Claim Missing Document
Check
Articles

Supply Chain Structure of Gedong Mango in Jatigede District, Sumedang Regency, West Java Pardian, Pandi; Renaldi, Eddy; Noor, Trisna Insan; Tridakusumah, Ahmad Choibar; Supyandi, Dika; Heryanto, Mahra Arari
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 10, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v10i1.12938

Abstract

District Jatigede is the center of production of mango gedong gincu, the bigst in the Regency of Sumedang. Mango gedong gincu is unique because it has a little red color between the color yellow dominant. Although District Jatigede is one center of production of mango gedong in the Regency Sumedang, it is the second bigst production of mango gedong at the province Level after Regency Indramayu based on 2021 data. Even so, it has yet to be widely known by consumers or people. Hence, the chain supply of mango gedong is interesting to study. This case study uses an analysis structure chain supply to see the flow of products, information, and money linked to commodities mango gedong. Actor tracing in this study approaches the rapid market appraisal method. This study shows four supply chain structures; generally, the chain supplies mango gedong in the Regency Sumedang were sold to local collectors to sell to the big collectors in the Regency of Majalengka or Cirebon. That is due to the center city Majalengka and Cirebon's proximity to District Jatigede compared to Sumedang city center. Apart from that, there are packing houses in Majalengka and Cirebon that are also representative.
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NO 12 TAHUN 2020 DI KECAMATAN CIDAUN KABUPATEN CIANJUR Djayanti, Desi dwi; Noor, Trisna Insan; Tridakusumah, Ahmad Choibar
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 14, No 1 (2024): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v14i1.4058

Abstract

Lobster merupakan salah satu komoditas unggulan yang bernilai ekonomis tinggi. Seiring berjalannya waktu, permintaan tidak hanya untuk keperluan konsumsi, akan tetapi juga mencakup benih lobster. Tingginya permintaan dan harga benih dikhawatirkan akan mengancam keberlanjutan pengelolaannya. Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah membatasi ukuran penangkapan dengan mengeluarkan PERMENKP No.56/2016. Namun pada tahun 2020 kebijakan tersebut diganti dengan PERMENKP No.12/2020 yang memberikan izin terhadap penangkapan. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis implementasi kebijakan tentang pengelolaan lobster di Kecamatan Cidaun. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif. Hasil analisis tersebut kemudian ditabulasikan ke dalam bentuk tabel dan dibahas secara deskriptif. Realisasi dari kebijakan tersebut menunjukkan bahwa selain alat penangkapan, semua mandat kebijakan tidak dipatuhi dengan semestinya.Kata kunci: kebijakan, nelayan, lobster, implementasi
AKSES PASAR MANGGA DAN FAKTOR YANG MEMENGARUHINYA (Studi Komparatif antara Kecamatan Greged dan Japara) Rasmikayati, Elly; Zikriawan Purnama, Mochamad Dafa; Renaldi, Eddy; Tridakusumah, Ahmad Choibar; Saefudin, Bobby Rachmat
Agros Journal of Agriculture Science Vol 23, No 2 (2021): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v23i2.1392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) membandingkan karakteristik petani dan usahatani mangga di Kecamatan Greged dan Japara; 2) membandingkan akses pasar mangga di Kecamatan Greged dan Japara; dan 3) mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan akses pasar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode survey kepada masing-masing 130 petani mangga di kedua kecamatan dari hasil teknik sampling acak sederhana. Data penelitian dianalisis menggunakan statistika deskriptif, uji Mann Withney U dan uji Chi-Square. Hasil penelitian: karakteristik petani dan usahatani mangga di Kecamatan Greged berbeda secara signifikan dengan Kecamatan Japara dalam hal tingkat pendidikan, pekerjaan pokok, pekerjaan sampingan, pendapatan usahatani mangga, pendapatan selain usahatani dan penguasaan lahan mangga. Akses pasar mangga di Kecamatan Greged dan Japara memiliki beberapa perbedaan yang signifikan dalam hal pilihan pasar yang dituju, ketersediaan transportasi dan kemudahan syarat pasar. Faktor sosial dan ekonomi yang berkorelasi nyata dengan variabel akses pasar di Kecamatan Greged adalah kegiatan diskusi, minimnya konflik, permintaan, dan harga mangga yang tinggi. Di Kecamatan Japara, variabel akses pasar yang memiliki hubungan signifikan dengan variabel sosial terjadi pada variabel pemilihan pasar dan kemudahan informasi dengan seringnya melakukan diskusi. Kemudahan Informasi juga memiliki hubungan dengan akses modal.
Penyuluhan: Implikasi Harga Penjualan Produk di Lokasi Wisata ‘Bukit Pangreugreug’ Pardian, Pandi; Renaldi, Eddy; Tridakusumah, Ahmad Choibar; Noor, Trisna Insan; Supyandi, Dika; Heryanto, Mahra Arari
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 2, No 1 (2024): November
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v2i1.59358

