Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PERUBAHAN MOTIVASI BELAJAR DI ERA PEMBELAJARAN DIGITAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP MINAT AKADEMIK SISWA Fanazal Risqianto; Muhammad Fadlullah; Ma’mun Hanif
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/hrnxmh53

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola belajar siswa, terutama dalam hal bagaimana motivasi dan minat akademik terbentuk selama proses pembelajaran. Perubahan ini mendorong perlunya kajian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi peningkatan maupun penurunan motivasi belajar siswa dalam konteks pembelajaran digital serta bagaimana perubahan tersebut berdampak pada minat akademik mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika motivasi belajar di era digital, mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat yang muncul dalam proses pembelajaran berbasis teknologi, serta menelaah hubungan antara perubahan motivasi dan minat belajar siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan analitis-deskriptif dengan menelaah temuan-temuan empiris dari berbagai penelitian terkait dan mengintegrasikannya ke dalam pemahaman konseptual yang lebih luas. Hasil kajian menunjukkan bahwa media digital yang interaktif, fleksibel, dan relevan mampu memperkuat motivasi intrinsik siswa dan meningkatkan minat akademik. Sebaliknya, distraksi digital, keterbatasan akses teknologi, serta materi pembelajaran yang monoton dapat melemahkan motivasi dan menurunkan keterlibatan siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa efektivitas pembelajaran digital sangat bergantung pada desain pembelajaran, kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi, kemampuan regulasi diri siswa, serta lingkungan belajar yang mendukung. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya strategi pengelolaan pembelajaran digital yang lebih terarah agar teknologi tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga sarana yang mampu memperkuat motivasi dan minat akademik siswa secara berkelanjutan.
PENDIDIKAN KEPRIBADIAN ANAK INTROVERT DAN EXTROVERT PADA LINGKUNGAN KELUARGA Muhammad Miftah Nurul Amin; M. Nabris Zaenul Fuqoha; Ma’mun Hanif
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/a624r892

Abstract

Kepribadian seorang anak, terutama tipe introvert dan ekstrovert, memainkan peran fundamental dalam membentuk proses belajar dan interaksi sosial mereka. Anak- anak introvert cenderung berkembang dengan baik di lingkungan yang tenang, memprioritaskan fokus pada dunia batin mereka dan aktivitas membaca yang mendalam, sementara anak-anak ekstrovert mendapatkan energi dari interaksi sosial, diskusi kelompok, dan lingkungan belajar yang aktif. Di sisi lain, gaya pengasuhan, baik otoriter, permisif, maupun demokratis, memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan anak dan kemampuan mereka dalam menyerap informasi. Gaya pengasuhan yang selaras dengan temperamen anak dapat mengoptimalkan potensi belajar mereka, namun seringkali terdapat ketidakcocokan yang dapat menghambat perkembangan dan potensi akademik mereka. Penelitian ini sangat diperlukan mengingat tantangan pendidikan modern yang cenderung mengadopsi pendekatan homogen, mengabaikan keragaman gaya belajar yang dipengaruhi oleh kepribadian. Tujuan studi ini adalah menganalisis pengaruh gaya pengasuhan terhadap gaya belajar spesifik pada anak-anak dengan kepribadian introvert dan ekstrovert, serta mengidentifikasi strategi pengasuhan yang efektif untuk mendukung perkembangan optimal mereka. Dalam konteks studi ini, introvert ditandai dengan preferensi untuk komunikasi terbatas dan pemikiran subjektif, sementara ekstrovert bersifat terbuka, ramah, dan pemikir objektif. Sementara pola asuh demokratis memberikan bimbingan rasional yang menghormati kebebasan anak-anak, pola asuh otoriter menurunkan rasa percaya diri, dan pola asuh permisif mengurangi kendali diri. Keunikan studi ini terletak pada fokus integratifnya terhadap dampak gaya pengasuhan terhadap gaya belajar kepribadian spesifik, aspek yang belum banyak dieksplorasi dalam konteks lokal. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi orang tua dan pendidik untuk menyesuaikan metode pengasuhan dan pengajaran mereka, sehingga mencegah hambatan perkembangan seperti penurunan motivasi atau kesulitan bersosialisasi, sambil memaksimalkan potensi unik setiap anak.
PERAN LINGKUNGAN DAN INTERVENSI PSIKOLOGIS DALAM PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK Muhammad Agung Amrullah; Mukhamad Zidane Abiansyah; Ma’mun Hanif
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/jz2rj736

