Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : MEDIC MEdical Dedication

IDENTIFIKASI KASUS TOKSOPLASMOSIS DENGAN UJI AGLUTINASI LATEK DI PUSKESMAS TAHTUL YAMAN Humaryanto Humaryanto; Hanina Hanina; Susan Tarawifa
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 3 No. 1 (2020): MEDIC: Medical Dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v3i1.8579

Abstract

Infeksi Toxoplasma gondii dapat terjadi karena perolehan maupun kongenital, yang sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas atau sub klinis sehingga kebanyakan tidak disadari. Pada wanita yang terinfeksi Toksoplasma gondii, selama kehamilan dapat menyebabkan janin yang dikandung mengalami keguguran atau bayi lahir namun mengalami beberapa gangguan baik cacat fisik maupun nonfisik. Di Puskesmas Tahtul Yaman belum ada yang terdeteksi menderita Toksoplasmosis. Hal ini dapat dimengerti mengingat Toksoplasmosis umumnya tidak menimbulkan gejala. Dengan uji aglutinasi latek ini, diharapkan dapat diketahui angka kejadian Toksoplasmosis dan dapat ditindak lanjuti. Metode kegiatan yang dilakukan adalah berupa pemeriksaan darah terhadap 60 orang wanita usia subur dengan menggunakan uji aglutinasi latek. Hasil pemeriksaan menunjukkan mununjukkan terdapat 36 orang positif toxoplasmosis, 20 orang negatif dan 2 orang equivocal. Hasil positif toxoplasmosis paling banyak terdapat pada kelompok usia 30 sampai 39 tahun yaitu sebanyak 28 orang. Pada kelompok wanita yang sudah menikah terdapat 33 orang positif toxoplasmosis dan pada wanita yang pernah mengalami riwayat keguguran terdapat 22 orang positif toxoplasmosis
PENYULUHAN POSISI DUDUK YANG BENAR UNTUK KESEHATAN PUNGGUNG BAGI MASYARAKAT AWAM Mirna Marhami Iskandar; Fairuz Quzwain; Patrick Wiliam Gading; Susan Tarawifa
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 3 No. 2 (2020): MEDIC: Medical Dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v3i2.12536

Abstract

ABSTRAK Latar belakang. Postur tubuh yang kurang tepat dan posisi yang tidak ergonomis saat duduk dapat menyebabkan peningkatan jumlah energi, dan transfer tenaga yang tidak efisien dari otot ke jaringan rangka yang menyebabkan timbulnya kelelahan. Hal ini dapat berujung pada nyeri punggung bawah. Penderita LBP akan mengalami penurunan produktivitas kerja dan disabilitas. Oleh karena itu, perlu dilakukan edukasi kepada para masyarakat awam mengenai postur yang baik untuk mencegah terjadinya LBP. Metode. Penyuluhan diawali dengan pembuatan video edukatif mengenai posisi duduk yang baik, kemudian ditayangkan melalui webinar daring, di samping adanya materi dari narasumber ahli. Penyuluhan juga mencakup tanya-jawab dengan responden. Hasil. Didapatkan 69 orang responden di mana sebagian besarnya berusia produktif dewasa muda-dewasa yaitu 21-40 (88,39%), berjenis kelamin perempuan (69,57%), berasal dari kota Jambi (49,28%), dengan pekerjaan mahasiswa (36,23%) atau karyawan swasta (17,39%). Nyeri punggung pernah diderita oleh 92% dari responden, dan didapat pula 69% telah mengetahui bahwa postur tubuh dan posisi duduk dapat menyebabkan nyeri punggung namun baru 54% yang mengetahui ciri postur tubuh dan posisi duduk yang baik. Kesimpulan. Mayoritas masyarakat awam usia produktif pernah mengalami nyeri punggung selama hidupnya, memahami bahwa postur dan posisi duduk dapat menyebabkan nyeri punggung, namun belum semuanya mengetahui ciri postur dan posisi duduk yang baik untuk pencegahan nyeri punggung. Penyuluhan awam secara daring dapat menjadi suatu alternatif yang efektif dalam tindakan preventif bagi nyeri punggung bawah dengan cara meningkatkan pengetahuan masyarakat awam dengan suasana yang interaktif. Kata Kunci : Low back pain, nyeri punggung, posisi duduk, postur, ergonomis, penyuluhan daring
