Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

The Role of Teachers as Role Models From The Perspective of Professional Ethics in Teaching Ahmad Ziyan Hanif; Silna Farodis; Kahfi Kiem Arseta; Muhlisin Muhlisin; Abul Mafaakhir
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6445

Abstract

Penelitian ini dilakukan guna mengkaji keteladanan guru dalam perspektif etika profesi dalam pengajaran, serta menanamkannya terhadap pembentukan karakter peserta didik di era modern. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui pengumpulan berbagai sumber data yang relevan, jurnal ilmiah, dan dokumen terkait, yang kemudian dijelaskan secara deskriptif menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru memainkan peran strategis tidak hanya sebagai penyampai pengetahuan tetapi juga sebagai teladan yang mewujudkan nilai-nilai integritas, kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab sosial. Perilaku teladan guru terbukti memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk karakter siswa dan menumbuhkan budaya sekolah yang positif, meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti kemajuan teknologi, kompleksitas peran, dan inkosistensi perilaku. Keterbatasan penelitian ini terletak pada penggunaan data sekunder tanpa observasi lapangan, sehingga tidak dapat secara langsung mencerminkan kondisi empiris. Dengan demikian, penelitian pada masa mendatang diharapkan dapat menerapkan pendekatan penelitian lapangan guna memperoleh data yang akurat dan mengkaji strategi praktis untuk memperkuat etika profesional guru di era digital. Kata Kunci: Peran Guru, Keteladanan Guru, Etika Profesi Keguruan.
Peran Strategis Guru dalam Menumbuhkan Disiplin dan Kemampuan Regulasi Diri Anak pada Era Digitalisasi Nia Widyawati; Qotrotun Nada; Indrawati B Lokuwaka; Muhlisin Muhlisin; Abul Mafaakhir
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6450

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang berlangsung dengan cepat telah menciptakan kompleksitas baru dalam dunia pendidikan, terutama dalam proses penanaman disiplin dan regulasi diri pada anak usia dini. Kajian ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam peran serta tanggung jawab strategis guru dalam membentuk kedisiplinan dan kemampuan pengendalian diri anak di tengah meluasnya pengaruh media digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini mengkaji berbagai jurnal ilmiah, buku referensi, dan artikel akademik yang relevan, yang kemudian dianalisis melalui pendekatan analisis isi. Temuan kajian mengungkapkan bahwa guru mengemban tanggung jawab strategis yang mencakup lima dimensi pokok, yakni sebagai fasilitator pembelajaran aktif, pembimbing literasi digital, motivator pengendalian diri, mitra kolaboratif bagi orang tua, serta perancang ekosistem belajar yang kondusif. Keterpaparan anak terhadap media digital secara berlebihan dan tidak terkontrol terbukti memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap kedisiplinan anak, antara lain pergeseran orientasi aktivitas dari ranah fisik menuju dunia layar, penurunan kapasitas empati, serta terbentuknya ketergantungan pada perangkat digital yang secara perlahan menggantikan interaksi sosial yang bermakna. Penerapan pendekatan disiplin positif yang terintegrasi dengan sinergi berkelanjutan antara guru dan orang tua menjadi kunci utama dalam membentuk disiplin serta regulasi diri anak secara holistik dan berkesinambungan di era digital.
Optimalisasi Peran Guru sebagai Garda Terdepan Etika Digital dalam Mencegah Hoaks dan Penyalahgunaan Teknologi di Sekolah Faizul Muna; Yasirly Nayla Rahma; Putri Nurul Adesta; Muhlisin Muhlisin; Abul Mafaakhir
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6572

Abstract

Masifnya transformasi teknologi di lingkungan sekolah saat ini memicu tantangan baru berupa maraknya penyebaran hoaks dan degradasi moral komunikasi di kalangan peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi peran guru sebagai garda terdepan etika digital dalam mencegah hoaks dan membimbing teknologi di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kepustakaan (library Research). Data penelitian dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dari artikel jurnal ilmiah, buku, serta referensi yang relevan, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi melalui tahap reduksi, klasifikasi, interpretasi, dan kesimpulan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan guru dalam komunikasi digital yang santun, kebiasaan memverifikasi informasi, pengelolaan emosi dalam keberanian interaksi, serta konsistensi sikap berkontribusi terhadap terbentuknya kesadaran etika peserta didik digital. Selain itu, literasi digital terbukti efektif memperkuat kemampuan berpikir kritis peserta didik sehingga mereka lebih memilih dalam menerima maupun menyebarkan informasi di ruang siber. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kompetensi kompetensi pedagogis, literasi digital, dan kesadaran etis guru menjadi faktor krusial dalam membangun budaya sekolah digital yang sehat, kritis, dan bertanggung jawab.
Optimalisasi Pembelajaran Kolaboratif dalam Meningkatkan Keterampilan Sosial dan Prestasi Akademik Siswa Ria Ratna Ningtyas; Muhlisin Muhlisin; Abdul Khobir
Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP)
Publisher : ELRISPESWIL - Lembaga Riset dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiepp.v5i2.915

