Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

HUBUNGAN PERSEPSI VISUAL GAMBAR KESEHATAN PADA KEMASAN ROKOK DENGAN PERILAKU MEROKOK REMAJA (Studi di Sekolah Menengah Kejuruan Dwija Bhakti 1 Jombang Kelas X Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan) Yusup Robiansyah; Marxis Udaya; Iva Milia Hani Rahmawati
Jurnal Insan Cendekia Vol 5 No 1, Maret (2018): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebiasaan merokok menjadi salah satu permasalahan yang dialami remaja. Kapan saja dan dimana saja kita sering menjumpai remaja yang merokok. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan persepsi visual gambar kesehatan pada kemasan rokok dengan perilaku merokok remaja di SMK Dwija Bhakti 1 Jombang Kelas X Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan. Desain penelitian analitik survei dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa SMK Dwija Bhakti 1 Jombang kelas X program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan yang merokok dengan jumlah 34 siswa dan jumlah sampel sebanyak 31 siswa yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independen persepsi visual dan variabel dependen perilaku merokok remaja. Pengumpulan data dengan penyebaran kuesioner, pengolahan data editing, coding, scoring dan tabulating, analisa data dengan uji statistik spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 31 responden sebagian besar memiliki persepsi yang negatif sebanyak 18 siswa (58,1%) dan sebagian besar responden memiliki perilaku merokok ringan sebanyak 21 siswa (67,7%). Nilai p = 0,03 < α 0,05 yang berarti H1 diterima. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan persepsi visual gambar kesehatan pada kemasan rokok dengan perilaku merokok remaja
Kemampuan Keluarga Merawat Anak yang Telah Mengalami Pelecehan Seksual (Post Sexual Abuse) Iva Milia Hani Rahmawati; Inayatur Rosyidah
Jurnal Insan Cendekia Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v8i2.931

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Kejadian pelecehan seksual sulit dideteksi. Pelecehan seksual ini oleh korban dan keluarga masih dirahasiakan karena dianggap sebagai aib keluarga. Selain malu keluarga juga tidak mengetahui bagaimana cara merawat anak yang telah mengalami pelecehan seksual. Kejadian pelecehan seksual paling banyak terjadi pada anak-anak dan remaja sebagai korban atau yang sering disebut Child sexual abuse. Tujuan : Tujuan Penelitian untuk mendeskripsikan kemampuan keluarga merawat anak yang telah mengalami pelecehan seksual (post sexual abuse) di Wilayah Kerja Women Crisis Center (WCC) Jombang. Metode : Desain penelitian Deskriptif Analitik, yaitu suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul. Populasi adalah keluarga yang mempunyai anak yang telah mengalami pelecehan seksual sejumlah 133 orang, sampel sejumlah 100 orang dengan teknik simple random sampling. alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Pengelolahan data dengan cara editing, coding, scoring, tabulating, dan analisis data menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil : kemampuan keluarga merawat anak yang telah mengalami pelecehan seksual (post sexual abuse) di Wilayah Kerja Women’s Crisis Center Jombang adalah kurang. Kesimpulan : kemampuan keluarga merawat anak yang telah mengalami pelecehan seksual adalah kurang. ABSTRACT Introduction: Incidents of sexual harassment are difficult to detect. This sexual harassment by the victim and family is still kept secret because it is considered a family disgrace. Apart from being embarrassed, the family also doesn't know how to take care of a child who has been sexually abused. Most cases of sexual harassment occur in children and adolescents as victims or what is often called Child sexual abuse. Objective: The aim of the study was to describe the ability of families to care for children who have experienced post-sexual abuse in the Jombang Women Crisis Center (WCC) Work Area. Method: Analytical Descriptive research design, which is a method that serves to describe or provide an overview of the object under study through data or samples that have been collected. The population is families who have children who have experienced sexual harassment as many as 133 people, a sample of 100 people with a simple random sampling technique. the measuring instrument used is a questionnaire. Data processing by editing, coding, scoring, tabulating, and data analysis using the Wilcoxon Test. Results: the ability of families to care for children who have experienced post-sexual abuse in the Jombang Women's Crisis Center Working Area is less. Conclusion: the ability of families to care for children who have experienced sexual abuse is less.
