Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Konsentrasi NaOH pada Sintesis Nanosilika dari Sinter Silika Mata Air Panas Sentral, Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Metode Kopresipitasi Susilo, Hendro; Putra, Ardian; Astuti, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.4.334-338.2016

Abstract

Nanopartikel silika telah disintesis dari sinter silika yang bersumber dari mata air panas Sentral, Solok Selatan, Sumatera Barat menggunakan metode kopresipitasi. Sintesis dilakukan dengan cara merendam sinter silika dengan HCl 10 M selama 12 jam dan direaksikan dengan NaOH 8 M, 9 M dan 10 M. Larutan disaring dan dititrasi dengan HCl 10 M hingga pH mencapai 1, kemudian dicuci dan dikeringkan dengan oven selama 5 jam dengan suhu 100 oC. Dari hasil karakterisasi X-Ray Diffraction (XRD) didapatkan bahwa sampel yang direaksikan dengan NaOH 8 M dan 9 M, menghasilkan fasa kristal dengan ukuran kristal berturut-turut 224 nm dan 138 nm, sedangkan sampel dengan konsentrasi NaOH 10 M memiliki fasa amorf. Berdasarkan hasil karakterisasi Scanning Electron Microscopy (SEM) didapatkan ukuran partikel rata-rata berturut-turut 506 nm, 245 nm, dan 202 nm.Kata kunci : nanopartikel, sinter silika, kristal, XRD, SEM
Pengaruh Temperatur Kalsinasi pada Sintesis Nanopartikel Silika Pantai Purus Kota Padang Rozi, Tika Yulian; Astuti, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.4.351-356.2016

Abstract

Sintesis nanopartikel silika telah berhasil dilakukan dengan menggunakan bahan pasir pantai Purus Sumatera Barat. Nanopartikel silika disintesis menggunakan metode kopresipitasi, yaitu dengan cara merendam pasir dengan HCl 10 M selama 12 jam kemudian pasir direaksikan dengan NaOH 7 M.  Larutan disaring kemudian dititrasi dengan HCl 10 M sampai pH akhir mendekati 1-2. Hasil sintesis di dikalsinasi dengan variasi temperatur 600◦C, 700◦C dan 800◦C selama 5 jam. Berdasarkan hasil XRD diketahui bahwa sampel yang dikalsinasi dengan temperatur 600◦C memiliki kristal silika kuarsa dengan hasil sampingan berupa NaCl.  Kristal silika kuarsa dan kristobalit ditemukan pada sampel dengan temperatur kalsinasi 700◦C dan 800◦C.  Ukuran kristal ketiga sampel lebih besar dari pada 100 nm. Hasil SEM menunjukan bahwa semua sampel memiliki bentuk partikel yang tidak homogen dan mengalami penggumpalan.Kata kunci : nanopartikel, silika, kalsinasi, XRD, SEM
Sintesis Nanokomposit Karbon-TiO2 Sebagai Anoda Baterai Lithium Aflahannisa, Aflahannisa; Astuti, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.4.357-363.2016

Abstract

Sintesis material anoda baterai lithium telah dilakukan dengan bahan baku dari karbon aktif dan titanium dioksida (TiO2). Pembuatan karbon aktif dilakukan dengan mengaktivasi tempurung kemiri menggunakan larutan H3PO4 2,5% sebagai aktivator dengan temperatur aktivasi 700 oC. Selanjutnya dibuat material anoda dengan menggunakan metode solid state reaction dengan variasi massa karbon aktif-TiO2 yaitu 5% : 95%, 10% : 90%, 15% : 85% dan 20% : 80%. Material anoda dibuat dalam bentuk pellet dan dikarakterisasi menggunakan SEM, XRD, LCR Meter dan Cyclic Voltammetry. Hasil SEM menunjukkan bahwa material anoda yang terbuat dari karbon aktif dan TiO2 tercampur hampir merata. Hasil XRD menunjukkan bahwa titanium dikosida (TiO2) memiliki struktur kristal yang sama yaitu Tetragonal dan karbon pada variasi massa karbon-TiO2 (20% : 80% dan 15% : 85%) memiliki struktur kristal Hexagonal sedangkan variasi massa karbon-TiO2 (10% : 90% dan 5% : 95%) memiliki struktur kristal Rhombohedral. Konduktivitas listrik tertinggi didapatkan pada variasi massa karbon-TiO2 (10%:90%) yaitu 1,11x10-7 S/cm dan kapasitansi tertinggi didapatkan variasi massa karbon-TiO2 (20%:80%).Kata kunci: baterai lithium, karbon aktif, TiO2, konduktivitas, kapasitansi
Pengaruh Doping Litium Terhadap Intensitas Luminisens Nanopartikel Zno Menggunakan Metode Sol Gel Ilham, Muhammad; Astuti, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.3.205-208.2016