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut siswa untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan sosial yang matang. Sayangnya, praktik pembelajaran di banyak sekolah masih berpusat pada guru dan cenderung mengabaikan penguatan aspek sosial. Penelitian ini dilakukan di MI Ambokembang 1 untuk mengevaluasi efektivitas model pembelajaran kolaboratif terstruktur dalam meningkatkan keterampilan sosial, komunikasi, kerja sama, empati, dan tanggung jawab kolektif serta prestasi akademik siswa. Dengan menggunakan desain quasi-eksperimental pretest–posttest control group, 20 siswa dibagi ke dalam dua kelas (eksperimen dan kontrol, masing-masing 10 siswa). Data dikumpulkan melalui tes prestasi akademik, observasi terstruktur, dan dokumentasi aktivitas pembelajaran. Analisis menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test dan Mann–Whitney U Test menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen (Z = –3,178, p = 0,001), dengan rata-rata kenaikan skor post-test sebesar 35,64% dibanding 3,74% pada kelompok kontrol. Hasil ini menegaskan bahwa pembelajaran kolaboratif terstruktur memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan akademik dan sosial siswa.
Dinamika Guru PAUD dalam Menjaga Martabat Profesi di Media Sosial Nabila Asha Azzahra; Iftinan Iftinan; Fitra Faradila; Muhlisin Muhlisin; Abul Mafaakhir
Jurnal Raudhah Vol 14, No 1 (2026): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v14i1.5438

Abstract

This study aims to analyze the digital behavior of Early Childhood Education (PAUD) teachers on social media and to formulate a Digital Role Model framework as an effort to protect children’s privacy in cyberspace. The study employs a qualitative approach using library research and content analysis. The findings reveal three typologies of ECE teachers’ digital behavior: documentation of learning, educational posts, and content exploitation. The findings indicate that the publication of children’s visual content without valid informed consent from parents has the potential to violate professional ethics for teachers and contravene Law No. 27 of 2022 on Personal Data Protection. The novelty of this study lies in the integrative formulation of the Digital Role Model, which positions the protection of children’s personal data as a central component of PAUD teachers’ professionalism in the digital age. This framework is built through three operational dimensions: the ability to self-filter posts, a commitment to protecting children’s identities, and the use of social media as a tool for professional academic reflection. Implementation of the model is recommended through the development of strict Standard Operating Procedures for the publication of children’s content within early childhood education settings
Transformation of Islamic Religious Education Streams in the Digital Era: A Systematic Literature Review on the Formation of Halal Awareness, Behavior, and Perception of Halal Transparency Nadya Kamilia; Fatkhur Rokhman; Muhlisin Muhlisin; M Sugeng Sholehuddin
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 2 (2026): April
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i2.1447

Abstract

The fragmentation between Islamic religious education, halal consumption behavior, and halal supply chain transparency creates a conceptual gap that hinders the development of a sustainable halal ecosystem in the digital era. This study aims to develop an integrative conceptual model that connects Islamic educational streams, digital transformation, internalization of Qur'anic values, halal awareness, halal consumption behavior, and perceptions of halal transparency within a cohesive theoretical framework. A Systematic Literature Review (SLR) design based on the PRISMA 2020 protocol was applied, analyzing 78 final articles selected from 487 identified in Scopus, Web of Science, Google Scholar, and DOAJ. Data were analyzed through narrative synthesis, VOSviewer bibliometric mapping, and NVivo 14 thematic analysis. Results showed that digital contextual approaches in Islamic Religious Education yield stronger internalization of Qur'anic values (d = 0.61); 81.6% of studies confirmed that halal awareness positively influences purchasing decisions; and blockchain-based transparency increases consumer trust contingent on halal literacy rooted in Islamic education.
PENDEKATAN IDEALISME DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI: ANALISIS FILOSOFIS TERHADAP PENDIDIKAN DIGITAL Rosiana Rosiana; Athiqotul Maghfiroh; Tatsbita Ramadhani; Dinda Rahmawati; Muhlisin Muhlisin
Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah Vol. 11 No. 3 (2026): Regular Issue (In Progress)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jkps.v11i3.2661

