Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Standarisasi dan Uji Aktivitas Penangkapan Radikal Bebas Fraksi Daun Ketapang (Terminalia catappa L.) Wahdaningsih, Sri; Najini, Robby
Journal of Pharmascience Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i2.20860

Abstract

Penangkapan radikal bebas memiliki peran utama dalam melindungi sel dari radikal bebas yang berbahaya. Penelitian terus dikembangkan untuk menemukan sumber penangkapan radikal bebas alami, hal ini dikarenakan penangkapan radikal bebas alami memiliki toksisitas yang rendah. Tanaman ketapang merupakan salah satu contoh tanaman yang memiliki sifat penangkapan radikal bebas. Penelitian menunjukkan bahwa daun ketapang mengandung berbagai komponen, termasuk alkaloid, terpenoid, tanin, saponin, dan flavonoid. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa efektif fraksi n-heksan, etil asetat dan metanol daun ketapang sebagai penangkapan radikal bebas. Nilai IC50 penangkapan radikal bebas dari  daun ketapang digunakan untuk mengevaluasi aktivitas penangkapan radikal bebas. Pelarut yang digunakan dalam fraksinasi meliputi metanol, n-heksana, dan etil asetat. Setelah memastikan data fraksinasi konsisten (kadar air dan susut pengeringan), teknik DPPH digunakan untuk menguji aktivitas penangkapan radikal bebas. Sebanyak tiga fraksi digunakan dalam penelitian ini yaitu n-heksan (6,38% air, 5% susut pengeringan, dan nilai IC50 sebesar 163,47 µg/ml), etil asetat (1,14% air, 1,76% susut pengeringan, dan nilai IC50 sebesar 15,5 µg/ml), dan metanol (3,14% air, 5,67% susut pengeringan, dan nilai IC50 sebesar 15,72 µg/ml). Etil asetat dan metanol menunjukkan tingkat aktivitas penangkapan radikal bebas yang sangat kuat, dan semua fraksi daun ketapang memenuhi kriteria kadar air dan susut pengeringan. Kata Kunci: Fraksinasi, Fitokimia, DPPH, Antioksidan, IC50 Free radical scavenging plays a key role in protecting cells from harmful free radicals. Research continues to explore natural sources of free radical scavenging, as natural free radical scavenging agents have low toxicity. The ketapang plant is one example of a plant with free radical scavenging properties. Research shows that ketapang leaves contain various components, including alkaloids, terpenoids, tannins, saponins, and flavonoids. The purpose of this study was to determine the effectiveness of n-hexane, ethyl acetate, and methanol fractions of ketapang leaves as free radical scavenging agents. The IC50 value of free radical scavenging from the percentage of ketapang leaves was used to evaluate free radical scavenging activity. The solvents used in the fractionation included methanol, n-hexane, and ethyl acetate. After ensuring consistent fractionation data (water content and drying loss), the DPPH technique was used to test free radical scavenging activity. A total of three fractions were used in this study, namely n-hexane (6.38% water, 5% drying loss, and IC50 value of 163.47 µg/ml), ethyl acetate (1.14% water, 1.76% drying loss, and IC50 value of 15.5 µg/ml), and methanol (3.14% water, 5.67% drying loss, and IC50 value of 15.72 µg/ml). Ethyl acetate and methanol showed very strong levels of free radical scavenging activity, and all ketapang leaf fractions met the criteria for water content and drying loss.
Peningkatan pengetahuan siswa SMK Bina Dharma tentang manfaat teh nutrasetika kulit buah naga merah sebagai alternatif dalam mengatasi penyakit kronis Najini, Robby; Rizkifani, Shoma; Wahdaningsih, Sri; Fahmi, Ayu Aulia Uly; Chang, Samuel Crishanzen
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.36677

Abstract

AbstrakProgram Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa SMK Bina Dharma Pontianak mengenai pemanfaatan teh nutrasetika dari kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai alternatif pencegahan penyakit kronis dan degeneratif. Penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan hiperlipidemia berkaitan dengan pola hidup tidak sehat, sementara pemahaman remaja tentang pangan fungsional dan nutrasetika masih terbatas. Kegiatan dilakukan secara edukatif melalui pendekatan saintifik populer tanpa praktik langsung. Metode pelaksanaan meliputi persiapan, seleksi peserta, pengembangan media edukatif (slide, video, flyer), pelaksanaan edukasi, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Sebanyak 53 siswa mengikuti kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan distribusi nilai setelah edukasi, ditandai tidak adanya peserta dengan nilai 0 pada posttest. Mayoritas peserta memperoleh nilai 80 sebanyak 21 orang, nilai 60 sebanyak 12 orang, nilai 40 sebanyak 10 orang, nilai 20 sebanyak 6 orang, serta peningkatan jumlah peserta yang memperoleh nilai 100 menjadi 4 orang. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan. Program ini memperkuat literasi kesehatan berbasis potensi lokal serta mendorong siswa menjadi agen penyebaran informasi kesehatan di lingkungan sekitarnya. Kata kunci: nutrasetika; kulit buah naga; literasi kesehatan; penyakit degeneratif; edukasi siswa. AbstractThis Community Service Program aimed to improve students’ knowledge at SMK Bina Dharma Pontianak regarding the utilization of nutraceutical tea made from red dragon fruit peel (Hylocereus polyrhizus) as an alternative for preventing chronic and degenerative diseases. Non-communicable diseases such as diabetes, hypertension, and hyperlipidemia are closely related to unhealthy lifestyles, while adolescents’ understanding of functional foods and nutraceuticals remains limited. The activity was conducted through an educational approach using popular scientific methods without hands-on practice. Implementation stages included preparation, participant selection, development of educational media (slides, videos, and flyers), educational delivery, and evaluation using pretest and posttest assessments. A total of 53 students participated. Evaluation results showed an improvement in score distribution after the educational intervention, indicated by the absence of students scoring 0 in the posttest. Most participants achieved a score of 80 (21 students), followed by scores of 60 (12 students), 40 (10 students), and 20 (6 students), with the number of students scoring 100 increasing to four. These findings indicate enhanced student understanding of the material presented. This program strengthens health literacy based on local potential and encourages students to become health information disseminators in their communities. Keywords: nutraceuticals; dragon fruit peel; health literacy; degenerative diseases; student education.