Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Menguatkan Upaya Promotif-Preventif Tuberkulosis melalui Edukasi dan Skrining Terpadu Florence Pribadi; Desak Nyoman Surya Suameitria Dewi; Antonius Edwin Sutikno; Erik Jaya Gunawan; Natalia Yuwono; Lidya Handayani
Jurnal Leverage, Engagement, Empowerment of Community (LeECOM) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Leverage, Engagement, Empowerment of Community (LeECOM)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/leecom.v8i1.5921

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang menyebabkan angka kematian tinggi. Tuberkulosis banyak ditemukan di negara berkembang seperti Indonesia dengan lebih dari 800.000 kasus. Kabupaten Sumenep merupakan kabupaten dengan kasus tuberkulosis yang tinggi dan wilayah dengan keterbatasan jumlah tenaga kesehatan. Rendahnya pengetahuan mengenai penyebab, pencegahan, dan penularan, serta stigma negatif masyarakat terhadap tuberkulosis menjadi faktor peningkatan kasus. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam rangka pencegahan dan penemuan kasus baru sebagai salah satu upaya dalam pengendalian tuberkulosis di Sumenep. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan Puskesmas Pamolokan dan Pandian dalam proses identifikasi masalah, perencanaan kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Pengabdian masyarakat ini terdiri atas beberapa kegiatan, antara lain edukasi, skrining tuberkulosis dengan pemeriksaan rontgen toraks, pemeriksaan kesehatan dasar, dan konsultasi kesehatan. Terdapat 96% masyarakat dari keseluruhan yang hadir mengikuti kegiatan edukasi telah mengetahui dan memahami materi tuberkulosis dengan baik. Ditemukan satu orang dengan hasil pemeriksaan rontgen toraks abnormal yang diindikasikan positif tuberkulosis. Masyarakat mendapatkan layanan pemeriksaan, konsultasi, dan pengobatan gratis yang telah disediakan.
Prevalensi Kolonisasi Asimptomatik Staphylococcus aureus, Pola Resistensi Antibiotik dan Perilaku Higiene Petugas Medis Audy Tjandrawan; Lidya Handayani Tjan; Desak Nyoman Surya Suameitria Dewi; Yohanes Ary Prayoga; Natalia Yuwono; Achmad Thoriq Romadhon
Prominentia Medical Journal Vol 7 No 1 (2026): Prominentia Medical Journal
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/pmj.v7i1.6326

Abstract

Staphylococcus aureus is an opportunistic pathogen that can colonize human skin and mucosa without causing symptoms, particularly among healthcare workers who are at risk of becoming asymptomatic carriers and contributing to nosocomial infections. This study aimed to determine the prevalence of S. aureus colonization and its antibiotic resistance patterns among healthcare workers. An observational analytic study with a cross-sectional design was conducted among healthcare workers in the ICU and Central Operating Theatre of RS Kristen Mojowarno using questionnaires and swab samples from the nasal, oropharyngeal, and axillary sites. Univariate analysis and Fisher’s Exact Test were applied for data analysis. Of 25 participants, 4 healthcare workers (16%) were colonized with S. aureus, with the nasal site being the most common (12%). Antibiotic susceptibility testing showed the highest resistance to penicillin (60%), while all isolates were 100% sensitive to erythromycin and cefoxitin. No significant association was found between handwashing frequency or nose-touching habits and S. aureus colonization (p = 1.000). This study concludes that there is no significant relationship between hand hygiene practices or nose-touching habits and S. aureus colonization among healthcare workers.
Classification of Gram-Stained Microscopy Images of Bacteria Cultured on Multiple Media Using Frozen and Fine-Tuned ResNet-50 Transfer Learning: A Comparative Study Daniel Martomanggolo Wonohadidjojo; Lidya Handayani
Teknika Vol. 15 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Center for Research and Community Service, Institut Informatika Indonesia (IKADO) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/teknika.v15i2.1507

Abstract

The accurate and rapid identification of pathogenic bacteria is critical in clinical microbiology for guiding appropriate antibiotic therapy and infection control. This study proposes an automated classification system for Gram-stained bacterial microscopy images representing four clinically significant Gram-negative pathogenic species — Enterobacter cloacae, Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, and Pseudomonas aeruginosa — cultivated on five different culture media: Blood Agar Plate (BAP), MacConkey agar (MAC), Mueller-Hinton agar (MHA), Mueller-Hinton broth (MHB), and Nutrient agar (NA), yielding a 20-class classification problem. A primary dataset of 166 images was collected from clinical isolates using a standardized Gram staining protocol and imaged at 1000× magnification using a Leica DM500 trinocular microscope. Two ResNet-50 transfer learning strategies were compared under stratified 5-fold cross-validation: Experiment A using a frozen ResNet-50 as a fixed feature extractor, and Experiment B using a fully fine-tuned ResNet-50. Experiment B (fine-tuned) outperformed Experiment A (frozen) overall, achieving mean accuracy of 0.5832 ± 0.1109 and macro F1-score of 0.5409 ± 0.1231 compared to 0.5601 ± 0.0603 and 0.5010 ± 0.0935 respectively. The highest per-class F1-score was 0.9333 for E. coli on MAC and MHA in both experiments. Culture medium type is identified as a key determinant of classification difficulty, with selective and differential media yielding superior results over non-selective general-purpose media. Although fine-tuning improved performance, the relatively small dataset size and moderate overall accuracy indicate that larger-scale validation is required before clinical deployment.
Gambaran Durasi dan Jumlah Penggunaan Gawai terhadap Kesehatan Mata Tenaga Kependidikan dan Tenaga Pengajar di Surabaya Barat Natalia Yuwono; Lidya Handayani; Desak Nyoman Surya Suameitria Dewi; Nathania Dwi Kencanawati; Victor Setiawan Tandean
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 9 No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v9i3.25896

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam 20 tahun terakhir menyebabkan transformasi besar dalam cara manusia berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Rata-rata waktu yang dihabiskan oleh individu untuk menggunakan internet melalui perangkat digital mencapai lebih dari 6 jam per hari, yang sebagian besar didominasi oleh aktivitas menatap layar (screen time). Dalam program ini juga bertujuan untuk mengedukasi bagaimana cara meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pemeriksaan mata dan perawatan kesehatan mata secara umum di kalangan sivitas akademika, dengan melakukan skrining dan pemeriksaan mata pada tenaga pendidik dan tenaga kependidikan untuk mencegah dan mendeteksi secara dini adanya gangguan pada mata. Cakupan peserta meliputi tenaga kependidikan dan tenaga pengajar di area Surabaya Barat, kegiatan dilaksanakan di Universitas Ciputra pada bulan Mei 2024. Metode pelaksanaan diawali dengan pemeriksaan umum, pemeriksaan mata dengan alat Auto Refracto Keratometer (ARK), dan Snellen Chart yang di diagnosis langsung oleh Dokter Spesialis Mata. Hasil dari pemeriksaan diolah dengan metode kuantitatif uji deskriptif berupa tabulasi data dengan membandingkan jumlah gawai dengan durasi penggunaan. Hasil dari pengabdian masyarakat, peserta yang memiliki gangguan mata terbanyak adalah penggunaan multidevice dan durasi lebih dari 2 jam, oleh karena itu perlu dilakukan melakukan skrining mata secara rutin, dan melakukan pembatasan jumlah perangkat digital yang digunakan secara bersamaan, dan menerapkan pencegahan kerusakan pada mata.