p-Index From 2021 - 2026
8.746
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan Pendas mahakam : jurnal pendidikan dan pembelajaran Sekolah Dasar Jurnal Moral Kemasyarakatan Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Journal on Education ARBITRER: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia RESEARCH AND DEVELOPMENT JOURNAL OF EDUCATION (RDJE) Pedagogika : Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan Jurnal Kewarganegaraan Inovasi Kurikulum Indonesian Journal of Research and Educational Review (IJRER) Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal International Journal of Religion Education and Law Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health JURNAL CIVIC EDUCATION: MEDIA KAJIAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN JAMPARING: Jurnal Akuntansi Manajemen Pariwisata dan Pembelajaran Konseling Kognisi : Jurnal Penelitian Pendidikan Sekolah Dasar Sistem-Among : Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Didactica : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Pijar : Jurnal Penelitian Bidang Pendidikan dan Pembelajaran Paidea : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia Educare : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Mindset : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Pembelajaran Pedagogi : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Melior : Jurnal Riset Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan EDUCATIONE: Journal of Education Research and Review KAMBOTI Journal of Education Research and Development Primary Didactic: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Honoli of Journal Primary Teacher Education Civica: Jurnal Sains dan Humaniora
Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Orang Tua dalam Pelaksanaan Pembelajaran PKn dimassa Pandemi Covid 19 pada Siswa Kelas III SD Negeri 6 Dobo Salmanu, Sara; Salamor, Lisye; Yohannes, Nathalia Y.
Kamboti Journal of Education Research and Development Vol 2 No 2 (2022): KAMBOTI Journal of Education Research and Development
Publisher : Universitas Pattimura, Program Studi Diluar Kampus Utama (Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kambotiv2i2p87-96

Abstract

This study aims to determine the role of parents and inhibiting factors in the implementation of Civics learning during the Covid 19 pandemic in third grade students of SD Negeri 6 Dobo. This type of research is qualitative. The research subjects consisted of informants, namely parents of third grade students at SD Negeri 6 Dobo. The research data were analyzed descriptively and qualitatively. The results of the study showed that the parents of class III students at SD Negeri 6 Dobo fought in the implementation of Civics learning during the Covid 19 pandemic, namely: guiding children for online learning, participating in adding insight and knowledge to guide children during the online learning period, providing advice and motivation to children. during online learning, have tried to make the home environment comfortable for children's learning during online learning, have met children's learning needs, divided attention between online learning and work and took the time to accompany your children in online learning. The inhibiting factors for the role of parents of third grade students at SD Negeri 6 Dobo in the implementation of Civics learning during the Covid 19 pandemic are: parents, these difficulties are in the form of: difficulty helping children to understand the material being studied, difficulty dividing work time with online learning time and home atmosphere conditions less calmc
Analisis Kebijakan Pemerintah di Sektor Transmigrasi dan Dampaknya terhadap Tanah Adat Desa Batlale Kabupaten Buru Tasijawa, Ita; Sialana, Fatimah; Salamor, Lisye
CIVICA: Jurnal Sains dan Humaniora Vol 13 No 1 (2024): Civica: Jurnal Sains dan Humaniora
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/civica.13.1.30-39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pemerintah di sektor transmigrasi dan dampaknya terhadap tanah ulayat masyarakat Desa Batlale, Kecamatan Airbuaya, Kabupaten Buru. Akar permasalahan konflik lahan di Batlale bermula pada tahun 2005 ketika masyarakat transmigran asal Jawa dimukimkan kembali di Dusun Karamat, lokasi yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Buru. Pada tahun 2016, pemerintah daerah kembali mengambil alih lahan seluas 260 hektar untuk pemukiman transmigrasi kedua. Namun, perolehan lahan ini tidak sesuai dengan batas yang telah ditentukan dan merambah wilayah adat. Konflik tersebut tidak hanya melibatkan kelompok individu tetapi juga masyarakat hukum adat terkait hak ulayat (tanah ulayat) mereka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan tokoh adat, warga masyarakat, perangkat desa, tokoh agama, dan perwakilan pemerintah daerah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sengketa lahan tersebut berawal dari pemberian tanah oleh suatu marga (soa fua) kepada Pemerintah Kabupaten Buru untuk keperluan transmigrasi. Namun, lahan yang ditunjuk tumpang tindih dengan pekarangan rumah tangga, kebun masyarakat, dan bahkan rumah seorang warga yang dirobohkan untuk mengakomodasi permukiman transmigran. Masyarakat Desa Batlale berharap proses penyelesaian akan memulihkan hak-hak mereka, terutama karena sebagian besar warga kini telah memiliki sertifikat tanah resmi.
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Hasil Belajar PPKn di SMP Negeri 5 Leksula pada Materi Kerjasama dalam Berbagai Bidang Solissa, Afrianti; Salamor, Lisye
CIVICA: Jurnal Sains dan Humaniora Vol 12 No 1 (2023): Civica: Jurnal Sains dan Humaniora
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/civica.12.1.42-52

