Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Medula

Uji Diagnostik dengan Menggunakan Kriteria qSOFA dalam Mendiagnosis Awal Pasien Sepsis di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara shaddad, Nabila; Ali, Agussalim; Kholidha, Andi Noor
MEDULA Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v8i2.19246

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Sepsis merupakan salah satu masalah terbesar yang memerlukan perhatian, karena merupakan penyebab utama kematian dan penyakit kritis di seluruh dunia. Pada praktiknya, penilaian sepsis dengan skor SOFA membutuhkan pemeriksaan laboratorium, dan kriteria tersebut jarang digunakan di luar ruang rawat intensif. Mempertimbangkan hal tersebut, The Sepsis-3 Task Force memperkenalkan alat identifikasi yang lebih sederhana yaitu The Quick Sequential Organ Failure Assessment atau qSOFA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensitivitas, spesifisitas, akurasi, nilai duga negatif, nilai duga positif kriteria qSOFA dalam mendiagnosis awal pasien sepsis di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional  deskriptif  dengan  rancangan  penelitian  cross  sectional.  Lokasi  penelitian  di  ruang rekam Medik Rumah Sakit Umum Bahteramas. Sampel sebanyak 72 responden yang diambil menggunakan tehnik purposive sampling dengan menggunakan analisis data tabel 2x2. Hasil: Hasil penelitian didapatkan uji diagnostik kriteria qSOFA dalam mendiagnosis awal sepsis di RSU Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki sensitivitas 55%, spesifisitas 88%, akurasi 72%, nilai duga positif 85% dan nilai duga negatif 66%.  Simpulan: Kriteria qSOFA memiliki sensitifitas kurang baik, namun spesifisitas yang baik dalam mendiagnosis awal pasien sepsis di RSU Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara.Kata Kunci: Sepsis, qSOFA, Uji Diagnostik
Hubungan Kadar Kolesterol Total dan Trigliserida dengan Kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 di Daerah Pesisir Kota Kendari Andi Noor Kholidha; Tien Tien; Pranita Aritrina; Fifi Nirmala
MEDULA JURNAL ILMIAH FAKULLTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.62 KB) | DOI: 10.46496/medula.v5i2.4367

Abstract

Background: Type 2 Diabetes mellitus is a common health problem which may result chronic complications. Risk factors such as dyslipidemia, obesity, family history, and genetics play important role in the pathogenesis of the disease. Study on total cholesterol and trygliseride have been carried out in several countries which show relations between total cholesterol and trygliseride with type 2 diabetes mellitus. Purpose: This study aims to determine the relationship between total cholesterol and trigliseride with type 2 diabetes mellitus in the coastal areas of Kendari City. Methods: This study used analytical observational method, with case control approach. The independent variables used in this research is cholesterol total and trigliseride meanwhile the dependent variable is the type2 diabetes mellitus. The location of this research is working area of Public Health Centre located in the coastal area of Kendari City. Result: total cholesterol levels show sig. p value 1,369 based on Chi Square Test, which showed there was no difference in total cholesterol levels. Meanwhile, the triglyceride levels also did not show a significant difference between case and control groups. (p = 0.101). Conclusion: There was no correlation between the increase of total cholesterol level and triglyceride levels with the incidence of DM Type 2 in Kendari City.Keyword: Total Cholesterol, Trigliseride, Type 2 Diabetes mellitus, Coastal Area.
Hubungan Status Gizi Lebih dengan Masalah Psikososial pada Siswa dan Siswi SMPN 2 Raha Erik Veri Ramadani; Andi Noor Kholidha; Junuda RAF
MEDULA JURNAL ILMIAH FAKULLTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v9i1.22775

