Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Larangan Perkawinan dalam Perjanjian Pela Darah antara Abio, Ahiolo, Walakone, dan Rumbelu Ditinjau dari UU. Nomor 39 Tahun 1999 Reane, Markus; Tutuarima, Fricean; Tuharea, Jumiati
CIVICA: Jurnal Sains dan Humaniora Vol 13 No 2 (2025): Civica: Jurnal Sains dan Humaniora
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/civica.13.2.66-73

Abstract

Tradisi pela darah di Maluku merupakan perjanjian persaudaraan antar-negeri yang mengatur kewajiban sosial dan larangan perkawinan antar-negeri se-Pela. Penelitian ini bertujuan menganalisis larangan perkawinan dalam pela darah dari perspektif hak asasi manusia (HAM) dan mekanisme penyelesaian pelanggaran adat yang diterapkan masyarakat. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif, dengan lokasi di Negeri Abio, Ahiolo, Walakone, dan Rumbelu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Subjek penelitian meliputi tokoh adat, tokoh masyarakat, dan keluarga yang terikat tradisi pela darah. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pela darah lahir dari kesepakatan damai pascaperang antara suku Alune dan Wemale, dengan ketentuan utama berupa kewajiban saling tolong-menolong, menjamu tamu, dan larangan perkawinan antar-negeri se-Pela. Larangan perkawinan ini, meski berpotensi bertentangan dengan UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, namun berfungsi menjaga perdamaian, identitas kolektif, dan stabilitas sosial. Penyelesaian pelanggaran dilakukan melalui musyawarah adat, ritual, dan sosialisasi kepada generasi muda. Penelitian ini menegaskan bahwa hukum adat seperti pela darah tidak bertentangan dengan prinsip HAM, melainkan dapat menjadi instrumen untuk memperkuat solidaritas sosial, menjaga keharmonisan antar-negeri, dan melestarikan tradisi budaya lokal.
Pelaksanaan Kawin Lari (Kaweng Heka) dalam Adat Perkawinan menurut Perspektif Kewarganegaraan di Desa Wamkana Kabupaten Buru Selatan Hukunala, Ferliana; Tuharea, Jumiati
CIVICA: Jurnal Sains dan Humaniora Vol 12 No 2 (2024): Civica: Jurnal Sains dan Humaniora
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/civica.12.2.53-59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik kawin lari (Kaweng Heka) berdasarkan aturan lama yang dianut di Desa Wamkana, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan, serta alasan di baliknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan mengumpulkan informasi melalui wawancara, observasi, dan catatan dari para tetua adat, anggota masyarakat, dan pejabat desa yang dihormati. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kawin lari (Kaweng Heka) melibatkan pernikahan yang dilakukan tanpa persetujuan kedua keluarga atau hanya dengan persetujuan satu keluarga, baik keluarga laki-laki maupun keluarga perempuan. Menurut adat istiadat Desa Wamkana, praktik ini dipandang negatif karena melanggar norma dan prinsip agama yang berlaku. Kawin lari (Kaweng Heka) mengabaikan prosedur adat dan didorong oleh keinginan individu yang terlibat. Faktor-faktor yang berkontribusi meliputi terkikisnya aturan adat (Sumang), kurangnya pengawasan orang tua, pengaruh teman sebaya, kemajuan teknologi, dan penyalahgunaan sumber daya orang tua seperti telepon seluler dan mobil. Motif melarikan diri untuk menikah bersumber dari pelanggaran etika dan kurangnya pengawasan orang tua terhadap interaksi sosial di kalangan remaja. Oleh karena itu, para pemimpin desa bekerja sama dengan para pemuka agama, tokoh adat, dan pemangku kepentingan masyarakat untuk melaksanakan intervensi yang bertujuan mencegah terulangnya kembali kasus melarikan diri untuk menikah dengan memberikan pendidikan yang lebih baik kepada para remaja desa.
Pelaksanaan Adat Makan Bersama (Rahak) sebagai Civic Culture pada Masyarakat Desa Wonreli, Dusun Yawuru, Maluku Barat Daya Lainata, Adolina Lesli; Tuharea, Jumiati
CIVICA: Jurnal Sains dan Humaniora Vol 14 No 1 (2025): Civica: Jurnal Sains dan Humaniora
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/civica.14.1.1-12