Abstract

Nanopartikel ZnO disintesis dengan metode sol-gel menggunakan Li2CO3 sebagai pendoping dengan variasi konsentrasi 0, 4, 6 dan 8% mol. Hasil sintesis dikarakterisasi dengan difraksi sinar X (XRD) untuk menentukan ukuran dan stuktur kristal, sedangkan UV-Vis untuk menentukan lebar celah pita energi.  Hasil XRD menunjukan bahwa stuktur kristalnya hexagonal dan ukuran kristal yang didapat adalah 28,33; 32,68; 60,69 dan 60,72 nm. Energi gap terkecil berada pada saat konsentrasi 8% mol yaitu 3,09 eV. Nanopartikel ZnO yang disinari lampu UV berwarna kuning.Kata kunci: luminisen, Li2CO3, nanopartikel, sol gel,  ZnO
Sintesis Komposit TiO2/Karbon Aktif Berbasis Bambu Betung (Dendrocalamus asper) dengan Menggunakan Metode Solid State Reaction Arsita, Yuliani; Astuti, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.3.268-272.2016

Abstract

Nanokomposit TiO2/karbon telah disintesis menggunakan metode solid state reaction. Sintesis dilakukan pada variasi persentase massa karbon 20, 40, 60, 80 dan 100%. Nanokomposit dikalsinasi pada suhu 400oC dan kemudian dikarakterisasi menggunakan SEM-EDS and LCR meter. Profil SEM menunjukkan TiO2/karbon tersusun oleh partikel-partikel yang kecil hampir mendekati skala nanometer. Ukuran partikel terkecil dimiliki oleh sampel dengan persentase massa karbon 60%, yaitu berkisar 158 nm. Konduktivitas listrik sampel untuk masing-masing persentase karbon secara berurutan adalah 2,14×10-3 S/m; 8,47×10-3 S/m; 1,29×10-2 S/m; 5,92×10-3 S/m dan 1,82×10-3 S/m. Konduktivitas listrik TiO2/karbon tertinggi dimiliki sampel dengan persentase karbon 60% yaitu 1,29×10-2 S/m. Konduktivitas TiO2/karbon lebih tinggi dibandingkan TiO2 yaitu 6,03×10-3 S/m.Kata kunci : konduktivitas, metode solid state reaction, nanokomposit
Sintesis Nanopartikel Fe3O4 dari Batuan Besi Menggunakan Asam Laurat sebagai Zat Aditif Mairoza, Ayu; Astuti, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.3.283-286.2016

Abstract

Telah dilakuan sintesis nanopartikel Fe3O4 dari batuan besi menggunakan metode kopresipitasi dengan penambahan asam laurat sebagai zat aditif.  Variasi massa asam laurat yang diberikan adalah 0 g, 5 g,    10 g, 20 g, dan 30 g. Karakterisasi sampel yang dilakukan meliputi karakterisasi morfologi permukaan sampel menggunakan SEM dan ukuran kristal menggunakan XRD.  Hasil karakterisasi menggunakan XRD menunjukan ukuran kristal sampel tanpa penambahan asam laurat adalah sebesar 120 nm dan penambahan 10 g asam laurat adalah 46 nm. Hasil karakterisasi SEM menunjukan distribusi partikel yang paling seragam didapatkan pada sampel dengan penambahan asam laurat sebanyak 30 g dengan ukran partikel berkisar antara 58-77 nm.Kata kunci: asam laurat, kopresipitasi, nanopartikel Fe3O4
Sintesis Magnesium Oksida dengan Variasi Temperatur Sintering Husnah, Ilma; Astuti, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.1.29-32.2017

