Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH TEMPERATUR PELEBURAN ALKALI TERHADAP KONDUKTIVITAS LISTRIK ZEOLIT SINTETIK DARI BAHAN ABU DASAR BATUBARA DENGAN METODE PELEBURAN ALKALI HIDROTERMAL Sriwahyuni, Nila; Muttaqin, Afdhal; -, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.1.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan sintesis zeolit dari abu dasar dengan metode peleburan alkali hidrothermal. Temperatur peleburan yang digunakan adalah 550 0C, 750 0C dan 950 0C dengan perbandingan abu dasar : NaOH yaitu 1:1,2 g. Sampel abu dasar yang telah dilebur dengan NaOH kemudian dipanaskan melalui proses  hidrotermal dengan variasi media kristalisasi aquades dan  NaAlO2. Sampel zeolit hasil sintesis kemudian dicuci dengan aquades hingga pH 9-10. Karakterisasi meliputi karakterisasi gugus fungsi menggunakan FT-IR, morfologi permukaan menggunakan SEM, dan jenis material menggunakan XRD serta pengukuran konduktivitas. Untuk keperluan pengukuran konduktivitas, sampel dikompaksi membentuk pellet dengan massa 0,3 g. Hasil FT-IR menunjukkan bahwa terdapat sidik jari untuk ikatan regangan SiO dan AlO serta double ring (cincin ganda). Dari hasil difraktometer sinar-X terlihat bahwa zeolit hasil sintesis dengan penambahan aquades merupakan zeolit tipe Na. Sedangkan dengan penambahan NaAlO2 menghasilkan zeolit tipe Na-A, zeolit P dan Unnamed zeolite. Uji konduktivitas dengan menggunakan LCR-meter menunjukkan bahwa rentang nilai konduktivitas sampel adalah 0,0407 mS/m hingga 0,3814 mS/m. Zeolit dengan nilai konduktivitas tertinggi (0,3814 mS/m) dihasilkan oleh temperatur peleburan 550 0C dan dengan media kristalisasi NaAlO2.Kata kunci : abu dasar, alkali – hidrothermal,  konduktivitas, zeolit AbstractSynthesis of zeolites from bottom ash by alkali melting hydrothermal method have been done. Melting temperature was 550 0C, 750 0C and 950 0C with a ratio of bottom ash: NaOH is 1: 1.2 g. Samples of bottom ash which had been merged with NaOH then heated through a hydrothermal process with 2 kinds of crystallization medium that are distilled water and NaAlO2. Synthesized zeolite samples were then washed with distilled water until pH 9-10. The characterization includes functional groups using FT-IR, surface morphology with SEM, and type of material using XRD, and conductivity measurements. For the purposes of conductivity measurement, the samples compacted to form pellets with a mass of 0.3 g. FT-IR results showed that there are fingerprints for bond stretching of SiO and AlO and Double Ring. X-ray diffraction (XRD) shows that the zeolites which are synthesized by the addition of distilled water is Na-type zeolite. While the zeolites which are synthesized by the addition of NaAlO2 produce Na-A, P and Unnamed zeolite types. Conductivity test using LCR meter showed that range of the sample conductivity is from 0.0407 mS/m to 0.3814 mS/m. Zeolite with the highest conductivity (0.3814 mS/m) were obtained from melting temperature of 550 0C and with NaAlO2 as crystallization medium.Keywords : bottom ash, alkali – hidrothermal, zeolite, conductivity
SINTESIS KOMPOSIT PAni/KARBON DARI TEMPURUNG KEMIRI (Aleurites moluccana) SEBAGAI ELEKTRODA KAPASITOR Nurdiati, Depi; -, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.1.%p.2015

