Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Terapi Psikoedukasi Untuk Meningkatkan Interaksi Sosial Klien “SH” Penderita Skizofrenia Paranoid di Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor Sekarini, Zira Aura; Nazera Nur Utami
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i2.1942

Abstract

Gangguan jiwa adalah salah satu masalah kesehatan terbesar, dengan skizofrenia di Indonesia mencapai 1,7% pada tahun 2013. Skizofrenia paranoid adalah tipe skizofrenia yang mempengaruhi pikiran dan perilaku seseorang, yang sering kali menimbulkan isolasi sosial. Tujuan pengabdian masyarakat untuk membantu meningkatkan interaksi sosial pasien dengan memberikan informasi, latihan komunikasi, dan dukungan emosional. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode case work dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi pada klien "SH" di RSJ Marzoeki Mahdi Bogor. Hasil menunjukkan peningkatan interaksi sosial dan kepatuhan pengobatan pada klien setelah intervensi. Kesimpulan dari intervensi case work yang dilakukan penulis yaitu terapi psikoedukasi kepada klien dan keluarga klien mengalami perubahan dalam interaksi sosial, kepatuhan pengobatan, dan dukungan keluarga dalam proses kesembuhan, agar perubahan ini tetap bertahan dan terus meningkat.
Pekerjaan Sosial Paliatif dalam Era Digital : Kajian Literatur Esterilita, Mari; Utami, Nazera Nur
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1441

Abstract

Pekerjaan sosial paliatif memainkan peran penting dalam mendukung pasien dengan penyakit yang membatasi kehidupan dan keluarga mereka. Di era digital, praktik pekerja sosial sedang mengalami transformasi dengan diperkenalkannya teknologi seperti telehealth, aplikasi pendukung, dan kecerdasan buatan (AI) untuk menilai kebutuhan pasien. Tujuan dari tinjauan pustaka ini adalah untuk menganalisis perkembangan, peluang dan tantangan digitalisasi dalam pekerjaan sosial paliatif. Metodologi evaluasi didasarkan pada tinjauan literatur naratif yang dilakukan secara daring tentang pekerjaan sosial paliatif di era digital. Pencarian dibatasi pada 10 tahun terakhir dan ditemukan 11 artikel, termasuk tiga artikel dari Scopus dan sisanya dari Google Scholar. Hasilnya menunjukkan bahwa digitalisasi meningkatkan ketersediaan layanan, efisiensi kerja, dan koordinasi tim multidisiplin. Namun, tantangan seperti kesenjangan digital, privasi data, keterbatasan dalam menumbuhkan empati, dan kemauan pekerja sosial untuk menerima perubahan teknologi masih menjadi kendala utama. Oleh karena itu, kebijakan, pelatihan sumber daya manusia, dan integrasi teknologi yang lebih adaptif perlu dikembangkan untuk memastikan layanan perawatan paliatif berbasis digital berfungsi secara optimal.
KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN ANAK USIA DINI MENURUT PERSPEKTIF IBU Esterilita, Mari; Utami, Nazera Nur
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 2 (2024): JSER, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i2.579

Abstract

Ibu adalah individu yang paling dekat dan mampu menilai keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak secara langsung. Perspektif ibu mengenai pengasuhan anak oleh ayah menjadi penting untuk memahami seberapa besar keterlibatan ayah dalam pengasuhan, yang dapat mempengaruhi realisasi dan harapan ibu terkait pembagian beban pengasuhan. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan memberikan dampak positif, tidak hanya pada perkembangan anak, tetapi juga pada pemulihan mental ibu pasca melahirkan, serta menjaga keharmonisan dalam pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak menurut pandangan ibu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif, dan data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert. Populasi dan sampel penelitian terdiri dari 19 responden, yaitu ibu yang memiliki balita usia 1-3 tahun dan tinggal di RW 07 Kelurahan Rancamaya, Kabupaten Bogor. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak bervariasi pada berbagai aspek. Pada aspek komunikasi, 47,4% ayah terlibat; pada aspek mengajarkan, 52,6% ayah terlibat; pada aspek pengawasan, 36,8% ayah terlibat; pada aspek proses kognitif, 42,1% ayah cukup terlibat; pada aspek mengurus, 42,1% ayah terlibat; pada aspek perawatan anak, 36,8% ayah kurang terlibat; pada aspek berbagi pengalaman, 42,1% ayah cukup terlibat; pada aspek mampu hadir dan menunjukkan keberadaan bagi anak, 47,4% ayah kurang terlibat; pada aspek perencanaan, 47,4% ayah terlibat; pada aspek berbagi aktivitas menyenangkan bersama, 47,4% ayah terlibat; pada aspek mempersiapkan kegiatan, 47,7% ayah terlibat; pada aspek memberikan kasih sayang dan sentuhan emosional, 36,8% ayah terlibat; pada aspek memberikan perlindungan, 42,1% ayah sangat terlibat; dan pada aspek memberikan dukungan emosional, 42,1% ayah terlibat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ayah terlibat dalam berbagai aspek pengasuhan anak. Namun, pada aspek proses kognitif, perawatan anak, berbagi pengalaman, dan keberadaan yang nyata bagi anak, keterlibatan ayah masih kurang dan perlu ditingkatkan.
Edukasi Terkait Pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Melalui Program Sosialisasi Kebersihan Dalam Mencuci Tangan di MI Al-Huda, Desa Cijagang rama, adelia; Utami, Nazera Nur; Muhammad, Mahatir
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 8 No. 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v8i1.3765

