Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Perceraian dengan Khulu’ dalam Perspektif Peraturan Perundang-undangan yang Berlaku di Indonesia Alvi Wianda; Muhammad Amin Qodri; Rema Syelvita
Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik | E-ISSN : 3031-8882 Vol. 3 No. 1 (2025): Juli - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/9yhy2k77

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis: 1) pengaturan hukum khulu’ dalam perspektif Peraturan Perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, dan 2) urgensi pengaturan khulu’ dinyatakan secara eksplisit dalam sistem hukum Nasional di Indonesia. Jenis penelitian adalah yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan hukum khulu’ dalam perspektif Peraturan Perundang-undangan yang berlaku di Indonesia mengacu pada Pasal 116, Pasal 148 dan Pasal 161 KHI, sedangkan dalam hukum Perdata Indonesia belum diatur mengenai khulu’, baik dalam KUHPerdata, Undang-Undang Perkawinan maupun dalam peraturan turunan. Urgensi pengaturan khulu’ dinyatakan secara eksplisit dalam sistem hukum Nasional di Indonesia adalah untuk memperjelas dan memberikan kekuatan hukum bagi pelaksanaan khulu’, membantu istri yang mengalami kesulitan untuk bercerai dengan suami, memberikan keseimbangan hak antara suami dan istri, menjadi sarana untuk melindungi hak istri dari perlakuan tidak adil atau tidak manusiawi dari suaminya, serta meminimalisir konflik antara suami dan istri karena istri memiliki jalan keluar yang jelas jika pernikahan tidak berjalan dengan baik.
Dampak Perceraian Orang Tua terhadap Kesehatan Mental Anak: Pendekatan Psikologis dan Perspektif Hukum Kusaini, Utami Niki; Syelvita, Rema
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26459

Abstract

Perceraian merupakan fenomena sosial yang memiliki dampak luas, tidak hanya bagi pasangan yang berpisah tetapi juga bagi anak-anak yang terlibat. Dari perspektif psikologi, perceraian dapat menyebabkan gangguan emosional seperti kecemasan, depresi, dan ketidakstabilan perilaku pada anak. Sementara itu, dari perspektif hukum, perceraian mempengaruhi hak asuh, kewajiban nafkah, serta perlindungan hukum anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perceraian terhadap kesehatan mental anak dengan pendekatan interdisipliner, menghubungkan aspek psikologis dan hukum. Dengan metode studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa anak yang mengalami perceraian orang tua lebih rentan mengalami gangguan psikologis, terutama ketika hak asuh dan nafkah tidak dipenuhi sesuai dengan ketentuan hukum. Oleh karena itu, intervensi dini dalam bentuk dukungan psikososial serta penerapan kebijakan hukum yang lebih ketat menjadi faktor penting dalam memitigasi dampak negatif perceraian terhadap anak.
Counseling as a Catalyst for Psychological Freedom and Self-Potential Utami Niki Kusaini; Rema Syelvita; Berru Amalianita; Zubaidah; Yulianti
International Journal of Advanced Research Vol. 1 No. 6: April 2025
Publisher : Outline Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61730/5d63b325

Abstract

This article reviews the role of counseling as a means to help individuals develop their potential in order to achieve psychological freedom. With a systematic approach, counseling helps individuals explore their strengths and weaknesses, and formulate life goals that they want to achieve. This process is not only oriented towards solving psychological problems, but also supports continuous self-development, which can ultimately strengthen self-confidence, increase motivation, and improve individuals' abilities in facing various life challenges. Thus, counseling has a significant role in supporting individuals to live more meaningful and satisfying lives, and achieve the desired psychological well-being. Research and theory that underlie counseling practice show that this approach can have a significant positive influence on an individual's mental well-being.