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat berupa penyuluhan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dari pengelola dan masyarakat yang melakukan usaha di lokasi wisata Bukit Pareugreug Desa Pajagan Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang tentang implikasi harga penjualan sehingga memberikan kesan yang baik bagi pengunjung tempat wisata.  Kegiatan dilakukan dengan ceramah dan tatap muka di gazebo tempat wisata dengan peserta dari masyarakat sekitar, kompepar, pemilik warung dan ketua bumdes. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan telah memberikan pencerahan dan pemahaman baru tentang bagaimana dampak jangka panjang kegiatan penjualan produk. Penjualan produk dengan prosentase keuntungan yang tinggi akan memberikan dampak berkurangnya volume penjualan dan juga keuntungan yang dapatkan, namun sebaliknya jika persentase keuntungan kecil akan meningkatkan volume penjualan sehingga meningkatkan persentase keuntungan.
BIOCHARKOP DARI LIMBAH KULIT KOPI: STUDI ANALISIS USAHA DAN PROSPEK EKONOMI UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI KOPI KABUPATEN GARUT Tridakusumah, Ahmad Choibar; Febrianti, Tintin; Sara, Dirga Sapta; Suryana, Dadan; Tursina, Marifah; Rahmawati, Fani; Imam, Muhammad Khaerul
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 10, No 2 (2025): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i2.68311

Abstract

Abstrak Pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi biochar (BIOCHARKOP) merupakan salah satu strategi inovatif dalam pengembangan agribisnis kopi berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha BIOCHARKOP serta prospek ekonominya dalam meningkatkan pendapatan petani kopi di Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif ekonomi dengan analisis biaya dan pendapatan, kelayakan usaha (R/C ratio dan B/C ratio), titik impas (Break Even Point), serta analisis dampak penggunaan BIOCHARKOP terhadap struktur biaya dan pendapatan usaha tani kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha BIOCHARKOP memiliki total biaya produksi sebesar Rp1.100.000 per siklus dengan total penerimaan Rp2.000.000, sehingga menghasilkan pendapatan bersih Rp900.000. Nilai R/C ratio sebesar 1,82 dan B/C ratio sebesar 0,82 mengindikasikan bahwa usaha BIOCHARKOP layak dan menguntungkan secara ekonomi. Nilai BEP produksi sebesar 110 kg dan BEP harga sebesar Rp5.500/kg berada di bawah produksi dan harga aktual, yang menunjukkan tingkat keamanan usaha yang tinggi. Selain itu, penerapan BIOCHARKOP pada usaha tani kopi mampu menurunkan biaya pupuk sebesar Rp1.200.000 per musim tanam dan meningkatkan pendapatan petani sebesar Rp1.200.000 atau 8,28%, tanpa meningkatkan biaya tenaga kerja maupun biaya produksi lainnya. Temuan ini menegaskan bahwa BIOCHARKOP berkontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi biaya dan pendapatan petani kopi. Secara keseluruhan, BIOCHARKOP berpotensi menjadi model usaha berbasis ekonomi sirkuler yang layak dikembangkan untuk memperkuat keberlanjutan dan kesejahteraan petani kopi.Kata kunci: Biochar, Kopi Arabika, Cascara, Limbah Kopi, Pirolisis.AbstractThe use of coffee husk waste into biochar (BIOCHARKOP) is one of the innovative strategies in the development of sustainable coffee agribusiness. This study aims to analyze the feasibility of BIOCHARKOP's business and its economic prospects in increasing the income of coffee farmers in Garut Regency. The research method used is a quantitative economic approach with cost and income analysis, business feasibility (R/C ratio and B/C ratio), break-even point (Break Even Point), and analysis of the impact of the use of BIOCHARKOP on the cost structure and income of coffee farming businesses. The results of the study show that BIOCHARKOP's business has a total production cost of IDR 1,100,000 per cycle with a total revenue of IDR 2,000,000, resulting in a net income of IDR 900,000. The R/C ratio value of 1.82 and the B/C ratio of 0.82 indicate that BIOCHARKOP's business is feasible and economically profitable. The value of the production BEP of 110 kg and the BEP price of Rp5,500/kg is below the actual production and price, which shows a high level of business security. In addition, the application of BIOCHARKOP in coffee farming businesses is able to reduce fertilizer costs by IDR 1,200,000 per planting season and increase farmers' income by IDR 1,200,000 or 8.28%, without increasing labor costs or other production costs. These findings confirm that BIOCHARKOP contributes significantly to improving the cost efficiency and income of coffee farmers. Overall, BIOCHARKOP has the potential to become a circular economy-based business model that is worthy of being developed to strengthen the sustainability and welfare of coffee farmers.Keywords: Biochar, Arabica Coffee, Cascara, Coffee Waste, Pyrolysis.
Integrasi Kompos Kulit Kopi dan Biochar untuk Meningkatkan Kualitas Bibit Kopi Arabika Sara, Dirga Sapta; Tridakusumah, Ahmad Choibar; Joy, Benny; Sofyan, Emma Trinurani; Suriadikusumah, Abraham
Soilrens Vol 23, No 2 (2025)
Publisher : Dept Ilmu Tanah & Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/soilrens.v23i2.69715

