Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Penerapan Line Dance sebagai Aktivitas Fisik Lansia dalam Program Kesehatan Masyarakat di Kelurahan Curahgrinting Kota Probolinggo Ah. Fathan Azhari; Ahmad Syaifuddin Romli; Choirun Nisa; Layli Ila Ramadhani; Nadiah Yusfi Nabilah; Auliyah Nazal Qur’ani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3869

Abstract

Aktivitas fisik berbasis seni tari semakin diakui sebagai strategi efektif dalam meningkatkan kesehatan fisik, kognitif, dan sosial pada kelompok lanjut usia. Namun, efektivitas intervensi semacam ini, khususnya dalam konteks komunitas, masih memerlukan pengkajian lebih mendalam melalui sintesis literatur terkini. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis bukti empiris mengenai pengaruh program senam line dance terhadap kapasitas fungsional, kesejahteraan psikologis, dan kualitas hidup lansia. Pendekatan yang digunakan adalah *systematic literature review*, dengan mengintegrasikan artikel-artikel ilmiah terindeks yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir dan memenuhi kriteria inklusi serta eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa senam line dance secara konsisten berkontribusi terhadap peningkatan keseimbangan, mobilitas, daya ingat, serta interaksi sosial, sehingga memberikan manfaat yang bersifat multidimensional bagi lansia. Selain itu, intervensi berbasis komunitas ini terbukti dapat meningkatkan motivasi partisipasi dan kepatuhan terhadap gaya hidup aktif, yang menjadi faktor penting dalam pencegahan penurunan fungsi terkait usia. Artikel ini menegaskan kontribusi konseptual dan praktis dalam memperluas pemahaman tentang peran kegiatan fisik berbasis budaya dalam mendukung penuaan sehat, serta memberikan implikasi bagi pengembangan program intervensi komunitas yang berorientasi pada kebutuhan lansia. Temuan ini juga membuka ruang bagi penelitian lanjutan yang dapat menguji efektivitas program dengan desain eksperimental lebih ketat maupun adaptasi model senam line dance sesuai konteks sosial-budaya yang berbeda.
Efektivitas Perjanjian Pranikah sebagai Upaya Preventif terhadap Kekerasan dalam Rumah Tangga terhadap Perempuan: Studi Kasus di Kecamatan Kademangan Dierel Moch Dierel Amp; Ahmad Syaifuddin Romli
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4317

Abstract

This study examines the effectiveness of prenuptial agreements as a preventive legal instrument against domestic violence (DV) toward women, with a case study in Kademangan District. Prenuptial agreements, as regulated in Article 29 of Law No. 1 of 1974 and reinforced by Constitutional Court Decision No. 69/PUU-XIII/2015, hold strong legal legitimacy and are not contradictory to Islamic legal principles. However, their implementation in society remains significantly limited. Using a qualitative empirical approach, data were collected through in-depth interviews, observation, and document analysis. Findings reveal that low legal literacy, entrenched patriarchal culture, and lack of institutional socialization are key barriers to the application of prenuptial agreements. In theory, such agreements offer the potential to redefine power relations within marriage and prevent DV from the outset. This study recommends reforming premarital counseling curricula, involving religious leaders, and developing a contextual, accessible model of prenuptial agreements. With adequate institutional support and legal education, prenuptial agreements can serve as a strategic tool for the protection of women and the development of just and equitable family structures..
Edukasi Hukum sebagai Upaya Pencegahan Pernikahan Dini di Kelurahan Curahgrinting, Kota Probolinggo Ahmad Syaifuddin Romli; Ana Billah; Ah. Fathan Azhari; Qikeq Dwi Safitriningrum
Sejahtera: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2026): Januari
Publisher : PT Cendekia Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early marriage remains a social problem, resulting in violations of children's rights, poor educational quality, and health and social risks within families. Although the minimum age for marriage is regulated by Law Number 16 of 2019, the practice of underage marriage is still found in various regions, including Curahgrinting Village, Probolinggo City. This community service activity aims to increase public understanding and legal awareness as an effort to prevent early marriage. The method used is an educational and participatory approach through legal outreach, interactive discussions, and Q&A sessions involving adolescents, parents, and community leaders. The activity stages included preparation, implementation, and evaluation, using pre- and post-test instruments to measure participants' understanding. The results of the activity indicate an increase in public knowledge and legal awareness regarding the minimum age for marriage and the legal and social impacts of early marriage. Furthermore, participants demonstrated a change in attitudes toward preventing early marriage. This activity demonstrates that legal education can be an effective and sustainable preventive measure in supporting the protection of children's rights and strengthening public legal awareness. Keywords: legal education; early marriage; community service; child protection
Pendampingan Kesadaran Hukum Masyarakat Terhadap Pernikahan Dini di Kelurahan Curahgrinting Kota Probolinggo Ah. Fathan Azhari; Ahmad Syaifuddin Romli; Qikeq Dwi Safitriningrum; Septia Wulandari; M. Firdaus Dwi Septian
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/psv0rj44