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu aktivasi karbon dan mengkarakterisasi sifat listrik serta struktur pori komposit PAni/karbon berbasis tempurung kemiri yang akan digunakan sebagai elektroda kapasitor. Karbon aktif disintesis menggunakan metode aktivasi kimia dengan variasi suhu aktivasi yaitu 300 0C, 400 0C, 500 0C dan 600 0C. Polianilin (PAni) disintesis dengan metode polimerisasi oksidasi kimia. Pengukuran konduktivitas dan kapasitansi komposit PAni/karbon menggunakan LCR meter. Membran PVA (Polyvinyl Alcohol) dipakai sebagai bahan dielektrik pada pengukuran kapasitansi. Ukuran pori karbon aktif ditentukan dari hasil foto SEM (Scanning Electron Microscopy). Ditinjau dari hasil SEM pada perbesaran 10.000 x, karbon aktif pada suhu aktivasi tertinggi (600 0C) memiliki pori yang lebih banyak dan lebih dalam, dengan ukuran pori terkecil 0,19 μm dan ukuran pori terbesar 4,72 μm. Konduktivitas listrik komposit PAni/karbon semakin besar seiring dengan meningkatnya suhu aktivasi karbon dengan nilai tertinggi 5,7 x 10-3 S/m. Nilai kapasitansi tertinggi pada sampel yaitu 10,52 μF.Kata kunci: tempurung kemiri, PAni/karbon, konduktivitas, kapasitansi kapasitorABSTRACTThe purpose of this research is to analyze the effect of activation temperature of carbon and to characterize the electrical properties and the pore structure of PAni/carbon composite based on candlenut shell as a capacitor electrodes. Synthesis of activated carbon by using a chemical activation method with varies temperature about 300 0C, 400 0C, 500 0C and 600 0C. The polyanilines (PAni) were synthesized by using chemical oxidation polymerization method. Conductivity and capacitance of PAni/carbon composite was analyzed by using LCR meter and pore size by using SEM (Scanning Electron Microscopy). By reviewing from the results of SEM at   10.000 x magnification, activated carbon with highest activation temperature (600 0C) have more and deeper pores with the smallest pore size is 0.19 μm and 4.72 μm for the largest pore size. The electrical conductivity of PAni/carbon composite is greater with increasing of activation temperature of carbon with the highest value is 5.7 x 10-3 S/m. In Measurement of capacitor capacitance, dielectric material is PVA membrane (Polyvinyl Alcohol). The highest capacitance of the samples is 10.52 μF.Keywords: candlenut shell, PAni/carbon, conductivity, capacitors capacitance 
SINTESIS MATERIAL FOTOKATALIS TiO2 UNTUK PENJERNIHAN LIMBAH TEKSTIL Tussa’adah, Risda; -, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.1.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan sintesis material fotokatalis titanium dioksida (TiO2) dengan metode pemanasan sederhana dalam larutan polimer. Polimer yang digunakan adalah polietilen glikol (PEG 6000). Sintesis dilakukan pada suhu 4000C dan ditahan selama 0 jam (tanpa ditahan), 1 jam, 2 jam dan 3 jam. Berdasarkan hasil karakterisasi scanning electron microscope (SEM) didapatkan bahwa semakin lama waktu sintesis menyebabkan terjadinya agglomerasi (pengumpalan) partikel. Material fotokatalis TiO2 telah diuji untuk penjernihan air limbah tekstil. Aktivitas fotokatalis TiO2 menyebabkan penurunan nilai pH dari 10,09 menjadi 9,06 dan penurunan nilai Total Dissolved Solid (TDS) dari 1191 mg/L menjadi 409 mg/L dengan waktu tahanselama 0 jam (tanpa ditahan).Kata kunci: TiO2, polimer, fotokatalis, PEG 6000AbstractA study concerning the synthesis of titanium dioxide (TiO2) material photocatalyst using a simple heating method in polymer solvent. Polymer used was polyethylene glycol (PEG 6000). Synthesis was done at temperature of 4000C and hold for 0 hour (no holding), 1 hours, 2 hours, and 3 hours. Based on the characterization of scanning electron microscope (SEM) result that longer TiO2 synthesis time cause particle agglomeration. The material of photocatalyst has been tested to purify textile waste water. The activity of photocatalyst of TiO2 decrease pH from 10.09 to 9.06 and the value of total dissolved solid (TDS) from 1191 mg/L to 409 mg/L without holding time for 0 hour (no holding).Keywords : TiO2, polymer, photocatalyst, PEG 6000
