan uji Chi- Squre dengan a = 0,05. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan, selurunya anak mengalami kejadian stunting berjumlah 48 responden (100%) dan hampir seluruhnya anak mengalami kejadian picky eating berjumlah 31 responden (85,4%). Hasil uji Chi-Square di dapatkan nilai p = 0,000 < a = 0,05 yang artinya H1 diterima. Simpulan: kesimpulan pada penelitian ini yaitu ada hubungan perilaku picky eating dengan kejadian stunting pada anak usia 3-5 tahun. Saran bagi petugas kesehatan untuk memberikan konseling dan penyuluhan terhadap orang tua dengan tujuan peningkatan pengetahuan terhadap pencegahan stunting.
PERAN ORANG TUA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN DI WILAYAH PUSKESMAS PULO LOR JOMBANG Hani Rahmawati, Iva Milia; Rosyidah, Inayatur
Prosiding SPIKesNas : Seminar Publikasi Ilmiah Kesehatan Nasional Vol 3 No 4 (2024): SPIKesNas - November 2024
Publisher : STIKES dan AKZI Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is a condition in which children experience shorter bodies and are not by their age. Children aged 3-5 years are very at risk of stunting, they must receive support from parents, both physically, psychologically, and nutritionally. The trigger factor that causes stunting is that the role of parents does not run optimally. This study aims to analyze the relationship between the role of parents and the incidence of stunting in the work area of the Pulo Lor Jombang Health Center. Method: This type of research is quantitative research with a cross-sectional approach. The population is mothers who have stunted children aged 3-5 years as many as 60 respondents were taken by random sampling technique and obtained a sample of 52 respondents. The independent variable of this study is the role of parents measured using questionnaires. The dependent variable of this study is the incidence of stunting using observation sheets with data processing editing, coding, scoring, and tabulating. Test statistical analysis with spearmen rank test. Results: The results showed that from 52 respondents there were 2 respondents with good category parental roles (3.8%) and 23 respondents (44.2%) parental roles with sufficient categories (44.2%), while the role of parents with fewer categories amounted to 27 respondents and all experienced stunting events with a total of 52 respondents (100%). The results of the spearmen rank test obtained p value = 0.03 < α 0.05 meaning that H0 rejected and H1 accepted. Conclusion: there is a relationship between the role of parents and the incidence of stunting in children aged 3-5 years in the Pulo Lor Jombang Health Center area. Suggestion: Parents are expected to always improve good parenting patterns including biomedical, mental, and emotional needs.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN EMOSI ANAK USIA DINI 5 - 6 TAHUN Hani Rahmawati, Iva Milia; Rosyidah, Inayatur; Febriani, Shisilia
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 12 No. 1 (2025): Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jks.v10i1.290

Abstract

Tujuan : Perkembangan sosial emosional merupakan salah satu perkembangan yang harus ditangani secara khusus, karena perkembangan sosial emosional anak harus dibina pada masa kanak-kanak awal atau bisa disebut masa pembentukan. Salah satu faktor mempengaruhi perkembangan emosional anak adalah pola asuh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan emosi anak umur 5 - 6 tahun di TK Pertiwi Kendalrejo Desa Kendalrejo Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional . Populasi penelitian ini seluruh anak di TK Pertiwi Kendalrejo Desa Kendal rejo Kec. Bagor Kab. Nganjuk. usia 5-6 tahun sebanyak 24 anak yang dimana seluruh populasi tersebut merupakan sampel dari penelitian ini. Teknik sampling atau cara pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan non-probability sampling jenis total sampling. Hasil: hasil dari penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh responden memiliki pola asuh otoriter sejumlah 22 (91,7%), dan Perkembangan emosi anak sebagian besar responden memili emosi kemungkinan masalah mental emosional sejumlah 15 (62,5%).Hasil uji Rank Spearman’ dengan derajat kesalahan α = 0,05 diperoleh nilai p = 0,001 < α = 0,05. Hal ini berarti H1 diterima. Simpulan: Ada hubungan antara pola asuh orangtua dengan perkembangan emosi anak pada usia 5-6 tahun di TK Pertiwi Kendalrejo Desa kendalrejo Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk tahun pelajar 2022/2023.
PENGARUH PEMBERIAN TEH HIJAU TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL PADA LANSIA AWAL (46-55) TAHUN (Di Dusun Ngudirejo Desa Ngudirejo Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang) Ni Made Sinta Novi Astari; Marxis Udaya; Iva Milia Hani Rahmawati
Jurnal Insan Cendekia Vol 5 No 2, Septemb (2018): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lemak yang berlebihan atau hiperkolesterolemia dapat menyebabkan penyakit jantung koroner yang banyak terjadi pada lansia awal. Salah satu pengobatan non farmakologi untuk mengurangi kadar kolesterol yaitu dengan teh hijau. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pemberian teh hijau terhadap penurunan kadar kolesterol pada lansia awal (46-55) tahun di Dusun Ngudirejo Desa Ngudirejo Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Desain penelitian pra eskperimen dengan one group pre test-post test design. Jumlah sampel sebanyak 10 orang menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi pengukuran kadar kolesterol sebelum dan sesudah pemberian teh hijau dilanjutkan analisa data menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 10 responden sebagian besar memiliki kadar kolesterol cukup (200-239 mg/dL) sebanyak 6 orang (60 %) dan nilai p= 0,002 < 0,05, terdapat pengaruh pemberian teh hijau terhadap kadar kolesterol pada lansia awal. Kesimpulan dari penelitian ini, ada pengaruh pemberian teh hijau terhadap penurunan kadar kolesterol pada lansia awal (46-55) tahun.