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi permasalahan sosial yang signifikan di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan seperti Kelurahan Curahgrinting, Kota Probolinggo, yang dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran hukum, faktor ekonomi, serta tekanan budaya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat mengenai batas usia perkawinan serta dampak sosial dan hukum dari praktik pernikahan dini. Metode yang digunakan adalah penyuluhan hukum berbasis partisipatif melalui pendekatan pendidikan masyarakat dan advokasi komunitas, melibatkan tokoh agama, aparat kelurahan, dan kelompok remaja sebagai peer educator. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman hukum peserta, dari 62% sebelum penyuluhan menjadi 88% sesudahnya, serta munculnya inisiatif masyarakat dalam membentuk kelompok edukator sebaya untuk melanjutkan kampanye kesadaran hukum. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan kolaboratif dan partisipatif mampu menumbuhkan kesadaran hukum serta memperkuat perlindungan anak di tingkat lokal. Oleh karena itu, program pendampingan ini memiliki nilai penting sebagai model pengabdian masyarakat yang dapat direplikasi untuk mencegah pernikahan dini di wilayah lain.
PEMBERDAYAAN REMAJA PEREMPUAN TERHADAP PENTINGNYA PENDIDIKAN DI KECAMATAN BANTARAN KABUPATEN PROBOLINNGGO Devy Habibi Muhammad; Robiatul Adawiyah; Maulid Agustin; Ahmad Syaifuddin Romli; Ana Billah
DEVELOPMENT: Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 2 (2023): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/djce.v2i2.1185

Abstract

As women in the modern era are stakeholders of development, therefore the implementation of development must emphasize the importance of women's empowerment efforts. This article discusses a community service activity conducted to raise the awareness of adolescent girls in Legundi Village, Bantaran Sub-district, Probolinggo Regency, about the importance of education and their role in society. Through a Participatory Action Research (PAR) approach, the activity involved team preparation, observation, research and evaluation to measure the success of the activity. The evaluation results showed an increase in adolescent girls' enthusiasm for learning and understanding of the importance of education. The bibliography includes references on Islamic education, community development and character education.
Dampak Perkawinan Usia Dini terhadap Kesejahteraan Keluarga (Studi Kasus di Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo) Zahroil Warda; Ahmad Syaifuddin Romli
Posita: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : STIS Ummul Ayman, Pidie Jaya, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52029/pjhki.v3i2.395

Abstract

The phenomenon of early marriage remains prevalent in various regions of Indonesia, including Wonoasih District, Probolinggo City, despite the government’s regulation of the minimum marriage age through Law Number 16 of 2019. This study aims to analyze the impact of early marriage on family welfare, focusing on economic aspects, psychological harmony, as well as children’s education and future. The research employed a qualitative method with a case study approach through interviews, observation, and documentation involving 6 female informants who were married at the age of 16–19, with educational backgrounds ranging from elementary to senior high school, and occupations as housewives, factory workers, and domestic helpers. The results indicate that early-married couples experience economic vulnerability due to low educational attainment and unstable income, which affects their ability to meet basic family needs. Psychologically, emotional immaturity leads to frequent household conflicts, stress, and even divorce. Furthermore, the interruption of education, particularly among women, reduces the family’s human capital accumulation, while children born from early marriages are at risk of developmental delays due to suboptimal parenting. These conditions affirm that early marriage has multidimensional consequences that weaken family welfare. Therefore, integrated interventions through education, economic empowerment, and cultural value strengthening are necessary to prevent and mitigate its negative impacts.
Arabic Language Program Management at Al-Izzah Leadership School Batu Islamic Boarding School Fasich Nur Firdaus; Ahmad Fuad Abdul Baqi; Ahmad Syaifuddin Romli
TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 8 No 1 (2026): Tsaqofiya: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab UIN Kiai Ageng Muhammad Besari onorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/71bsvs13

