Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Aplikasi Money Manager sebagai Technology-Enhanced Learning Tool dalam Pembelajaran Ekonomi Digital: Studi Kasus Perubahan Perilaku Kedisiplinan Keuangan Mahasiswa Wahyuni, Sri; Ulfah, Fadilla; Siregar, Dwi Rayana; Supriadi, Sudawan; Sri Susanti, Roza
Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol 4 No 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jeec.v4i2.52215

Abstract

This qualitative case study research aims to analyze the mechanism and effectiveness of the Money Manager Application as a Technology-Enhanced Learning Tool (T-E Learning Tool) in fostering Financial Discipline among 6 students of the Economics Education Study Program at Jambi University, emphasizing its relevance within Digital-Based Economics Learning. The research procedure involved three phases: Pre Intervention, 14-day Intervention, and Post Intervention. Data were collected primarily through in-depth interviews and observational documentation, and subsequently analyzed using Descriptive Content Analysis to identify narrative findings. The results indicate that the Money Manager Application effectively overcame student behavioral barriers (such as laziness and inconvenience) and served as a practical learning tool that facilitated the comprehension of financial management concepts. The key finding resides in the mechanism of Instant Visual Feedback provided by the application; this feature triggered self-evaluation and accountability, thus significantly improving students' control and allocation of financial resources. It is concluded that this digital application is a powerful catalyst in achieving the goals of Digital-Based Economics Learning concerning Financial Discipline formation. Formal integration of similar digital tools into the curriculum is recommended, along with necessary technical improvements and minimization of disruptions (advertisements) to maximize its pedagogical potential.
METODE REACT: UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA CALON GURU MEMBUAT INSTRUMEN HOTS EVALUASI PEMBELAJARAN Ridwan Santoso; Siti Tiara Maulina; Sundari Utami; Nurmalia Dewi; Melisa Melisa; Yulistia Opeska; Agustin Wela Sasih; Khusnul Khotimah; Sudawan Supriadi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa calon guru dalam menyusun instrumen evaluasi pembelajaran Higher Order Thinking Skills (HOTS) dengan metode REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring). Metode REACT dipilih karena menekankan pada pengajaran yang menghubungkan konsep-konsep dengan konteks kehidupan nyata, mendorong siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan analitis. Penelitian dilakukan melalui pendekatan Mixed Method dengan partisipasi 30 mahasiswa calon guru. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan bahwa penerapan metode REACT memberikan peningkatan signifikan terhadap kemampuan mahasiswa dalam menyusun instrumen berbasis HOTS. Metode REACT memungkinkan calon guru lebih terampil dalam merancang instrumen evaluasi yang tidak hanya mengukur kemampuan kognitif rendah tetapi juga keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi program pelatihan guru dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di masa mendatang.Kata Kunci: HOTS, REACT, Evaluasi, Pembelajaran, PPKnThe purpose of this study was to improve the ability of prospective teacher students in compiling Higher Order Thinking Skills (HOTS) learning evaluation instruments using the REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring) method. The REACT method was chosen because it emphasizes teaching that connects concepts with real-life contexts, encouraging students to develop critical, creative, and analytical thinking skills. The study was conducted through a Mixed Method approach with the participation of 30 prospective teacher students. Data were collected through observation, interviews, tests, and document analysis. The results showed that the application of the REACT method provided a significant increase in students' ability to compile HOTS-based instruments. The REACT method allows prospective teachers to be more skilled in designing evaluation instruments that not only measure low cognitive abilities but also students' critical and creative thinking skills. These findings provide important implications for teacher training programs in an effort to improve the quality of education in the future. Keywords: HOTS, REACT, Evaluation, Learning, Civic Education.
PENGARUH KEWIRAUSAHAAN DIGITAL, LINGKUNGAN KELUARGA, DAN LITERASI KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MINAT MENJADI YOUNG  ENTERPRENEUR MAHASISWA UNIVERSITAS JAMBI Astri Bonita Sitio; Muazza Muazza; Sudawan Supriadi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ekonomi global menuntut generasi muda untuk berperan aktif dalam kewirausahaan, namun jumlah wirausahawan di Indonesia masih rendah (3,47%) dibandingkan negara maju. Mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan memiliki potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja melalui wirausaha, didukung oleh faktor internal seperti literasi kewirausahaan dan kewirausahaan digital, serta faktor eksternal seperti dukungan keluarga. Penelitian ini menganalisis pengaruh ketiga faktor tersebut terhadap minat berwirausaha mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Jambi angkatan 2021 menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode ex-post facto. Hasil penelitian membuktikan bahwa: (1) Kewirausahaan digital berpengaruh signifikan (thitung=3,244 > ttabel=1,66388), (2) Lingkungan keluarga memberikan dampak positif terkuat (thitung =7,008), dan (3) Literasi kewirausahaan menjadi faktor paling dominan (thitung =16,245). Secara simultan, ketiga variabel menjelaskan 77,8% minat berwirausaha (Fhitung=92,355 > Ftabel=2,71). Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, keluarga, dan kebijakan pemerintah dalam membangun ekosistem kewirausahaan muda berbasis digital guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Rekonstruksi Asas Kebebasan Berkontrak di Era Digitalisasi Ekonomi Saputri, Dea Amanda; Rezeki, Utami Sri; Herlianti, Hani; Ulfah, Fadilla; Supriadi, Sudawan; Muslim, Fachruddiansyah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37318