Abstract

Lingkungan serta usaha psikologis memiliki peranan vital dalam menyokong kemajuan dan perkembangan siswa dengan sebaik-baiknya. Berbagai penelitian yang dilaksanakan secara nasional menunjukkan bahwa suasana belajar yang mendukung, baik dari aspek fisik, sosial, maupun psikologis, berpengaruh besar terhadap motivasi belajar, prestasi akademik, dan pengembangan keterampilan sosial siswa. Lingkungan fisik yang aman, nyaman, dan terorganisir dengan baik mampu meningkatkan fokus belajar, sedangkan lingkungan sosial yang positif berperan dalam menciptakan hubungan interpersonal yang sehat. Selain itu, dukungan yang konsisten dari orang tua, interaksi yang baik antara guru dan siswa, serta tersedianya fasilitas sekolah yang memadai terbukti dapat meningkatkan prestasi akademik dan menjaga kesehatan mental siswa. Efektivitas berbagai intervensi psikologis, seperti bimbingan konseling, penguatan karakter, dan pengelolaan emosi, akan semakin optimal jika didukung oleh lingkungan yang responsif serta kolaborasi yang sinergis antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Temuan penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam bidang pendidikan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan siswa secara komprehensif di Indonesia.
The Understanding Teachers’ Professional Ethics from Philosophical and Educational Perspectives Muchamad Fardan; Ma’mun Hanif
Jurnal Profesi Keguruan Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v11i2.26193

Abstract

This research aims to examine the understanding of teachers’ professional ethics from philosophical and educational perspectives using a qualitative approach. Teachers’ professional ethics serve as a moral foundation that guides professional behavior and decision-making within the educational context. Through philosophical analysis, this study explores the theoretical foundations of teachers’ professional ethics derived from normative ethics, applied ethics, and educational philosophy. The research employed a qualitative method using document analysis, literature review, and hermeneutic interpretation of various primary and secondary sources. The findings indicate that teachers’ professional ethics are not only related to technical teaching competence but also encompass moral integrity, social responsibility, and commitment to students’ character development. The philosophical perspective reveals that teachers’ professional ethics are rooted in philosophical traditions that value wisdom, justice, and virtue as fundamental principles in the educational process. The practical implications of this study contribute to the development of teacher education curricula, the formulation of professional codes of ethics, and the improvement of learning quality in educational institutions.
Educational Strategies of Islamic Boarding Schools in Internalizing Islamic Values within Multicultural Societies Ma’mun Hanif; Diah Anisa Lestari; Khulatul Jannah; Putri Kurnia Sari; Najmi Arif Triyadi; Muhamad Rizki Zidan
Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 3 (2025): Chatra: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/chatra.v3i3.270

Abstract

This study examines how Islamic boarding schools (pesantren) internalize Islamic values within a multicultural social environment in Bali, Indonesia, where Muslims constitute a minority group. The research addresses the limited empirical understanding of pesantren-based value education in minority-Muslim contexts characterized by strong cultural and religious diversity. Using a qualitative case study approach, data were collected through participant observation, in-depth interviews with pesantren leaders, teachers, and students, as well as document analysis of curricula and institutional educational policies. The findings indicate that Islamic values are primarily internalized through daily educational practices, habituation, and educators’ role modeling rather than through formal instruction alone. Pesantren employ adaptive educational strategies that emphasize universal ethical values such as tolerance, respect, and peaceful coexistence, enabling students to engage constructively within Bali’s multicultural society. These strategies contribute to observable changes in students’ social attitudes and behaviors, reflecting the development of inclusive and context-sensitive religious understanding. Although this study is limited by its focus on a specific sociocultural setting, the findings provide important insights into the role of pesantren as agents of character formation and religious moderation in plural societies.
Dinamika Motivasi Intrinsik : Mengungkapkan Minat Siswa di Pendidikan Modern andina, Dinda putri; Azkia Ramadani Ishaq; Ma’Mun Hanif
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 3 No. 6 (2025): Desember : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v3i6.1558