Abstract

This study examines the management of the Arabic language learning program at Al-Izzah Leadership School Islamic Boarding School, Batu, focusing on the core managerial functions of planning, organizing, implementation, and evaluation. Employing a qualitative case study approach, data were collected through observations, semi-structured interviews, and document analysis, and analyzed using data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that program planning is systematically structured through short-, medium-, and long-term activities and is aligned with the Muadalah Madinah curriculum and Islamic studies framework. Organizationally, the program is supported by a clear division of roles involving school leaders, language coordinators, teachers, and student organizations, which facilitates effective coordination and language discipline. Program implementation integrates formal classroom instruction with contextual language habituation through daily, weekly, and annual activities that promote active Arabic use. Evaluation is conducted continuously through formative and summative assessments, encompassing daily language monitoring, weekly skill reinforcement, and semester-based competency testing. This study contributes to the field of Arabic language education management by presenting an integrative and context-based program management model within an Islamic boarding school setting. The novelty of this research lies in its documentation of Arabic language program management grounded in an internationally recognized curriculum and sustained language cultivation practices, which remain underexplored in existing studies. Abstrak Penelitian ini mengkaji manajemen program pembelajaran bahasa Arab di Pondok Pesantren Al-Izzah Leadership School Batu dengan menitikberatkan pada fungsi manajerial utama, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program pembelajaran bahasa Arab disusun secara sistematis dalam kerangka kegiatan harian, mingguan, dan tahunan, serta selaras dengan kurikulum Muadalah Madinah dan kerangka studi keislaman. Dari aspek pengorganisasian, program didukung oleh pembagian peran yang jelas antara pimpinan pesantren, koordinator bahasa, guru, dan organisasi santri, sehingga tercipta koordinasi yang efektif dan disiplin berbahasa. Pelaksanaan program mengintegrasikan pembelajaran formal di kelas dengan pembiasaan bahasa secara kontekstual melalui berbagai aktivitas kebahasaan yang mendorong penggunaan bahasa Arab secara aktif. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan melalui penilaian formatif dan sumatif, mencakup pemantauan harian penggunaan bahasa, penguatan keterampilan mingguan, serta pengujian kompetensi pada akhir semester. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian manajemen pendidikan bahasa Arab dengan menyajikan model pengelolaan program yang integratif dan berbasis konteks pesantren. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengungkapan praktik manajemen pembelajaran bahasa Arab yang berlandaskan kurikulum berstandar internasional dan pembudayaan bahasa yang berkelanjutan, yang masih jarang dikaji secara mendalam.
Praktek Jual Beli di Toko Anugrah Perspektif Ekonomi Syariah Ahmad Syaifuddin Romli; Reza Hilmy Luayyin; Muhammad Nabat Ardli
JSE: Jurnal Sharia Economica Vol. 3 No. 2 (2024): Juli
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/jse.v3i2.1241

Abstract

Everyone will definitely need other people. More so in terms of human needs. one of them is in the field of trade related to materials. One of them is in the Anugrah Shop. The buying and selling practices carried out at Toko Anugrah have been running for a long time. How to do it is by observation, interviews, and documentation used to collect data. The tool used is the interview guide as the main tool. Data processing begins with data collection, data reduction, data organisation, and data validation. Triangulation techniques were used when testing the validity of the data. The results of the study state that this research aims to explore the practice of buying and selling at Toko Anugrah from the perspective of Islamic economics. Islamic economics emphasises the principles of fairness, transparency, and halalness in every transaction. This study explains how Toko Anugrah applies these principles in its daily operations, particularly in pricing, quality of goods, and the contract process. Through the implementation of the murabaha contract, this shop sells goods with a clear profit margin without the element of usury. The return policy is also set fairly, ensuring customer satisfaction and trust. The results show that the buying and selling practices at Toko Anugrah not only increase customer trust but also provide sustainable profits and blessings for the store. Thus, Toko   Keywords:  Buyying, Salling, Sharia Economics