SINTESIS DAN KARAKTERISASI MAGNESIUM OKSIDA (MgO) DENGAN VARIASI MASSA PEG-6000 Alpionita, Peni; -, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 2: April 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.2.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang sintesis dan karakterisasi magnesium oksida (MgO) menggunakan metode presipitasi. Nanopartikel MgO disintesis dengan memvariasikan massa     PEG-6000 yaitu 0,5 g, 1 g dan 1,5 g pada suhu sintering 350 ºC. Sintesis nanopartikel MgO dengan penambahan PEG-6000 2 g dilakukan pada suhu sintering 350 ºC dan 500 ºC. Struktur kristal, ukuran kristal, morfologi permukaan dan distribusi diameter partikel dari nanopartikel ini dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dan Scanning Electron Microscope (SEM). Dari hasil analisis pola difraksi sinar-X menunjukkan bahwa struktur kristal MgO berbentuk kubik dan morfologi permukaan MgO berbentuk bulat (spherical). Ukuran kristal semua sampel berkisar antara 51,01 nm – 72,27 nm dan ukuran partikel semua sampel berkisar antara 15 nm – 65,42 nm. Morfologi permukaan partikel dengan penambahan massa PEG-6000 2 g terlihat adanya        rongga-rongga antara partikel sehingga dapat mengurangi penggumpalan (aglomerasi) partikel apabila dibandingkan dengan penambahan massa PEG-6000 yang lebih sedikit yaitu 0,5 g, 1 g, dan 1,5 g. Morfologi permukaan nanopartikel MgO yang disintering pada suhu yang lebih tinggi terlihat semakin homogen dan terdapat sedikit penggumpalan (aglomerasi) dibandingkan dengan sampel yang disintering pada suhu rendah. Kata kunci : MgO, presipitasi, PEG-6000, XRD, SEMAbstractThe synthesis and characterization of magnesium oxide (MgO) by precipitation method has been conducted. MgO nanoparticles was synthesized with mass variations of PEG-6000 0.5 g, 1.0 g and   1.5 g at sintering temperature of 350 ºC. Synthesis of MgO nanoparticles with PEG-6000 2 g was done at sintering temperature of 350 ºC and 500 ºC. Crystal structure, crystallite size, surface morphology and particle diameter distribution of these nanoparticles were characterized by X-Ray       Diffraction (XRD) and Scanning Electron Microscope (SEM). X-ray patterns analysis, show that crystal structure of MgO are cubic shape and surface morphologi of MgO is spherical shape. The crystallite size of all samples are approximately from 51.01 nm – 72.27 nm. The particles size of all samples are approximately from 15 nm – 65.42 nm. Surface morphology of particles with mass addition of PEG-6000 2 g show the cavities between the particles so as to reduce agglomeration particles when compared with addition of PEG-6000 are less that 0.5 g, 1.0 g and 1.5 g. Surface morphology of MgO nanoparticles  were sintering at high temperature show more homogeneous and there is a little agglomeration compared with sampleswere sintering at low temperatures.Keywords : MgO, precipitation, PEG-6000, XRD, SEM
PEMBUATAN ELEKTRODA KAPASITOR KARBON BERPORI DARI TEMPURUNG KEMIRI (Aleurites moluccana) SEBAGAI SISTEM CAPACITIVE DEIONIZATION Taspika, Melda; -, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 2: April 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.2.%p.2015