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dengan memanfaatkan pendekatan pembelajaran yang menekankan pembelajaran kolaboratif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 5 Leksula, Kabupaten Buru Selatan, dengan 25 siswa kelas VII, terdiri dari 13 laki-laki dan 12 perempuan, selama tahun ajaran 2022/2023. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan metodologi yang digunakan, dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Metode pengumpulan data meliputi tes untuk menilai hasil belajar dan daftar periksa observasi untuk memantau keterlibatan siswa. Analisis meliputi perhitungan nilai rata-rata dan penentuan jumlah siswa yang memenuhi Nilai Kelulusan Minimal (KKM) 65. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar siswa. Pada awalnya, hanya 36% siswa yang lulus pada tes pertama. Setelah penerapan pendekatan pembelajaran kolaboratif pada siklus pertama, tingkat kelulusan meningkat menjadi 52%. Pada siklus kedua, tingkat kelulusan meningkat lagi menjadi 92%, dengan 23 siswa berhasil menyelesaikan mata kuliah tersebut. Siswa berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok, merasa lebih percaya diri dalam mengungkapkan gagasan, dan menunjukkan pemahaman yang lebih baik terhadap materi pelajaran ketika pendekatan pembelajaran kolaboratif diterapkan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran kolaboratif secara efektif meningkatkan prestasi siswa dalam mata pelajaran Kewarganegaraan di SMP Negeri 5 Leksula.
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN PLATFORM E-LEARNING RUMAH BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA SD XAVERIUS A-1 AMBON Lisye Salamor; Titus Gaite; Jessika Enjel Dadiara
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37163

