Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Problematika Penetapan Provinsi Kepulauan Maluku Sebagai Provinsi Kepulauan Aldin, La; Tutuarima, Fricean; Tuharea, Jumiati
JAMPARING: Jurnal Akuntansi Manajemen Pariwisata dan Pembelajaran Konseling Vol 2, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jamparing.v2i1.1810

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengkaji problematika penetapan provinsi kepulauan maluku sebagai provinsi kepulauan. Provinsi Maluku semestinya memiliki hak untuk berstatus sebagai Provinsi Kepulauan, secara Provinsi Maluku mempunyai karakteristik yang unggul dan berbeda dari daerah lain pada umumnya. Seperti : karakteristik wilayah Maluku yang lautnya lebih besar dibanding daratan (akuatik terestrial), penduduk yang tidak terlalu padat dan tersebar dipulau-pulau kecil mengalami keterbatasan aktivitas ekonomi yang produktif yang disebabkan jaringan distribusi yang tidak memadai serta pola pengembangan perekonomian yang terbatas pada masyarakat Maluku.  Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian pustaka, di mana sumber utama berasal dari bahan perpustakaan. Penelitian ini mengadopsi pendekatan yuridis-normatif dengan tujuan mengkaji peraturan hukum yang telah ada mengenai desentralisasi asimetris, khususnya dalam konteks pemerintahan di daerah kepulauan. Data yang digunakan pada penulisan ini diperoleh dari bahan-bahan kepustakaan (library research) berupa data sekunder antara lain: Buku, Bahan ajar berupa buku sejarah, atau literatur dari majalah koran ataupun berita-berita dari internet. Hasil penelitian bahwa. Dalam berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah provinsi Maluku memperjuangkan undang-undang kepulauan sampai sekarang nyatanya belum membuahkan hasil yang maksimal. Sebab terdapat Suatu tantangan utama yang menjadi faktor terkendalanya perjuangan ini yaitu mengenai Ekonomi Politik. Ekonomi politik adalah bidang studi yang mempelajari interaksi antara kekuasaan politik dan ekonomi dalam suatu masyarakat. Presiden sudah mengeluarkan SuPres dengan menetapkan 9 kementerian menjadi leading sektor untuk menetapkan pembahasan RUU kepulauan sampai selesai, Akan tetapi dari 9 kementerian tersebut tidak ada satu pun yang sepakat dengan mempertahankan ego sektoral dan kewenangan masing-masing. Inilah yang kemudian menjadi masalah dan tantangan besar bagi provinsi Maluku dalam memperjuangkan undang-undang kepulauan ini.  Solusi untuk dapat mensukseskan perjuangan undang-undanh Kepulauan ialah dengan mengadopsi cara berjuang dari masyarakat sipil dalam memperjuangkan RUU tindak pidana kekerasan seksual menjadi undang-undang tindakan negara kesatuan. Pemerintah provinsi Maluku harus mampu menghadirkan negara dalam perjuangan ini.
Keberlanjutan Sasi Dalam Tatanan Adat Masyarakat Negeri Laimu Soa, Marsya; Abas, Aisa; Tuharea, Jumiati
JAMPARING: Jurnal Akuntansi Manajemen Pariwisata dan Pembelajaran Konseling Vol 2, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jamparing.v2i1.1865