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sintesis magnesium oksida (MgO) menggunakan metode presipitasi. Nanopartikel MgO disintesis dengan memvariasikan temperature sintering yaitu 400 C, 500 C, 600 C, dan 700 C dengan massa PEG-6000 2 g. Struktur kristal, ukuran kristal, morfologi permukaan, dan distribusi diameter partikel dari nanopartikel ini dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dan Scanning Electron Microscope (SEM). Dari hasil analisis pola difraksi sinar-X ditunjukkan bahwa struktur kristal MgO berbentuk kubik dan morfologi permukaan MgO berbentuk bulat (spherical). Ukuran kristal semua sampel berkisar antara 27,36 – 45,57 nm dan ukuran partikel semua sampel berkisar antara 30,41 – 95,92 nm. Hasil SEM menunjukkan semakin tinggi temperatur sinteringnya maka morfologi permukaan MgO semakin homogen. Kata kunci: MgO, presipitasi, temperatur sintering, XRD, SEM
Pengaruh Lapisan Penyangga SnO2 dan ZnO Terhadap Sifat Optik Lapisan Tipis TiO2 Jaslia, Nora Zenestry; Astuti, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.1.33-38.2017

Abstract

Lapisan tipis TiO2, TiO2;ZnO, dan TiO2;SnO2 telah dideposisikan di atas kaca preparat dengan menggunakan metode spin coating. Serbuk SnO2 dibuat dengan melarutkan serbuk Sn dengan amonium hidroksida dan asam klorida. Larutan SnO2 dibuat dari serbuk SnO2 dengan mencampurkan larutan isopropanol dan etanol kemudian ditambahkan asam asetat. Larutan TiO2 dan ZnO dibuat dari serbuk TiO2 dan ZnO dengan mencampurkan monoethanolamine dan isopropanol. Larutan ZnO dan SnO2sebagai lapisan pertama dideposisikan terlebih dahulu diatas substrat kaca kemudian dilanjutkan larutan TiO2, dengan kecepatan yang sama yaitu 2500 rpm dan dikeringkan selama 30 menit pada temperatur 80 ˚C. Karakterisasi struktur kristal dan sifat optik (absorbsi dan energi gap) lapisan TiO2, TiO2;ZnO dan TiO2;SnO2 menggunakan XRD dan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa ukuran kristal dari ketiga sampel memilikiperbedaan yaitu TiO2 sebesar 63,64 nm, TiO2;ZnO sebesar 53,02 nm dan TiO2;SnO2 sebesar 79,08 yang dipengaruhi oleh pelarut. Penambahan lapisan penyangga menyebabkan energi gap mengalami penurunandimana sebelum penambahan lapisan penyangga energi gap TiO2 sebesar sebesar 3,2 eV, setelah penambahan lapisan penyangga energi gapmengalami penurunan yaitu 2,85 eV (TiO2;ZnO), dan (TiO2;SnO2) 3 eV. Kata kunci: energi gap, spin coating, TiO2, ZnO, SnO2, ukuran kristal,
Sintesis Nanopartikel Magnesium Oksida (MgO) dengan Metode Presipitasi Alvionita, Novia; Astuti, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.1.89-92.2017

Abstract

Telah dilakukan sintesis nanopartikel Magnesium Oksida (MgO) dengan metode presipitasi. Nanopartikel MgO disintesis menggunakan Polietilen Glikol (PEG) yaitu PEG 2000 (sampel 1), PEG 4000 (sampel 2), dan PEG 6000 (sampel 3) sebagai template dengan suhu sintering 600 C selama 3 jam. Sampel dikarakterisasi dengan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) untuk mengetahui ukuran dan struktur kristal, sedangkan Scanning Electron Microscopy (SEM) digunakan untuk mengidentifikasi morfologi permukaan sampel. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa ukuran kristal pada sampel 1, sampel 2 dan sampel 3 berturut-turut adalah 66,76 nm, 74,15 nm, dan 66,79 nm. Hasil SEM menunjukkan bahwa masih terdapat penggumpalan (aglomerasi) antar partikel MgO pada ketiga sampel. Semakin besar berat molekul PEG, maka semakin besar pula persentase puncak nanopartikel MgO yang dihasilkan. Kata kunci: nanopartikel MgO, polietilen glikol, presipitasi
Sintesis Aluminium Matrix Composites (AMC) Berpenguat Sinter Silika dengan Metode Powder Metallurgy Rhomar, Zeflianto; Putra, Ardian; Astuti, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.2.101-106.2017