PENYULUHAN KESEHATAN MENJAGA ANAK SEHAT DAN BAHAGIA DI MASA PANDEMI COVID-19 Nindya Aryanty; Attiya Istarini; Ima Maria; Susan Tarawifa; Adelina Fitri
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 4 No. 2 (2021): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The COVID-19 pandemic has had an impact on learning methods, namely from face-to-face to distance learning. Digital devices can provide highly sophisticated learning opportunities for early childhood. However, in conditions of activity restrictions during the pandemic, people have a tendency to use digital devices as a means of education, entertainment, and social interaction, which means that they also increase the duration of screen time in their daily lives. According to the American Academy of Child and Adolescent Psychiatry (AACAP), the maximum screen time for toddlers is 1 hour per day. Excessive screen time in children has been shown to be associated with behavioral health problems. The level of parental knowledge regarding the allowed screen time duration is quite good. This can be seen from the survey results where, after giving the material, respondents who have children in the 3-5 year age group who know the screen time duration is less than 1 hour are around 84.7% of respondents, where before receiving the material only 63.4% of respondents . Meanwhile, for respondents who have children aged 6-12 years as much as 77.1% know screen time after getting the material, where previously only 63.9%. It can be concluded that the implementation of this counseling was able to increase the knowledge of parents about the impact of excessive use of gadgets so as to prevent the adverse effects of gadgets such as negative behavior, obesity, and internet or gadget addiction. In addition, it is necessary to conduct counseling on the adverse effects of using gadgets in the adolescent and adult age groups. Keywords: COVID-19, Child Health, Screen Time ABSTRAK Pandemi COVID-19 memiliki dampak pada metode pembelajaran yaitu dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh. Perangkat digital dapat memberikan peluang belajar yang sangat canggih bagi anak usia dini. Namun dalam kondisi pembatasan aktivitas selama pandemi, masyarakat memiliki kecenderungan untuk menggunakan perangkat digital sebagai sarana pendidikan, hiburan, dan interaksi sosial, yang artinya turut meningkatkan durasi screen time dalam keseharian. Menurut American Academy of Child and Adolescent Psychiatry (AACAP), durasi screen time pada balita maksimal 1 jam per hari. Durasi screen time yang berlebihan pada anak-anak telah diketahui memiliki asosiasi terhadap permasalahan perilaku kesehatan. Tingkat pengetahuan orang tua mengenai durasi screen time yang diperbolehkan sudah cukup baik. Ini terlihat dari hasil survey dimana, setelah pemberian materi, pada responden yang memiliki anak di kelompok usia 3-5 tahun yang mengetahui durasi screen time kurang dari 1 jam adalah sekitar 84,7% responden, dimana sebelum mendapat materi hanya 63,4% responden. Sedangkan untuk responden yang memiliki anak usia 6-12 tahun sebanyak 77,1% mengetahui screen time setelah mendapatkan materi, dimana sebelumnya hanya 63,9%. Dapat disimpulkan pelaksanaan penyuluhan ini ternyata dapat meningkatkan pengetahuan para orang tua mengenai dampak penggunaan gadget berlebihan sehingga mencegah terjadinya efek buruk gadget seperti perilaku negatif, obesitas, dan kecanduan internet atau gadget. Selain itu perlu dilakukan penyuluhan dampak buruk penggunaan gadget pada kelompok usia remaja dan dewasa. Kata Kunci: COVID-19, Kesehatan Anak, Screen Time