Abstract

Keberlanjutan sasi pada Masyarakat negeri laimu merupakan hukum adat yang sudah berlangsung sejak dahulu, sasi pada Masyarakat negeri laimu di awasi oleh Saniri negeri yang terdiri dari tiap-tiap marga. Proses pelaksanaan sasi biasanya di awali dengan pertemuan antara ketua Saniri negeri beserta anggotanya yang kemudian akan pempersiapkan syarat-syarat pelaksanaan sasi di antaranya yaitu ranting kelapa, pala, coklat dan kain merah untuk di jahitkan ke ranting-ranting tersebut untuk di pasangkan ke tiap-tiap masjid dan perbatasan negeri sebagai tanda atau symbol bahwa sasi akan segerah di terapkan sebelum adanya pengumuman maka Masyarakat di larang untuk mengambil hasi hutan. Penulisan skripsi ini membahas tentang “ Keberlanjutan sasi dalam tatanan adat Masyarakat negeri laimu”. Adapun permasalahan yang dibahas pada penelitian ini yaitu : Keberadaan sasi saat ini pada masyarakat negeri laimu dan tantangan dalam mempertahankan  sasi pada masyarakat negeri laimu dan Upaya Saniri negeri dalam mempertahankan keberlanjutan sasi pada masyarakat negeri laimu. Tipe penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dimana data-data di peroleh melaluli proses observasi dan wawancara dan data penelitian di analisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Keberadaan sasi pada Masyarakat negeri laimu sudah di laksanakan sejak berdirinya negeri laimu, sasi sampai saat ini masih di jalankan oleh Masyarakat negeri laimu karena dengan adanya sasi yang di terapkan oleh Saniri negeri dapat membawakan kemakakmuran kepada Masyarakat negeri laimu.Tantangan dalam mempertahankan sasi pada Masyarakat negeri laimu yang sering di hadapi oleh Saniri negeri yaitu  pelaku pencurian yang di lakukan oleh sekelompok anak mudah dalam melakukan pencurian atau hasil hutan milik Masyarakat lain.Upaya Saniri negeri mempertahankan keberlanjutan sasi  pada Masyarakat negeri laimu merupakan sebuah Tindakan yang di haruskan untuk mempertahankan tradisi yang sudah di wariskan oleh nenek moyang kita agar sumber daya alam yang di miliki dapat di pertahankan dan di wariskan kepada generasi berikutnya. Saniri negeri mempertahankan sasi pada Masyarakat negeri laimu di mulai dengan memberikan pemahaman kepada Masyarakat pentinya pelaksanaan sasi karena dengan adanya sasi hasil hutan yang di miliki dapat di lindungi dan di awasi agar terhindar dari pencurian dan Masyarakat dapat mendaptkan hasil yang maksimal dari sasi tersebut Adapun sanksi yang di buat oleh Saniri negeri sebagai teguran kepada Masyarakat untuk tidak melakukan pencurian hasil hutan pada saat berjalannya sasi
Peran Guru PPKn Dalam Mengembangkan Sikap Nasionalisme pada Siswa SMA Negeri 2 Maluku Tengah Wakano, Julaiha; Hatala, Ridwan; Tuharea, Jumiati
JAMPARING: Jurnal Akuntansi Manajemen Pariwisata dan Pembelajaran Konseling Vol 2, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jamparing.v2i1.1957

Abstract

Peran guru PPKn dalam mengembangkan sikap nasionalisme pada siswa SMA Negeri 2 Maluku Tengah. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu 1). bagaimana upaya guru PPKn dalam mengambangkan sikap nasionalisme pada siswa SMA Negeri 2 Maluku Tengah? 2).faktor- faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat guru PPKn dalam mengembangkan sikap nasionalisme pada siswa SMA Negeri 2 Maluku Tengah?.  Adapun yang menajadi tujuan dalam penelitian ini adalah:  Penelitian ini secara umum bertujuan  untuk 1. Mengetahui dan menganalisis upaya guru PPKn  dalam mengembangkan sikap  nasionalisme pada siswa SMA Negeri 2 Maluku Tengah, 2. Mengetahui dan menganasilis faktor-faktor yang di hadapi guru PPKn dalam mengembangkan sikap nasionalisme pada siswa SMA Negeri 2 Maluku Tengah. Penelitian menggunakan tipe deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peran guru PPKn dalam mengembangkan sikap nasionalisme pada siswa SMA Negeri 2 Maluku Tengah merupakn salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan semangat nasionalisme pada siswa.
Upaya Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dalam Mengurangi Kemiskinan di Negeri Nakupia Kecamatan TNS Kabupaten Maluku Tengah Gaspersz, Pietrics C; Sialana, Fatima; Tuharea, Jumiati
Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi Vol 1, No 2 (2024): November 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jahe.v1i2.3622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya bantuan langsung tunai (BLT) dalam mengurangi kemiskinan di negeri Nakupia Kecamatan TNS kabupaten Maluku Tengah. Program bantuan langsung tunai (BLT) dirancang untuk membantu masyarakat yang kurang mampu akibat pandemic covid-19 dan juga akibat kenaikan harga BBM. Dengan itu pemerintah membuat suatu kebijakan yaitu diadakanya bantuan langsung tunai (BLT) terkhusus untuk masyarakat yang terkategori kurang mampu atau miskin. Pemerintah Negeri Nakupia menjadikan persoalan kemiskinan sebagai fokus utama mereka untuk di tuntaskan. Terutama kemiskinan yang disebabkan oleh adanya pandemi covid-19 dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Tipe penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek adalah 15 orang masyarakat yang mendapatkan bantuan langsung tunai  sebagai informan. Hasil penelitian bahwa Proses Pelaksanaan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bahwa masyarakat Nakupia memahami dengan benar tentang pelaksanaan bantuan langsung tunai, sehingga proses penerimaan BLT-BBM di Negeri Nakupiah  berjalan dengan baik sekalipun terjadi masalah namun hal itu dapat diselesaikan oleh pemerintah negeri Nakupia, Dalam prosesnya, penerima harus memenuhi syarat-syarat seperti :Warga negara Indonesia, memiliki KTP dan KK, bukan PNS/TNI/POLRI, terdaftar sebagai penerima BLT-BBM pada data kemneterian sosial. Masing-masing penerima menerima perbulan Rp.300.000, dan didapatkan triwulan sebesar Rp. 900.000.00. Dampak (Positif dan Negatif) Bantuan Langsung Tunai (BLT) terhadap kesejahteraan masyarakat bahwa Proses pembayaran sering terlambat namun mungkin hal itu disebabkan oleh masalah adminstrasi, namun selanjutnya proses pembayaran kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik, dampak negative dari  penyaluran BLT bagi masyarakat Nakupia dilain sisi membawah dampak postif namun  disatu sisi membawah dampak negatif, hal itu dapat dirasakan dalam masyarakat.
Pengaruh Pendapatan Orang Tua Terhadap Kemampuan Membayar Biaya Pendidikan Anak di Dusun Waitomu Wance, Hamin; Abas, Aisa; Tuharea, Jumiati
Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi Vol 1, No 2 (2024): November 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jahe.v1i2.3691

