Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENDIDIKAN KEPRIBADIAN ANAK INTROVERT DAN EXTROVERT PADA LINGKUNGAN KELUARGA Muhammad Miftah Nurul Amin; M. Nabris Zaenul Fuqoha; Ma’mun Hanif
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/a624r892

Abstract

Kepribadian seorang anak, terutama tipe introvert dan ekstrovert, memainkan peran fundamental dalam membentuk proses belajar dan interaksi sosial mereka. Anak- anak introvert cenderung berkembang dengan baik di lingkungan yang tenang, memprioritaskan fokus pada dunia batin mereka dan aktivitas membaca yang mendalam, sementara anak-anak ekstrovert mendapatkan energi dari interaksi sosial, diskusi kelompok, dan lingkungan belajar yang aktif. Di sisi lain, gaya pengasuhan, baik otoriter, permisif, maupun demokratis, memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan anak dan kemampuan mereka dalam menyerap informasi. Gaya pengasuhan yang selaras dengan temperamen anak dapat mengoptimalkan potensi belajar mereka, namun seringkali terdapat ketidakcocokan yang dapat menghambat perkembangan dan potensi akademik mereka. Penelitian ini sangat diperlukan mengingat tantangan pendidikan modern yang cenderung mengadopsi pendekatan homogen, mengabaikan keragaman gaya belajar yang dipengaruhi oleh kepribadian. Tujuan studi ini adalah menganalisis pengaruh gaya pengasuhan terhadap gaya belajar spesifik pada anak-anak dengan kepribadian introvert dan ekstrovert, serta mengidentifikasi strategi pengasuhan yang efektif untuk mendukung perkembangan optimal mereka. Dalam konteks studi ini, introvert ditandai dengan preferensi untuk komunikasi terbatas dan pemikiran subjektif, sementara ekstrovert bersifat terbuka, ramah, dan pemikir objektif. Sementara pola asuh demokratis memberikan bimbingan rasional yang menghormati kebebasan anak-anak, pola asuh otoriter menurunkan rasa percaya diri, dan pola asuh permisif mengurangi kendali diri. Keunikan studi ini terletak pada fokus integratifnya terhadap dampak gaya pengasuhan terhadap gaya belajar kepribadian spesifik, aspek yang belum banyak dieksplorasi dalam konteks lokal. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi orang tua dan pendidik untuk menyesuaikan metode pengasuhan dan pengajaran mereka, sehingga mencegah hambatan perkembangan seperti penurunan motivasi atau kesulitan bersosialisasi, sambil memaksimalkan potensi unik setiap anak.
PERAN LINGKUNGAN DAN INTERVENSI PSIKOLOGIS DALAM PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK Muhammad Agung Amrullah; Mukhamad Zidane Abiansyah; Ma’mun Hanif
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/jz2rj736

Abstract

Lingkungan serta usaha psikologis memiliki peranan vital dalam menyokong kemajuan dan perkembangan siswa dengan sebaik-baiknya. Berbagai penelitian yang dilaksanakan secara nasional menunjukkan bahwa suasana belajar yang mendukung, baik dari aspek fisik, sosial, maupun psikologis, berpengaruh besar terhadap motivasi belajar, prestasi akademik, dan pengembangan keterampilan sosial siswa. Lingkungan fisik yang aman, nyaman, dan terorganisir dengan baik mampu meningkatkan fokus belajar, sedangkan lingkungan sosial yang positif berperan dalam menciptakan hubungan interpersonal yang sehat. Selain itu, dukungan yang konsisten dari orang tua, interaksi yang baik antara guru dan siswa, serta tersedianya fasilitas sekolah yang memadai terbukti dapat meningkatkan prestasi akademik dan menjaga kesehatan mental siswa. Efektivitas berbagai intervensi psikologis, seperti bimbingan konseling, penguatan karakter, dan pengelolaan emosi, akan semakin optimal jika didukung oleh lingkungan yang responsif serta kolaborasi yang sinergis antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Temuan penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam bidang pendidikan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan siswa secara komprehensif di Indonesia.
The Understanding Teachers’ Professional Ethics from Philosophical and Educational Perspectives Muchamad Fardan; Ma’mun Hanif
Jurnal Profesi Keguruan Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v11i2.26193