Skrining Kadar Vitamin D Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Tahtul Yaman Kota Jambi Herlambang Herlambang; Nyimas Natasha Ayu Shafira; Citra Maharani; Rina Nofri Enis; Susan Tarawifa; Anggelia Puspasari; Erny Kusdiyah; Amelia Dwi Fitri
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 5 No. 2 (2022): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Vitamin D is one of the nutritional components needed by the human body. This vitamin plays a role in maintaining healthy bones, teeth and muscles because it functions in terms of the absorption of calcium and phosphate. The need and function of vitamin D are also very influential on the condition of pregnancy for both mother and fetus because the compound 1,25 dihydroxy vitamin D (1,25(OH)2D) plays a role in the maintenance of cell function in the placenta. Another function of vitamin D is maintaining the mother's immune system properly. Fulfilment of vitamin D should be gradual from early pregnancy, and vitamin D deficiency causes pregnancy disorders and complications such as pre-eclampsia, premature birth, and stunted fetal growth. Examination of vitamin D levels is not included in routine pregnancy checks, so this service activity screens Vitamin D levels in pregnant women as an initial effort to prevent pregnancy disorders that can be triggered by low levels of vitamin D. A total of 24 pregnant women have received explanations and are willing to follow this activity. The service team collaborates with the Tahtul Yaman Health Center and also the PRODIA Laboratory in helping with the implementation of this service. The results of the Vitamin D examination showed that plasma Vitamin D levels were more in the insufficiency and deficiency categories, and only a small proportion had normal Vitamin D plasma levels. Based on these results, vitamin D screening should be included as an antenatal care program, and a thorough follow-up study should be carried out hereafter. Keywords: Antenatal care, Pregnancy, Vitamin D ABSTRAK Vitamin D merupakan salah satu komponen nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Vitamin ini berperan dalam menjaga kesehatan tulang, gigi dan juga otot karena memiliki fungsi dalam hal penyerapan kalsium dan fosfat. Kebutuhan dan fungsi dari vitamin D ini juga sangat berpengaruh pada kondisi kehamilan baik untuk ibu maupun janin, karena senyawa 1,25 dihidroksi vitamin D (1,25(OH)2D) berperan untuk pemeliharaan fungsi sel pada plasenta. Fungsi lain dari vitamin D adalah untuk menjaga sistem kekebalan tubuh ibu agar tetap melakukan fungsinya dengan baik. Pemenuhan vitamin D sebaiknya bertahap dari awal kehamilan, defisiensi Vitamin D berdampak pada timbulnya komplikasi kehamilan seperti preeklampsia, persalinan prematur, dan pertumbuhan janin terhambat. Pemeriksaan kadar vitamin D tidak termasuk dalam pemeriksaan rutin kehamilan, sehingga kegiatan pengabdian ini melakukan skrining kadar Vitamin D pada ibu hamil sebagai upaya awal pencegahan timbulnya gangguan kehamilan yang dapat dipicu oleh rendahnya kadar vitamin D. Sebanyak 24 orang ibu hamil telah mendapatkan penjelasan dan bersedia untuk mengikuti kegiatan ini. Tim pengabdian berkerja sama dengan puskesmas Tahtul Yaman dan juga Laboratorium PRODIA dalam membantu terselanggaranya pengabdian ini. Hasil pemeriksaan Vitamin D didapatkan kadar Vitamin D plasma lebih banyak dalam kategori insufisien dan defisien, sebagian kecil yang memiliki kadar plasma Vitamin D normal. Berdasarkan hasil tersebut, sebaiknya skrining Vitamin D dapat dimasukkan sebagai program pemeriksaan rutin kehamilan dan dilakukan kajian lanjutan secara menyeluruh. Kata kunci: Kehamilan, Vitamin D, Pemeriksaan Kehamilan