Abstract

Pendidikan merupakan usaha yang dilakukan untuk mengembangkan pengetahuan membentuk kemampuan intelektual, sikap perilaku, dan keterampilan yang kemudian menempatkan keberadaan pendidikan penting bagi kemajuan suatu negara  yang mendorong setiap orang tua, guru, dan peserta didik berupaya dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah sebagai usaha menciptakan potensi kualitas dari masing-masing individu. Biaya pendidikan yang mahal membuat sebagian anak-anak di Dusun Waitomu memilih untuk tidak melanjutkan pendidikannya. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Adakah pengaruh yang signifikan pendapatan orang tua terhadap kemampuan membayar biaya pendidikan anak. Penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif, karena penelitian ini membahas ada tidaknya keterkaitan antara pengaruh dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Hal ini sesuai dengan tujuan penelitian kuantitatif itu sendiri, yaitu “sebuah penelitian yang bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan dan apabila ada seberapa eratnya, serta berarti tidaknya hubungan tersebut. Yang menjadi variabel X yaitu pendapatan orang tua dan Variabel Y kemampuan membayar biaya pendidikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya pengaruh pendapatan orang tua tidak berpengaruh singnifikan pada kemampuan membayar biaya pendidikan anak di Dusun Waitomu, hal ini dapat diketahui dengan ditolaknya  hipotesis yang diajukan yaitu pengaruh pendapatan orang tua terhadap kemampuan membayar biaya pendidikan anak di Dusun Waitomu, dengan nilai hasil uji Mann-Whitney dimana diperoleh nilai signifikansi (Asymp Sig 2-tailed) 0,326 0,05.
Tinjauan Tradisi Tuang Labuang Dalam Perspektif Pendidikan Kewarganegaraan di Desa Batujungku Kecamatan Batabual Kabupaten Buru Buton, Wa Putri; Sialana, Fatimah; Tuharea, Jumiati
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 2, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i1.5583

