Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengembangan Budidaya Ikan Lele (Clarias Gariepinus) Sistem Akuaponik Pada Kolam Terpal Di Desa Fadoro, Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat Dawolo, Agnes Juwita; Gea, Angel Sri Ayu; Zebua, Estin Krisdila; Waruwu, Heppi Kristiani; Waruwu, Irfan; Gulo, Martin; Zebua, Ratna Dewi
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 01 (2026): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i01.8038

Abstract

Budidaya ikan lele (Clarias gariepinus) dengan sistem akuaponik merupakan inovasi budidaya yang mengintegrasikan akuakultur dan hidroponik dalam satu sistem sirkulasi tertutup yang ramah lingkungan dan efisien. Penelitian ini dilakukan di Desa Fadoro, Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat pada tanggal 29 April 2025 oleh mahasiswa magang dengan tujuan mengetahui pertumbuhan tanaman kangkung dan kelangsungan hidup ikan lele dalam sistem akuaponik menggunakan kolam terpal. Sistem akuaponik memanfaatkan limbah ikan sebagai nutrisi tanaman, sementara tanaman membantu menjaga kualitas air kolam. Penggunaan aerator terbukti meningkatkan kadar oksigen terlarut yang penting bagi respirasi ikan dan mikroorganisme pengurai amonia. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan ikan lele dan tanaman kangkung yang cepat dan sehat, dengan efisiensi penggunaan air hingga 90% serta pengurangan limbah budidaya. Padat tebar ikan dan pemilihan tanaman yang tepat berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kualitas air. Sistem ini sangat cocok diterapkan di lahan sempit maupun daerah perkotaan, memberikan peluang usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik, akuaponik dapat menjadi solusi budidaya berkelanjutan yang menguntungkan secara ekonomi dan ramah lingkungan. Kata kunci: Budidaya ikan lele, sistem akuaponik, kolam terpal, efisiensi air, pertanian berkelanjutan
Studi Kelimpahan Fitoplankton Dan Zooplankton Di Perairan Nou, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara Laoli, Destriman; Telaumbanua, Betzy Victor; Zebua, Ratna Dewi; Dawolo, Januari; Zebua, Nistiarni
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 01 (2026): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i01.8665

Abstract

Fitoplankton dan zooplankton memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga fungsi ekosistem perairan melalui kontribusinya terhadap produktivitas primer dan transfer energi dalam jaring-jaring makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji variasi spasial, komposisi taksonomi, serta interaksi ekologis komunitas fitoplankton dan zooplankton di ekosistem estuari tropis Sungai Nou, Gunungsitoli, Sumatera Utara. Pengambilan sampel dilakukan pada empat stasiun yang mewakili gradien estuari hingga pesisir, disertai pengukuran parameter lingkungan utama seperti suhu, salinitas, oksigen terlarut, pH, nitrat, dan fosfat. Sebanyak 13 genus fitoplankton (didominasi Skeletonema, Thalassiosira, dan Ceratium) serta 5 genus zooplankton (didominasi copepoda) berhasil diidentifikasi. Kelimpahan fitoplankton berkisar antara 5.490 hingga 6.000 ind L⁻¹, sedangkan kelimpahan zooplankton berkisar antara 1.190 hingga 2.030 ind L⁻¹. Nilai indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H’ = 2,20–2,54) menunjukkan stabilitas komunitas sedang hingga tinggi dengan dominansi rendah (C < 0,3). Analisis korelasi Pearson memperlihatkan hubungan positif signifikan antara kelimpahan fitoplankton dan konsentrasi nutrien (NO₃⁻ dan PO₄³⁻), serta hubungan negatif dengan salinitas, yang mengindikasikan bahwa masukan nutrien dari sungai merupakan penggerak utama produktivitas primer. Analisis PCA memperkuat temuan bahwa gradien nutrien dan salinitas menjadi faktor penentu utama struktur komunitas plankton. Dominasi diatom dan copepoda menunjukkan transfer energi yang efisien dalam jaring makanan planktonik serta menegaskan pentingnya Perairan Nou sebagai daerah pembesaran alami yang mendukung perikanan lokal. Temuan ini memberikan dasar ilmiah untuk pengelolaan perikanan berbasis ekosistem serta strategi pemantauan nutrien guna menjaga keseimbangan ekologis dan produktivitas perairan estuari tropis. Kata Kunci: Fitoplankton, Zooplankton, Ekosistem estuari, Dinamika nutrien, Struktur komunitas, Indonesia.
Analysis of the Role of Seagrass Biodiversity in Supporting the Conservation of Marine Ecosystems in the Nias Islands, North Sumatra Zebua, Nistiarni; Zebua, Ratna Dewi; Telaumbanua, Betzy V.; Laoli, Destriman; Dawolo, Januari; Zebua, Okniel
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 14 No. 1 (2026): ISSUE JANUARY-JUNE 2026
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v14i1.65990