AKTIVITAS SPIRITUAL TERSTRUKTUR DENGAN KEMANDIRIAN ACTIVITY DAILY LIVING (ADL) PADA ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) Iva Milia Hani Rahmawati; Inayatur Rosyidah; Muhammad Taukhid
Jurnal Insan Cendekia Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v10i1.1123

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Kesembuhan Orang dengan gangguan jiwa dapat dilihat berdasarkan pada kemampuan pasien secara berdikari dalam aktifitas keseharianya. Kegiatan yang terstruktur dengan pendekatan spiritual akan dapat meningkatkan kemandirian orang dengan ganggguan jiwa secara bertahap, aktifitas spiritual sangat diperlukan pada orang dengan ganggguan jiwa (ODGJ) mengingat kebutuhan spiritual sangat berperan penting dalam perubahan status mental. Tujuan : untuk menganalisis hubungan aktivitas spiritual terstruktur dengan kemandirian activity daily living (ADL) pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Griya Cinta Kasih Jogoroto Jombang. Metode : Desain penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Pelaksanaan pada 23 April sampai 29 April 2022. Populasi penelitian seluruh perempuan yang dirawat di Griya Cinta Kasih Jogoroto Jombang berjumlah 67 orang. Teknik sampling menggunakan porpose sampling. Variabel independent yaitu aktifitas spiritual terstruktur variabel dependent kemandirian Activity Daily Living (ADL) pada orang dengan gangguan jiwa. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Pengelolahan data editing, coding, scoring, tabulating, dan uji statistik Spearman rank. Hasil penelitian: menunjukan aktifitas spiritual terstruktur sebagian besar kategoi baik 38 responden (56,7%). Kemandirian Activity Daily Living (ADL) pada orang dengan gangguan jiwa sebagian besar kategori mandiri 37 responden (55,2%). Hasil uji stastistik Spearman rank ρ value = 0,00 dimana ρ value < α 0,05, H1 diterima. Kesimpulan: terdapat hubungan aktifitas spiritual terstruktur dengan kemandirian Activity Daily Living (ADL) pada orang dengan ganggun jiwa di Griya Cinta Kasih Jogoroto Jombang. . Kata Kunci: aktifitas spiritual, ADL, ODGJ ABSTRACT Introduction: The recovery of people with mental disorders can be seen based on the patient's ability to be independent in their daily activities. Structured activities with a spiritual approach will be able to gradually increase the independence of people with mental disorders. Spiritual activities are very necessary for people with mental disorders (ODGJ) considering that spiritual needs play an important role in changing mental status. Objective: The aim of the study was to analyze the relationship between structured spiritual activity and activity daily living independence (ADL) for people with mental disorders (ODGJ) at Griya Cinta Kasih Jogoroto Jombang. Method : Analytic survey research design with a cross sectional approach. It will be held from 23 April to 29 April 2022. The research population is all women who are being treated at Griya Cinta Kasih Jogoroto Jombang, totaling 67 people. The sampling technique uses porpose sampling. The independent variable is structured spiritual activity dependent variable Activity Daily Living (ADL) independence in people with mental disorders. The research instrument uses an observation sheet. Data processing editing, coding, scoring, tabulating, and Spearman rank statistical tests. Results: showed structured spiritual activity mostly good category 38 respondents (56.7%). The independence of Activity Daily Living (ADL) in people with mental disorders is mostly in the independent category of 37 respondents (55.2%). Spearman rank statistical test results ρ value = 0.00 where ρ value <α 0.05, H1 is accepted. Conclusion: there is a relationship between structured spiritual activity and Activity Daily Living (ADL) independence in people with mental disorders at Griya Cinta Kasih Jogoroto Jombang. . Keywords: spiritual activity, ADL, ODGJ