Abstract

The application of organic amendments is an important strategy to improve seedling quality in coffee nurseries. This study aimed to evaluate the effects of coffee husk compost and biochar, appliedsingly and in combination, on the growth of Arabica coffee seedlings. The experiment was conductedin a nursery using polybags filled with 5 kg of growing media and arranged in a randomized completeblock design with seven treatments and four replications. The treatments consisted of a control, coffeehusk compost alone, biochar alone, and combinations of compost and biochar at different rates.Growth parameters observed included plant height, stem diameter, and number of leaves. The resultsindicated that all amended treatments significantly improved seedling growth compared to thecontrol. The best growth performance was consistently obtained from the combined application ofcoffee husk compost at 300 g polybag⁻¹ and biochar at 200 g polybag⁻¹, which produced the highestplant height, stem diameter, and leaf number. This treatment demonstrated a synergistic effectbetween coffee husk compost as a nutrient source and biochar as a soil conditioner that improved thegrowing media environment. These findings suggest that the combined use of coffee husk compost andbiochar at appropriate rates is an effective approach to enhance vegetative growth and overall qualityof Arabica coffee seedlings in nursery systems.
Peningkatan Pengetahuan Nilai Tambah Produk Melalui Penyuluhan dan Demonstrasi Pengolahan Sawo pada Ibu PKK di Desa Pajagan Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang Pardian, Pandi; Renaldi, Eddy; Tridakusumah, Ahmad Choibar; Noor, Trisna Insan; Supyandi, Dika; Heryanto, Mahra Arari
Agrimasta Vol 3, No 2 (2026): Maret
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v3i2.68973

Abstract

Buah sawo merupakan salah satu hasil produksi buah di Desa Pajagan, sama dengan komoditas buah lainnya umumnya sawo di konsumsi langsung dalam bentuk segar. Permasalahan utama dalam produksi buah yang sifatnya musiman adalah daya simpan rendah dan harga jual yang turun ketika musim panen sehingga kurang menguntungkan bagi petani. Untuk meningkatkan posisi tawar petani akibat yang ditimbulkan dari rendahnya nilai jual dan daya tahan maka kegiatan pengolahan sawo merupakan salah satu cara yang dilakukan. Permasalahan yang dihadapi adalah membangun keinginan dan kreativitas dari masyarakat untuk memulai kegiatan tersebut. Berdasarkan permasalahan tersebut, melalui program pengabdian pada masyarakat, diharapkan memberikan kontribusi dalam memberikan pemahaman khususnya produksi lanjutan hasil produksi pertanian untuk meningkatkan nilai produk. Hasil penyuluhan yang dilakukan ternyata memberikan peningkatan pengetahuan dan kesadaran tentang konsep nilai tambah terhadap peserta terutama ibu PKK sebesar 43, 64% dari 41,30% menjadi 84,94%. Hal tersebut memperlihatkan bahwa penyuluhan terkait dengan pengetahuan nilai tambah produk pertanian terutama kepada ibu PKK dan masyarakat yang mengikuti kegiatan berjalan dengan baik termasuk juga fasilitasi yang dilakukan dengan instansi terkait (rumah kemasan dan dinas UKM).
Addressing Marketing Inefficiencies in Hanjeli Agribusiness (A Value Chain Analysis at the Pantastik Cooperative Sumedang) Fransisca Johana Tania; Ahmad Choibar Tridakusumah; Ernah Ernah
Buletin Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo Vol. 27 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/bpsosek.v27i1.1990