Abstract

Aluminium Matrix Composites (AMC) telah disintesis dari aluminium serbuk sebagai matriks dan sinter silika (berbentuk serbuk) sebagai pengisi yang berasal dari mata air panas Sentral, Solok Selatan, Sumatera Barat dengan menggunakan metode powder metallurgy. Sintesis dilakukan dengan cara mencampur aluminium dengan sinter silika, dilakukan  4 variasi massa, yaitu 80 g : 5 g ; 80 g 10 g ; 80 g : 15 g dan 80 g : 20 g dengan menggunakan media pelarut, yaitu metil alkohol. Campuran diaduk selama 210 menit dengan menggunakan hot plate magnetic stirrer, kemudian endapan yang tersisa dikeringkan dengan oven selama 60 menit  dengan temperatur 100oC. Endapan yang telah dikeringkan kemudian digerus sebanyak 0,5 g untuk masing-masing sampel dikompaksi sehingga berbentuk pelet. Pelet disintering dengan furnace selama 180 menit dengan temperatur 600oC. Pelet yang telah disintering diukur massa kering, diameter, tinggi dan massa basahnya setelah dicelupkan ke dalam air selama 12 menit kemudian dapat dihitung nilai densitas dan porositas setelah sintering dan porositasnya. Dari hasil perhitungan, densitas komposit setelah sintering cenderung memiliki nilai yang lebih kecil dibandingkan densitas komposit sebelum sintering. Berdasarkan perhitungan dan pengujian didapatkan persentase porositas dan kuat tekan, yaitu 40,72% dan 0,078 MPa untuk sampel 1, 39,12% dan 0,098 MPa untuk sampel 2, 39,51% dan 0,088 MPa untuk sampel 3 dan 44,45% dan 0,069 MPa untuk sampel 4. Berdasarkan hubungan kuat tekan dan porositas didapatkan hubungan σ = 0,8721e-5,757P  dimana 0,8721 MPa menyatakan kuat tekan komposit tanpa pori.        Kata kunci: AMC, densitas, pelet, porositas, powder metallurgy, sintering
Co-Authors Abdurrahim, Muhammad Rhohid Adrial, Rico Afdal Afdal Afdhal Muttaqin Aflahannisa Aflahannisa Aflahannisa, Aflahannisa Ahmad Fauzi Pohan Alief, Iqbal Alimin Mahyudin Alvionita, Novia Amri Bakhtiar Anggun Pradilla Sandi Anggun Pradilla Sandi, Anggun Pradilla Apriyanto, Apriyanto Aprizon Putra Arasi Syamsir Arasi Syamsir Ardian Putra Arif Budiman Arsita, Yuliani Ayu Mairoza Ayu Mairoza Baqi, Ahmad Iqbal Betti Delmifiana Betti Delmifiana Bunga Novia Chika Yandora Citra Mardatillah Taufik Citra Mardatillah Taufik Claudia, Geby Dahyunir Dahlan Damanhuri, Harfiandri Damayanti, Elok Dedi Hermon Dedi Mardiansyah Defri Rahman Delni Sriwita Delni Sriwita Depi Nurdiati Depi Nurdiati, Depi Devi Pebrina Devi Pebrina Dewi Nainggolan, Christine Dian Fitriyani Dian Milvita Dwi Pujiastuti Dwi Puryanti Efendi, Zudit Elistia Liza Namigo, Elistia Elvaswer Elvaswer Erika Linda Yani Nasution F, Maduri Fauzi, Abas Feriska Handayani Irka, Feriska Handayani Firmansyah - Firmansyah - Fitiria, Zakiatul Giyalovta, Algozan Degesha Hamzan Wadi Hari Gusti Firnando Hari Gusti Firnando, Hari Gusti