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the implementation of the Rumah Belajar ee-learning platform in the learning process and to examine its impact on increasing student learning interest at SD Xaverius A-1 Ambon. The research is based on the challenge of adopting digital education technology in the Merdeka Curriculum era and the lack of utilization of interactive media affecting low learning interest. Employing a qualitative descriptive approach, data was collected through observation, in-depth interviews with teachers and students, and documentation. The findings indicate that teachers have a good understanding and integrate Rumah Belajar variably ranging from the Source Learning feature for discussions (lower grades) to Virtual Laboratory and Question Bank for independent learning (higher grades). Significantly, the platform successfully increased student learning interest, demonstrated by increased enthusiasm, intrinsic motivation, active participation in discussions, and self-confidence. This improvement aligns with cognitivism and motivation theories (SDT and ARCS). However, implementation faces obstacles such as limited student personal devices, uneven internet quality, and minimal content contextual to the local Maluku culture. It is concluded that Rumah Belajar is an effective medium for learning transformation in primary schools but requires infrastructure reinforcement and local content adjustment. Keywords: ee-learning, Learning Interest, Primary School, Rumah Belajar ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi platform e-learning Rumah Belajar dalam proses pembelajaran serta menguji dampaknya terhadap peningkatan minat belajar siswa di SD Xaverius A-1 Ambon. Penelitian ini didasari oleh tantangan adaptasi teknologi pendidikan digital di era Kurikulum Merdeka dan kurangnya pemanfaatan media interaktif yang memengaruhi rendahnya minat belajar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki pemahaman yang baik dan mengintegrasikan Rumah Belajar secara bervariasi mulai dari fitur Sumber Belajar untuk diskusi (kelas rendah) hingga Laboratorium Maya dan Bank Soal untuk kemandirian belajar (kelas tinggi). Secara signifikan, penggunaan platform ini berhasil meningkatkan minat belajar siswa yang ditunjukkan melalui peningkatan semangat, motivasi intrinsik, keaktifan berdiskusi, dan rasa percaya diri. Peningkatan minat ini sejalan dengan teori kognitivisme dan motivasi belajar (SDT dan ARCS). Meskipun demikian, implementasi menghadapi hambatan berupa keterbatasan perangkat pribadi siswa, kualitas jaringan internet yang belum merata, dan minimnya konten yang kontekstual dengan budaya lokal Maluku. Disimpulkan bahwa Rumah Belajar adalah media yang efektif untuk transformasi pembelajaran di sekolah dasar, namun memerlukan penguatan infrastruktur dan penyesuaian konten lokal Kata Kunci: ee-Learning, Minat Belajar, Rumah Belajar, Sekolah Dasar
Penerapan Model Pembelajaran Small Group Discussion Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Materi Keutuhan Negera Kesatuan Republik Indonesia Di Kelas V SD Negeri 1 Poka Yudith Hukunala; Samuel P Ritiaw; Lisye Salamor
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the application of the Small Group Discussion learning model in improving student learning outcomes and learning activities in the subject of Citizenship Education (PKn) on the material of the Unitary State of the Republic of Indonesia in grade V of SD Negeri 1 Poka. The type of research used is Classroom Action Research (CAR) with quantitative and qualitative approaches implemented in two cycles. The subjects of the study were 20 students of grade V of SD Negeri 1 Poka. Data collection techniques used include observation, tests, interviews, and documentation. Data were analyzed using quantitative and qualitative descriptive analysis. The results of the study indicate that the application of the Small Group Discussion model can improve student learning activities as indicated by increased student participation in group discussions and active involvement in the learning process. In addition, student learning outcomes also increased, where in Cycle II the number of students who achieved the Minimum Completion Criteria (KKM) ≥ 64 has fulfilled the research success indicators, namely at least 64% of students achieved learning completion. Thus, it can be concluded that the implementation of the Small Group Discussion learning model is effective in improving student activity and learning outcomes in Civics learning on the topic of the Unitary State of the Republic of Indonesia in fifth grade at SD Negeri 1 Poka.
Civics Education Learning and Discipline Character of Fifth-Grade Elementary School Students: A Correlational Study Fintje Oppier; Samuel P. Ritiauw; Lisye Salamor
ETDC: Indonesian Journal of Research and Educational Review Vol. 5 No. 3 (2026): June
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/ijrer.v5i3.4859

Abstract

Discipline character is a cornerstone of Indonesia’s national character education policy, yet empirical evidence linking Civics Education (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan/PPKn) to disciplinary outcomes in elementary schools remains scarce. This study examined the relationship between PPKn learning and fifth-grade students' discipline character at Elementary School Eri, Indonesia, during the 2024/2025 academic year, quantifying its specific contribution. Utilizing a quantitative correlational design, a total sampling approach was applied to the entire population of 21 fifth-grade students. Data were gathered through validated four-point Likert-scale questionnaires measuring perceived PPKn quality and disciplinary behavior and subsequently analyzed using descriptive statistics and Pearson product-moment correlation. Results indicated that both PPKn learning (M = 81.43, SD = 7.41) and discipline character (M = 83.29, SD = 3.66) were categorized as high. A moderate, positive correlation was observed (r = 0.4229); however, the r-count value fell marginally below the critical r-table threshold (0.433) at α = 0.05, retaining the null hypothesis. The coefficient of determination (R2) revealed that PPKn learning accounts for 17.88% of the variance in discipline character. Although statistically non-significant, the moderate association demonstrates that civics education provides a meaningful, albeit partial, contribution to character formation. The remaining variance points to external factors like family and peers, underscoring the need for ecosystem-based character education strategies and larger-scale replication studies.
Analisis Habituasi Profil Pelajar Pancasila Pada Sekolah Penggerak Kota Ambon Musidi, Darsiansi; Lisye Salamor; Ritiauw, Samuel Patra
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 13 No. 3 (2025): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v13i3.60055

