Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Prototype Steam Plant sebagai Penyedia Sumber Daya Listrik pada Sistem Vessel To Grid (V2G) Ray Vargas; Sonhaji; Elly Kusumawati
JURAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 4 No. 3 (2025): Desember : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v4i3.6721

Abstract

This research aims to develop and evaluate the performance of a steam plant prototype designed as an alternative source of electrical energy to support the Vessel to Grid (V2G) concept. Utilization of backup energy on ships is becoming important as electricity demand increases and demands for a more sustainable electrical system. This system relies on ESP32 microcontroller technology as a control center that functions to monitor and control several key parameters, including steam pressure, combustion temperature, boiler water level, and the generated electrical voltage. The research method used is an experiment with a static and dynamic testing approach. Static testing is carried out to measure the performance of main components such as the boiler, turbine, and generator separately, while dynamic testing focuses on evaluating the overall system by involving the integration of sensors and supporting actuators. The test data is then analyzed quantitatively to determine the system's response to variations in steam pressure, temperature, and other operational conditions. The results show that the steam produced by the boiler is able to rotate the turbine, thereby driving the generator to produce electricity. The maximum voltage achieved is 25.7 volts at a steam pressure of 50 psi. The highest energy conversion efficiency was recorded at 4%, while the lowest efficiency was 0.9%. These findings demonstrate that, despite its relatively low efficiency, the prototype can function as an alternative energy source and emergency backup solution. Thus, this research provides an initial contribution to supporting the implementation of the V2G concept through the development of a small-scale steam plant-based energy conversion system.
Analisis Metode Lashing Terhadap Keamanan Muatan : (studi Kasus: Kapal MV. Meratus Mamiri) Hafiz Ramadhan Samsuri; Sutoyo; Elly Kusumawati; Imam Firdaus
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode lashing terhadap keamanan muatan di atas kapal MV. Meratus Mamiri serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dan dilaksanakan langsung di atas kapal MV. Meratus Mamiri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis kualitatif dengan peneliti sebagai instrumen utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode lashing belum sepenuhnya efektif karena masih ditemukan ketidaksesuaian prosedur yang mengakibatkan pergeseran kontainer dan kerusakan muatan pada beberapa pelayaran. Faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas lashing meliputi kurangnya pengawasan, keterbatasan jumlah personel, pemahaman teknis kru yang belum optimal, tekanan waktu operasional, kondisi peralatan yang tidak layak, tidak dilakukannya pemeriksaan ulang, serta pengaruh cuaca buruk. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa keamanan muatan sangat dipengaruhi oleh kepatuhan terhadap prosedur lashing, kelayakan peralatan, kompetensi kru, pemantauan selama pelayaran, serta penanganan tambahan pada kondisi cuaca ekstrem, sehingga diperlukan integrasi aspek teknis dan operasional untuk menjamin keselamatan muatan dan kapal.  
Pengaruh Potensi Bahaya Overhaul Auxiliary Engine Terhadap Pencegahan Kecelakaan Kerja Awak Kapal Alfina Dwi Restyaningtyas; Monika Retno Gunarti; Elly Kusumawati; Shofa Dai Robbi; Wulan Marlia Sandi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1669

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh tingginya risiko kecelakaan kerja pada pelaksanaan pekerjaan overhaul auxiliary engine di kapal. Pekerjaan tersebut melibatkan berbagai potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan awak kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya pada pekerjaan overhaul auxiliary engine, mengkaji upaya pencegahan kecelakaan kerja yang dilakukan, serta menganalisis pengaruh potensi bahaya terhadap upaya pencegahan kecelakaan kerja awak kapal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 29 responden yang merupakan awak kapal bagian mesin yang terlibat langsung dalam pekerjaan overhaul. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan perangkat lunak SPSS untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan overhaul auxiliary engine memiliki tingkat potensi bahaya yang tergolong tinggi, mencakup risiko mekanik (tangan terjepit, tertimpa komponen), risiko lingkungan (lantai licin, ventilasi kurang), serta faktor manusia. Di sisi lain, tingkat pencegahan kecelakaan kerja awak kapal ditemukan berada pada kategori sangat tinggi, yang ditandai dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), penerapan Standard Operational Procedure (SOP), dan pelaksanaan safety briefing. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,216 dengan nilai signifikansi 0,261 (p > 0,05), yang berarti terdapat hubungan positif namun lemah dan tidak signifikan secara statistik antara potensi bahaya dengan upaya pencegahan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun potensi bahaya tinggi, awak kapal telah menerapkan sistem keselamatan kerja yang efektif sehingga risiko tersebut dapat dikendalikan dengan baik.