Laksmi Evasufi Widi Fajari
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Korelasi antara Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar di Kecamatan Muncang Kabupaten Lebak Ismi Nurjanah; Ratna Sari Dewi; Laksmi Evasufi Widi Fajari
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 2 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i2.102444

Abstract

Pendidikan saat ini membutuhkan kepala sekolah yang kompeten dalam mengelola sekolah dan meningkatkan kinerja guru. Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui profil kompetensi manajeriaal kepala sekolah di Kec. Muncang; (2) Mengetahui profil kinerja guru di Kec. Muncang; (3) Menguji korelasi antara kompetensi manajerial kepala sekolah terhadap kinerja guru SD di Kec. Muncang. Metode yang digunakan adalah Kuantitatif dengan analisis korelasi. Sampel berjumlah 40 orang, yaitu 20 orang kepala sekolah dan 20 orang guru SD di Kec. Muncang. Teknik pengumpulan menggunakan angket (kuesioner). Teknis analisi data meliputi analisis deskriftif dan uji hipotesis menggunakan uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukan kompetensi manajerial kepala sekolah dasar di Kec. Muncang berada pada kategori sedang (rata-rata 124), begitupun kinerja guru di SD Kec. Muncang (rata-rata 116). Terdapat korelasi positif dan kuat (0.89) antara kompetensi manajerial kepala sekolah dan kinerja guru di SD Kec. Muncang. Hal ini menujukan kompetensi manajerial memiliki keterkaitan dengan kinerja guru.
Pengaruh Model Project-Based Learning Berbantuan Media Digital Canva Terhadap Literasi Sains Pada Pembelajaran IPAS Hanifah Aulia Balqis; Encep Andriana; Laksmi Evasufi Widi Fajari
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 2 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i2.102438

Abstract

Rendahnya tingkat literasi sains peserta didik di Indonesia yang disebabkan oleh kurangnya penggunaan model dan media pembelajaran yang mendukung keaktifan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan yang signifikan dari model PjBL berbantuan Canva dengan model kooperatif tipe GI terhadap literasi sains pada pembelajaran IPAS berdasarkan komponen literasi sains menurut OECD, untuk menguji peningkatan dari model PjBL berbantuan Canva terhadap literasi sains menurut OECD, serta untuk mendeskripsikan profil literasi sains pada pembelajaran dengan model PjBL berbantuan media digital Canva dengan model kooperatif tipe Grup Investigasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif kuasi eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan tes. Sumber data berasal dari guru dan peserta didik kelas VA dan VB yang masing-masing berjumlah 37 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan penggunaan model PjBL dengan model GI dengan thitung(2,64) ≥ ttabel(1,99); (2) terdapat peningkatan kemampuan literasi sains, dimana thitung(2,16) > ttabel(1,67) dan uji N-Gain dengan rata-rata 0,56 > 0,39; (3) profil literasi sains keduanya memiliki kategori baik, dengan rerata 79% dan 67%.
Peran Guru Profesional Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di MIN 1 Serang Siska Apriyanti; Reksa Adya Pribadi; Laksmi Evasufi Widi Fajari
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.102452

Abstract

Guru profesional memegang peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama dalam menghadapi tuntutan Kurikulum Merdeka dan pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil guru profesional, aktivitas yang dilakukan, serta tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di MIN 1 Serang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari tiga guru profesional, yaitu guru Matematika, wali kelas IV B, dan wali kelas V D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru profesional di MIN 1 Serang memiliki karakteristik menonjol seperti penguasaan materi, kesabaran, kedisiplinan, dan penggunaan strategi pembelajaran yang bervariasi. Namun, masih ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan sarana teknologi pembelajaran (jumlah proyektor tidak mencukupi) dan kurang konsistennya penyampaian tujuan serta penutupan pembelajaran sesuai standar. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan lanjutan dan supervisi akademik berkelanjutan untuk meningkatkan konsistensi dan efektivitas peran guru profesional di lapangan.
Telaah Pelaksanaan Program Remedial pada Mata Pelajaran Matematika Kelas 5 di Sekolah Dasar Laksmi Evasufi Widi Fajari; Melisah Melisah; Annisa Annisa; Eroh Baheroh; Rahma Virly Aulia Milova; Lourenza Ahjami Mudhoffar
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 12, No 3 (2024): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v12i3.93427

Abstract

Program remedial merupakan salah satu langkah yang diambil sekolah untuk menyelesaikan masalah matematika. Penelitian ini bertujuan untuk melihat upaya sekolah untuk mengatasi kesulitan belajar matematika melalui pelaksanaan kegiatan remedial. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini yaitu guru kelas dan siswa kelas 5 yang mengalami kesulitan belajar matematika dan masuk program remedial. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan obervasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dalam tiga tahap: pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) diagnosis kesulitan belajar menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan belajar dengan materi luas dan keliling bangun datar, (2) menemukan bahwa kesulitan belajar terjadi sebelum kegiatan remedial, dan (3) bahwa penyusunan kegiatan remedial dilakukan dengan membuat kesepakatan bersama antara guru dan siswa tentang konsep dan waktu kegiatan remedial, (4) pelaksanaan kegiatan remedial dilakukan setelah ulangan semester dan dilaksanakan dengan tertib tanpa ada siswa yang mencontek, (5) penilaian kegiatan remedial untuk mengetahui keberhasilan tindakan perbaikan sebelumnya. Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa metode pelaksanaan kegiatan remedial terdiri dari diagnosis kesulitan belajar, identifikasi penyebabnya, pembuatan rencana kegiatan remedial, pelaksanaannya, dan penilaiannya. Siswa yang mengalami kesulitan belajar dapat mencapai KKM dengan bantuan program ini.
Pengembangan Media Pembelajaran Augmented Reality Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Visualy Seyu Rahmatin; Encep Andriana; Laksmi Evasufi Widi Fajari
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.102455