MEDIA MIND MAPING TERHADAP DAYA INGAT ANAK USIA PRASEKOLAH Inayatur Rosyidah; iva Milia Hani Rahmawati
Jurnal Insan Cendekia Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v10i1.1131

Abstract

Pendahuluan: Anak usia prasekolah memiliki karakterstik yang unik dalam perkembangannnya, Daya ingat merupakan kemampuan mengingat, bisa menerima, menyimpan, dan menimbulkan kembali pengalaman yang dialaminya, jika hanya diberi sedikit petunjuk maka akan menghadapi kesulitan untuk menerima atau menyimpan informasi dalam jangka waktu panjang. Tujuan : Menganalisis pengaruh media mind maping terhadap daya ingat anak usia prasekoah. Metode : Desain penelitian ini menggunakan “Pra experimental” (One Group Pra Test – Post Test Design). Sampel penelitian ini adalah anak usia prasekolah (TK B) di TK Al-Ashfiyah Mbedah Jombang sejumlah 40 siswa dan sampel dalam penelitian ini adalah sebagian siswa sejumlah 37 yang diambil dengan teknik simple random sampling. Variabel independen adalah media mind maping dan variabel dependen adalah daya ingat anak. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrument kuesioner sebelum dan sesudah pemberian media mind maping. Cara menganalisanya dengan menggunakan “Uji Wilcoxon” dengan tingkat signifikan ρ < 0,05. Hasil : Daya ingat anak sebelum diberikan media mind mapping hampir seluruhnya daya ingat cukup sebanyak 36 responden (97,3%), dan setelah diberi media mind mapping daya ingat anak seluruhnya baik sebanyak 37 responden (100%). Hasil uji Wilcoxon menunjukan bahwa nilai r=0,000 yang berarti lebih kecil dari nilai alpha (0,05) maka diterima. Kesimpulan : Ada pengaruh media mind mapping terhadap perkembangan anak usia pra sekolah di TK Al-Ashfiyah Mbedah Jombang
THE EFFECT OF THERAPEUTIC COMMUNICATION TO THE ANXIETY IN FACING RETIREMENT FOR PRE ELDERLY (STUDIED IN THE VILLAGE OF DEMPELAN DISTRICT OF MADIUN, MADIUN REGENCY) Veni Medika Sari; Asrina Pitayanti; Iva Milia Hani Rahmawati
Jurnal Keperawatan Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Retirement should make people happy because they can enjoy their elderly. But otherwise retirement is oftenestimated as a reality that can not be satisfied so before the time comes partially the people fell worriedbecause they do not know what kind of life they will face later. The purpose of this research was to know theeffect of therapeutic communication to the elderly anxiety in facing retirement to the pre elderly in the villageof Dempelan district of Madiun Madiun regency.This research design was one group pre test post tetsdesign. The population was all employers who would experience retirement in the village of Dempelandistrict of Madiun Madiun regency was a number of 12 people. The sampling technique used was totalsampling with the sample a number of 12 people. The variable in this research consisted of independentvariable that’s therapeutic communication and the dependent variable was the anxiety in facing retirement tothe pre elderly. The research instrument used questionnaire with data processing by editing, coding, scoring,tabulating and the statistic test used wilcoxon. The research result showed that’s most of anxiety in facingretirement which given therapeutic communication was moderate amounted 7 respondent (58,3%) and mostof anxiety in facing retirement which given therapeutic communication was normal amounted 8 respondent(66,7%). The test of wilcoxon showed that’s the significant value of  = 0,000 <  (0,05), so H0 rejected andH1 accepted. The conclusion is that there’s relation of therapeutic to the elderly anxiety in facing in facingretirement to the pre elderly in the village of Dempelan district of Madiun Madiun regency.