Abstract

Berdasarkan observasi dalam pengabdian masyarakat ini yaitu mengenai perilaku mencuci tangan para siswa di MI Al-Huda, yang beralamat di Kp. Parasu RT.01 RW.05, Desa Cijagang yang dimana ditemukan bahwa siswa mencuci tangan di aliran air yang telah tercemar oleh sampah yang berada di area sekolah. Observasi ini dilakukan saat sedang bekerja bakti bersama siswa, mengungkapkan bahwa fasilitas wastafel yang ada di sekolah belum dapat dikatakan memadai. Tujuan dari mengadakan Intervensi sosialisasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan perubahan pemahaman tentang perilaku siswa MI Al-Huda terkait dengan mencuci tangan secara benar serta juga dengan meningkatkan kesadaran tentang praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya dalam mencuci tangan. Metode observasi lapangan yang digunakan berbasis pada pengembangan masyarakat sebagai proses yang dapat membantu masyarakat meningkatkan diri sendiri melalui aktivitas kolektif. Hasil dari intervensi ini dapat menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang pentingnya kebersihan tangan sebagai upaya pencegahan penularan penyakit. Peningkatan perilaku mencuci tangan yang tepat menunjukkan kemungkinan perubahan positif dalam praktik mencuci tangan, termasuk niat untuk mencuci tangan secara benar dan teratur. Penelitian ini menggaris bawahi pentingnya fasilitas kebersihan yang memadai di sekolah dan edukasi kesehatan yang efektif untuk mendukung PHBS di lingkungan pendidikan.
MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT DALAM MENJAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN DAN HIDUP SEHAT MELALUI SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KELOMPOK JUMANTIK DI DESA CIJAGANG Amalia, Risna; Utami, Nazera Nur; Kartikawati, Dewi
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor lingkungan kotor adalah rendahnya kesadaran masyarakat terhadap masalah kebersihan air. Di Desa Cijagang hampir disetiap rumah memilki kolam penampungan air yang biasa disebut dengan (kulah). Namun, kolam penampungan air itu memiliki air yang kotor dan keruh, air itu tersebut berasal dari aliran sungai dan air hujan yang ditampung. Warga desa biasa menggunakan air dari kolam tersebut untuk keperluan sehari-hari. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat di Desa Cijagang melalui kegiatan sosialisasi lingkungan bersih dan hidup sehat, serta pembentukan kelompok Jumantik. Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan FGD (Focus Group Discation) dengan teknik survei, wawancara, assesmen dan observasi untuk mengumpulkan data dan informasi dari masyarakat yang terlibat dalam pembentukan kelompok jumantik dalam upaya menjaga lingkungan bersih dan menerapkan hidup sehat. Kegiatan sosialisasi dilakukan pada 26 Januari 2024 dibalai desa dengan jumlah sasaran sebanyak 18 orang. Hasil dari sosialisasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran masyarakat Desa Cijagang terkait dengan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan hidup sehat. Kegiatan pembentukan kelompok jumantik dilaksanakan pada 26 januari 2024 sasaran dari kegiatan ini berjumlah 8 orang. Pembentukan kelompok Jumantik juga terbukti memberikan kontribusi positif dalam upaya pengendalian penyebaran penyakit dan menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. Pengabdian masyarakat ini memberikan kontribusi positif dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat di Desa Cijagang, sekaligus memberdayakan masyarakat untuk berperan aktif dalam menjadi bagian kelompok jumantik dalam menjaga kesehatan dan kebersihan. Upaya ini menjadi landasan untuk pengembangan program pemberdayaan masyarakat dalam konteks lingkungan dan kesehatan. Kata Kunci : Hidup Sehat, Lingkungan Bersih, Kolam Penampungan Air, Kelompok Jumantik, Pengabdian Masyarakat