Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Kompetensi Dosen Dan Fasilitas Belajar Terhadap Kepuasan Belajar Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UIN Alauddin Makassar Muhammad Yahdi; Andi Achruh; Sitti Nadirah; Mappasiara; Syakilah Fadliyah
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 6 No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpk.v6i2.65251

Abstract

Pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dengan peserta didik. (Asyar, 2011). Belajar menurut pengertian psikologis merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam menentukan kebutuhan hidupnya. Perubahan-perubahan tersebut akan nyata dalam seluruh aspek tingkah laku. Menurut psikologi klasik, hakikat belajar adalah all learning is a prosses of developing or training of mind. Belajar adalah melihat objek dengan menggunakan substansi dan sensasi. Menurut teori mental State, Belajar adalah memperoleh pengetahuan malalui alat indra yang disampaikan dalam bentuk perangsang-perangsang dari luar. Pengalaman-pengalaman berasosiasi dan bereproduksi. Oleh karena itu latihan memegang peranan penting. Pembelajaran yang berkualitas sangat tergantung dari motivasi peserta didik dan kreativitas pendidik. Peserta didik yang memiliki motivasi tinggi ditunjang dengan pendidik yang mampu memfasilitasi motivasi tersebut akan membawa pada keberhasilan pencapaian target belajar. Target belajar dapat diukur melalui perubahan sikap dan kemampuan siswa melalui proses belajar. Desain pembelajaran yang baik, ditunjang fasilitas yang memandai, ditambah dengan kreativitas pendidik akan membuat peserta didik lebih mudah mencapai target belajar. Kualitas lembaga pendidikan dipandang baik jika kinerja Sumber Daya Manusia (SDM), sarana prasarana dan atmosfer akademik baik. Mahasiswa akan merasa puas jika kinerja baik, yaitu sesuai yang diharapkan. Tenaga pendidik di perguruan tinggi yaitu dosen memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kinerja perguruan tinggi sebagai penyedia layanan pendidikan. Kinerja perguruan tinggi dapat berjalan dengan baik apabila dosen memiliki kompetensi-kompetensi yang telah ditetapkan dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi profesional dan kompetensi kepribadian. Kompetensi yang tinggi akan menghasilkan kinerja yang optimal. lembaga pendidikan bekerja dengan. Selain kompetensi dosen, kinerja perguruan tinggi akan berjalan dengan baik jika ditunjang dengan sarana dan prasarana atau fasilitas yang baik untuk proses kegiatan belajar mengajar. Asiabaka (2008) mengemukakan bahwa fasilitas belajar memainkan peran penting dalam aktualisasi tujuan dan sasaran pendidikan dengan memenuhi kebutuhan fisik dan emosional dari staf dan mahasiswa di perguruan tinggi.
PENGARUH KINERJA GURU FIKIH TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI MTS MUHAMMADIYAH LEMPANGANG GOWA Nur Faisal; Muhammad Yahdi; Muhammad Rusmin B; Andi Achruh; Abudzar Al Qifari
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 2 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i2.47480

Abstract

This research is motivated by the phenomenon of suboptimal student learning motivation at MTs Muhammadiyah Lempangang Gowa. The focus of this research is to examine the influence of fiqh teacher performance on student learning motivation. This study aims to describe the performance of fiqh teachers, student learning motivation, and analyze the influence between the two variables. The method used is quantitative ex post facto with a simple paradigm design. The study population involved 73 eighth grade students, with data collection techniques using questionnaires (Likert scale) and documentation. Data were analyzed using descriptive statistics and simple linear regression through the assistance of SPSS. The results showed that the performance of fiqh teachers was in the moderate category (71%), and student learning motivation was also in the moderate category (57%). The results of the hypothesis test showed a significance value of 0.001 < 0.05, which means that teacher performance has a positive and significant effect on learning motivation by 48%, while the remaining 52% is influenced by other factors. In conclusion, the performance of fiqh teachers has an important role in encouraging student learning activity and enthusiasm. Teachers are expected to continue to improve the quality of their learning so that student motivation is maintained and increases effectively.
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN FIKIH MATERI MAWARIS PADA PESERTA DIDIK MADRASAH ALIYAH PESANTREN PEMBANGUNAN MUHAMMADIYAH TANA TORAJA Yahya Santoso; Andi Achruh; Muhammad Iqbal; Muhammad Rusmin B.; Besse Ruhaya
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 2 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i2.52405

Abstract

This study examines the challenges of teaching and learning Fiqh on Mawaris (Islamic inheritance law) material for students at Madrasah Aliyah Pesantren Pembangunan Muhammadiyah Tana Toraja. The purposes of this study are to describe the Fiqh learning process on Mawaris material, identify the challenges encountered, and analyze the contributing factors. This study employed a descriptive qualitative approach with a phenomenological orientation. Data were gathered from the madrasah principal, the Fiqh teacher, and twelfth-grade science students (XII-IPA) through observation, structured interviews, and documentation. Data analysis followed the Miles and Huberman model, encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing, with data trustworthiness verified through triangulation. The results indicate that the Fiqh learning process on Mawaris material does not run optimally. The teacher has not developed a specific teaching module, the classroom instruction is still heavily dominated by the lecture method with limited media, and the evaluation system is not yet systematic. The emerging challenges include limited learning resources, a lack of variety in teaching methods, minimal utilization of learning media, and unstructured evaluations. The root causes consist of internal factors, such as low student motivation and disparities in students' mathematical calculation skills, as well as external factors, including limited time allocation, insufficient learning resources, and sub-optimal utilization of learning media. The implications of this study emphasize the urgent need for an integrated improvement in Fiqh instruction on Mawaris material across the planning, implementation, and evaluation phases.