Abstract

Di tengah arus perubahan pendidikan modern yang ditandai dengan integrasi teknologi digital, globalisasi, dan tuntutan kompetensi abad ke-21, motivasi intrinsik dan minat siswa muncul sebagai fondasi utama keberhasilan pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap dinamika motivasi intrinsik dan minat siswa di era pendidikan modern, dengan fokus pada implikasi praktis bagi pendidik. Dengan menggunakan pendekatan kajian literatur dan analisis kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi landasan teori, terutama teori penentuan diri, dan mengidentifikasi peran ganda teknologi digital. Sementara alat digital menawarkan potensi untuk mendukung kebutuhan psikologis akan kompetensi, otonomi, dan keterhubungan, mereka juga menimbulkan ancaman signifikan, seperti distraksi media sosial dan pergeseran menuju imbalan ekstrinsik. Pembahasan menyoroti strategi seperti pembelajaran berbasis proyek, gamifikasi yang bermakna, dan kurasi digital yang dipimpin guru untuk menciptakan ekosistem yang mendukung kebutuhan. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi yang kritis dan strategis, selaras dengan prinsip motivasi, sangat penting untuk menumbuhkan keterlibatan mendalam, rasa ingin tahu, dan pembelajaran sepanjang hayat pada siswa, sehingga berkontribusi pada pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih responsif dan efektif.
The Impact of PAI Curriculum Development on the Quality of Memorization and Morality of Students at the Cahaya Qur'an Tahfizh House Rizky Fika Mulia; Nailish Shofa Hidayah; Ma’mun Hanif; Nur Kholis
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 2 No. 2 (2025): Multidisciplinary Approach
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the impact to the development of the Islam Religious Education (IRE) curriculum on the quality of memorization and character building of students at Rumah Tahfizh Cahaya Qur’an Batang. The study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation and documentation. The focus of the study was directed at the integration of PAI values and tahfizh activities in the learning process. The results showed that the PAI curriculum at Rumah Tahfizh wa integrative, in which tahfizh activities not only empasized memorization skills but also included understanding the meaning of verses and applying Islamic values. The currilum has a positive impact on the quality of students memorization, as indicated by improvements in reading accuracy, tajwid and discipline in muraja’ah. In addition, currilum development also strengthens the formation of students character through the habit of being polite to theachers, friends and parents. Teachers play a role as uswah hasanah in instilling Qur’anic values that are reflested in the students behavior. Thus, the development of the PAI curriculum at Rumah Tahfizh Cahaya Qur’an Batang has succeeded in creating a balance between cognitive abilities and spiritual character building, which is an important foundation in producing a Qur’anic generation with good character
Peran Guru dalam Pengembangan Kurikulum Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Nanang Ilham Fatih; Nur Khasanah; Mohammad Syaifuddin; Ma’mun Hanif; Abdul Khobir
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan yang berkualitas menuntut keterlibatan aktif guru dalam pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan zaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru sebagai perencana, pengembang, dan evaluator kurikulum serta dampaknya terhadap kualitas pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional, melibatkan 50 guru dan 200 peserta didik di sekolah menengah di Pekalongan. Data dikumpulkan melalui kuesioner, tes hasil belajar siswa, observasi, dan wawancara semi-struktural, lalu dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan guru dalam pengembangan kurikulum berkorelasi positif dan signifikan dengan kualitas pembelajaran (r = 0,52; p < 0,01). Guru yang aktif dalam perencanaan, implementasi, dan evaluasi kurikulum mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan, kontekstual, dan efektif, sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa. Temuan juga menegaskan bahwa efektivitas keterlibatan guru dipengaruhi oleh kompetensi profesional serta dukungan kelembagaan dan kebijakan pendidikan. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas pembelajaran memerlukan keterlibatan guru yang bermakna dan didukung oleh sistem pendidikan yang kondusif.
Pengenalan Karakteristik Peserta Didik Secara Mendalam melalui Lensa Pertumbuhan dan Perkembangan dalam Psikologi Pendidikan Pratiwi, Ammi; Aisyah, Najwa; Ma’mun Hanif
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v4i1.672

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua proses yang saling berkaitan dalam membentuk individu secara utuh. Pertumbuhan mengacu pada perubahan fisik yang bersifat kuantitatif seperti peningkatan ukuran tubuh, berat badan, dan kekuatan fisik, sedangkan perkembangan bersifat kualitatif yang mencakup aspek kognitif, emosional, sosial, dan moral menuju kematangan individu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) yang bersumber dari berbagai literatur ilmiah relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi konsep, teori, serta implikasi pertumbuhan dan perkembangan terhadap pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tahap usia memiliki karakteristik perkembangan yang berbeda, yaitu anak-anak (6–12 tahun) berada pada tahap berpikir konkret dan mulai belajar berinteraksi sosial, remaja (12–18 tahun) mengalami perubahan fisik pesat, mampu berpikir abstrak, dan sedang mencari jati diri, sedangkan dewasa awal (18–25 tahun) mencapai kematangan fisik dan emosional serta memiliki kemampuan berpikir reflektif dan mandiri. Implikasi dalam pendidikan menunjukkan pentingnya penyesuaian strategi pembelajaran berdasarkan tahap perkembangan peserta didik. Guru perlu menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan humanis untuk membantu peserta didik berkembang optimal. Dengan demikian, pemahaman terhadap pertumbuhan dan perkembangan menjadi landasan penting dalam menciptakan proses pendidikan yang efektif, holistik, dan berorientasi pada kemanusiaan. Oleh karena itu, temuan ini merekomendasikan perlunya pengintegrasian prinsip psikologi perkembangan dalam penyusunan kurikulum nasional serta penguatan pelatihan pedagogi bagi guru guna memastikan materi dan metode pengajaran selaras dengan kebutuhan peserta didik.