Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JRKN

Hubungan Antara Kadar Merkuri Dalam Darah Dengan Jumlah Total Leukosit Pada Komunitas Ibu-Ibu Di Muara Angke Timorensa, Katharina Novika; Prihatiningsih, Diah; Sudarma, Nyoman; Prasetya, Didik
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v8i2.540

Abstract

Paparan merkuri merupakan isu kesehatan global yang signifikan, terutama di daerah pesisir seperti Muara Angke, yang terdampak pencemaran akibat aktivitas manusia dan konsumsi ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah terdapat hubungan antara kadar merkuri dalam darah dan jumlah total leukosit pada komunitas ibu-ibu di Muara Angke. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil menggunakan teknik quota sampling, melibatkan 25 responden dari komunitas ibu-ibu PKK RW 01 Muara Angke. Kuota ditetapkan untuk mencerminkan proporsi kelompok dalam populasi. Kadar merkuri diukur dengan metode ICP-MS menggunakan alat Agilent 7700 X, sementara jumlah total leukosit diukur dengan Fluorescence Flow Cytometry menggunakan alat Sysmex XN-550. Uji korelasi Spearman dilakukan untuk analisis data. Hasil menunjukkan rata-rata kadar merkuri dalam darah sebesar 6,36 µg/L (rentang 3,2 hingga 16,7 µg/L) dan rata-rata jumlah total leukosit sebesar 9,24 x 10³/uL (rentang 6,3 hingga 18,5 x 10³/uL). Uji korelasi Spearman menghasilkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,233 dengan nilai p = 0,262, yang menunjukkan tidak ada hubungan signifikan secara statistik antara kadar merkuri dan jumlah total leukosit di komunitas tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman dampak kesehatan paparan merkuri di komunitas lokal dan menekankan pentingnya pemantauan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.   Kata Kunci: Merkuri, Jumlah Total Leukosit, Muara Angke
Perbedaan Kadar Bilirubin Total Sebelum Dan Sesudah Fototerapi Pada Neonatus Di RSU PRIMA MEDIKA Putri Raweg, Pande Made Arie Santika; Bintari, Ni Wayan Desi; Prasetya, Didik
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v9i2.748

Abstract

Abstrak Hiperbilirubinemia pada neonatus merupakan kondisi klinis yang umum terjadi dan memerlukan penanganan segera untuk mencegah komplikasi neurologis. Fototerapi dikenal sebagai metode yang efektif untuk menurunkan kadar bilirubin dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kadar bilirubin sebelum dan sesudah fototerapi yang diberikan selama 24 jam secara kontinu menggunakan alat fototerapi LED. Subjek dalam penelitian ini melibatkan 44 neonatus yang menjalani fototerapi dari Januari hingga Maret 2025. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS, diawali dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan dilanjutkan dengan uji paired sample t-test. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal (p > 0,05). Uji t berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kadar bilirubin total sebelum dan sesudah fototerapi (p < 0,001). Rata-rata kadar bilirubin menurun dari 16,24 mg/dL menjadi 9,45 mg/dL, dengan penurunan rata-rata sebesar 6,78 mg/dL. Kesimpulan dari penelitian ini adalah fototerapi terbukti efektif secara statistik dalam menurunkan kadar bilirubin pada neonatus. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan fototerapi sebagai salah satu intervensi utama dalam penanganan hiperbilirubinemia pada neonatus.   Kata kunci : Fototerapi, Hiperbilirubinemia, Neonatus