Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Effectiveness of Box Container Assistance for Indigenous Papuan MSMEs in Sorong City Banggu, Masni; Ula, Siti Nurul Nikmatul; Wanma, Januari Christy; Rais, Lukman
Journal of Government and Civil Society Vol 9, No 1 (2025): Journal of Government and Civil Society (April)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v9i1.12227

Abstract

MSME assistance programs generally focus on capital and entrepreneurship training. However, it is still limited to the evaluation of assistance in the form of business facilities. This study aims to evaluate the effectiveness of the box container assistance program in encouraging the increase of small and medium enterprises of indigenous Papuans. Contributing to the development of knowledge in the field of MSME empowerment policies, especially in the context of support for business actors from indigenous Papuans. Using a mixed method approach, between quantitative and qualitative methods used together in a research activity by collecting data through interviews, observations, surveys of 45 indigenous Papuan MSME actors who received box container assistance in Sorong City. The results of the study showed that with the existence of this box container assistance program, it became business capital for indigenous Papuans in starting their businesses, creating jobs for women (housewives), as much as 53.33% increased income and could adjust to the location of sales for the community. However, there are still challenges due to the lack of supervision in the field in the use of this business capital assistance facility. However, this assistance program can be a model/sustainable assistance program for indigenous Papuans in developing their small and medium enterprises by considering several requirements and criteria. Program bantuan UMKM secara umum banyak menyoroti tentang permodalan dan  pelatihan kewirausahaan. Namun, masih terbatas pada evaluasi bantuan berupa sarana usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program bantuan box container dalam mendorong peningkatan usaha kecil menengah masyarakat asli Papua. Memberikan kontribusi terhadap pengembangan pengetahuan dalam bidang kebijakan pemberdayaan UMKM, khususnya dalam konteks dukungan terhadap pelaku usaha dari kalangan masyarakat asli Papua. Menggunakan pendekatan metode campuran, antara metode kuantitatif dan metode kualitatif yang digunakan secara bersama-sama dalam suatu kegiatan penelitian dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, survei terhadap 45 orang pelaku UMKM masyarakat asli Papua penerima bantuan box container di Kota Sorong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya program bantuan box container ini, menjadi modal usaha bagi masyarakat asli Papua dalam memulai usahanya, menciptakan lapangan kerja bagi perempuan (ibu rumah tangga), sebanyak 53,33% adanya peningkatan pendapatan dan dapat menyesuaikan dengan lokasi berjualan bagi masyarakat. Namun, masih terdapat tantangan karena kurangya pengawasan dilapangan dalam penggunaan sarana bantuan modal usaha ini. Tetapi, program bantuan ini dapat menjadi model/program bantuan berkelanjutan bagi masyarakat asli Papua dalam mengembangkan usaha kecil menengahnya dengan mempertimbangkan beberapa syarat dan kriteria. 
Antara Integrasi dan Resistensi: Dinamika Pola Interaksi Sosial Masyarakat Asli Papua Ali, Muhammad; Rais, Lukman; Halik, Wahyudin
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 14 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v14i2.94859

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis sejauh mana integrasi sosial dan resistensi sosial berpengarih terhadap dinamika pola interaksi antara masyarakat asli Papua dan pendatang di Provinsi Papua Barat Daya. Pendekatan kuantitatif korelasional digunakan dalam penelitian sampel sebanyak 270 responden yang dipilih melalui teknik multistage random sampling dan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, penyebaran kuesioner, dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan dan parsial integrasi sosial dan resistensi sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pola interaksi sosial. Secara parsial, nilai thitung variabel integrasi sosial (24,830) dan resistensi sosial (32,619), lebih besar dari nilai ttabel (1,960) dengan signifikasi 0,01 < 0,05, yang menunjukkan baik integrasi sosial atau resistensi sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel pola interaksi sosial. Hasil uji simultan juga menunjukkan nilai fhitung (3379,052) lebih besar dari ftabel (3,04), dengan tingkat signifikansi 0,001 < 0,05 yang menunjukkan secara simultan variabel integrasi sosial dan resistensi sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel pola interaksi sosial. Temuan penelitian mengindikasikan adanya hubungan sinergis antara keterbukaan terhadap keberagaman dengan upaya pelestarian identitas budaya lokal. Pola interaksi yang harmonis tidak hanya dibangun melalui proses integrasi, tetapi juga melalui bentuk resistensi. Implikasi sosial dari hasil penelitian menekankan pentingnya merancang kebijakan sosial yang berpijak pada budaya lokal dan sensitif terhadap dinamika relasi antaretnis. Kontribusi penelitian dalam pengembangan model teoritis interaksi sosial berbasis kearifan lokal sebagai acuan dalam membangun masyarakat multikultural yang adil dan berkelanjutan.
Economic Resilience and Welfare of Older Adults after the Paitua Assistance Program Ramli, Umar; Nikmatul Ula, Siti Nurul; Rumaday, Saleman; Nurlela, Andi; Rais, Lukman
Jurnal Sosiologi Andalas Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsa.11.2.135-153.2025

