Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Rekognisi Capaian Pembelajaran: Penelitian Miftahul Marsena; Meli Sesmira; Jamilus
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4098

Abstract

This article discusses Recognition of Learning Outcomes (RPL), also known as Recognition of Prior Learning, as a strategic initiative to bridge the gap between individuals' actual competencies acquired through non-formal, informal, and work experiences and formal higher education qualifications. Supported by Minister of Education, Culture, Research, and Technology Regulation No. 41 of 2021, RPL aims to provide academic recognition and expand access to education for experienced individuals, in line with the concept of lifelong learning. The implementation of RPL is closely related and integrated with the Outcome-Based Education (OBE) approach, where recognition is not based on the learning process, but rather on evidence of outcomes demonstrating competency equivalence with the Graduate Learning Outcomes (CPL) of the study program. However, this implementation faces challenges in Quality Assurance, which must be addressed through a strong institutional role, transparent, fair, and reliable assessment procedures, and the professionalism of RPL Assessors to maintain the credibility of recognition results and academic integrity.
Efektivitas Supervisi Akademik Kepala Sekolah Terhadap Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Yusrianti, Itel; Jamilus
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 2 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v6i2.5311

Abstract

The role of the headteacher as an academic supervisor holds a strategic position in supporting the development of teachers’ pedagogical competencies, particularly in responding to curriculum changes and the demands for improved learning quality. This study aims to examine how the headteacher’s academic supervision is understood and positioned in the literature as an effort to strengthen teachers’ pedagogical competencies. This study employs a qualitative approach using a descriptive-analytical literature review method. Data sources were obtained from books, journal articles, and relevant previous research findings, which were analysed using content analysis techniques through the stages of reduction, presentation, and drawing conclusions. The findings indicate that academic supervision, when carried out in a planned, systematic, and continuous manner, has been reported in various previous studies to contribute positively to the development of teachers’ pedagogical competencies, particularly in the aspects of lesson planning, lesson delivery, classroom management, and learning assessment. Furthermore, supervision that is collaborative and constructive is seen as capable of fostering teachers’ professional reflection and improving teaching practices. These findings confirm that academic supervision by headteachers has the potential to be a key strategy in the development of teachers’ pedagogical competencies, although further empirical research is needed to measure its direct impact.
Implementasi Model Development Supervision dalam Perspektif Qur’an dan Hadits Susanti, Sri Wet; Jamilus
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 3 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v6i3.5939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengonstruksi implementasi model Developmental Supervision (Supervisi Perkembangan) dalam manajemen pendidikan Islam berdasarkan perspektif Al-Qur'an dan Hadits. Fokus utama penelitian ini adalah mengatasi problematika supervisi yang cenderung birokratis dan intimidatif melalui pendekatan humanis-profetik. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan tafsir maudhu’i, hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga orientasi supervisi (direktif, kolaboratif, dan nondirektif) memiliki landasan epistemologis dalam Islam, yakni prinsip Irsyad (arahan), Syura (musyawarah), dan Tafwidl (pendelegasian). Integrasi konsep Itqan (profesionalisme) dan Ad-Dinu An-Nasihah mentransformasi peran supervisor dari sekadar pengawas administratif menjadi muaddib yang mendorong kemandirian guru. Kebaruan penelitian ini terletak pada sintesis model supervisi yang menyelaraskan tuntutan teknis manajerial dengan nilai spiritual untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang beradab.
Analisis Konseptual Supervisi Pendidikan Berbasis Al-Qur’an dan Hadits Serta Implikasinya Terhadap Praktik Pendidikan Susanti, Eri; Saputri, Sindi; Jamilus
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 3 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v6i3.6113

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep supervisi pendidikan dalam perspektif Al-Qur'an dan Hadits sebagai landasan normatif yang komprehensif bagi praktik pengawasan pendidikan Islam. Dengan menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research) dan analisis konten terhadap sumber-sumber primer keislaman, penelitian ini mengidentifikasi prinsip-prinsip fundamental supervisi yang terkandung dalam nash-nash Al-Qur'an dan Hadits Nabi Muhammad SAW. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konsep supervisi dalam Islam didasarkan pada tiga pilar utama, yaitu: (1) pengawasan ilahi (muraqabatullah) sebagai basis kesadaran diri supervisor, (2) prinsip syura (musyawarah) dan nasihat (nushh) sebagai mekanisme umpan balik, serta (3) prinsip amar ma'ruf nahi munkar sebagai orientasi perbaikan berkelanjutan. Implikasinya terhadap praktik pendidikan mencakup pengembangan model supervisi humanistik-profetik yang menempatkan nilai-nilai akhlak, keikhlasan, dan tanggung jawab transendental sebagai inti dari proses supervisi. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan teori dan praktik supervisi pendidikan Islam yang kontekstual dan berbasis nilai.
Model Supervisi Digital Adaptif dalam Pengembangan Kompetensi Orang Dewasa di Era Society 5.0 Nurlinda; Amelia, Welni; Jamilus
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 3 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v6i3.6136

Abstract

Era Society 5.0 membawa perubahan mendasar dalam cara manusia bekerja, belajar, dan berkembang. Di tengah perubahan ini, pengembangan kompetensi orang dewasa memerlukan pendekatan supervisi yang lebih responsif dan adaptif terhadap kebutuhan individu maupun tuntutan teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan supervisi digital dalam pengembangan kompetensi orang dewasa serta merumuskan model supervisi digital adaptif yang relevan dengan tuntutan Society 5.0. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui content analysis, analisis tematik, dan sintesis konseptual terhadap literatur dari berbagai sumber ilmiah terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa di era ini menghadapi tantangan nyata dalam hal literasi digital, kemampuan berpikir kritis, serta adaptasi terhadap perubahan teknologi yang berlangsung cepat. Sebagai respons atas tantangan tersebut, model supervisi digital adaptif yang diusulkan terdiri dari lima tahap utama, yaitu analisis kebutuhan, perencanaan digital, implementasi supervisi, monitoring dan evaluasi, serta umpan balik adaptif. Model ini bercirikan human-centered, adaptive, data-driven, collaborative, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. Implikasi dari model ini mencakup peningkatan kompetensi profesional, penguatan literasi digital, dan dukungan terhadap pembelajaran sepanjang hayat yang selaras dengan visi Society 5.0.