RELATIONSHIP PARENT CHILD SOCIAL INTERACTION WITHSUCCESSIN NURSERY SCHOOL DHARMA WANITA II KEDUNGADEM 2014 Oktavia Eka Muji Rahayu; Asrina Pitayanti; Iva Milia Hani Rahmawati
Jurnal Keperawatan Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Child's social interaction was linked by the role of parents. Each world parent responsible forthe child'ssuccess in social interaction both in the lives of children with the them eas well as interacting with thecommunity at large. Too vercome this, the parents should train their children in order to interact with theirpeers and as atransmitter control functions as well asa reminder of the lessons given in schools in relation tothe interaction with peers. There fore, searchers interested in studying the role of Relationship Parent ChildSocial Interaction Withsuccessin Nursery School Dharma Wanita II Kedungadem 2014.The research design used a cross-sectional survey of analytic models of the kind of research thatemphasizesthe time measurement/observation of the independent and dependent variable data only once at atime, the population in this study were all mother and son who become students in Nursery School DharmaWanita II Kedungadem number 33 people, the samples in this study were 30 mothers and their children aredone with random sampling is random sampling. Measuring instruments used in this study was aquestionnaire.The data is processed through the stages of editing, coding, scoring, tabulating and presented in tables laterin the analysis through the Test Statisticwith Spearmans Correlation (rs) Calculate the value of Spearman'scorrelation (rs) and then compared with Table Spearman (rs table). The decision was taken from thecomparison. If rs >rs table, H0 is rejected and H1 is accepted. Means there is a significant associationbetween the two variables measured, meaning that HO is rejected and H1 is accepted.The results ofthis study concluded that there is a relationship between the role of parent to a child's successin Nursery School social in teraction Dharma Wanita II Kedungadem 2014.Key words: The role ofparents, success, socialinteraction, Children
PENGARUH TERAPI BEKAM BASAH TERHADAP PERUBAHAN NYERI PUNGGUNG PADA PEKERJA BERAT (PETANI) Eko Dian Purwanto; Marxis Udaya; Iva Milia Hani Rahmawati
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan Vol 16 No 1
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri punggung merupakan sutu masalah yang mengganggu aktifitas serta kenyamanan sehari-hari, sebagian beasar pekerja berat (petani) mengalami masalah nyeri pada punggung yang terjadi karena aktifitas kerja.penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bekan basah terhadap pekerja berat (petani) di Dusun Gembrong Desa Japanan Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang. Desain penelitian ini adalah one group pre-post test design, menggunakan uji statistik Wilcoxon, populasinya adalah seluruh pekerja berat (petani) yang mengalami nyeri punggung di Dusun Gembrong Desa Japanan Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan random sampling. Tehnik pengumpulan data menggunakan kuesioner, Varabel independen dalam penelitian ini adalah terapi bekan basah sedangkan variable dependennya adalah nyeri punggung dan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden mengalami nyeri berat terkontrol sebelum diberikan intervensi dan setelah dilakukan intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri ringan. Berdasarkan hasil uji analisa Wilcoxon  didapatkan hasil p = 0,006 < α =0.05 artinya H1 diterima yang menunjukkan ada pengaruh bekam basah terhadap peenurunan nyeri pada pekerja berat (petani). Berdasarkan hasilpenelitian tersebut disimpulkan bahwa ada pengaruh bekam basah terhadap perubahan nyeri punggung pada pekerja berat (petani) di Dusun Gembrong Desa Japanan Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang.
PEER GROUP SUPPORT DENGAN PERILAKU MEMILIH JAJANAN PADA ANAK USIA SEKOLAH (Studi pada Anak Kelas IV di Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Ngoro Jombang) Iva Milia Hani Rahmawati; Ifa Nita Safitri
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan Vol 16 No 1