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang. WHO menyatakan lebih dari 340 juta anak dan remaja umur 5-19 tahun mengalamioverweight dan obesitas di seluruh dunia pada tahun 2016. Di Indonesia, menurut data Ikatan Dokter Anak Indonesia menunjukan masalah overweight dan obesitas pada anak umur 5 -12 tahun berturut – turut sebesar 10,8 % dan 8,8 %, sudah mendekati perkiraan angka dunia di tahun 2020. Siswa SMP sebagai remaja awal masih mengabaikan pola makan yang sehat dengan tidak memperdulikan makanan yang dikonsumsi sehingga menimbulkan masalah kesehatan yaitu berat badan berlebih dan obesitas yang disinyalir memberi pengaruh terhadap adanya Masalah Psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi lebih dengan Masalah Psikososial pada siswa dan siswi SMPN2 Raha. Metode. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMPN 2 Raha dengan sampel adalah siswa kelas 8 dan 9 yang memiliki usia 12-15 tahun sebanyak 86 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah antropometri dan kuisioner PSC-17 untuk menilai masalah psikossosial. Data dianalisis menggunakan uji  chi  square. Hasil.  Jumlah  sampel  yang  memiliki  masalah  psikososial  didominasi  oleh  sampel dengan status gizi lebih yaitu sebanyak 41 siswa (47,7%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi lebih dan masalah psikososial pada siswa dan siswi SMPN2 Raha dimana nilai p-value yaitu 0,000. Kesimpulan. Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi lebih dengan masalah psikososial pada siswa dan siswi SMPN 2 Raha. Kata kunci : Gizi lebih, Masalah Psikososial, Siswa SMP.
Uji Diagnostik dengan Menggunakan Kriteria qSOFA dalam Mendiagnosis Awal Pasien Sepsis di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Nabila Shaddad; Agussalim Ali; Andi Noor Kholidha
MEDULA JURNAL ILMIAH FAKULLTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v8i2.20619

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Sepsis merupakan salah satu masalah terbesar yang memerlukan perhatian, karena merupakan penyebab utama kematian dan penyakit kritis di seluruh dunia. Pada praktiknya, penilaian sepsis dengan skor SOFA membutuhkan pemeriksaan laboratorium, dan kriteria tersebut jarang digunakan di luar ruang rawat intensif. Mempertimbangkan hal tersebut, The Sepsis-3 Task Force memperkenalkan alat identifikasi yang lebih sederhana yaitu The Quick Sequential Organ Failure Assessment atau qSOFA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensitivitas, spesifisitas, akurasi, nilai duga negatif, nilai duga positif kriteria qSOFA dalam mendiagnosis awal pasien sepsis di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional. Lokasi penelitian di ruang rekam Medik Rumah Sakit Umum Bahteramas. Sampel sebanyak 72 responden yang diambil menggunakan tehnik purposive sampling dengan menggunakan analisis data tabel 2x2. Hasil: Hasil penelitian didapatkan uji diagnostik kriteria qSOFA dalam mendiagnosis awal sepsis di RSU Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki sensitivitas 55%, spesifisitas 88%, akurasi 72%, nilai duga positif 85% dan nilai duga negatif 66%.  Simpulan: Kriteria qSOFA memiliki sensitifitas kurang baik, namun spesifisitas yang baik dalam mendiagnosis awal pasien sepsis di RSU Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara.Kata Kunci: Sepsis, qSOFA, Uji Diagnostik
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Dadap Serep (Erythrina lithosperma Miq) sebagai Antibakteri terhadap Bakteri Salmonella typhi Andi Noor Kholidha; I Putu Wira Putra Suherman; Hartati Hartati
MEDULA JURNAL ILMIAH FAKULLTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.842 KB) | DOI: 10.46496/medula.v4i1.2555

Abstract

Dadap serep (Erythrina lithosperma Miq) is one of the plants that grow in Indonesia. Dadap serep leaves are commonly used as a traditional medicin. It can be used as an antimicrobial. This study aims to determine the inhibition of Dadap Serep (Erythrina lithosperma Miq) Leaf Extract  on the growth of the bacteria Salmonella typhi. The methods used in this research was an analytic experimental test. The samples of this study are Leaf Extract of Dadap Serep (Erythrina lithosperma Miq), which is divided into eight concentration, i.e. the concentration of 200,000 ppm, 100,000 ppm, 50,000 ppm, 25,000 ppm, 12,500 ppm, 6,250 ppm, 3,125 ppm, 1,560 ppm and two control i.e. a positive controls and a negative controls. Each test was repeated three times. Antibacterial activity test performed by disc diffusion method, wherein the diameter of each extract was determined and assessed their effectiveness inhibitory zone with chloramphenicol. Minimum Inhibitory Concentration (MIC) was determined by disc diffusion method togeth er with the inhibition test. We then measured at the lowest concentration of extract that they can inhibit the bacteria Salmonella typhiTop of FormBottom of Form. The results showed that the leaves of Dadap Serep (Erythrina lithosperma Miq) has antibacterial activity against growth of bacteria Salmonella typhi. MIC seen from the leaves of Dadap Serep is 50,000 ppm with inhibition zone diameter of 1.3 mm were formed. Diameter of clear zone is highest at a concentration of 200,000 ppm with inhibition zone diameter formed is 4.83 mm. Phytochemical test results on Leaf of Dadap Serep (Erythrina lithosperma Miq) retrieved alkaloids, flavonoids, tannins and saponins are positive.From this research it can be concluded that the extracts from dadap serep leaves (Erythrina lithosperma Miq) has antibacterial activity against growth of bacteria Salmonella typhi.Keywords: Dadap serep leaves (Erythrina lithosperma Miq), Salmonella typhi, Minimum inhibitory concentration (MIC), Antibacterial test
Pengaruh Ekstrak Bawang Putih Terhadap Kadar Serum Kreatinin Tikus Hipertensi Two Kidney One Clipp (Effect of Allium sativum Extract to Serum Creatinine of Two Kidney One Clipp Hypertension Rat) Sapto Raharjo; Gustavita Maria Bandong; Tien Tien; Andi Noor Kholidha Syarif; Agus Chahyadi; Pranita Aritrina
MEDULA JURNAL ILMIAH FAKULLTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.047 KB) | DOI: 10.46496/medula.v7i1.11831