ATHEROGENIC INDEX OF PLASMA ASSESSMENT AS AN EFFORT TO DETECT THE RISK OF CORONARY HEART DISEASE IN PRODUCTIVE AGE INDIVIDUALS WITH OBESITY IN THE WORKING AREA OF THE SIMPANG SUNGAI DUREN HEALTH CENTER Puspasari, Anggelia; Maharani, Citra; Halim, Rita; Enis, Rina Nofri; Shafira, Nyimas Natasha Ayu; Tarawifa, Susan
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 8 No. 1 (2025): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prospective studies indicate that the Atherogenic Index of Plasma (AIP) is a superior marker compared to isolated assessments of triglycerides (TG) and High-Density Lipoprotein (HDL) in predicting Coronary Heart Disease (CHD). Simpang Sungai Duren Community Health Center serves a large population with a high proportion of productive-age and obese individuals. Routine metabolic screening for CHD risk stratification in obese residents has been hindered by limited facilities and healthcare financing systems. This community service initiative aimed to assess AIP for CHD risk stratification in obese individuals. Participants included residents aged 19–64 years with a body mass index (BMI) ≥25 kg/m², no recent lipid-lowering medication use (within 3 months), and an 8–10 hour fasting period. AIP scores (logarithm of TG/HDL ratio) were used to stratify CHD risk. Results were communicated to participants alongside health promotion leaflets. Among 61 participants, AIP-based screening identified 14.8% as high-risk, 26.2% as moderate-risk, and 59% as low-risk for CHD. Modifiable cardiometabolic risk factors in the high-risk group revealed 100% with central obesity and hypertriglyceridemia, and 50% with hypertension and/or low HDL levels. The high-risk cohort exhibited multiple cardiometabolic risks requiring comprehensive management.
OPTIMIZING MATERNAL AND CHILD HEALTH: ENHANCING PUBLIC AWARENESS OF TORCH INFECTIONS DURING PREGNANCY Ekaputri, Tia Wida; Enis, Rina Nofri; Tarawifa, Susan; Harahap, Huntari; Syauqy, Ahmad; Perkasa, Tengku Arief Buana
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 8 No. 1 (2025): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TORCH infections (Toxoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes simplex) pose significant risks during pregnancy, contributing to congenital abnormalities and adverse neonatal outcomes. In Indonesia, limited public awareness and inadequate preventive practices exacerbate these risks. This community service initiative aimed to enhance knowledge about TORCH infections among reproductive-aged women through a hybrid educational seminar. Conducted in collaboration with Peduli TORCH, the program utilized the "5P Framework" (Pathogen Awareness, Prenatal Screening, Pathogen Management, Postnatal Monitoring, Preventive Practices) to deliver evidence-based strategies. A total of 54 participants (87% female, 61.1% from Jambi Province) attended the seminar, combining in-person and virtual engagement. Pre- and post-tests assessed knowledge improvement, revealing a statistically significant median score increase from 70.0 to 100.0 (p<0.001, Wilcoxon test). Participants reported high satisfaction with the seminar’s content, interactive format, and accessibility, though logistical refinements were suggested for future iterations. The initiative successfully bridged knowledge gaps, emphasizing the importance of early screening, vaccination, and hygiene practices. By empowering women and leveraging community engagement, this program highlights the potential of targeted educational interventions to reduce TORCH-related morbidity and improve maternal-child health outcomes. Culturally adapted, hybrid approaches demonstrate promise for scalable public health strategies in low-resource settings.