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : perilaku anak usia sekolah cenderung belum bisa memilah dan memilih mana jajanan sehat dan tidak sehat. Saat anak disekolah, teman berperan penting dalam pemilihan jajanan. Tujuan penelitian: menganalisis hubungan peer group support dengan perilaku memilih jajanan pada anak usia sekolah kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Ngoro Jombang. Metode penelitian: analitik cross sectional. Populasi seluruh siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Ngoro Jombang sebanyak 69 siswa. Teknik pengambilan sampel proporsional random sampling dengan sampel sebanyak 59 siswa dari kelas IV semangat dan giat. Instrument penelitian variabel peer group support dan perilaku memilih jajanan menggunakan lembar kuesioner. Pengelolaan data editing, coding, skoring, dan tabulating. Analisa data dengan uji statistik Chi Square. Pembahasan: menunjukkan dari 59 responden hampir seluruh responden mempunyai support positif sebanyak 47 (79,7%), support negatif sebanyak 12 (20,3%) dan hampir seluruh responden mempunyai perilaku positif sebanyak 45 (76,3%), perilaku negatif sebanyak 14 (23,7%). Hasil penelitian: p value = 0,017 < 0,05 yang berarti H1 diterima. Kesimpulan: ada hubungan peer group support dengan perilaku memilih jajanan pada anak usia sekolah. Saran: anak usia sekolah diharapkan dapat mempertahankan perilaku sehat mereka dalam memilih jajanan.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN CARE GIVER DENGAN KEMANDIRIAN LANSIA DALAM PERAWATAN DIRI (Studi di Desa Carangrejo, Kesamben, Jombang) Iva Milia Hani Rahmawati
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan No. 15 No.1
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia merupakan kelompok khusus yang membutuhkan perhatian lebih dalam banyak asepek kehidupan, salah satunya perhatian dalam kemandirian oleh yang merawat. Kemunduran kemandirian yang dialami salah satunya kemampuan merawat diri, yang dapat menyulitkan kehidupan pribadi, keluarga dan care giver. Tujuan penelitian ini untuk  menganalisa hubungan tingkat pendidikan care giver dengan kemandirian lansia dalam perawatan diri di Desa Carangrejo, Kesamben, Jombang.Rancangan penelitian yang digunakan observasi model Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh care giver yang merawat lansia di Desa Carangrejo, Kesamben, Jombang. Teknik sampling menggunakan Simpel Random Sampling dengan sampel berjumlah 31 orang. Data dikumpulkan dengan membagikan kuesioner kepada responden dan menggunakan uji statistic Spearman-Rho dengan kemaknaan α = 0,05.Hasil penelitian menunjukkan dari 31 responden, sebagian besar responden berpendidikan SD 16 orang (51,6%),  dan sebagian besar dari lansia mengalami kemandirian ketergantungantungan sedang dalam perawatan diri 15 orang (48,4%), berdasarkan  hasil  uji  statistic Spearman-Rho didapatkan  hasil p-value =  0.006 (<0,05), berarti ada hubungan  tingkat pendidikan care giver dengan kemandirian lansia dalam perawatan diri. Kesimpulan penelitian ada hubungan antara tingkat pendidikan care giver dengan kemandirian lansia dalam perawatan diri.
Pengaruh metode Applied Behaviour Analysis (ABA) terhadap kemampuan interaksi sosial anak autis Agung Joko Sugiarto; Iva Milia Hani Rahmawati
Jurnal Keperawatan Vol 18 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v18i2.819

Abstract

Gangguan interaksi sosial membuat anak autis terasingkan dengan lingkungannya. Pemberian metode Applied Behaviouir Analysis (ABA) dapat membantu mereka mempelajari keterampilan sosial dasar seperti memperhatikan, mempertahankan kontak mata, dan dapat membantu mengontrol masalah perilaku. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa pengaruh Metode Applied Behaviouir Analysis (ABA) terhadap kemampuan interaksi sosial anak autis. Desain penelitian menggunakan pra eksperimental one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini semua anak autis yang ada di SLB Autis Seribu Warna Kepanjen, dengan sampel berjumlah 33 anak. Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Variable independen metode Applied Behaviouir Analysis (ABA) dan dependen kemampuan interaksi sosial. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Pengolahan data editing, coding, scoring dan tabulating dan analisa menggunakan uji Wilcoxon sign rank test. Hasil Penelitian sebelum diberikan metode ABA menunjukkan sebagian besar responden memiliki kriteria kurang (66,7%) dengan jumlah 22, setelah diberikan metode ABA menunjukkan hampir seluruh responden dengan kategori cukup (81,8) dengan jumlah 27 responden. Hasil uji statistik dengan metode uji wilcoxon didapatkan hasil nilai p sebesar 0,000 < α=0,05 sehingga H1 diterima. Kemampuan interaksi sosial setelah dilakukan metode ABA menunjukkan. Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh metode Applied Behaviour Analysis (ABA) terhadap Kemampuan interaksi sosial anak autis di SLB Autis Seribu Warna Kepanjen Kabupaten Jombang. Metode Applied Behaviour Analysis (ABA) dapat dijadikan sebagai suatu stimulasi untuk meningkatkan kemampuan interaksi sosial anak autis yang dapat dijadikan sebagai pendidikan pendamping yang dapat diterapkan di sekolah.