Harmadi Harmadi Harmen Zanur Harun, Lalu Ahmad Hawariyi Ola Yuzria Hawariyi Ola Yuzria Haya, Nabila Fadia Helga Dwi Fahyuan Helga Dwi Fahyuan Hendro Susilo Hidayati Susana Hidayati Susana, Hidayati Homiswadi, Homiswadi Hudoyo, Sapto Husnah, Ilma ihda khaira Ihda Khaira Ilma Husnah Imam Taufik Imam Taufiq Indang Dewata Indriwati Indriwati Iqbal Alief Ira Olimpiani Ira Olimpiani, Ira Jaslia, Nora Zenestry Juwita Safitri, Juwita Kasman Ediputra, Kasman Khaira, Ihda Kurniaan, Rengga Adit Kurniawan, Rengga Adit Laila Sari Laila Sari Lailatul Marhamah Lenny Dermawan Sembiring Lestari, Asril Ayu Lidya Mozanna Machmudah, Machmudah Maduri F Mahdi Mahdi Mahdi Mahdi Mahdi Mahdi, Mahdi Mairoza, Ayu Mairoza, Ayu Maiza, Rahmah Khairati Mardiyanto - Mardiyanto - Marhamah, Lailatul Marzuki Marzuki Mayestika, Nadya Melanz Hasan Melanz Hasan Melda Taspika Melda Taspika, Melda Meqorry Yusfi Mieke Wulandari Mirahwati, Mirahwati Mohammad Ali Shafii Mora Mora Mora Mozanna, Lidya Muhammad Ilham Muhammad Ilham Muhammad Rhohid Abdurrahim Muhibbatun, Muhibbatun Muldarisnur, Mulda Mutya Vonnisa Nabila Fadia Haya Nadya Mayestika Negara, Vamellia Sari Indah Nila Sriwahyuni Nila Sriwahyuni, Nila Ningsi, Sulastriya Nini Firmawati Noni Nopriantina Noni Nopriantina Nora Zenestry Jaslia Noraida Novia Alvionita Novia, Bunga Novita, Deli Nurhaleni, Nurhaleni Nurhidayah Sari, Nurhidayah NURUL AZIZAH Okti Mulyani, Okti Pebrina, Devi Peni Alpionita Peni Alpionita, Peni Putri Azima Rafsanjani Putri Pratiwi Radika, Rezi Rahma Hayati Rahma Hayati Rahma Nella Rahma Nella Rahmad Rasyid Rahmah Khairati Maiza Rahmah Khairati Maiza Rahmah Khairati Maiza Rahmat Rasyid Rahmawati, Sri Andlina Ramacos Fardela Ramadhani, Melvira Raudhoh Raudhoh Rengga Adit Kurniaan Rengga Adit Kurniawan Resti Rahayu Resti Rahayu Rhomar, Zeflianto Riana Riana, Riana Risda Tussa’adah Rizchi Aulia Utami Rozi, Tika Yulian Rudi Febriamansyah Santika, Rahma Semeidi Husrin Setiani, Dwi Aluh Sintha Widiawati Sonya Rahayu Sonya Rahayu Sri Handani Sri Oktamuliani Suci Miza Marta Ulfia Suci Miza Marta Ulfia, Suci Miza Marta Suparno . Susilo, Hendro Syukri Arief Tika Yulian Rozi Trengginas Eka Putra Sutantyo Try Al Tanto Tussa’adah, Risda Usna, Sri Rahayu Alfitri Utami, Rizchi Aulia Vamellia Sari Indah Negara Veronica, Yessi Virrisya Virrisya Virrisya, Virrisya Widiawati, Sintha Wildian Wildian Wilson Novarino Winata, Rizki Hardian Winda Rahayu Okta Yanti Winda Rahayu Okta Yanti Wulandari, Mieke Yanti, Winda Rahayu Okta Yanti, Winda Rahayu Okta Yessi Veronica Yolanda Oktaviani Yolanda Oktaviani Yossi Rahmadeni Yuliani Arsita Yulistriani, Yulistriani yunasfi yunasfi Yusfi, Meqqory Zanur, Harmen Zaunit, Muthia Miranda Zeflianto Rhomar Zelin, Hikmatul Gusti Fadhia Zudit Efendi Zudit Efendi Zulfi Zulfi Zulfi, Zulfi Zulhendri Zulhendri