Abstract

Adat istiadat merupakan praktik sosial tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Dengan kemajuan teknologi dan modernisasi, tradisi-tradisi yang seringkali terabaikan oleh norma-norma sosial yang berlaku, mulai terabaikan. Salah satu tradisi tersebut adalah tradisi Rahak (makan bersama) dalam keluarga, baik kecil maupun besar. Berdasarkan latar belakang di atas, maka judul penelitian ini adalah: Implementasi tradisi Rahak (makan bersama) sebagai budaya kewarganegaraan pada masyarakat Desa Wonreli Dusun Yawuru, Maluku Barat Daya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses pelaksanaan tradisi Rahak untuk menjaga hubungan kekerabatan pada masyarakat Dusun Yawuru. Penelitian ini juga mengkaji faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan tradisi Rahak pada masyarakat Dusun Yawuru serta mengkaji makna kebersamaan dalam tradisi Rahak pada masyarakat Dusun Yawuru. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan teknik analisis observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Rahak sangat penting bagi masyarakat Dusun Yawuru. Melalui tradisi ini, mereka diajarkan tentang honoli (tata krama) untuk menjaga kerukunan, persatuan, dan toleransi dalam masyarakat. Jika tradisi makan bersama (Rahak) tidak dipraktikkan, generasi muda akan kekurangan bimbingan dan nasihat yang mereka butuhkan, karena pada masa inilah mereka dapat mewariskan nasihat kepada anak-anak dan generasi mendatang.
Peran Pemerintah Menciptakan Desa Keluarga Berencana (KB) Sebagai Upaya dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat (Studi pada Desa Wasia Kecamatan Elpaputih Kabupaten Seram Bagian Barat) Tuharea, Jumiati; Metekohy, Louisa M.; Maatoke, Santi
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 1, No 1 (2022): March 2022
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v1i1.67

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini bahwa untuk mengetahui program keluarga berencana dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan untuk mengetahui dampak dari program kampung keluarga brencana. Tipe penelitian yang digunakan ialah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah Wawancara, dimana digunakan untuk mendapatkan informasi dengan cara bertanya langsung kepada informan dengan mengunakan pedoman wawancara sesuai dengan masalah yang diteliti. Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui sesuatu pengamatan, dengan disertai pencatatan-pencatatan terhadap keadaan atau perilaku objek sasaran. Dokumentasi peneliti memperoleh data dengan cara mengumpulkan data yang bersumber pada data-data tertulis arsip maupun gambar yang berkaitan dengan program kampung KB. Salah satu desa yang menjadi kampung keluarga berencana ialah Desa Wasia yang dinobatkan tanggal 20 April 2017. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa di Desa Wasia memuat beberapa program yang terlaksana yaitu bina keluarga remaja, bina keluarga lansia, bina untuk balita, dan juga PIKR (Pusat infomasi dan konseling remaja) dan program KB gratis. Dengan adanya program-program tersebut dapat membawa dampak yang nyata pada kehidupan sosial masyarakat Desa Wasia baik dari segi ekonomi, sosial maupun pendidikan. Kata Kunci: Peran, Program, Kampung Keluarga Berencana. AbstractThe purpose of this study was to determine the family planning program in improving community welfare and to determine the impact of the family planning village program. The type of research used is descriptive research with a qualitative approach. The data collection technique in this study is interview, which is used to obtain information by asking directly to the informant using interview guidelines according to the problem being studied. Observation is a data collection technique that is carried out through an observation, accompanied by notes on the state or behavior of the target object. Documentation researchers obtained data by collecting data sourced from archive written data and images related to the village family planning program. One of the villages that became a family planning village is Wasia Village which was crowned on April 20 2017 From the results of the study, it shows that in Wasia Village contains several programs, namely youth family development, elderly family development, development for toddlers, and also PIKR (Information Center). and youth counseling) and free family planning programs. With these programs, they can have a real impact on the social life of the Wasia Village community both, in terms of economy, social and education.Keywords: Role, Program, Family Planning Village
Implementasi Bantuan Langsung Tunai Desa Terhadap Masyrakat Ekonomi Lemah di Dusun Lirang Desa Luhu Sampulawa, Dasri; Tuharea, Jumiati; Gaite, Titus
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 1, No 1 (2022): March 2022
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v1i1.59