Abstract

This research aims to examine the understanding of teachers’ professional ethics from philosophical and educational perspectives using a qualitative approach. Teachers’ professional ethics serve as a moral foundation that guides professional behavior and decision-making within the educational context. Through philosophical analysis, this study explores the theoretical foundations of teachers’ professional ethics derived from normative ethics, applied ethics, and educational philosophy. The research employed a qualitative method using document analysis, literature review, and hermeneutic interpretation of various primary and secondary sources. The findings indicate that teachers’ professional ethics are not only related to technical teaching competence but also encompass moral integrity, social responsibility, and commitment to students’ character development. The philosophical perspective reveals that teachers’ professional ethics are rooted in philosophical traditions that value wisdom, justice, and virtue as fundamental principles in the educational process. The practical implications of this study contribute to the development of teacher education curricula, the formulation of professional codes of ethics, and the improvement of learning quality in educational institutions.
The Impact of PAI Curriculum Development on the Quality of Memorization and Morality of Students at the Cahaya Qur'an Tahfizh House Rizky Fika Mulia; Nailish Shofa Hidayah; Ma’mun Hanif; Nur Kholis
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 2 No. 2 (2025): Multidisciplinary Approach
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the impact to the development of the Islam Religious Education (IRE) curriculum on the quality of memorization and character building of students at Rumah Tahfizh Cahaya Qur’an Batang. The study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation and documentation. The focus of the study was directed at the integration of PAI values and tahfizh activities in the learning process. The results showed that the PAI curriculum at Rumah Tahfizh wa integrative, in which tahfizh activities not only empasized memorization skills but also included understanding the meaning of verses and applying Islamic values. The currilum has a positive impact on the quality of students memorization, as indicated by improvements in reading accuracy, tajwid and discipline in muraja’ah. In addition, currilum development also strengthens the formation of students character through the habit of being polite to theachers, friends and parents. Teachers play a role as uswah hasanah in instilling Qur’anic values that are reflested in the students behavior. Thus, the development of the PAI curriculum at Rumah Tahfizh Cahaya Qur’an Batang has succeeded in creating a balance between cognitive abilities and spiritual character building, which is an important foundation in producing a Qur’anic generation with good character
Peran Guru dalam Pengembangan Kurikulum Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Nanang Ilham Fatih; Nur Khasanah; Mohammad Syaifuddin; Ma’mun Hanif; Abdul Khobir
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan yang berkualitas menuntut keterlibatan aktif guru dalam pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan zaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru sebagai perencana, pengembang, dan evaluator kurikulum serta dampaknya terhadap kualitas pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional, melibatkan 50 guru dan 200 peserta didik di sekolah menengah di Pekalongan. Data dikumpulkan melalui kuesioner, tes hasil belajar siswa, observasi, dan wawancara semi-struktural, lalu dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan guru dalam pengembangan kurikulum berkorelasi positif dan signifikan dengan kualitas pembelajaran (r = 0,52; p < 0,01). Guru yang aktif dalam perencanaan, implementasi, dan evaluasi kurikulum mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan, kontekstual, dan efektif, sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa. Temuan juga menegaskan bahwa efektivitas keterlibatan guru dipengaruhi oleh kompetensi profesional serta dukungan kelembagaan dan kebijakan pendidikan. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas pembelajaran memerlukan keterlibatan guru yang bermakna dan didukung oleh sistem pendidikan yang kondusif.
Pengenalan Karakteristik Peserta Didik Secara Mendalam melalui Lensa Pertumbuhan dan Perkembangan dalam Psikologi Pendidikan Pratiwi, Ammi; Aisyah, Najwa; Ma’mun Hanif
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v4i1.672

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua proses yang saling berkaitan dalam membentuk individu secara utuh. Pertumbuhan mengacu pada perubahan fisik yang bersifat kuantitatif seperti peningkatan ukuran tubuh, berat badan, dan kekuatan fisik, sedangkan perkembangan bersifat kualitatif yang mencakup aspek kognitif, emosional, sosial, dan moral menuju kematangan individu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) yang bersumber dari berbagai literatur ilmiah relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi konsep, teori, serta implikasi pertumbuhan dan perkembangan terhadap pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tahap usia memiliki karakteristik perkembangan yang berbeda, yaitu anak-anak (6–12 tahun) berada pada tahap berpikir konkret dan mulai belajar berinteraksi sosial, remaja (12–18 tahun) mengalami perubahan fisik pesat, mampu berpikir abstrak, dan sedang mencari jati diri, sedangkan dewasa awal (18–25 tahun) mencapai kematangan fisik dan emosional serta memiliki kemampuan berpikir reflektif dan mandiri. Implikasi dalam pendidikan menunjukkan pentingnya penyesuaian strategi pembelajaran berdasarkan tahap perkembangan peserta didik. Guru perlu menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan humanis untuk membantu peserta didik berkembang optimal. Dengan demikian, pemahaman terhadap pertumbuhan dan perkembangan menjadi landasan penting dalam menciptakan proses pendidikan yang efektif, holistik, dan berorientasi pada kemanusiaan. Oleh karena itu, temuan ini merekomendasikan perlunya pengintegrasian prinsip psikologi perkembangan dalam penyusunan kurikulum nasional serta penguatan pelatihan pedagogi bagi guru guna memastikan materi dan metode pengajaran selaras dengan kebutuhan peserta didik.
PERANCANGAN MODEL EVALUASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS GOOGLE FORM Eka Faidah Khasanah; Ma’mun Hanif; Rifqi Lutfiyah; Nafila Mubarokah; Nilna Zulfa
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 2 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i2.47275