Abstract

This study aims to determine the profile habituation of Pancasila students at driving schools in Ambon City, using a survey research method with a quantitative descriptive approach. The population consisted of grade 5 students at two driving schools (SDN 64 Ambon and SDN 70 Ambon) as well as the principal and class teacher as informants. Using interview instruments, questionnaires, and learning achievement tests, data analysis techniques in this study used Likert scale measurements with a range of rating scales, namely: Strongly Disagree: 1, Disagree: 2, Undecided: 3, Agree: 4, and Strongly Agree: 5. The results of the research show that the habituation of Pancasila student profiles is created in the learning process at the Ambon City Pengmobil Elementary School because it is supported by the quality of educators, school efforts (vision, mission, facilities and infrastructure and discipline) of the school used as a research site. The conclusion of this study is that according to the results of the analysis conducted by the author that from data processing on the Habituation profile of Pancasila students in the form of a questionnaire (questionnaire) with 79% being approved at SD Negeri 64 Ambon and 82% being approved at SD Negeri 70 Ambon:
Analisis Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Kurikulum Merdeka di SD Kristen 1 Waimahu Glodia Leasa; Lisye Salamor; Ode Abdurrachman
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Merdeka Curriculum emphasizes student-centered learning through the implementation of differentiated instruction, an approach that accommodates the diversity of students’ readiness, interests, and learning profiles. However, preliminary observations in Grade III at SD Kristen 1 Waimahu revealed a heterogeneous classroom in which differentiated instruction was still minimally applied, as shown by materials, tasks, and media that had not been adjusted to each student’s ability. This study aims to analyze the implementation of differentiated instruction within the Merdeka Curriculum among Grade III students at SD Kristen 1 Waimahu. A descriptive qualitative approach was employed, involving the classroom teacher and 31 Grade III students as subjects, with data collected through interviews, observation, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings show that the teacher applied three differentiation strategies: process differentiation through guiding questions and diagnostic assessment, content differentiation through tiered worksheets adjusted to learning readiness, and product differentiation by allowing students to choose the form of their output, such as posters. The planning, implementation, and evaluation of differentiated instruction were carried out systematically and flexibly, thereby enhancing student engagement, motivation, and comprehension. These findings confirm that differentiated instruction can be implemented effectively at the elementary level when teachers carefully and consistently map students’ learning needs.
Implementasi Tari Seka dalam Kehidupan Masyarakat Babar Sebagai Perwujudan Nilai Persatuan Yosina Pelata; Jumiati Tuharea; Lisye Salamor
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3219