Abstract

This study aims to analyze the application of idealism philosophy in the context of technology-based learning in the digital era. The main focus of this study includes the fundamental concepts of idealism that emphasize intellectual, moral, and spiritual development through metaphysical, epistemological, and axiological aspects. This qualitative research based on library study employs a descriptive-analytical philosophical concept analysis method using content analysis techniques, philosophical interpretation, and radical deduction. In the digital era, educators from the perspective of idealism have a central role as value guides, moral role models, and facilitators of students’ personality development rather than merely delivering technical materials. The results of the analysis indicate that the integration of character values such as discipline and responsibility can be implemented through digital platforms such as e-learning and Learning Management Systems (LMS). However, significant challenges arise in the form of technological distractions, negative influences of social media, and the lack of teachers’ readiness in designing value-based digital learning. In conclusion, technology-based learning from the perspective of idealism should be able to balance technological advancement with the strengthening of universal values in order to develop individuals who are intellectually and morally complete
Pragmatism in Islamic Education: A Curriculum Reorientation Model Grounded in Islamic Values and Relevance to the World of Work Rodianto Rodianto; Muhlisin Muhlisin; M. Sugeng Solehudin; Abidul Haq; Rifki Riza Fanani
DAWUH : Islamic Communication Journal Vol. 7 No. 1 (2026): March
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/dawuh.v7i1.2617

Abstract

This article aims to formulate a pragmatism-based curriculum reorientation model for Islamic education that integrates Islamic values with relevance to the world of work. The study is motivated by the challenge faced by Islamic education in preserving its normative-spiritual foundation while responding to socio-economic change, technological development, and the competency demands of the twenty-first century. This research employs library research with a conceptual study design. The data sources consist of Sinta 1-2 journal articles, Scopus-indexed articles from the last six years, primary books, and government policy documents relevant to education, curriculum, and employment. The data were analyzed through conceptual content analysis involving concept identification, thematic categorization, relational analysis, and constructive synthesis. The findings indicate that pragmatism can be positioned as a pedagogical-curricular approach in Islamic education, rather than as a theological foundation. Islamic values such as tawhid, amanah, ihsan, adab, akhlaq, justice, and maslahah function as the normative foundation that directs learning experiences, competency development, and relevance to the world of work. This article proposes a Pragmatic-Islamic Curriculum Reorientation Model structured around Islamic values, learning experiences, competencies, relevance to the world of work, and social welfare. The model affirms that the world of work is not the ultimate aim of Islamic education, but rather a space for actualizing values, professional ethos, integrity, and social contribution. The article contributes to the development of Islamic educational philosophy and to the design of curricula that are contextual, applicable, and relevant to contemporary needs without reducing Islamic education to an instrument of the labor market. Keywords: Islamic Education; Pragmatism; Curriculum Reorientation; Relevance to the World of Work.
Relevansi pendidikan progresivisme sebagai landasan filosofis pembelajaran inovatif pada era digitalisasi pendidikan: systematic literature review Sefira Putri Salsabila; Risalatul Muawanah; Nurul Hikmah; Muhlisin Muhlisin
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2026): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/027054jpgi0005

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi pendidikan progresivisme sebagai landasan filosofis pembelajaran inovatif pada era digitalisasi pendidikan, bentuk implementasinya, serta tantangan yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan teknik content analysis terhadap 45 artikel ilmiah yang diterbitkan pada rentang tahun 2021–2025 dan dipilih berdasarkan kriteria inklusi serta eksklusi yang telah ditetapkan. Analisis dilakukan melalui proses pengkodean, kategorisasi, dan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa progresivisme tetap relevan sebagai landasan filosofis pembelajaran inovatif melalui lima tema utama, yaitu student-centered learning, experiential learning, teacher as facilitator, critical thinking and problem solving, dan character development. Implementasi progresivisme pada era digital diwujudkan melalui Project Based Learning, Problem Based Learning, blended learning, serta pemanfaatan platform digital yang mendukung pembelajaran partisipatif. Selain itu, ditemukan enam tantangan utama, yaitu kesenjangan infrastruktur digital, kompetensi dan literasi digital guru, perubahan paradigma pembelajaran, kesiapan peserta didik, aspek humanistik pembelajaran, serta dukungan institusi dan keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa progresivisme tetap relevan dalam mendukung pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun implementasinya memerlukan dukungan infrastruktur, peningkatan kompetensi digital pendidik, dan kolaborasi berbagai pihak dalam ekosistem pendidikan.
A Conceptual Model of Islamic Religious Education Learning Based on Islamic Educational Philosophy: A Literature Review Muhammad Abdul Aziz; Muhlisin Muhlisin; Rahmi Anekasari
Academicus: Journal of Teaching and Learning Vol. 5 No. 2 (2026): Teaching and Learning
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/academicus.v5i2.154