EDUKASI KESEHATAN MATA DAN DETEKSI DINI PENURUNAN TAJAM PENGLIHATAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KELAINAN REFRAKSI PADA ANAK USIA SEKOLAH DI MADRASAH TARBIYATUSSHOLATIYAH JAMBI Tarawifa, susan; Rina Nofri Enis; Nyimas Natasha Ayu Shafira; Anggelia Puspasari; Citra Maharani
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 7 No. 2 (2024): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTEye health is a vital aspect in supporting the physical and cognitive development of children, especially at school age. Disruptions in eye health, or even blindness, can have negative impacts on their lives. This community service project aims to provide eye health education and vision examinations for children enrolled in the Al-Qur'an memorization program at Madrasah Tarbiyatussholatiyah Jambi, as an effort to maintain their visual health. The activity involved 40 tahfidz children, and data was collected regarding their vision conditions and reading habits. The examination results indicated that 62.5% of the children had normal vision (6/6), while 35% experienced significant vision impairment of varying degrees, and 2.5% were blind. The education provided included proper reading techniques and the importance of adequate lighting to raise awareness among both children and parents. This community service activity emphasizes the necessity of integrating eye health programs in tahfidz educational institutions, particularly at Madrasah Tarbiyatussholatiyah, to detect and prevent vision disorders early on, as well as to effectively support the learning and memorization of the Al-Qur'an.Keyword: Eye health, Visual impairment, Reading habits. ABSTRAKKesehatan mata merupakan aspek vital dalam mendukung perkembangan fisik dan kognitif anak, terutama pada usia sekolah. Pada saat terjadi gangguan pada kesehatan mata atau bahkan kebutaan akan berdampak negatif pada kehidupan. Pengabdian kepada masyrakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan mata dan pemeriksaan visus pada anak-anak tahfidz Al-Qur'an di Madrasah Tarbiyatussholatiyah Jambi sebagai Upaya untuk menjaga kesehatan penglihatan mereka. Kegiatan ini melibatkan 40 anak tahfidz, data dikumpulkan mengenai kondisi visus dan kebiasaan membaca. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa62,5% anak memiliki visus normal (6/6), sementara 35% lainnya mengalami penurunan tajam penglihatan, dengan berbagai derajat dan 2,5% mengalami kebutaan. Edukasi yang diberikan terkait teknik membaca yang benar dan pentingnya pencahayaan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran anak dan orang tua. Kegiatan peengabdian ini menekankan perlunya integrasi program kesehatan mata di lembaga pendidikan tahfidz khususnya di Madrasah Tarbiyatussholatiyah untuk mendeteksi dan mencegah gangguan penglihatan sejak dini, serta mendukung proses belajar dan menghafal Al-Qur'an secara efektif.Kata Kunci: Kesehatan mata, Gangguan Penglihatan, Kebiasaan membaca
SEDENTARY LIFESTYLE: SKRINING POTENSI RISIKO KESEHATAN PADA CIVITAS AKADEMIKA UNIVERSITAS JAMBI TAHUN 2024 Shafira, Nyimas Natasha Ayu; Enis, Rina Nofri; Puspasari, Anggelia; Maharani, Citra; Tarawifa, Susan
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 7 No. 2 (2024): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The sedentary lifestyle among office workers is associated with various adverse health risks, such as increased rates of metabolic disorders such as diabetes mellitus, hypertension, and dyslipidemia, as well as depression and cognitive impairment. Data from the Jambi University Clinic shows that there are still many educational staff and educators who are overweight, and awareness of getting themselves checked before health problems arise is still low. Health screening related to adverse effects due to a sedentary lifestyle, such as obesity, hypertension, and diabetes mellitus, needs to be carried out so that preventive measures and further management can be carried out. The PPM was attended by educational staff or educators at Jambi University aged 19-64, who were checked for body mass index (BMI), blood pressure, and fasting blood sugar (GDP) measurements. Before taking venous blood for GDP examination, participants must fast for 8-10 hours. The examination