Abstract

Abstrak Bangsa Indonesia adalah suatu negara yang dikenal dengan nama nusantara, yang memiliki kurang lebih dari 17. 508 (besar dan kecil) dan pulau 6.044 pulau yang memiliki nama tentunya, terdiri jenis tarian yang jumlahnya berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus, mulai dari yang sederhana dan yang sampai sekarang terdapat di daerah-daerah pedalaman maupun pesisir serta pulau-pulau kecil yang jauh dari pusat lalu lintas kurturil, sampai kepada yang sangat indah dan kompleks. Dilihat dari aspek geografis, maka Negara Kesatuan Republik Indonesia, (NKRI) memberikan gambaran yang jelas bahwa Negara Indonesia merupakan Negara yang multicultural yang sangat perlu untuk dipelihara, dikembangkan dan dilestarikan. Manusia pada dasarnya adalah makhluk berbudaya, dan karena itu manusia tidak dapat hidup terlepas dari budaya yang dianutnya. Suatu budaya memiliki nilai, nilai-nilai budaya ini dalam kehidupan sehari-hari dan berfungsi memberikan arahan bagi tindakan manusia. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa. Salah satu tarian tradisional di Malaku khusus lagi di Maluku Barat Daya, Kecamatan Babar Barat di Pulau-Pulau Babar masih terpelihara dengan baik dan selalu dilakukan dengan masyarakat se-Pulau Babar adalah Tari Seka. Masyarakat Kepulauan Babar yang terdiri dari 25 (dua puluh lima) desa dan 3 (tiga) dusun, memiliki Tari Seka yang sudah di kenal sejak dahulu kala hingga sekarang. Tari Seka yang sudah dikenal sejak dahulu kala hingga sekarang, Tiap desa/negeri memiliki tari seka dengan latar belakang sejarah didasarkan pada konteks kehidupan masyarakat yang selalu bersetuhan dengan alam lingkungannya, karena manusia mempnyai bakat yang telah terkandung dalam gen-nya untuk mengembangakan berbagi macam perasaan hasrat nafsu serta emosi dalam kepribadian individualnya tetepi wujud dan pengaktifan dari berbagai macam isi kepribadiannya itu sangat dipengaruhi oleh berbagai macam stimuli yang berada dalam sekitaran alam dan lingkungan social maupun budaya. Kata Kunci: Tari Seka, Masyarakat, Nilai Persatuan Abstract The Indonesian nation is a country known as the archipelago, which has approximately 17,508 (large and small) and 6,044 islands which have names of course, consisting of dance types that number in the tens and even hundreds, ranging from simple and which until now are found in inland and coastal areas and small islands far from the center of cultural traffic, to the very beautiful and complex. Judging from the geographical aspect, the Unitary State of the Republic of Indonesia, (NKRI) provides a clear picture that the State of Indonesia is a multicultural country that really needs to be maintained, developed and preserved. Humans are basically cultured creatures, and therefore humans cannot live apart from the culture they adhere to. A culture has values, these cultural values are in everyday life and serve to provide direction for human action. From the research results show that. One of the traditional dances in Maluku, especially in Southwest Maluku, West Babar District on Babar Islands, is still well preserved and is always performed with the people of Babar Island, namely the Seka Dance. The Babar Archipelago community, which consists of 25 (twenty five) villages and 3 (three) hamlets, has the Seka Dance which has been known since ancient times until now. Seka dance, which has been known since ancient times until now, every village / country has a seka dance with a historical background based on the context of people's lives who are always in contact with their natural environment, because humans have talents that have been contained in their genes to develop various kinds of feelings. passions and emotions in the individual personality, but the form and activation of the various contents of his personality is strongly influenced by various kinds of stimuli that are in the natural environment and the social and cultural environment Keywords: Seka Dance, Society, Unity Value
Hidden Kuriculum (Kurikulum Tersembunyi) Sebagai Wujud Pendidikan Karakter (Studi pada SMK Al-Wathan Ambon) Susanti Umagap; Lisye Salamor; Titus Gaite
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3298