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara mendalam mengenai Tinjaun Adat Tuang Labuang Dalam Perspektif Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian ini digunakan dengan tipe yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian berdasarkan proposive sampling terdiri dari 2 Orang tokoh adat ( 2 orang tokoh adat) di Desa Batujungku. Selain peneliti sebagai instrument kunci dalam penelitian. Penelitian ini juga menggunakan taknik dalam pengumpulan data berupa: Obsevasi, dan wawancara,(Cresswell, 2010). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mengarah pada studi kasus dengan menggunakan interactive models, dengan langkah-langkah yang di tempuh Miles dan Huberman, (1984) yakni; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Proses Pelaksanaaan tradisi adat tuang labuang dalam kehidupan masyarakat Desa Batujungku sangat penting dilakukan. Karena berkedaan dengan menjaga dan menghormati warisan dari para leluhur yang memiliki tata nilai dan perilaku hubungan interaksi sosial kemasyarakatan warga sebagai orang basudara; (2) makna dari tradisi adat tuang labuang, bagi masyarakat Desa Batujungku adalah suatu uangkapan doa adat, yang dilakukan untuk membangun komunikasi yang lebih dekat antara para leluhur dan anak cucu, serta memelihara keagraban, sehingga masyarakat yang menjungjung tinggi nilai-nilai budaya (civic culture) seperti  Nilai religius, nilai gotong royong, nilai keadilan dan nilai musyawarah. Yang dilakukan dan dilaksanakan sesuai dengan aturan adat yang telah ditetapkan
The Role of the Maluku Province Education Office in Meeting the Needs of Civics Subject Teachers Tuna, Rahma; Soumokil, A; Tuharea, Jumiati
Jurnal Pendidikan Amartha Vol 2, No 2 (2023): November 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpa.v2i2.429

Abstract

Civics subjects are also one of the important subjects that must be taught by teachers who have a Civic Education background, this is important because currently the younger generation has lost their sense of nationalism, in the midst of modernization and globalization of the times. Therefore, the role of not only the Principal is needed but the role of the region, one of which is regulated and managed by the region is the field of education, as in Law number 32 of 2004 concerning regional government article 14 paragraph 1 it is stated that the Implementation of Education is one of the mandatory affairs that is the authority of the Provincial Government and Regency / City government. And regulated in law number 14 of 2005 concerning Teachers and Lecturers, in article 24 paragraph 2 it is stated that the provincial government is obliged to meet the needs of teachers, both in number, academic qualifications, as well as in competence equally to ensure the continuity of secondary education and special education in accordance with their authority. The problem in this study is how the role of the Maluku provincial education office in meeting the needs of Civics subject teachers at SMA Negeri 16 Seram Barat, Manipa Islands District, West Seram Regency. The method used in this study is qualitative research method. The data collection technique that the author did consisted of two ways, namely observation and interview. The data analysis technique that the author used in this study is interactive data analysis. The results of the research obtained by the author are: The role of the education office in meeting teacher needs is by conducting recruitment of honor personnel or contract teachers and recruitment of CPNS and PPPK in accordance with the provisions of the Law.
Community Understanding of the Importance of Education in Rumberu Village, Inamosol District, West Seram Regency Soemarsono, Klinton; Tuharea, Jumiati; Soumokil, Agustinus
Jurnal Pendidikan Amartha Vol 2, No 1 (2023): May 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpa.v2i1.443

Abstract

This research is a qualitative descriptive study which aims to find out how the community understands the importan of education in Rumberu Village and to find out the factors of children’s desire to attend education in Rumberu Village. This research was conducted in Rumberu Village, Inamosol District West Seram Regency. Primary data collection was carried out through interviews with a number of informants who were considered to be to be directly infolved. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. Based on the results of the research, it was found that the understanding of the Rumberu people about education was very advanced, because the community was of the view that the presence of education was very importan in increasing quality human resources in order to develop the village to be even better in the future so that the village could compete with villages in other places. Besides that there are factors that become the child’s desire to attend education itself. This is what then becomes the special attention of all parties in the area, bot the goverment, the community, and also related stakeholders to further improve what children want in attending education in Rumberu Village.
The Government's Role in the Family Hope Program (PKH) as an Effort to Reduce Poverty in Kamarian Village, Kairatu District, West Seram Regency Elias, Krisye Heidi; Tuharea, Jumiati; Soumokil, Agustinus
Jurnal Pendidikan Amartha Vol 2, No 1 (2023): May 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpa.v2i1.427

Abstract

The purpose of this study is to determine the process of implementing the family hope program and the impact of family hope on poor families. The type of research used is descriptive research with a qualitative approach. The data collection technique in this study is an interview, which is used to obtain information by asking directly to informants using interview guidelines in accordance with the problem studied. Documentation researchers obtain data by collecting data sourced from written data, archives and images related to the family hope program (PKH). Kamarian Village is one of the villages that has implemented the PKH program since 2012 until now. From the results of the study, it shows that the process of implementing the family hope program (PKH) is running well, this can be seen from all activities in the implementation of the policy that are carried out well. The positive impact of the implementation of the PKH program is the improvement of health, education, and improvement of social welfare and can help reduce the burden of income expenditure as well as behavior change and independence of PKH families and other poor families.
Peran Guru Fasilitasi Pembelajaran Daring Untuk Memotivasi Siswa Dalam Kegiatan Belajar PKn Pada Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 20 Ambon C. Kiriwenno, Yolanda; Abas, Aisa; Tuharea, Jumiati
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3031