Abstract

ABSTRAKKarbon aktif dibuat dari tempurung kemiri (Aleurites moluccana) menggunakan H3PO4 2,5% sebagai aktivator dengan suhu aktivasi 300, 400, 500, dan 600 ºC. Luas permukaan spesifik karbon yang dihasilkan masing-masing adalah 16,514; 6,582; 95,623; dan 391,567 m2/g. Daya elektrosorpsi meningkat dengan bertambahnya suhu aktivasi karena meningkatnya luas permukaan aktif. Karbon dengan suhu aktivasi 600 ºC digunakan sebagai bahan dasar pembuatan elektroda kapasitor untuk sistem capacitive deionization (CDI) menggunakan polimer polyvinyl alcohol (PVA) sebagai pengikat. Data voltammogram siklik digunakan untuk menentukan besar kapasitansi spesifik elektroda kapasitor yang dibuat dari karbon dengan suhu aktivasi 300 ºC dan 600 ºC. Besar kapasitansi spesifik berturut-turut adalah 81,19 mF/g dan 50,21 mF/g. Sifat kapasitor diamati menggunakan osiloskop dengan memberikan tegangan input berupa sinyal persegi periodik 1,5 V dan dihasilkan tegangan output untuk elektroda dengan suhu aktivasi karbon 300 ºC  dan 600 ºC masing-masing adalah 0,2 V dan 0,6 V dengan pola pengisian dan pengosongan kapasitor.Kata kunci :karbon aktif, capacitive deionization, elektroda kapasitor, tempurung kemiri, H3PO4AbstractActivated carbon was made from candlenut shell (Aleurites moluccana) by using H3PO4 2.5% as activating agent. All samples were heated at the temperatures of 300, 400, 500, and 600 ºC. The results show that activated carbon has specific surface area 16.514; 6.582; 95.623; and 391.567 m2/g respectively. The higher the activation temperature, the higher the power of adsorption capacity since the surface area increases. Electrode capacitor for capacitive deionization (CDI) system was fabricated by using activated carbon that was heated at activation temperature of 600 ºC with polyvinyl alcohol (PVA) as the binder. From cyclic voltammogram of electrode, specific capacitance of CDI electrode by using carbon that was heated at the temperatures of 300 ºC and 600 ºC are 81.19 mF/g and 50.21 mF/g respectively. Characteristics charge and discharge of capacitor was obtained by using oscilloscope. The signal input is square wave 1.5 V and output signal for carbon that was heated at temperatures of 300 ºC  and 600 ºC are sinusoidal wave 0.2 V and 0.6 V.Keywords :activated carbon, capacitive deionization, capacitor electrode, candlenut shell,H3PO4
PENGARUH TEMPERATUR SINTERING KARBON AKTIF BERBASIS TEMPURUNG KEMIRI TERHADAP SIFAT LISTRIK ANODA BATERAI LITIUM Indah Negara, Vamellia Sari; -, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 2: April 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.2.%p.2015

Abstract

ABSTRAKSintesis material anoda baterai litium telah dilakukan dengan bahan baku dari litium hidroksida (LiOH) dan karbon aktif. Pembuatan karbon aktif dilakukan menggunakan aktivasi kimia dari arang kemiri dengan temperatur aktivasi 600 oC dan H3PO4 2,5% sebagai aktivator. Karbon aktif dikarakterisasi menggunakan SEM-EDS. Sintesis material anoda menggunakan metode sol-gel dengan variasi temperatur sintering 400 oC, 450 oC dan 500 oC. Material anoda dibuat dalam bentuk pellet dan dikarakterisasi menggunakan SEM, XRD, LCR meter dan Cyclic Voltammetry. Hasil SEM menunjukkan semakin tinggi temperatur sintering dihasilkan material yang lebih padat dengan pori-pori yang lebih kecil, sedangkan hasil XRD menunjukkan semua sampel memiliki fasa Li2CO3 dengan struktur kristal monoklinik. Konduktivitas listrik maksimum sebesar 1,0805x10-4 S/cm dan kapasitansi 198,6 μF yaitu pada sampel dengan temperatur sintering 450 oC.Kata kunci : baterai litium, arang kemiri, temperatur sinteringAbstractSynthesizing anode material of lithium battery has been done from lithium hydroxide (LiOH) and activated carbon. The manufacturing of activated carbon was done using chemical activation made fromcandlenut charcoal with an activation temperature was 600 °C and the activator was 2.5% H3PO4. Activated carbon was characterized using SEM-EDS. The anode material was synthesizedusing sol-gel method with variation of sintering temperature of 400 °C, 450 °C, and 500 °C. Anode material was manufactured in the form of pellets and characterized using SEM, XRD, LCR meters and Cyclic Voltammetry. SEM results show that thehigher sintering temperature, the denser material produced and the smaller pores size. The XRD results show that all samples haveLi2CO3 phase with monoclinic crystal structure. The maximum conductivity is 1.0805x10-4 S/cm and the capacitance is 198.6 μF at the sample with the sintering temperature of 450 °C.Keywords : lithium battery, charcoal hazelnut, sintering temperature
SINTESIS NANOPARTIKEL SILIKA DARI PASIR PANTAI PURUS PADANG SUMATERA BARAT DENGAN METODE KOPRESIPITASI Hayati, Rahma; -, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 3: Juli 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.3.%p.2015