Abstract

This study examines the use of Google Forms as a tool to support online evaluation in Islamic Religious Education (PAI) amid the rapid development of digital technology. The main problem addressed is the limitation of conventional evaluation methods, particularly in terms of efficiency, effectiveness, and data management. This research aims to analyze how Google Forms can facilitate the implementation of learning evaluation. The study employs a qualitative approach using a literature review method, with data collected from relevant scientific journals and analyzed descriptively. The results indicate that Google Forms serves as an effective evaluation medium by simplifying the process of creating, distributing, and analyzing assessment instruments. It allows various forms of evaluation, including multiple-choice, essays, and multimedia-based tasks such as audio, video, and images, enabling assessment across cognitive, affective, and psychomotor domains. Furthermore, the system automatically records and organizes data, making it easier for teachers to evaluate student performance and improve learning strategies. Therefore, the use of Google Forms not only enhances the efficiency of the evaluation process but also improves student engagement and supports the development of a more interactive and adaptive learning environment in the digital era.
ETIKA PROFESI GURU DI ERA DIGITAL: PERAN STRATEGIS SATUAN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF LITERATUR Lu'lu 'Aabidah; Rizqi Nur Amalya; Siti Anisa Al Maulani; Faridatul Ulya; Ma’mun Hanif
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 2 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i2.51471

Abstract

This article aims to examine teacher professional ethics in the digital era and the strategic role of educational institutions in supporting its implementation. This research uses a literature review method with a qualitative descriptive approach through a review of journal articles, books, and relevant scientific documents. The results of the study indicate that teacher professional ethics is a crucial foundation for maintaining teacher integrity, responsibility, honesty, and professionalism amidst the digital transformation. Technological developments provide significant opportunities for improving the quality of learning, but also give rise to ethical challenges, such as the misuse of social media, violations of student privacy, plagiarism, the spread of hoaxes, and the use of artificial intelligence, which has the potential to compromise academic integrity. Educational institutions play a strategic role through the development of digital policies and codes of ethics, supervision and guidance on technology use, the creation of an ethical school culture, and ongoing professional development. This study emphasizes that synergy between teachers and educational institutions is crucial for realizing professionalism that is adaptive, imbued with integrity, and relevant to the demands of the digital era.
Kebijakan dan Tantangan Penegakan Etika Profesi Guru pada Era Digital Jumhuriyatus Sa’diyah; Ma’mun Hanif; Nabila Imtiyas Ramadhani; Heida Rahma Eksanti; Diva Nadiah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.52003

Abstract

A key factor in the quality of national education is teacher ethics. In the digital era, the application of professional ethics by educators faces challenges, particularly related to the inappropriate use of social media. This study aims to analyze government regulations on teacher ethics through Law Number 14 of 2005 and the Indonesian Teacher Code of Ethics, as well as to identify the obstacles and challenges of its implementation. The method used is a literature review by examining articles from accredited journals and government policy documents from 2020 to 2025. The results show that many teachers do not yet understand the code of ethics, supervision remains weak, and there is a lack of specific regulations to measure teacher conduct in the digital world, despite the existence of adequate ethical rules.
ANALISIS PERBANDINGAN RPP KURIKULUM 2013 DAN KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN PAI Syufiyah, Khabibatus; Muhammad Fadlan Ramadan; Muamalatul Hikmah; Ma’mun Hanif
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.52302

Abstract

Perubahan kurikulum dalam system Pendidikan Indonesia memberikan dampak yerhadap penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), khususnya pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Kurikulum 2013 menekankan penyusunan RPP yang sistematis dan rinci, sedangkan Kurikulum Merdeka menghadirkan modul ajar yang lebih sederhana, feleksibel, dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan RPP Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka dalam pembelajatan PAI, serta mengidentifikasi kelebihan, kekurangan, dan implikasi penerapannya terhadap proses pembelajaran. Penelitian ini memggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi Pustaka (library research). Data diperoleh melelui jurnal ilmiah, buku, artikel, dan dokumen kebijakan Pendidikan yang relavan, kemudian di analisis menggunakan metode deskriptif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RPP Kurikulum 2013 memiliki struktur yang lebih lengkap dan sistematis sehingga memudahkan guru dalam mengontrol pembelajaran, namun cenderung membebani guru dari aspek adiministrasi. Sementara itu, Kurikulum Merdeka dinilai lebih mendukung penguatan karakter religius dan pengembangan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan pengembangan akhlak peserta didik melalui pembelajaran yang aktif dan relative. Dengan demikian, kedua kurikulum memiliki karakteristik, kelebihan, dan kekurangan masing-masing dalam mendukung efektivitas pembelajaran PAI.