Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Keterampilan Menggunakan Variasi dalam Mengajar untuk Meningkatkan Antusiasme Siswa Dhiyaul Auliyah, Diva Dhiyaul Auliyah; liana, Rosa; Faelasup
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 4 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran yang efektif tidak hanya bergantung pada materi ajar, tetapi juga sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam mengelola dinamika kelas dan menjaga antusiasme siswa. Salah satu keterampilan penting yang berperan besar dalam hal ini adalah kemampuan guru dalam menggunakan variasi dalam mengajar. Variasi mencakup beragam aspek, seperti gaya komunikasi, metode pembelajaran, penggunaan media, bentuk kegiatan, dan pola interaksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana keterampilan menggunakan variasi dalam mengajar dapat meningkatkan antusiasme siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (literature review), yang menganalisis berbagai teori, hasil penelitian terdahulu, dan sumber literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi dalam mengajar mampu menciptakan suasana kelas yang interaktif, menyenangkan, dan mampu mengurangi kejenuhan siswa. Penerapan variasi juga terbukti efektif dalam menjangkau keragaman gaya belajar siswa, meningkatkan motivasi intrinsik, serta mendorong keterlibatan kognitif dan emosional siswa. Dengan demikian, keterampilan ini menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan semangat belajar siswa secaramenyeluruh.
The Urgency Of The Youth Red Cross Extracurricular Activity Program In Shaping Students Ta'awun Behavior At SMK Negeri 1 Bengalon Fattul Jannah, Siti Sri; Faelasup; Mubaidilla, Miftakhul Rizal
Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET) Vol. 4 No. 3 (2025): Vol. 4 No. 3 2025
Publisher : Kirana Publisher (KNPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/jsret.v4i3.819

Abstract

The purpose of this study was to determine the urgency of the youth red cross extracurricular activity program in shaping students ta'awun behavior at SMK Negeri 1 Bengalon. Meanwhile, the type of research that the author uses in this research is field research using a qualitative research approach. In collecting data, the author uses data collection techniques, namely participant observation, structured interviews, documentation. Based on the results of the study, it can be concluded that the ta'awun behavior of students at SMK Negeri 1 Bengalon can be applied by some students by forming ta'awun behavior such as providing medical assistance to those in need. The PMR extracurricular activity program at SMK Negeri 1 Bengalon is like developing the character of volunteerism. The urgency of the youth red cross extracurricular activity program in shaping students' ta'awun behavior is that it can build ta'awun character and instill humanitarian values.
Peran Guru Dalam Pembentukan Karakter Siswa Faelasup; Baiq Uswatun Hasanah
Educompassion: Jurnal Integrasi Pendidikan Islam dan Global Vol. 2 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Yayasan Cendekia Gagayunan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63142/educompassion.v2i2.205

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) plays an important role in shaping the character of students. As the frontline in religious learning, PAI teachers have a great responsibility to guide and develop character values in their students. However, the facts on the ground show that there is a gap between the goals of PAI learning and its practice in shaping student character. This study aims to evaluate the role of PAI teachers in creating student character in schools. In addition, this research also seeks the factors that support and hinder the role of PAI teachers in creating student character. This research uses a qualitative case study, and data is collected through observation, documentation, and in-depth interviews. This research involved PAI teachers, school principals, and students. The results show that PAI teachers play an important role in shaping student character through exemplary behavior, habituation, and integration of religious values in learning. The supporting factors for the role of PAI teachers include the support of school principals, collaboration with parents, and a conducive school culture. Meanwhile, the inhibiting factors include the administrative burden of teachers, limited facilities and infrastructure, and lack of training for PAI teachers.
Tantangan Pembelajaran pendidikan agama islam di sekolah dalam menghadapi kecanduan gadget di kalangan siswa Muhammad Nabil Priyambada; Faelasup
Educompassion: Jurnal Integrasi Pendidikan Islam dan Global Vol. 2 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Yayasan Cendekia Gagayunan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63142/educompassion.v2i2.213

Abstract

Penelitian ini membahas tantangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dalam menghadapi kecanduan gadget di kalangan siswa. Ruang lingkup kajian meliputi dampak penggunaan gadget terhadap efektivitas pembelajaran PAI, serta strategi yang dapat diterapkan untuk mengatasi tantangan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru PAI dalam menginternalisasi nilai-nilai keislaman di tengah derasnya arus digitalisasi, serta menawarkan solusi berbasis teknologi yang relevan dan aplikatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data dikumpulkan dari berbagai sumber literatur seperti jurnal ilmiah, buku, dan hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan topik ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecanduan gadget berdampak pada menurunnya minat dan konsentrasi siswa dalam mengikuti pembelajaran PAI, serta tergerusnya nilai-nilai spiritual akibat dominasi konten hiburan digital. Namun, temuan juga menunjukkan bahwa gadget tidak sepenuhnya menjadi ancaman apabila digunakan secara bijak sebagai sarana pembelajaran. Strategi yang terbukti efektif di antaranya adalah penerapan blended learning, pemanfaatan aplikasi edukatif Islami, model gamifikasi dalam penyampaian materi, serta penguatan peran guru dan orang tua dalam pengawasan penggunaan gadget. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pembelajaran PAI harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam platform digital secara kreatif dan kontekstual, sehingga gadget tidak hanya menjadi tantangan, tetapi juga peluang untuk memperkuat karakter Islami siswa di era digital.