Abstract

This study aims to analyze the structure of the hanjeli agribusiness value chain, identify opportunities for value addition, evaluate the marketing efficiency of hanjeli products, and develop strategies for the further development of the hanjeli agribusiness at the Pantastik Cooperative. The research was conducted from January to March 2025 using a qualitative descriptive approach and a case study method. Data were collected from 16 informants, comprising five hanjeli farmers, three cooperative managers, three agricultural extension officers, three business partners, and two government representatives. Data analysis involved value chain mapping and marketing margin analysis. Findings indicate that the hanjeli agribusiness is managed integratively from upstream to downstream, involving actors such as farmers, cooperatives, and supporting institutions. The processing stage contributes the highest value addition at 23%, while marketing efficiency remains low at 19%, primarily due to high distribution and promotional costs. Based on these findings, this study outlines several development strategies to address key bottlenecks across the value chain, including upstream coordination, processing improvement, and market access expansion. These strategic insights provide practical entry points for enhancing the sustainability and competitiveness of Hanjeli agribusiness in rural settings.
Dynamics of Food Consumption in West Java Province Munida Hasna Shifwatun Najma; Kania Agustini; In In Indah Zakiah; Iwan Setiawan; Ahmad Choibar Tridakusumah
Return : Study of Management, Economic and Bussines Vol. 4 No. 1 (2025): Return: Study of Management, Economic And Bussines
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/return.v4i1.321

Abstract

West Java Province is the most populous province in Indonesia, facing significant food insecurity challenges, particularly among poor households. With a growing population and increasing poverty rates, understanding food consumption dynamics is critical for policy-making. his study aims to analyze the impact of price, income, and socio-demographic factors on food consumption in poor households in West Java Province, both in urban and rural areas. The analysis method was carried out using the Linear Approximation Almost Ideal Demand System (LA-AIDS) model. The results of the study show that the food consumption of poor households in West Java is generally influenced by the own price of the commodity, the price of other commodities, income, number of household members, type of region (rural/urban), education of the household head (average years of schooling of the head of household) and the type of work of the head of the household (agriculture/nonagriculture). The overall expenditure elasticity of poor households shows the results of positive expenditure elasticity. This means that all groups of food commodities are normal goods and some of them fall into the category of luxury goods. The government should make a policy to control food demand through controlling food prices, through decreasing food prices so that household food demand increases.
Pengaruh Karakteristik Inovasi terhadap Keputusan Adopsi Inovasi Lokal pada Budidaya Kopi Arabika di Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut Fani Rahmawati; Ahmad Choibar Tridakusumah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 3 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i3.19481

Abstract

Inovasi lokal dalam praktik budidaya merupakan solusi alternatif untuk petani di pedesaan yang kurang percaya diri untuk mengadopsi teknologi modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petani kopi di Desa Cikandang dan menganalisis pengaruh karakteristik inovasi meliputi keunggulan relatif, kesesuaian, kompleksitas, kemudahan untuk diuji coba, dan kemudahan diamati terhadap keputusan adopsi inovasi lokal dalam budidaya kopi. Desain penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan metode survei, dengan responden 50 petani anggota aktif kelompok tani Karya Mandiri. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas petani adalah pria usia 21–40 tahun, berpendidikan SD, menggarap lahan seluas 0,5–2 ha, dan modal Rp 3,1–6 juta. Dari kelima aspek karakteristik inovasi, hanya tiga aspek meliputi keunggulan relatif, kesesuaian, dan kemudahan untuk diamati yang memiliki pengaruh terhadap keputusan adopsi inovasi lokal pada budidaya kopi arabika di Desa Cikandang. Kata Kunci : adopsi, inovasi lokal, petani kopi, persepsi petani