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peran Guru Fasilitasi Pembelajaran Daring untuk Memotivasi Siswa dalam Kegiatan Belajar Pkn Pada Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 20 Ambon. Selanjutnya yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana Upaya Peran Guru Fasilitasi Pembelajaran Daring untuk Memotifasi Siswa dalam kegiatan Belajar PKN Pada Siswa Kelas VII di SMP. N 20 AMBON? Dan 2) Bagaimana Faktor Pendukung dan Penghambat Peran Guru Fasilitasi pembelajaran Daring untuk Motivasi Siswa dalam kegiatan Belajar PKN pada Siswa Kelas VII di SMP. N 20 AMBON? Hasil penelitian yang ditemukan adalah Upaya Peran Guru memfasilitasi Pembelajaran Daring Untuk Memotivasi Siswa Dalam Kegiatan belajar Siswa Kelas VII Pada SMP Negeri 20 Ambon bahwa peran guru dalam memfasilitasi siswa agar termotivasi dalam pembelajaran daring itu sangat penting yaitu bagi dalam pembelajaran dapat berlangsung dengan timbulnya rasa nyaman dikelas dan bagi guru hal itu penting dalam mengembangkan peran guru sebagai motivator. Proses memfasilitasi siswa agar termotivasi dalam pembelajaran daring terjadi di SMP Negeri 20 Ambon dengan siswa merasakan fasilitas dengan mendapatkan akses internet, buku teks dan bahan ajar yang diberikan guru dan fasilitas yang disiapkan oleh guru yaitu suatu kesatuan yang sudah dirancangkan dalam RPP. Faktor Pendukung dan Penghambat Peran Guru memfasilitasi Pembelajaran Daring untuk Memotivasi Siswa Dalam Kegiatan Belajar PKn Siswa Kelas VII Pada SMP Negeri 20 Ambon bahwa faktor tersebut yaitu fasilitas pembelajaran daring seperti akses internet dan kepemilikan HP androit, Selain itu, faktor penghambat guru memfasilitasi pembelajaran daring untuk memotivasi siswa dalam pembelajaran daring yaitu faktor seperti : Jaringan tidak baik, siswa tidak memiliki HP, tidak serius siswa saat pembelajaran daring berlangsungKata Kunci: Peran, Guru, Fasilitas, Pembelajaran Daring AbstractThis study aims to describe the role of online learning facilitation teachers to motivate students in Civics Learning Activities for Class VII Students at SMP Negeri 20 Ambon. Furthermore, the formulation of the problem in this research is 1) How the Efforts of the Role of Online Learning Facilitation Teachers to Motivate Students in PKN Learning Activities for Class VII Students in Junior High Schools. N 20 AMBON? And 2) What are the Supporting and Inhibiting Factors for the Role of Teachers in Facilitating Online Learning to Motivate Students in PKN Learning Activities for Class VII Students in Junior High Schools. N 20 AMBON?. The results of the research found were the role of the teacher in facilitating online learning to motivate students in class VII student learning activities at SMP Negeri 20 Ambon that the teacher's role in facilitating students to be motivated in online learning was very important, namely for learning to take place with the emergence of a sense of comfort in class. and for teachers it is important in developing the teacher's role as a motivator. The process of facilitating students to be motivated in online learning takes place at SMP Negeri 20 Ambon where students feel the facilities by getting internet access, textbooks and teaching materials provided by the teacher and the facilities provided by the teacher, which is a unit that has been designed in the lesson plans. Supporting and Inhibiting Factors The Role of Teachers Facilitating Online Learning to Motivate Students in Civics Learning Activities for Class VII Students At SMP Negeri 20 Ambon that these factors are online learning facilities such as internet access and ownership of Android cellphones. students in online learning are factors such as: The network is not good, students do not have cellphones, students are not serious when online learning takes placeKeywords: Roles, Teachers, Facilities, Online Learning