Abstract

ABSTRAKSintesis nanopartikel silika telah berhasil dilakukan menggunakan metode kopresipitasi daripasir pantai Purus Padang Sumatera Barat. Hasil karakterisasi XRF menunjukkan bahwa pasir pantai Purus Kota Padang mengandungsilika sebesar 71%. Nanopartikel silika disintesis dengan menggunakan metode kopresipitasi, yaitu dengan cara merendam pasir dengan HCl 10M selama 12 jam, kemudian pasir direaksikan dengan NaOH 5M, 6M dan 7M. Larutan disaring kemudian dititrasi dengan HCl 10M sampai pH akhir mendekati 1. Hasil sintesis dikeringkan pada suhu 80ᵒC selama 5 jam. Berdasarkan hasil XRD ditemukan bahwa sampel yang disintesis dengan NaOH 5M mempunyai fasa amorf, sedangkan fasa kristal ditemukan pada sampel dengan konsentrasi NaOH 6M dan 7M, dengan ukuran kristal lebih kecil dari pada 50 nm. Sampel silika memiliki bentuk dan ukuran partikel yang cukup bervariasidengan ukuran partikel antara 25 nm dan 80 nm. Kata kunci : nanopartikel silika, kristal, amorf,kopresipitasi, XRD, XRF, SEMAbstractSynthesis of silica nanoparticles has been conducted by using the coprecipitation method from Purus coast sand ofPadang West Sumatera. XRF characterization results indicate that the Purus coast sand of Padang contains71%silica. Silica nanoparticles synthesized using coprecipitation method, where the sands are soaked in 10M HCl for 12 hours, then the sands are reacted with NaOH 5M, 6M and 7M. The solution is then filtered and titrated with 10M HCl until pH about 1 is reached. Synthesis results is dried at a temperature of 80 ᵒC for 5 hours. XRD result show that the samples which were synthesized with NaOH 5M has an amorphous phase, while the crystalline phase was found in the samples with concentrations of 6M and 7M NaOH, with crystalline sizes less than 50 nm. Samples of silica have various particlesshape that are from 25 nm to 80 nm. Keywords: silica nanoparticles, crystalline, amorphous, coprecipitation, XRD, XRF, SEM 
Efek Doping Senyawa Alkali Terhadap Celah Pita Energi Nanopartikel ZnO Olimpiani, Ira; Astuti, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.2.115-121.2016

Abstract

Penelitian tentang efek doping senyawa alkali terhadap celah pita energi nanopartikel ZnO telah dilakukan. Sintesis nanopartikel ZnO dilakukan dengan metode sol-gel dengan doping senyawa alkali yaitu Li2CO3, Na2CO3 dan K2CO3. Hasil sintesis dikarakterisasi dengan X-Ray Diffraction untuk mengetahui struktur dan ukuran kristal, UV-Vis Spectrometry untuk menentukan celah pita energi dan Scanning Electron Microscope untuk mengetahui morfologi. Struktur kristal yang terbentuk dari ZnO yang di-doping adalah hexagonal zincite. Ukuran kristal yang didapatkan dari ZnO tanpa doping adalah 84,31 dan ZnO yang di-doping senyawa alkali yaitu 37,76 nm; 26,57 nm dan 52,78 nm. ZnO yang didoping senyawa alkali memiliki nilai celah pita energi dengan nilai yang lebih kecil yaitu 3,46 eV; 3,54 eV; dan 3,46 eV. ZnO tanpa doping terlihat memiliki jumlah butiran partikel yang sedikit dan menggumpal, sedangkan ZnO yang di-doping dengan logam alkali memperlihatkan ukuran partikel yang tidak seragam dan bentuk partikel yang menggumpal.Kata kunci: celah pita energi, doping, senyawa alkali, ZnO
Pengaruh Konsentrasi LiOH terhadap Sifat Listrik Anoda Baterai Litium Berbasis Karbon Aktif Tempurung Kemiri Susana, Hidayati; Astuti, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.2.136-141.2016