Abstract

Banyak peserta didik sekolah dasar masih mengalami kesulitan dalam mengasah keterampilan berpikir kritis, terutama dalam pelajaran IPAS, karena kurangnya media pembelajaran yang interaktif dengan konteks kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam pelajaran IPAS. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi lima tahap, yaitu analisis, perancangan, pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara, observasi, angket, validasi ahli, dokumentasi, serta  pretest dan posttest. Hasil validasi menunjukkan media pembelajaran berbasis AR tergolong sangat layak dengan rata-rata skor sebesar 93,63%. Sementara itu, uji efektivitas melalui perhitungan N-Gain Score menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan berpikir kritis peserta didik dengan rata-rata N-Gain mencapai 0,84 atau 84,31% termasuk pada kategori tinggi. Respon terhadap media ini juga tergolong positif dan menunjukkan efektivitas yang baik. Media pembelajaran AR terbukti layak dan efektif untuk digunakan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada topik keanekaragaman flora dan fauna.
Pengaruh Pembelajaran Berdiferensiasi Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik pada Mata Pelajaran Ipas Kelas V SD Salsa Umi Nasuha; Ahmad Syachruroji; Laksmi Evasufi Widi Fajari
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14, No 1 (2026): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v14i1.112000

Abstract

Keterampilan berpikir kreatif menjadi tuntutan dalam pendidikan abad ke-21, tetapi pembelajaran di sekolah dasar masih berfokus pada hafalan sehingga menghambat pengembangan kreativitas peserta didik. Adapun tujuan dari penelitian ini guna mengeksplorasi dampak dari pembelajaran yang terindividualisasi terhadap kemampuan kreativitas peserta didik dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas V SDN Bujanggadung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen kuasi yang termasuk dalam kategori Nonequivalent Control Group Design. Pada penelitian ini, pengambilan sampel dilakukan dengan metode non-probabilitas dan teknik purposive sampling. Sampel pada penelitian ini, 60 peserta didik terlibat dalam penelitian ini, yang dibagi ke dalam dua kelompok: kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran berdiferensiasi digital dan kelompok kontrol yang melaksanakan pembelajaran saintifik. Data diperoleh melalui ujian esai yang mengukur kemampuan berpikir kreatif, yang telah dievaluasi dari segi validitas, reliabilitas, tingkat kesulitan, dan kemampuan membedakannya. Proses analisis data melibatkan penggunaan statistik deskriptif dan inferensial dengan uji-t pada tingkat signifikansi sebesar 5%. Temuan dari penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kemampuan berpikir kreatif peserta didik yang memperoleh pelajaran melalui metode pembelajaran berdiferensiasi dan metode pembelajaran saintifik (tₕitung = 4,0757 > tₜabel = 2,0017; p = 0,0001 < 0,05). Di samping itu, rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa di kelas eksperimen (81,2) lebih tinggi dibandingkan dengan siswa di kelas kontrol (74,3). Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi yang didukung oleh teknologi digital efektif dalam meningkatkan kreativitas berpikir siswa dalam mata pelajaran IPAS.
Analisis Tentang Jenis Kesulitan Belajar di Tingkat Sekolah Dasar: Sebuah Metode Kualitatif Studi Kasus Laksmi Evasufi Widi Fajari; Umalihayati Umalihayati; Elin Novita; Umaya Dina Shakina Harrin; Vivi Berliana Putri; Almalia Almalia
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 12, No 3 (2024): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v12i3.93419