Abstract

Perkembangan ekonomi digital telah mengubah pola hubungan hukum dalam transaksi bisnis, terutama melalui penggunaan kontrak elektronik yang bersifat cepat dan praktis. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana asas kebebasan berkontrak masih dapat diterapkan secara murni di tengah dominasi kontrak baku dan sistem digital otomatis. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana implementasi asas kebebasan berkontrak dalam transaksi bisnis digital, dan (2) bagaimana bentuk rekonstruksi yang diperlukan agar asas tersebut tetap relevan dan berkeadilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan asas kebebasan berkontrak dalam praktik kontrak elektronik serta menawarkan konsep penyesuaian yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan terhadap berbagai literatur, peraturan perundang-undangan, serta kajian ilmiah yang berkaitan dengan kontrak elektronik dan hukum perjanjian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebebasan berkontrak dalam era digital cenderung bersifat tidak nyata karena adanya ketimpangan posisi tawar dan minimnya ruang negosiasi, sehingga diperlukan penguatan prinsip transparansi, itikad baik, dan perlindungan hukum terhadap pihak yang lebih lemah.
PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DI SMKN 6 MUARO JAMBI Nurmala Sari; Iwan Putra; Sudawan Supriadi; Sri Wahyuni; Dwi Rayana Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5484

Abstract

ABSTRACTIn the era of digital transformation, technological literacy, including the utilization of Artificial Intelligence (AI), has become an essential competency for teachers to enhance the quality of learning. AI-based technology not only strengthens learning effectiveness but also improves teachers’ work efficiency in various aspects. This training program at SMKN 6 Muaro Jambi aimed to enhance teachers’ pedagogical competence in designing lesson plans and learning evaluations based on the deep learning approach aligned with the principles of the Kurikulum Merdeka. The community service activity was conducted through participatory stages, including planning, problem identification, implementation with mentoring, and evaluation with reflection. The results revealed significant improvement in three key aspects: conceptual understanding of deep learning increased from 70.33 to 88.67 (a 24.17% rise), teachers’ ability to design lesson plans and reflective assessments based on deep learning improved from 70.53 to 86.77 (a 23.02% rise), and the ability to utilize AI tools increased from 72.89 to 91.26 (a 25.20% rise). These findings indicate that teachers are not merely users of AI technology but have evolved into designers and innovators of adaptive, creative, and contextually relevant learning experiences.Keywords: Deep Learning, Planning, Evaluation, Artificial Intelligence ABSTRAKDi era transformasi digital, literasi teknologi, termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), menjadi kompetensi esensial yang harus dimiliki guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Teknologi berbasis AI tidak hanya memperkuat efektivitas proses belajar, tetapi juga meningkatkan efisiensi kerja guru dalam berbagai aspek. Kegiatan pelatihan di SMKN 6 Muaro Jambi ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam merancang perencanaan dan evaluasi pembelajaran berbasis pendekatan deep learning yang selaras dengan tuntutan Kurikulum Merdeka. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan partisipatif, meliputi perencanaan, identifikasi masalah, pelaksanaan dan pendampingan, serta evaluasi dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga aspek utama: pemahaman konseptual tentang deep learning meningkat dari skor 70,33 menjadi 88,67 (naik 24,17%), kemampuan merancang perencanaan dan asesmen reflektif berbasis deep learning meningkat dari 70,53 menjadi 86,77 (naik 23,02%), dan kemampuan memanfaatkan AI tools meningkat dari 72,89 menjadi 91,26 (naik 25,20%). Temuan ini menunjukkan bahwa guru tidak hanya menjadi pengguna teknologi AI, tetapi juga berperan sebagai perancang pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.Kata Kunci: Deep Learning, Perencanaan, Evaluasi, Artificial Intelligence
Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kesejahteraan Guru Di SMA Negeri 8 Kota Jambi Karisma Nurul Afiyati; Mayasari Mayasari; Sudawan Supriadi
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kesejahteraan guru serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan di SMA Negeri 8 Kota Jambi dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode analisis faktor. Populasi penelitian adalah seluruh guru yang berjumlah 71 orang, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, serta analisis faktor untuk mereduksi dan mengelompokkan variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 11 faktor yang terbentuk dari empat aspek utama, yaitu ekonomi, sosial, psikologis, dan fisik. Berdasarkan hasil rotasi dan interpretasi faktor, faktor sosial menjadi faktor yang paling dominan dalam memengaruhi kesejahteraan guru, yang meliputi dukungan organisasi, hubungan kerja, interaksi sosial, dukungan sejawat, dan lingkungan kerja. Faktor ini memberikan kontribusi terbesar dibandingkan faktor lainnya dalam menjelaskan variasi kesejahteraan guru. Dengan demikian, kesejahteraan guru tidak hanya dipengaruhi oleh aspek ekonomi, tetapi juga sangat ditentukan oleh faktor sosial, sehingga peningkatan kesejahteraan guru perlu dilakukan secara komprehensif dengan memperkuat hubungan sosial dan lingkungan kerja serta didukung oleh aspek ekonomi, psikologis, dan fisik.
PENGARUH PENGGUNAAN TEKNOLOGI DIGITAL DAN LIVE STREAMING TERHADAP MINAT BELI MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI PADA PLATFORM E-COMMERCE Sihotang, Anisa; Muslim, Fachruddiansyah; Supriadi, Sudawan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.48300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan teknologi digital dan live streaming terhadap minat beli mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Jambi pada platform e-commerce. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penjelasan. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup menggunakan skala Likert 5 poin yang didistribusikan melalui Google Forms kepada 87 mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan 2023 Universitas Jambi. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda, uji t parsial, uji F simultan, dan koefisien determinasi (R²) dengan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital berpengaruh signifikan terhadap minat beli mahasiswa dengan nilai t sebesar 5,009 > 1,662 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Live streaming juga berpengaruh signifikan terhadap minat beli dengan nilai t sebesar 6,852 > 1,662 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Secara simultan, penggunaan teknologi digital dan live streaming berpengaruh signifikan terhadap minat beli mahasiswa dengan nilai F sebesar 230,624 > 3,10 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,846, artinya 84,6% variasi minat beli dapat dijelaskan oleh penggunaan teknologi digital dan live streaming, sedangkan sisanya 15,4% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi digital dan live streaming merupakan faktor penting yang memengaruhi minat beli mahasiswa pada platform e-commerce.
Implementasi Prinsip Itikad Baik dalam Kontrak Bisnis: Perspektif Hukum Perdata Citra Agung; Nena Anggraini; Brian Save Sitanggang; Fadila Ulfa; Sudawan Supriadi; Fachruddiansyah Muslim
Journal of Economics, Bussiness and Management Issues Vol. 3 No. 2 (2026): Maret
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jebmi.v3i2.1132