Abstract

Telah dilakukan sintesis material anoda baterai litium dari litium hidroksida (LiOH) dan karbon aktif. Pembuatan karbon aktif dilakukan dengan aktivasi kimia dari arang kemiri menggunakan H3PO4 2,5 % sebagai aktivator pada temperatur aktivasi 600 ºC. Karbon aktif dikarakterisasi menggunakan SEM. Selanjutnyadilakukan pembuatan material anoda dengan menggunakan metode sol-gel dengan variasi konsentrasi LiOH 0,2 g; 1 g; 1,5 g dan 2 g. Material anoda dibuat dalam bentuk pelet dan dikarakterisasi menggunakan X-ray Diffraction (XRD), LCR meter dan Cyclic Voltammetry (CV). Hasil SEM menunjukkan bahwa pori karbon aktif tersebar hampir merata, dan berdasarkan hasil XRD, semua sampel memiliki fasa carbon (C) dengan struktur kristal hexagonal. Konduktivitas dan kapasitansi maksimum yang diperoleh pada konsentrasi LiOH 1,5 g sebesar (2,34x10-6 ) S/cm dan 327,93 μF.Kata kunci : arang kemiri, baterai litium, LiOH, kapasitansi, konduktivitas
Pengaruh Suhu Aktivasi Terhadap Morfologi dan Jumlah Pori Karbon Aktif Tempurung Kemiri sebagai Elektroda Efendi, Zudit; Astuti, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.4.297-302.2016