results are sent to service participants along with health promotion media in the form of leaflets to avoid sedentary behavior. The activity was attended by 99 people who met the criteria. From the results of BMI measurements, it was found that 8.08% were underweight, 22.2% normoweight, 8.08% overweight, and 61.62% obese. The GDP examination found that 92.93% were normal, 3.03% pre-diabetic, and 4.04% were diabetic. From blood pressure measurements, it was found that 36.36% were normal, 39.39% were pre-hypertension, and 24.24% were hypertensive. It should be noted that service participants who are underweight, overweight, pre-diabetic, and pre-hypertensive need regular follow-up evaluations to prevent worsening of their health conditions. Participants who are obese, diabetic, and hypertensive need to receive further management in the form of treatment from a doctor according to the health problems they are experiencing. Keywords: Diabetic, Hypertension, Obesity, Sedentary lifestyle ABSTRAKGaya hidup yang kurang gerak (sedentary lifestyle) di kalangan pekerja kantoran memiliki hubungannya dengan berbagai risiko kesehatan yang merugikan seperti peningkatan angka gangguan metabolism seperti diabetes mellitus, hipertensi, dan dislipidemia, serta depresi, dan gangguan kognitif. Data dari Klinik Universitas Jambi, diketahui bahwa masih banyak tenaga kependidikan maupun pendidik yang memiliki berat badan berlebih, dan kesadaran untuk memeriksakan diri sebelum timbul masalah kesehatan yang masih rendah. Skrining kesehatan terkait efek buruk yang timbul karena perilaku sedentary seperti obesitas, hipertensi dan diabetes mellitus perlu dilakukan agar dapat dilakukan tindakan preventif maupun tatalaksanalanjutan. PPM diikuti oleh tenaga kependidikan atau pendidik di Universitas Jambi berusia 19-64 tahun, dilakukan pemeriksaan Indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah dan pengukuran gula darah puasa (GDP). Sebelum pengambilan darah vena untuk pemeriksaan GDP, peserta diwajibkan berpuasa 8-10 jam. Hasil pemeriksaan dikirimkan kepada peserta pengabdian beserta media promosi kesehatan berupa leaflet untuk menghindari perilaku sedentary. Kegiatan diikuti oleh 99 orang yang memenuhi kriteria. Dari hasil pengukuran IMT didapatkan 8.08% underweight, 22.2% normoweight, 8.08% overweight dan 61.62% obese. Dari pemeriksaan GDP didapatkan 92.93% normal, 3.03% pre-diabetik, 4.04% diabetik. Daripengukuran tekanan darah didapatkan 36.36% normal, 39.39% pre-hipertensi, 24.24% hipertensi. Hendaknya menjadi perhatian untuk peserta pengabdian yang mengalami underweight, overweight, prediabetik, dan pre-hipertensi membutuhkan evaluasi lanjutan secara berkala agar tidak terjadi perburukan kondisi kesehatan. Para peserta yang mengalami obese, diabetik, dan hipertensi perlu untuk mendapat tatalaksana lanjutan berupa pengobatan dari dokter sesuai masalah kesehatan yang dialami.Kata kunci: Diabetes, Hipertensi, Obesitas, Sedentary lifestyle
PELATIHAN AKTIVITAS FISIK YOGA DAN SKRINING DISLIPEMIA PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS PAKUAN BARU Harahap, Huntari; Kusdiyah, Erny; Zamzami , Mhd Usni; Darmawan, Armaidi; Tarawifa, Susan
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 7 No. 2 (2024): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Hypertension is the second most common disease out of the ten most common diseases in Jambi Province, and in 2022, the number of hypertension sufferers in Jambi Province will be around 25.48%. The priority of hypertension management is to prevent and control blood pressure, one of which is through yoga and physical activity. This community service aims to provide non-pharmacological therapy for hypertension patients at the Pakuan Baru Health Center. Community service measures blood pressure and yoga training for hypertension sufferers and conducts dyslipidemia screening with 16 participants with hypertension. Community service activities found that the blood pressure of participants was at most 50% suffering from Level 1 Hypertension, as many as 81.25% experienced hypercholesterolemia, and all participants underwent non-pharmacological yoga therapy. Periodic non-pharmacological treatment is needed to control blood pressure and cholesterol in hypertension sufferers. Keywords: Physical Activity, Yoga, Hypertension, Dyslipidemia ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit terbanyak kedua dari 10 penyakit terbanyak di Provinsi Jambi dan pada tahun 2022 jumlah penderita hipertensi di Provinsi Jambi sekitar 25,48%. Prioritas penatalaksanaan hipertensi yakni mencegah dan mengontrol tekanan darah, salah satunya dengan aktivitas fisik yoga. