Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Potensi Pemanfaaatan Serbuk Kayu Sebagai Bahan Subtitusi ‎Pasir dalam Campuran Beton Ahmad, Irma Aswani; Sampebua, Onesimus; Romadhani, Noor Fadilah; Sitorus, Mentari S
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2025 : PROSIDING EDISI 2
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pemanfaatan limbah biomassa menjadi fokus penting dalam upaya pengembangan material konstruksi berkelanjutan. Salah satu limbah potensial adalah serbuk kayu hasil sisa pembuatan kapal Phinisi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik mikrostruktur dan komposisi kimia serbuk kayu sebagai dasar penilaian kelayakan penggunaannya sebagai bahan substitusi pasir dalam campuran beton. Penelitian ini merupakan tahap awal dari rencana pengembangan produk bata ringan ramah lingkungan berbasis limbah kayu lokal. Pengujian dilakukan secara deskriptif menggunakan analisis Scanning Electron Microscopy (SEM) untuk mengamati morfologi permukaan dan Energy Dispersive Spectroscopy (EDS) untuk mengidentifikasi unsur penyusun material. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa serbuk kayu memiliki struktur berpori dengan serat halus yang masih mempertahankan bentuk alami lignoselulosa. Komposisi unsur yang didominasi oleh boron, karbon, oksigen, dan bromin menunjukkan adanya potensi interaksi kimia dengan sistem ikat semen. Berdasarkan hasil tersebut, serbuk kayu dinilai layak dipertimbangkan sebagai bahan pengganti sebagian pasir pada beton ringan, serta memiliki prospek pengembangan sebagai bahan dasar pembuatan bata ringan ramah lingkungan.Kata Kunci: Serbuk kayu, Mikrostruktur, SEM-EDS, Beton, Bata ringan
Potensi Pemanfaaatan Serbuk Kayu Sebagai Bahan Subtitusi ‎Pasir dalam Campuran Beton Ahmad, Irma Aswani; Sampebua, Onesimus; Romadhani, Noor Fadilah; Sitorus, Mentari S
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2025 : PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pemanfaatan limbah biomassa menjadi fokus penting dalam upaya pengembangan material konstruksi berkelanjutan. Salah satu limbah potensial adalah serbuk kayu hasil sisa pembuatan kapal Phinisi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik mikrostruktur dan komposisi kimia serbuk kayu sebagai dasar penilaian kelayakan penggunaannya sebagai bahan substitusi pasir dalam campuran beton. Penelitian ini merupakan tahap awal dari rencana pengembangan produk bata ringan ramah lingkungan berbasis limbah kayu lokal. Pengujian dilakukan secara deskriptif menggunakan analisis Scanning Electron Microscopy (SEM) untuk mengamati morfologi permukaan dan Energy Dispersive Spectroscopy (EDS) untuk mengidentifikasi unsur penyusun material. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa serbuk kayu memiliki struktur berpori dengan serat halus yang masih mempertahankan bentuk alami lignoselulosa. Komposisi unsur yang didominasi oleh boron, karbon, oksigen, dan bromin menunjukkan adanya potensi interaksi kimia dengan sistem ikat semen. Berdasarkan hasil tersebut, serbuk kayu dinilai layak dipertimbangkan sebagai bahan pengganti sebagian pasir pada beton ringan, serta memiliki prospek pengembangan sebagai bahan dasar pembuatan bata ringan ramah lingkungan.Kata Kunci: Serbuk kayu, Mikrostruktur, SEM-EDS, Beton, Bata ringan
Identification of Swelling Potential in Low-Plasticity Clay Soil Using the Free Swell Index Method Yunus, Ilham; Zulfadli Ibrahim; Humairah Annisa; Indah Nur Afiah; Mentari S. Sitorus
Jurnal Teknik Sipil MACCA Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil MACCA (FEBRUARI 2026)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/mqe5m837

Abstract

Expansive behavior of clay soil poses potential risks to geotechnical structures due to volume changes caused by water absorption. Although low plasticity clay (CL) generally exhibits lower swelling potential than highly plastic clay, its swelling characteristics still require evaluation. This study investigates the swelling potential of low plasticity clay using the Free Swell Index (FSI) method. The clay soil sample was obtained from an embankment material of a road project along the Tello River, Makassar. Basic physical properties were determined through laboratory testing, including grain size distribution and Atterberg limits, to classify the soil based on the Unified Soil Classification System (USCS). The FSI test was conducted by comparing soil volume changes in distilled water and kerosene. The results indicate that the soil is classified as CL with a plasticity index of 16% and a liquid limit of 38%. The measured FSI values range from 19% to 52.5%, with most samples exhibiting very low to low swelling potential, and only one sample showing moderate swelling. These findings confirm that low plasticity clay has limited swelling potential and that FSI is one of effective method for determining swelling behavior in CL soils for geotechnical applications.
The Effect of Steel Fiber Content on The Splitting Tensile Strength of Steel Fiber Reinforced Concrete (SFRC) Mentari S. Sitorus; Indah N. Afiah; Zulfadli Ibrahim; Andi Firman Muhibuddin
Journal of Civil Engineering Vol. 40 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j20861206.v40i2.7249