Abstract

Telah dibuat elektroda dari karbon aktif tempurung kemiri (Aleurites molucanna) dengan H3PO4 2,5 % sebagai aktivator dengan suhu aktivasi 600 oC, 700 oC, dan 800 oC. Jumlah mesopori karbon aktif yang dihasilkan berturut-turut adalah 208, 2381, dan 942 pori. Luas permukaan pori karbon aktif adalah 444426,57 , 12910253,53, dan 3466400,00 nm2. Nilai konduktivitas listrik elektroda yang diperoleh adalah 0,02, 0,03, dan 0,04 µS. Untuk nilai kapasitansi adalah 9,44, 15,13, dan 8,76µF. Sehingga elektroda terbaik dihasilkan pada suhu aktivasi 700 oC.Kata kunci:  Cappacitive deionization, elektroda, H3PO4, Karbon aktif, mesopori, tempurung kemiri
Co-Authors Abdurrahim, Muhammad Rhohid Adrial, Rico Afdal Afdal Afdhal Muttaqin Aflahannisa Aflahannisa Aflahannisa, Aflahannisa Ahmad Fauzi Pohan Alief, Iqbal Alimin Mahyudin Alvionita, Novia Amri Bakhtiar Anggun Pradilla Sandi Anggun Pradilla Sandi, Anggun Pradilla Apriyanto, Apriyanto Aprizon Putra Arasi Syamsir Arasi Syamsir Ardian Putra Arif Budiman Arsita, Yuliani Ayu Mairoza Ayu Mairoza Baqi, Ahmad Iqbal Betti Delmifiana Betti Delmifiana Bunga Novia Chika Yandora Citra Mardatillah Taufik Citra Mardatillah Taufik Claudia, Geby Dahyunir Dahlan Damanhuri, Harfiandri Damayanti, Elok Dedi Hermon Dedi Mardiansyah Defri Rahman Delni Sriwita Delni Sriwita Depi Nurdiati Depi Nurdiati, Depi Devi Pebrina Devi Pebrina Dewi Nainggolan, Christine Dian Fitriyani Dian Milvita Dwi Pujiastuti Dwi Puryanti Efendi, Zudit Elistia Liza Namigo, Elistia Elvaswer Elvaswer Erika Linda Yani Nasution F, Maduri Fauzi, Abas Feriska Handayani Irka, Feriska Handayani Firmansyah - Firmansyah - Fitiria, Zakiatul Giyalovta, Algozan Degesha Hamzan Wadi Hari Gusti Firnando Hari Gusti Firnando, Hari Gusti Harmadi Harmadi Harmen Zanur Harun, Lalu Ahmad Hawariyi Ola Yuzria Hawariyi Ola Yuzria Haya, Nabila Fadia Helga Dwi Fahyuan Helga Dwi Fahyuan Hendro Susilo Hidayati Susana Hidayati Susana, Hidayati Homiswadi, Homiswadi Hudoyo, Sapto Husnah, Ilma Ihda Khaira ihda khaira Ilma Husnah Imam Taufik Imam Taufiq Indang Dewata Indriwati Indriwati Iqbal Alief Ira Olimpiani Ira Olimpiani, Ira Jaslia, Nora Zenestry Juwita Safitri, Juwita Kasman Ediputra, Kasman Khaira, Ihda Kurniaan, Rengga Adit Kurniawan, Rengga Adit Laila Sari Laila Sari Lailatul Marhamah Lenny Dermawan Sembiring Lestari, Asril Ayu Lidya Mozanna Machmudah, Machmudah Maduri F Mahdi Mahdi Mahdi Mahdi Mahdi Mahdi, Mahdi Mairoza, Ayu Mairoza, Ayu Maiza, Rahmah Khairati Mardiyanto - Mardiyanto - Marhamah, Lailatul Marzuki Marzuki Mayestika, Nadya Melanz Hasan Melanz Hasan Melda Taspika Melda Taspika, Melda Meqorry Yusfi Mieke Wulandari Mirahwati, Mirahwati Mohammad Ali Shafii Mora Mora Mora Mozanna, Lidya Muhammad Ilham Muhammad Ilham Muhammad Rhohid Abdurrahim Muhibbatun, Muhibbatun Muldarisnur, Mulda Mutya Vonnisa Nabila Fadia Haya Nadya Mayestika Negara, Vamellia Sari Indah Nila Sriwahyuni Nila Sriwahyuni, Nila Ningsi, Sulastriya Nini Firmawati Noni Nopriantina Noni Nopriantina Nora Zenestry Jaslia Noraida Novia Alvionita Novia, Bunga Novita, Deli Nurhaleni, Nurhaleni Nurhidayah Sari, Nurhidayah NURUL AZIZAH Okti Mulyani, Okti Pebrina, Devi Peni Alpionita Peni Alpionita, Peni Putri Azima Rafsanjani Putri Pratiwi Radika, Rezi Rahma Hayati Rahma Hayati Rahma Nella Rahma Nella Rahmad Rasyid Rahmah Khairati Maiza Rahmah Khairati Maiza Rahmah Khairati Maiza Rahmat Rasyid Rahmawati, Sri Andlina Ramacos Fardela Ramadhani, Melvira Raudhoh Raudhoh Rengga Adit Kurniaan Rengga Adit Kurniawan Resti Rahayu Resti Rahayu Rhomar, Zeflianto Riana Riana, Riana Risda Tussa’adah Rizchi Aulia Utami Rozi, Tika Yulian Rudi Febriamansyah Santika, Rahma Semeidi Husrin Setiani, Dwi Aluh Sintha Widiawati Sonya Rahayu Sonya Rahayu Sri Handani Sri Oktamuliani Suci Miza Marta Ulfia Suci Miza Marta Ulfia, Suci Miza Marta Suparno . Susilo, Hendro Syukri Arief Tika Yulian Rozi Trengginas Eka Putra Sutantyo Try Al Tanto Tussa’adah, Risda Usna, Sri Rahayu Alfitri Utami, Rizchi Aulia Vamellia Sari Indah Negara Veronica, Yessi Virrisya Virrisya Virrisya, Virrisya Widiawati, Sintha Wildian Wildian Wilson Novarino Winata, Rizki Hardian Winda Rahayu Okta Yanti Winda Rahayu Okta Yanti Wulandari, Mieke Yanti, Winda Rahayu Okta Yanti, Winda Rahayu Okta Yessi Veronica Yolanda Oktaviani Yolanda Oktaviani Yossi Rahmadeni Yuliani Arsita Yulistriani, Yulistriani yunasfi yunasfi Yusfi, Meqqory Zanur, Harmen Zaunit, Muthia Miranda Zeflianto Rhomar Zelin, Hikmatul Gusti Fadhia Zudit Efendi Zudit Efendi Zulfi Zulfi Zulfi, Zulfi Zulhendri Zulhendri