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini sebagai terapi non-farmakologi pada pasien hipertensi yang ada di Puskesmas Pakuan Baru. Pengabdian kepada masyarakat pengukuran tekanan darah, pelatihan yoga pada penderita hipertensi serta melakukan skrining dislipidemia dengan jumlah peserta 16 orang penderita hipertensi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan tekanan darah peserta paling banyak 50% menderita Hipertensi Tingkat 1, sebanyak 81,25% mengalami hiperkolesterolemia, semua peserta melakukan terapi non-farmakologi yoga. Dibutuhkan terapi nonfarmakologi berkala untuk mengontrol terkanan darah dan kolesterol pada penderita hipertensi. Kata Kunci : Aktivitas_Fisik, Yoga, Hipertensi, Dislipidemia
PROFIL METABOLISME LIPID SIRKULASI SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI SINDROMA METABOLIK PADA WANITA USIA PRODUKTIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAKUAN BARU Maharani, Citra; Enis, Rina Nofri; Herlambang, Herlambang; Syauqy, Ahmad; Puspasari, Anggelia; Shafira, Nyimas Natasha Ayu; Tarawifa, Susan; Halim, Rita
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 7 No. 2 (2024): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Metabolic syndrome is a cluster of conditions that increases the risk of cardiovascular disease, diabetes mellitus, and stroke. Among the components of dyslipidemia, triglyceride levels and high-density lipoprotein (HDL) are important indicators in assessing cardiovascular disease risk, making these examinations useful for screening risk factors associated with metabolic syndrome. However, healthcare facilities are often unable to conduct these assessments independently, necessitating a referral system to more comprehensive healthcare services. Our community service team aims to facilitate this by conducting lipid profile examinations at Puskesmas Pakuan Baru as an early detection effort for metabolic syndrome in women of reproductive age. The activities carried out included lipid profile testing, blood pressure measurement, and education regarding metabolic syndrome. The results from 26 participants indicated that 23.07% had elevated triglyceride levels, 73.08% had low HDL levels, and 19.33% were hypertensive. Based on these findings, women of reproductive age already exhibit risk factors for metabolic syndrome, suggesting that lipid profile assessments should be incorporated into routine screening programs to prevent the onset of metabolic syndrome. ABSTRAK Sindroma metabolik merupakan kumpulan kondisi yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes mellitus dan stroke. Komponen dislipidemia yang menjadi indikator penting dalam penilaian risiko penyakit kardiovaskular antara lain kadar trigliserida dan high-density lipoprotein (HDL), sehingga pemeriksaan ini dapat dimanfaatkan untuk skrining faktor risiko sindroma metabolik. Namun, fasilitas pelayanan kesehatan belum dapat melakukan pemeriksaan tersebut secara mandiri sehingga perlu dilakukan sistem rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap. Tim pengabdian berupaya memfasilitasi hal ini dengan melakukan kegiatan pengabdian pemeriksaan profil lipid di Puskesmas Pakuan Baru sebagai upaya deteksi dini sindroma metabolik pada wanita usia produktif. Kegiatan yang dilakukan meliputi pemeriksaan profil lipid, pemeriksaan tekanan darah, dan edukasi terkait sindroma metabolik. Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan pada 26 orang peserta didapatkan hasil 23,07 % peserta memiliki kadar trigliserida tinggi, 73,08 % memiliki kadar HDL yang rendah, dan 19,33% mengalami hipertensi. Berdasarkan hasil tersebut, wanita usia produktif sudah menunjukkan adanya faktor risiko sindroma metabolik, sehingga pemeriksaan profil lipid sebaiknya dapat dimasukkan sebagai program skrining rutin di masyarakat untuk mencegah terjadinya sindroma metabolik.