Abstract

Abstrak Tujuan dari dilaksanakan penelitian ini bahwa untuk mengetahui bentuk dan aplikasi hidden curriculum di SMK Al-Wathan. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif, yang mana bertujuan untuk mengetahui pendidikan karakter melalui hidden curriculum di SMK Al-Wathan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang ditemukan adalah Hidden curriculum lebih mengutamakan pada pengembangan pengembangan sikap, karakter, kecakapan, dan keterampilan yang berguna bagi siswa dan dapat melengkapi pendidikan yang kurang dalam kurikulum formal. Hidden curriculum merupakan penyeimbang dalam pembelajaran di kelas yang didominasi untuk pengembangan ranah kognitif dan psikomotorik. Lulusan yang dihasilkan dari sebuah produk pendidikan yang menerapkan hidden curriculum selain cerdas intelektual juga matang secara emosional. Kaitannya dengan hidden curriculum dan pendidikan karakter, sebenarnya telah menginternalisasi nilai-nilai dalam setiap aktivitas di sekolah. Namun, internalisasi kurikulum tersembunyi merupakan kurikulum yang tidak tertulis, tidak direncanakan secara terprogram tapi keberadaannya berpengaruh pada perubahan tingkah laku peserta didik. Kata Kunci: Kurikulum, Pendidikan, Karakter Abstract The purpose of this research is to find out the forms and applications of hidden curriculum in Al-Wathan. The type of research used is descriptive qualitative researchers, which aims to determine the character education of mela hidden curriculum at SMK Al Wathan. The data collection techniques in this study are observation, interviews and documentation. The results of the research found are Hidden curriculum prioritizes the development of attitude, Character skills, and skills that are useful for students and can complement the education that is lacking in the formal curriculum Hidden clericulum is a balancer in learning in the classroom which is dominated for the development of cognitive and psychomotor domains. Graduates are produced and an educational product that applies a hidden curriculum in addition to intellectual intelligence as well emotionally mature, in relation to the hidden curriculum and character education, in fact it has internalized values ​​in every activity in school, especially in learning activities. Kulum that is not written, is not programmed, but its existence affect behavior changes students. Keywords: Curriculum, Education. Character
Co-Authors Abas, Aisa Aisa Abas Angkotta, Herlina Ayuasthika, Vivin Bella I Mananuwe Bella Kenzha Tahalele Buton, Handrini Darsiansi Musidi Deny Sialana Elsinora Mahananingtyas Eukaristy Stevania Taihuttu Fatimah Sialana Fintje Oppier Fitrah Nur Bella Fricean Tutuarima Gaite, Titus Glodia Leasa Harviyansa, Vivi Hatuwe, Hamdani Heluth, Dessy Iling Herpie LAMBIOMBIR Ismunandar Payapo Jessika Enjel Dadiara Johannes, Nathalia Y Jumiati Tuharea Kasongat, Siti Sara Kirie Natalia Seleky Kohilay, Suriani Latupapua, Falantino Eryk Leasa, Wenanda Pricilia Lendry Sekawael Lessu, Yeanny Yulia Mananuwe, Bella I Manuputty, Fitria Marita Soamole Mau, Askia Maya Sapasuru Monaten, Yessa Gracia Musidi, Darsiansi Naldo Seleky Nanaryain, Dominggas Naraha, Finsentina Milen Naranlele, Anna Nathalia Yohana Johannes Ngabalin, Firani Ni Ketut Sayang Ode Abdurrachman Parinussa, Nathasya Claudia Remon Bakker Remon Bakker Rering, Nur Alma Ridwan Hatala Risakotta, Maris Stela Rita Fransina Maruanaya Riwan Ninilouw Rumbia, Wa Asna Salmanu, Sara Samsudin, Siti H. Samuel P Ritiaw Samuel P. Ritiauw Samuel Patra Ritiauw Samuel Patra Ritiauw Sapulette, Marlyen Sharly Sariyati, Sariyati Sepatkora, Yuliana Sialana, Deny Sindy Seimahurua Singkey, Winda Christa Sitti Rochmi Tatisina Solissa, Afrianti Solissa, Rahel Akerina Susanti Umagap Talalus, Senly Tasane, Mitra Ivana Tasijawa, Ita Tuamain, Corneles Tuhepaly, Fadly Tuhumury, Sinthya Yandri Reasoa Yoan Liliefna Yohannes, Nathalia Y. Yosina Pelata Yudith Hukunala Yuliana Takdare