Abstract

Kesulitan belajar disebut juga dengan learning disability, adalah suatu kondisi yang menyulitkan seseorang dalam menyelesaikan aktivitas belajar. Studi ini dilakukan untuk menganalisis jenis-jenis kesulitan belajar. Metode ini menggunakan jenis penelitian kualitatif studi kasus. Subjek penelitian ini yaitu 2 guru dan 5 siswa dari kelas 6A dan 6B. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, sedangkan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data berdasarkan teori Miles & Hubberman yang dibagi menjadi 3 yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan adanya siswa yang mengalami kesulitan belajar tetapi berbagai jenis kesulitan yang berbeda yang meliputi kesulitan belajar pra-akademik dan akademik yang dipengaruhi oleh faktor internal eksternal. Kesulitan belajar pra-akademik diantaranya siswa yang menyimpang, sedangkan kesulitan belajar akademik meliputi kesulitan belajar diskalkulia, disgrafia, gangguan pemrosesan visual dan pendengaran. Jenis-jenis kesulitan belajar yang ditemukan pada siswa jenjang sekolah dasar yaitu learning disability, slow learner, underachivier, yaitu dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. 1) Learning disability siswa tidak mengalami kesulitan menulis hanya saja tulisannya kurang rapih dan siswa lainnya ada yang mengalami kesulitan berhitung dikarenakan siswa kurang memahami rumus-rumus matematika; 2) Slow learner kelambanan siswa dalam memahami isi materi yang di ajarkan guru; 3) Underachiever prestasi siswa yang rendah disebabkan oleh kurangnya memperhatikan penjelasan guru.
Analisis Kesulitan Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV di Sekolah Dasar: Studi Kasus Kualitatif Umalihayati Umalihayati; Syarifah Aini; Halimatus Sa'diyah; Laksmi Evasufi Widi Fajari; Lili Fajrudin; Vivit Nurhikmah Havita; Ardaneswari Putri Cahyaningsih; Dwi Ramadhani; Siti Mawaddah Luthfiah; Nadila Aulia Sopianti
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 12, No 2 (2024): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v12i2.86666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kesulitan belajar Bahasa Indonesia dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas IV di Sekolah Dasar melalui pendekatan studi kasus kualitatif. Metodologi penelitian kualitatif studi kasus memberikan pemahaman mendalam tentang konteks tertentu melalui pendekatan deskriptif yang detail dan kontekstual. Teknik pengumpulan data dalam studi ini dapat mencakup wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen untuk memperoleh perspektif yang komprehensif. Selanjutnya, teknik analisis data dalam penelitian kualitatif studi kasus melibatkan proses pemahaman mendalam, pengkodean tematik, dan pembangunan naratif untuk menggali makna dan pola yang tersembunyi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (a)kesulitan belajar menulis masih belum tampak karena kurangnya latihan pada sistem motorik halusnya, (b)kesulitan belajar visual penglihatan masih belum tampak dikarenakan faktor menonton TV terlalu dekat, (c)jenis kesulitan membaca dipengaruhi oleh siswa tidak dapat memahami isi bacaan, (d)jenis kesulitan belajar auditori yang di pengaruhi oleh gangguan bising dari luar atau kelas sebelahnya yang mempengaruhi aktivitas belajar. Rekomendasi intervensi yang diperoleh dari penelitian ini mencakup pengembangan strategi pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa dan dukungan yang diperlukan dari guru, orang tua, dan lingkungan belajar, lebih lanjut penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman lanjut mengenai kesulitan belajar Bahasa Indonesia sekaligus menjadi landasan bagi pengembangan program pembelajaran yang responsif dan mendukung bagi siswa dalam menghadapi tantangan ini.
Analisis Kegiatan Gelar Aksi Storytelling untuk Penguatan Self-confidence Peserta didik Kelas V Siti Nurhikmah Aprianti; Zerri Rahman Hakim; Laksmi Evasufi Widi Fajari
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14, No 1 (2026): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v14i1.111684

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan kegiatan gelar aksi storytelling untuk penguatan self-confidence peserta didik di SDIT La Royba, menjelaskan proses pelaksanaan kegiatan gelar aksi storytelling untuk penguatan self-confidence peserta didik di SDIT La royba, dan mengetahui self-confidence peserta didik kelas V di SDIT La Royba. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian ini melibatkan kepala sekolah, penanggung jawab, guru kelas V dan 24 peserta didik kelas V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan gelar aksi mampu meningkatkan self-confidence peserta didik, terlihat dari meningkatnya keberanian saat tampil, mandiri dalam mengambil keputusan, memiliki pandangan yang positif, berani mengungkapkan pendapat dan juga memiliki motivasi untuk terus berprestasi. Secara keseluruhan kegiatan gelar aksi storytelling efektif dalam memperkuat self-confidence peserta didik. 
Profil Kreativitas Peserta Didik Kelas III Dalam Program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Peserta Didik Sekolah Dasar Elsa Dwinatalia; Nana Hendracipta; Laksmi Evasufi Widi Fajari
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14, No 1 (2026): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v14i1.112020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kreativitas peserta didik kelas III dalam Program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SDN Serang 3 dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian melibatkan kepala sekolah, guru kelas III, 35 peserta didik kelas III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program P5 dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu mengidentifikasi kesiapan sekolah, menentukan dimensi dan tema proyek, merancang alokasi waktu, serta menyusun modul P5 yang diadaptasi dari Platform Merdeka Mengajar. Pelaksanaan P5 meliputi empat tahap utama: pengenalan, kontekstualisasi, aksi, dan refleksi. Pada tahap aksi, peserta didik membuat pot bunga dari galon bekas sebagai upaya pemanfaatan barang daur ulang. Selama proses tersebut, peserta didik menunjukkan berbagai indikator kreativitas seperti rasa ingin tahu, kemampuan mengemukakan ide, kemauan untuk mencoba hal baru, dan kemampuan bekerja sama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan P5 memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan mendukung berkembangnya kreativitas peserta didik kelas III di SDN Serang 3.