Abstract

Background: Garlic (Allium sativum) has long been used both as a food and traditional medicine. Several studies have shown  potential of garlic (Allium sativum) as an antihypertensive. In previous in vitro study found that dipeptide on garlic extract after hydrolyzed by the enzyme papain have ACE inhibitory activity. Induction of hypertension with 2 Kidney One Clip (2K1C) methodcauses the kidneys lose their physiological functions. A.sativum is expected to ameliorate kidney function. This study aimed to analyze creatinine levels in rat induced by 2K1C. Method: These study was an in vivo study with Pre-Post Test Only Control group Design. Before treatment, 30 subjects induced hypertension by 2K1C method. Treatment was conducted for four weeks. The recent study was conducted on 36 Rattus norvegicus, Wistar strain were divided into 6 groups. Measurement of creatinine was conducted by spectrophotometry method. Result: The results showed that there were significant differences in creatinine levels between groups (p < 0.05) both in the pre-test and post-test. The normal group and hypertension group did not have significant differences in creatinine pre- and post-test levels (p > 0.05). A.sativum 75m/kgBB gave the best decrease in creatinine levels up to 1.75 mg/dL compared to the A.sativum 25mg/kgBB and A.sativum group 50 mg/kgBB. There were significant differences in creatinine levels A.sativum 75 mg/kgBB and captopril (p <0.05). Conclusion: There was significant differences in creatinine levels of hypertensive rats between groups and the most effective dose was 75 mg / kg. Keywords: A.sativum, hypertension, creatinine, 2K1C Latar Belakang: Bawang putih (Allium sativum) telah lama digunakan, baik sebagai bahan masakan maupun sebagai obat tradisional. Beberapa studi menunjukkan potensi bawang putih (A. sativum) sebagai antihipertensi. Pada penelitian sebelumnya secara in vitro ditemukan bahwa dipeptida pada ekstrak bawang putih setelah dihidrolisis dengan enzim papain memiliki aktivitas inhibisi terhadap ACE. Induksi hipertensi 2 Kidney One Clip (2K1C) menyebabkan ginjal kehilangan fungsi fisiologisnya. Pemberian A.sativum  diketahui mampu memperbaiki fungsi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar kreatinin pada tikus yang diinduksi 2K1C. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian in vivo dengan menggunakan rancangan Control Group Time Series Experimental. Parameter dalam penelitian ini adalah tekanan darah. Sebelum perlakuan, subjek diinduksi hipertensi dengan metode 2K1C. Perlakuan dimulai pada minggu ke-enam setelah induksi. Perlakuan berlangsung selama empat minggu. Subjek yang digunakan dalam penelitian adalah tikus putih (Rattus norvegicus, strain Wistar), sebanyak 36 ekor dibagi dalam 6 kelompok: normal/sehat (tidak diinduksi), hipertensi yang diberi kaptopril, hipertensi yang diberi ekstrak A.sativum 25mg/kgBB, hipertensi yang diberi ekstrak A. sativum 50mg/kgBB, hipertensi yang diberi ekstrak A. sativum 75mg/kgBB, dan hipertensi tanpa perlakuan. Pengukuran kreatinin dilakukan menggunakan metode spektrofotometri. Hasil: Analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan kadar kreatinin signifkan pada setiap kelompok (p < 0.05) baik pre-test maupun post-test. Kelompok normal dan hipertensi tidak memiliki perbedaan signifikan pada kadar kreatinin pre dan post-test (p > 0.05). Kelompok A. sativum 75m/kgBB menunjukkan penurunan kadar kreatinin yang sangat signifikan hingga 1.75 mg/dL dibanding kelompok  A. sativum 25mg/kgBB and A. sativum group 50 mg/kgBB. Terdapat perbedaan kadar kreatinin yang signifikan antara kelompok A. sativum 75 mg/kgBB dan captopril (p <0.05). Simpulan: Terdapat perbedaan kadar kreatinin yang signifikan antar kelompok dan penurunan kadar kreatinin terbaik yaitu pada dosis  75 mg / kg. Kata Kunci: A.sativum, hipertensi, kreatinin, 2K1C
Hubungan Kebiasaan Merokok, Stres dan Riwayat Keluarga dengan Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Usia Produktif di Puskesmas Katobu Kabupaten Muna Andi Noor Kholidha S; I Putu Sudayasa; Laode Anugrah Alhadzah Effendy
MEDULA JURNAL ILMIAH FAKULLTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v8i1.15028

