Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

IDENTIFIKASI JENIS TANAMAN TUBA (Derris sp.) SEBAGAI SUMBER PESTISIDA NABATI DI DESA TERATI KABUPATEN SANGGAU Mangardi, Mangardi; Yulianingsih, Ratri
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3523

Abstract

Pests are one of the determining factors for the success of plant cultivation. Therefore, pests must be controlled using natural pesticides or botanical pesticides because they are more environmentally friendly and relatively easy to obtain. Tuba is a type of plant that can be used as a botanical pesticide. This research aims to create a description of tuba plants in Terati Village, Sanggau Regency and so that the wider community can know about various types of tuba as an alternative source of pesticides based on local resources. This research uses a qualitative approach using exploratory methods and descriptive methods. This research was carried out in several stages, namely interviews, field observations, taking tuba plant samples, and morphological identification of each type of tuba plant. The research results showed that there were 4 types of tuba plants in the Terati Village area, Sanggau Regency, namely Korunang, Tibuh Uwat, Mpadi', and Jaroh. Korunang is a woody plant with a tree height of 10 - 20 m. The part of the plant that is used as a tuba is the fruit. Tibuh Uwat is a climbing and twining plant, the part of the plant that is used as a tuba, namely the roots. Mpadi' is a thorny vine, the organ used as a tuba is the tuber. Jaroh is a woody plant with a height of 1-2.5 m. The part of the plant used as tuba is the fruit. Keywords: Botanical Pesticides; Fruit Tuba; Root TubaINTISARIHama merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya tanaman. Oleh sebab itu, hama harus dikendalikan dengan menggunakan pestisida alami atau pestisida nabati karena lebih ramah lingkungan dan relative mudah diperoleh. Tuba merupakan jenis tumbuhan yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk membuat deskripsi mengenai tumbuhan tuba di Desa Terati Kabupaten Sanggau dan agar masyarakat secara luas dapat mengetahui berbagai jenis tuba sebagai sumber pestisida alternatif berbasis sumberdaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode eksploratif dan metode deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan dalam beberapa tahap, yaitu wawancara, observasi lapangan, pengambilan sampel tanaman tuba, dan identifikasi morfologi setiap jenis tanaman tuba. Hasil penelitian ditemukan terdapat 4 jenis tanaman tuba yang ada di wilayah Desa Terati, Kabupaten Sanggau, yaitu Korunang, Tubuh Uwat, Mpadi’, dan Jaroh. Korunang merupakan tumbuhan berkayu dengan tinggi pohon 10 - 20 m, bagian tanaman yang dimanfaatkan sebagai sebagai tuba adalah buah. Tibuh Uwat adalah tumbuhan merambat dan membelit, bagian tanaman yang dimanfaatkan sebagai tuba, yaitu akar. Mpadi’ merupakan tumbuhan merambat yang berduri, organ yang dimanfaatkan sebagai tuba adalah umbi. Jaroh merupakan tumbuhan berkayu dengan tinggi 1-2,5 m, bagian tanaman yang dimanfaatkan sebagai tuba adalah buahnya. Kata kunci: Pestisida Nabati; Tuba Buah; Tuba Akar
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR JAMUR KEBERUNTUNGAN ABADI (JAKABA) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) prengki, libertus; Mangardi, Mangardi; Yulianingsih, Ratri; Agung, Citra
Publikasi Informasi Pertanian Vol 21 No 2 (2025): PIPER, in progress
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v21i2.1725

Abstract

Mentimun merupakan salah satu komoditas hortikultura yang cukup tinggi pemanfaatannya sehingga prospek budidayanya cukup menjanjikan. Namun demikian produksinya di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat masih sangat rendah, salah satu penyebabnya adalah kesuburan tanah yang sangat rendah. Oleh sebab itu maka perlu upaya untuk meningkatkan kesuburan tanah yaitu dengan menggunakan POC jakaba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC jakaba terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun.  Penelitian dilaksanakan di Desa Merpak, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, pada bulan Mei sampai bulan Juli 2025, dengan menggunakan metode eksperimen lapangan rancangan acak kelompok (RAK). Faktor penelitian adalah pemberian POC jakaba terdiri dari lima taraf perlakuan, yaitu P0 = Tidak diberikan POC Jakaba; P1= 20 ml/lt air POC Jakaba + 980 ml air/m2; P2= 40 ml/lt air POC Jakaba + 960 ml air/m2; P3= 60 ml/lt air POC Jakaba + 940 ml air/m2; P4= 80 ml/lt air POC Jakaba + 920 ml air/m2. Parameter yang diamati, yaitu berat basah berangkasan, jumlah buah, dan berat buah. Data yang diperoleh dianalisis sesuai dengan variabel pengamatan yang menggunakan Analisis ragam (ANOVA), apabila berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelian menunjukkan bahwa pemberian POC jakaba berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun dan dapat meningkatkan berat basah berangkasan, jumlah buah dan berat buah tanaman mentimun. POC jakaba dengan taraf dosis 80 ml/lt air POC Jakaba + 920 ml air/m2 (P4) merupakan taraf dosis yang optimal karena menghasilkan berat basah berangkasan, jumlah buah, dan berat buah tanaman mentimun paling tinggi.