Abstract

AbstrakProgram bantuan langsung tunai desa merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat serta kewenanganya di berikan kepada pemerintah desa melalui pemotongan dana desa (DD) sebesar 40% untuk disalurkan kepada masyarakat khususnya masyarakat dusun lirang desa luhu yang kehilangan mata pencarian atau yang terdampak pandemi Covid-19. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1. Bagaimanakah proses implementasi Bantuan Langsung Tunai Desa bagi masyarakat ekonomi lemah di dusun Lirang. 2. Bagaimana Upaya penangulangan program Bantuan Langsung Tunai Desa di Dusun Lirang Desa Luhu. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu metode yang mengunakan atau melukiskan suwatu kejadian secara sistematis, factual dan akurat mengenai fakta-fakta atau fenomena yang diselidiki. Hasil dari penelitian ini menujukan bahwa implementasi bantuan langsung tunai desa yang di berikan oleh pemerintah desa kepada masyarakat penerima subsidi dengan jumlah Rp 300.000 perbulan dari awal bulan januari sampai desember tahun 2022 khususnya masyarakat penerima BLT-Desa yang berada di dusun lirang desa luhu sangat bermanfaat guna membantu meringankan daya beli masyarakat dengan kategori ekonomi lemah diera pandemi Covid. Selain itu penyaluran bantuan lagsung tunai desa oleh pemerintah desa kepada penerima bantuan langsung tunai desa telah tepat sasaran sebagaimana ketentuan yang telah di tetapkan bahwa masyarakat penerima bantuan adalah keluarga miskin atau tidak mampu yang berdomisili di desa bersangkutan dan diprioritaskan keluarga miskin yang termasuk dalam kategori kemiskinan ekstrim, kehilangan mata pencharian, keluarga penerima jarring sosial yang terhenti serta keluarga miskin yang terdampak pandemi Corona Disease 2019 (Covid-19) dan belum menerima bantuan atau rumah tangga dengan anggota rumah tangga tunggal lanjut usiaKata Kunci: Bantuan Langsung Tunai Desa, Masyarakat Ekonomi Lemah. AbstrakThe direct village cash assistance program is a policy issued by the central government and its authority is given to the village government through a 40% reduction in village funds (DD) to be distributed to the community, especially the lirang village community, who have lost their livelihoods or who have been affected by the Covid-19 pandemi. . The purpose of this study is to find out 1. How is the process of implementing Village Cash Assistance for the economically weak community in the Lirang hamlet. 2. How to tackle the Village Cash Assistance program in Lirang Hamlet, Luhu Village. The method used in this study is a descriptive method, which is a method that uses or describes an event in a systematic, factual and accurate manner regarding the facts or phenomena being investigated. The results of this study indicate that the implementation of direct village cash assistance provided by the village government to the subsidy recipient community in the amount of Rp. 300,000 per month from the beginning of January to December 2022, especially the BLT-Desa recipient community in the lirang village, Luhu village, is very useful for help ease the purchasing power of people with weak economic categories in the Covid pandemi era. In addition, the distribution of direct village cash assistance by the village government to recipients of direct village cash assistance has been right on target as stipulated in the provisions that the recipients of assistance are poor or underprivileged families who live in the village concerned and prioritize poor families who are included in the category of extreme poverty. , loss of livelihood, families receiving social networks that have stopped and poor families affected by the Corona Disease 2019 (Covid-19) pandemi and have not received assistance or households with elderly single household members.Keywords: Village Cash Direct Assistance. Weak Economic Community.
Persepsi masyarakat Wahaeolon terhadap Peran dan Kedudukan Perempuan Modern di Kecamatan Leksula Kabupaten Buru Selatan Batuwael, Galensa. E.; Sialana, Fatimah; Tuharea, Jumiati
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 1, No 1 (2022): March 2022
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v1i1.66