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang. Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyebab kematian di seluruh dunia dengan membunuh 36 juat jiwa pertahun. Salah satu penyebab kejadian penyakit tidak menular adalah hipertensi. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih atau sama dengan 140 mmHg atau tekanan darah diastolik lebih atau sama dengan 90 mmHg. Berdasarkan umur, hipertensi paling banyak terjadi pada kelompok usia produktif sebesar 73.639 kasus. Pada tahun 2018 prevalensi hipertensi berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk umur ≥18 tahun  menurut provinsi, Indonesia memiliki persentase 8,4%. Data profil kesehatan Sulawesi Tenggara tahun 2017 sebesar 11.265 kasus, kasus hipertensi di Puskemas Katobu sebanyak 539 kasus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok, tingkat stres, dan riwayat keluarga hipertensi dengan kejadian hipertensi pada masyarakat usia produktif di Puskesmas Katobu, kabupaten Muna. Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan case-control study. Kelompok kasus adalah penderita hipertensi berdasarkan diagnosis dokter puskesmas, kelompok kontrol adalah individu sehat yang tidak menderita hipertensi bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Katobu Kabupaten Muna. Jumlah sampel adalah 136 sampel terdiri dari 68 kelompok kasus dan 68 kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil: Hasil analisis bivariat kebiasaan merokok menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,000 dengan nilai OR 5.435. Hasil analisis pada stres menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,001, dengan nilai OR 3.429. Sedangkan analisis pada riwayat menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,000, dengan nilai OR 9.112. Simpulan: Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan kebiasaan merokok, stres, dan riwayat keluarga dengan kejadian hipertensi pada masyarakat usia produktif di Puskesmas Katobu Kabupaten Muna. .Kata kunci. Hipertensi, merokok, riwayat keluarga hipertensi, stres, dan usia produktif.
Uji Antidiabetik Ekstrak Buah Pare (Momordica charantia L.) terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah pada Mencit yang Diinduksi Streptozotocin Parawansah Parawansah; Nuralifah Nuralifah; Andi Noor Kholidha
MEDULA JURNAL ILMIAH FAKULLTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.321 KB) | DOI: 10.46496/medula.v5i1.3889

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus is a chronic disease in which the patient has excess glucose levels in the blood. Pare (Momordica charantia L.) is one of the plants that have efficacy in treating various diseases one of them is antidiabetes. Activity of active substances from the pare may play a role in lowering blood sugar levels. This research is done to know the effect of increasing concentration of pare extract to decrease blood glucose level in mice induced by streptozotocin.This study was experimental laboratory, the study was done by measured  the initial blood sugar level in mice, sugar content after induction of steptozotosin, and after administration of 100 mg / kgBW extract test, 250 mg / kgBW and 400 mg / kgBW with observation time for 7 days , as well as gave metformin suspension as a positive control.The results showed that the optimum value of antidiabetic activity of ethanol extract of pare fruit at a concentration of 400 mg / kgBW and had an average decrease of 122 mg / dl.Keywords: Antidiabetes, Momordica charantia L., Streptozotocin