Abstract

Concrete is a composite material consisting of two main components namelyaggregate and cement mortar as a binder. Concrete has high compressive strengthbut weak tensile strength. The addition of fiber in concrete can improve ductilebehavior before collapse, inhibit the growth of crack expansion and increasedurability. This study aims to examine the effect of fiber content on themechanical properties of fiber concrete. The fibers used were ssteel fibers withhooked end, and l/d ratio = 67,7 mm with normal concrete quality f’c = 25 MPa.The percentage of fiber content used in this study was 0%, 0,1%, 0,2%, 0,3%,0,5%, 0,75%, 1%, 1,5% and 2%. The results showed that the addition of fiber inconcrete was able to increase the split tensile strength by 7 – 117%. Fiber concretehas higher ductility than normal concrete. This is indicated by the high deflectionof fiber concrete compared to the deflection of normal concrete under load.
Evaluasi Kepatuhan Kendaraan Terhadap Peraturan Overdimension Overloading di UPPKB PallanggaEvaluasi Kepatuhan Kendaraan Terhadap Peraturan Overdimension Overloading di UPPKB Pallangga Asrib, Ahmad Rifqi; Rahman, Mohammad Junaedy; Sitorus, Mentari S.; Rahman, Haristo; Hasrul, Muhammad Reza
Jurnal Teknik Sipil MACCA Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil MACCA (FEBRUARI 2026)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/5ws0fr44

Abstract

Over Dimension Overloading (ODOL) adalah masalah struktural krusial di Indonesia yang secara eksponensial meningkatkan kerusakan jalan dan risiko kecelakaan. Penelitian terapan ini mengevaluasi tingkat kepatuhan kendaraan angkutan barang terhadap peraturan ODOL di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Pallangga, Kabupaten Gowa, koridor logistik utama Trans Sulawesi. Menggunakan metode deskriptif kuantitatif, analisis data timbang dari 638 kendaraan selama tujuh hari (April 2023) menunjukkan Tingkat Pelanggaran ODOL Signifikan (melebihi ambang batas toleransi 5% JBI) adalah 19.75% dari total kendaraan. Temuan kritisnya terletak pada intensitas pelanggaran yang ekstrem, mencapai lebih dari 100% hingga 139.75% dari JBI, didominasi oleh muatan curah (Pasir) dan komoditas pertanian. Pelanggaran ekstrem ini menyebabkan kerusakan jalan yang jauh lebih cepat. Perbandingan dengan Lalu Lintas Harian (LHR) angkutan barang di koridor tersebut (sekitar 3.814 unit/hari) mengungkapkan bahwa UPPKB Pallangga hanya mampu memeriksa 2.39% dari total potensi kendaraan. Celah pengawasan yang masif (sekitar 97%) ini mengindikasikan bahwa tingkat pelanggaran ODOL aktual di koridor tersebut kemungkinan jauh lebih tinggi.
Structural Response of a Reinforced Concrete Building to Earthquake Excitation: A Nonlinear Time-History Analysis Case Study in Palu, Indonesia Indah N. Afiah; Mohammad J. Rahman; Mentari S. Sitorus; Zulfadli Ibrahim
Journal of Civil Engineering Vol. 40 No. 3 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j20861206.v40i3.9318

Abstract

Palu is one of the regions with high seismicity due to its location directly on the Palu-Koro Fault, the longest active fault in Indonesia. A post-earthquake structural response evaluation was conducted on a reinforced concrete office building in Palu, Indonesia, using nonlinear time-history analysis to assess its performance under seven recorded ground motions. This evaluation serves as a reference for determining the structural functionality, safety against collapse, and the need for structural reinforcement due to earthquake loads. The primary focus was to assess the serviceability limit state and ultimate limit state in accordance with SNI 1726:2019 and to determine the performance level category based on ATC-40. Modeling was conducted using ETABS software with input from earthquake accelerograms of the Superstition Hills, San Fernando, Kobe, Loma Prieta, El Centro, Caldiran, and Manjil earthquakes. The results show significant variations among the earthquake scenarios. The highest displacement and drift values occurred in the Y-direction due to the El Centro earthquake, while the lowest values were observed in the X-direction during the Caldiran earthquake. Only the Caldiran earthquake met the limit criteria in both directions. Based on ATC-40, three earthquakes (Caldiran, Loma Prieta, and San Fernando) reached the Immediate Occupancy (IO) and Life Safety (LS) levels. In comparison, the other four earthquakes showed levels exceeding Collapse Prevention (>CP), indicating potential building failure and high hazard risks. Therefore, further evaluation and retrofit recommendations are necessary to enhance the structure's capacity and stiffness, thereby achieving the desired performance level in all earthquake scenarios.