Abstract

AbstrakKehidupan perempuan di Indonesia hingga saat ini masih melekat pada suatu budaya patriarki dimana seorang perempuan masih melekat dan memposisikan dirinya sebagai subordinat dari laki-laki. Budaya patriarki sendiri sudah ada dan melekat dalam lingkungan masyarakat dari dahulu dan secara hukum adat dan agama menempatkan kedudukan perempuan di bawah laki-laki. Tentunya kondisi seperti ini sudah biasa ditemui di berbagai negara tak hanya di Indonesia. Akibat dari budaya patriarki tersebut, kedudukan perempuan hanya sebatas menjadi seorang istri dan ibu bahkan hal tersebut seringkali tidak dihargai.. Oleh karena itu, perlu adanya kajian ulang kebijakan negara, yang saat ini terlalu fokus pada peningkatan peran perempuan dalam pembangunan, agar lebih memperhatikan peran perempuan dalam keluarga sebagai pilar kemajuan masyarakat dan bangsa. Adapun rumusan masalah yaitu : Bagaimana kedudukan dan peran perempuan modern secara domestik pada masyarakat wahaolon kecamatan leksula kabupaten buru selatan. dan Bagaimana kedudukan dan peran perempuan secara publik pada masyarakan wahaeolon kecamatan leksula kabupaten buru selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dan teknik pengumpulan data, observasi, dan wawancara serta teknik analisis data. Hasil penelitian adalah Dalam ajaran Kristen perempuan dipandang sebagai makhluk yang memiliki pontensi yang sama seperti apa yang dimiliki laki-laki. Perempuan bukan hanya sebagai makhluk domestic–reproduktif perempuan bukan hanya bertugas mengurus rumah tangga, urusan rumah tangga sebenarnya antara laki-laki dan perempuan mempunyai tanggung jawab yang sama mengurus rumah tangga dalam kehidupan sehari-hari. Perempuan tidak hanya dianggap sebagai makhluk lemah lembut, penyayang, dan penurut melainkan perempuan itu dapat leluasa untuk berkreatifitas, dan mempunyai kepercayaan diri yang kuat melangkah maju, berani melangkah keluar dari aturan budaya yang mengikat sehingga menghasilkan perempuan yang cerdas, kuat, dan bertanggung jawabKata Kunci: Perempuan Modern, Kesetaraan Gender, dan Perempuan Perdesaan AbstractThe life of women in Indonesia is still attached to a patriarchal culture where a woman is still attached and positions herself as subordinate to men. The patriarchal culture itself has existed and is inherent in the community from the past and according to customary law and religion, women are placed below men. Of course, conditions like this are common in various countries, not only in Indonesia. As a result of this patriarchal culture, the position of women is only limited to being a wife and mother and even this is often not appreciated. Therefore, it is necessary to review state policies, which currently focus too much on increasing the role of women in development, so that they pay more attention to the role of women in development. women in the family as pillars of the progress of society and the nation. The formulation of the problem is: How is the position and role of modern women domestically in the Wahaolon community, Leksula sub-district, South Buru district. and How is the position and role of women in  publik in the Waheolon community, Leksula sub-district, South Buru Regency. The method used in this research is qualitative, and data collection techniques, observations, and interviews as well as data analysis techniques. The result of the research is that in Christianity, women are seen as creatures who have the same potential as men. Women are not only domestic - reproductive creatures, women are not only tasked with taking care of the household, household affairs are actually between men and women who have the same responsibility to take care of the household in everyday life. Women are not only considered as gentle, loving, and obedient creatures, but women can be free to be creative, and have strong self-confidence to move forward, dare to step outside the binding cultural rules so as to produce intelligent, strong, and responsible women.Keywords: Modern Women, Gender Equality, and Rural Women