Abstract

The advancement of technology and educational transformation has significantly influenced Islamic Religious Education (IRE) learning. Previous studies have generally examined Islamic educational philosophy, IRE learning strategies, and educational technology separately, resulting in limited research that integrates these dimensions into a comprehensive conceptual framework. This study aims to analyze Islamic educational philosophy from a contemporary educational perspective, identify the characteristics of IRE learning, and formulate its implications for the development of IRE learning strategies. This study employed a qualitative literature review design. Data were collected through a systematic search of publications indexed in Google Scholar, Dimensions, and the Directory of Open Access Journals (DOAJ) from 2022 to 2026. Of the 33 articles identified, 27 met the inclusion and exclusion criteria and were analyzed using content analysis. The findings indicate that Islamic educational philosophy remains relevant as a foundation for education because it promotes holistic human development through the integration of tawhid, fitrah, akhlaq, and insan kamil values. Contemporary IRE learning is characterized by student-centered approaches, diverse learning resources, active learning strategies, the integration of Islamic values, and the use of technology as a learning support tool. The study reveals that IRE learning strategies should integrate the internalization of Islamic values, students’ potential development, and the appropriate use of educational technology. The novelty of this study lies in proposing a conceptual model of IRE learning that systematically integrates tawhid, fitrah development, character formation, and educational technology to support holistic, contextual, and insan kamil-oriented learning.
Co-Authors Abdul Khobir Abdul Khobir Abdul Khobir Abidul Haq Abul Mafaakhir Abul Mafaakhir Abul Mafaakhir Abul Mafaakhir Abul Mafaakhir Abul Mafaakhir Ahmad Ziyan Hanif Alya Riskiya Aprilia Kartika Muhtar Asnalia Rokhmah Athiqotul Maghfiroh Brillian Fikhra Andrian Dewi Puspitasari Dewi Sarah Diah Maharani Dinda Rahmawati Faidatul Faseha Faizul Muna Fatah Syukur Fatkhur Rokhman Fauyan, Muchamad Fella Sufah Qotrunnadya Firyala Meitsa Mona Fitra Faradila Hendri Hermawan Adinugraha Hermiati Hermiati Iftinan Iftinan Ima Rosila Inayatul Maisaroh Indrawati B Lokuwaka Kahfi Kiem Arseta Laelatul Nur Auliyah Leonardho Bimo Ardhian M Malik Almajdi M Sugeng Sholehuddin M. Sugeng Solehudin Moch. Sugeng Solehudin Moh. Muslih Mohammad Syaifuddin Muhammad Abdul Aziz Muhammad Abdur Rozaq Muhammad Akmal Pratama Muhammad Fajar Muhammad Jaeni Muhammad Jauhari Sofi Muhammad Nurul_Fahmi Muhammad Zidan Kurniawan Nabila Asha Azzahra Nabila Syakira Nadya Kamilia Naila Rizqiyana Najwa Nur Hanifah Nayla Ifadah Agusta Nia Widyawati Nirmala Hidayati Nisaa’ Ussakinah Novianto Ade Wahyudi Nur Azka Dhiayul Aulia Nur Fadhillah Amelia Nurul Atikah Nurul Awwaliyatus Saadah Nurul Hikmah Putri Nurul Adesta Putri Widhia Ningrum Qotrotun Nada Rahmi Anekasari Reva Dwi Ariendra Ria Ratna Ningtyas Rifki Riza Fanani Risalatul Muawanah Riska Alinda Riza Amelia Rodianto Rodianto Rosiana Rosiana Rr. Maulia Nawangsih Ningrum Safira Tsaniyatur Rohaimi Sefira Putri Salsabila Sholikhatun Sholikhatun Sholikhatun Silna Farodis Slamet Untung Syarif Hidayatullah Tatsbita Ramadhani Taufik Afandi Thoyibah Thoyibah Thoyibah Thoyibah Yasirly Nayla Rahma Zakiya Very Ayu Suryatina