Abstract

Seagrass ecosystems are essential components of coastal environments and play a strategic role in maintaining the stability and sustainability of marine ecosystems. This study aimed to analyze seagrass species diversity and the role of seagrass biodiversity in supporting marine ecosystem conservation in the Nias Islands, North Sumatra. The research was conducted at three locations: La’aya Village (North Nias Regency), Fodo Waters (Gunungsitoli City), and waters near Sirombu Port (West Nias Regency), using the quadrat transect method during the lowest low tide. Data analysis included density, frequency, cover, Important Value Index (IVI), and the Shannon–Wiener diversity index (H′). The results identified five seagrass species, namely Syringodium isoetifolium, Cymodocea serrulata, Cymodocea rotundata, Halodule uninervis, and Thalassia hemprichii. Syringodium isoetifolium was the dominant species with the highest IVI across all study sites. The seagrass diversity index values ranged from 1.55 to 1.57, indicating a moderate level of diversity and a relatively stable community structure. These findings suggest that seagrass ecosystems in the Nias Islands are still functioning effectively and play a crucial role in supporting coastal stability, marine biodiversity, and as a scientific basis for sustainable marine ecosystem management and conservation. Keywords: coastal ecosystem; marine conservation; Nias Islands; seagrass biodiversity Abstrak Ekosistem lamun merupakan salah satu komponen penting ekosistem pesisir yang memiliki peranan strategis dalam menunjang keberlanjutan dan konservasi ekosistem laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keanekaragaman jenis lamun serta peranan biodiversitas lamun dalam mendukung upaya konservasi ekosistem laut di Kepulauan Nias, Sumatera Utara. Penelitian dilaksanakan pada tiga lokasi, yaitu Perairan Desa La’aya (Kabupaten Nias Utara), Perairan Fodo (Kota Gunungsitoli), dan Perairan dekat Pelabuhan Sirombu (Kabupaten Nias Barat). Metode yang digunakan adalah metode transek kuadrat pada saat surut terendah, dengan analisis struktur komunitas meliputi kerapatan, frekuensi, penutupan, Indeks Nilai Penting (INP), serta indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H′). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis lamun, yaitu Syringodium isoetifolium, Cymodocea serrulata, Cymodocea rotundata, Halodule uninervis, dan Thalassia hemprichii. Syringodium isoetifolium merupakan spesies dominan di seluruh lokasi dengan nilai INP tertinggi. Nilai indeks keanekaragaman lamun pada ketiga lokasi berada pada kategori sedang, dengan nilai H′ berkisar antara 1,55–1,57. Kondisi ini menunjukkan bahwa struktur komunitas lamun relatif stabil dan masih mampu menjalankan fungsi ekologisnya secara optimal. Keanekaragaman lamun yang masih terjaga berperan penting dalam mendukung stabilitas ekosistem pesisir, penyediaan habitat biota laut, serta menjadi dasar ilmiah dalam perencanaan pengelolaan dan konservasi ekosistem laut di Kepulauan Nias secara berkelanjutan. Kata kunci: Kata kunci: biodiversitas lamun; ekosistem pesisir; konservasi laut; Kepulauan Nias
Manajemen Lingkungan Perairan Dalam Mendukung Keberlanjutan Kualitas Air Bersih: Pendekatan Berbasis Ekosistem, Teknologi, Dan Partisipasi Masyarakat Lombu, Fakta Perjuangan; Laoli, Destriman; Zebua, Ratna Dewi
Jurnal Ilmu Pertanian dan Perikanan Vol. 2 No. 3 (2025): PENARIK - Desember
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/penarik.v2i3.1345

Abstract

Clean water quality is a fundamental component in sustaining aquatic ecosystems and supporting human life. Increasing pressures from pollution, climate change, and weak water resource management systems require integrated and sustainable environmental management strategies. This article aims to examine various aquatic environmental management strategies that support the sustainability of clean water quality through a literature review approach. The study applies a systematic literature review method by analyzing relevant national and international scientific journals focusing on ecosystem-based management, environmental technology innovations, climate change adaptation, as well as regulatory and community participation aspects. The findings indicate that ecosystem-based approaches, such as mangrove conservation and integrated coastal management, play a significant role in maintaining ecological functions and improving water quality. Furthermore, technological innovations including biofilters, membrane systems, and Internet of Things (IoT)-based real-time monitoring significantly enhance the effectiveness of water quality control and monitoring. However, challenges remain in the form of weak institutional coordination and limited community participation, which hinder effective policy implementation. Therefore, a holistic approach integrating ecological, technological, policy, and social dimensions is essential to achieve sustainable clean water management and long-term aquatic ecosystem resilience