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the principle of good faith in business contracts from the perspective of civil law. The principle of good faith is one of the fundamental principles in contract law that ensures fairness, honesty, and balance between the parties involved in a contractual relationship. This research uses a normative juridical method with a statutory approach and a conceptual approach. The data used in this research are secondary data obtained from legislation, legal books, scientific journals, and other relevant legal documents related to civil law and contract law. The results of the study indicate that the principle of good faith plays a crucial role in every stage of a business contract, including the negotiation process, the formation of the contract, and the implementation of the agreement. In civil law, good faith is not only interpreted as honesty but also includes fairness, propriety, and responsibility in fulfilling contractual obligations. The proper implementation of the principle of good faith can prevent disputes and provide legal protection for the parties involved in business transactions. Therefore, the principle of good faith must be consistently applied in drafting and implementing business contracts to ensure justice, legal certainty, and balance for all parties.
From Literacy to Inclusion: The Role of Financial Consultants in Improving Financial Accessibility and Well-being Romi Kurniadi; Dwi Rayana Siregar; Sri Wahyuni; Sudawan Supriadi; Fadilla Ulfah; Destri Yaldi
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Keluarga Guru Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46843/jpm.v4i2.369

Abstract

Financial literacy is critical to enhancing the financial well-being of individuals and families, yet a strong understanding alone does not guarantee effective financial decision-making. Financial consultants are key in bridging the gap between knowledge and action. This study analyzes recent trends in financial consultant services and financial literacy using a PRISMA-based systematic review method. Data were gathered from multiple scholarly databases and analyzed through bibliometric techniques to identify publication patterns and keyword relationships. Results reveal that individuals with high financial literacy are more likely to seek professional advice, while those with low literacy levels remain hesitant. Financial technologies such as robo-advisors have emerged as complementary tools but have not replaced human advisors. The study concludes that strengthening regulations, expanding access to financial consulting for lower-middle-income groups, and integrating technology are essential strategies. This research contributes to the scientific field by highlighting the interplay between financial literacy, advisory services, and technology, offering a pathway to more inclusive financial well-being.
Peran Kebijakan Pemerintah Sebagai Variabel Moderasi Dalam Hubungan Antara Technopreneurship Dan Green Economy Practices Terhadap Inovasi Usaha UMKM Catrina Eglesia Sidabukke; Iwan Putra; Sudawan Supriadi
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh technopreneurship dan green economy practices terhadap inovasi usaha UMKM serta peran kebijakan pemerintah sebagai variabel moderasi. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan teknologi dan penerapan praktik ekonomi hijau pada UMKM. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas. Populasi penelitian berjumlah 139 UMKM mikro sektor kuliner di Desa Mendalo Indah. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa technopreneurship dan green economy practices berpengaruh positif dan signifikan terhadap inovasi usaha UMKM. Kebijakan pemerintah juga terbukti memoderasi hubungan kedua variabel tersebut terhadap inovasi usaha, namun arah moderasi bersifat negatif. Temuan ini menunjukkan bahwa inovasi usaha dipengaruhi oleh kemampuan internal UMKM dan efektivitas implementasi dukungan kebijakan.