Abstract

Older adults in Southwest Papua are increasingly vulnerable both socially and economically, while the Paitua Program as a social safety net has not been empirically assessed. This study establishes a baseline evaluation using an Explanatory Sequential Mixed Methods design, combining quantitative and qualitative approaches. Data were collected from 270 elderly respondents and five informants through questionnaires, interviews, observation, and document review. Quantitative data were analyzed with descriptive and inferential statistics, while qualitative findings were examined through thematic-phenomenological analysis. Results reveal that the Paitua Program influences elderly well-being across economic, social, and psychological dimensions. The program not only addresses basic needs but also reduces family burdens, enhances security, and improves selfworth. Average scores were 2.88 for satisfaction, 3.09 for economic resilience, and 2.81 for overall well-being. Hypothesis testing confirmed significant positive effects both partially (t-test: well-being = 17.929; economic resilience = 3.970 > t-table 1.650) and simultaneously (f-test = 257.887 > f-table 3.029). The novelty of this study highlights that direct cash transfers strengthen not only economic resilience but also social and psychological well-being, an area rarely emphasized in prior research.
Sosialisasi Peningkatan Kapabilitas Aparatur Pemerintah Melalui Pendidikan Rekognisi Pembelajaran Lampau di Kabupaten Sorong Rais, Lukman; Halik, Wahyudin; Purnomo, Arie; Ali, Muhammad; Mardliyah, Uswatul; Banggu, Masni; Salmawati; Ramli, Umar; Wahid, Bustamin
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 6 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v6i2.3504

Abstract

Sosialisasi Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) menjadi inisiatif Universitas Muhammadiyah Sorong dengan melakukan layanan pendidikan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga diharapkan membuka peluang bagi pegawai untuk mendapatkan pendidikan tingkat strata-1 (sarjana). Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pegawai Pemerintah Kabupaten Sorong mengenai manfaat, prosedur, dan peluang yang ditawarkan oleh sistem RPL, dengan tujuan utama mengembangkan sumber daya manusia di bidang pemerintahan melalui program akademik sarjana yang fokus pada ilmu pemerintahan dan memberi peluang kepada lulusan program pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh pengakuan kesetaraan dengan kualifikasi tertentu sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Sosialisasi ini dilakukan pada bulan Juni 2024 dengan sasaran utama kantor Distrik Kabupaten Sorong dengan 3 (tiga) bentuk kegiatan seperti pembuatan road map kegiatan, pembagian tim dan sosialisasi secara langsung. Sosialisasi ini menjelaskan 1) Asas utama pembukaan jalur RPL, yaitu memberikan kesempatan kepada pegawai yang telah berkarir profesional dan ingin memperoleh gelar sarjana, 2) Tujuan pembukaan jalur RPL, yaitu memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melanjutkan pendidikan sepanjang hayat melalui jalur pendidikan formal di Pendidikan Tinggi, dan mendorong individu yang mengalami putus sekolah atau tidak dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, namun memiliki kompetensi dan pengalaman kerja yang relevan, untuk kembali melanjutkan studi ke jenjang Pendidikan Tinggi, dan 3) diskusi terkait dokumen atau portofolio yang dapat diakui dalam proses RPL yang memungkinkan untuk mempercepat kemajuan studi dengan mengakui pendidikan nonformal, informal, dan pengalaman kerja. Sosialisasi ini diharapkan akan meningkatkan minat pegawai untuk melanjutkan studi dan meningkatkan kapabilitas mereka dalam bekerja.
Sosialisasi Sistem Pendidikan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Pemerintah Kota Sorong Ali, Muhammad; Halik, Wahyudin; Ramli, Umar; Banggu, Masni; Salmawati; Rais, Lukman; Basri, La; Wahid, Bustamin; Hidaya, Nur; Sangadji, Ismail Munadi; Purnomo, Arie
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v6i1.3128

Abstract

Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman di Pemerintah Kota Sorong mengenai manfaat, prosedur, serta peluang sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). RPL adalah pengakuan terhadap Capaian Pembelajaran seseorang yang berasal dari pendidikan formal, nonformal, informal, dan/atau pengalaman kerja yang menjadi dasar melanjutkan pendidikan formal dan melakukan penyetaraan dengan kualifikasi tertentu. Program RPL merupakan inisiatif pemerintah dalam meningkatkan kompetensi dan kapasitas masyarakat dengan menggunakan pendekatan pendidikan yang memberikan penghargaan terhadap pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi yang diperoleh seseorang melalui pengalaman belajar di luar lingkungan formal. Sosialisasi ini dilakukan pada bulan Juli 2023 dengan sasaran utama kantor Distrik Kota Sorong. Penerapan RPL diharapkan dapat membuka pintu akses pendidikan yang lebih luas dan inklusif. Sosialisasi mengenai program RPL di Universitas Muhammadiyah Sorong mencakup penyampaian materi, diskusi, dan simulasi. Aspek yang dibahas melibatkan (a) Dasar Hukum dan konsep RPL yang berlaku di Universitas Muhammadiyah Sorong, (b) Rincian tahapan dari pendaftaran hingga pengakuan dokumen portofolio, serta proses perkuliahannya, dan (c) Keunggulan yang dimiliki oleh program RPL tersebut. Setelah sosialisasi, peserta diundang untuk mendaftar sebagai mahasiswa RPL di jurusan Ilmu Pemerintahan.
Transformasi Literasi Digital di Papua Barat Daya: Tantangan dan Strategi Pasca Pembentukan Daerah Otonomi Baru Halik, Wahyudin; Rais, Lukman; Parera, Fhilipus Nery Marianus Lagan; Wato, Felix Salmon
Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 11 No. 2 (2025): Desember in Process 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jn.v11i2.4984

Abstract

The establishment of Southwest Papua Province through Law No. 29 of 2022 has created opportunities for digital literacy transformation, yet it continues to face complex structural, social, cultural, and geographical challenges. Disparities in internet access, limited digital devices, high data costs, low digital skills, and differing perceptions of technological benefits are primary obstacles to equitable digital literacy. This study aims to identify these barriers and formulate effective digital literacy strategies grounded in local wisdom. The research employs a mixed-methods approach with a Convergent Parallel design, combining a quantitative survey of 270 respondents and qualitative literature analysis to achieve a comprehensive understanding. Findings indicate that digital literacy among the population of Southwest Papua is hindered by economic factors, infrastructure limitations, technical capacity gaps, and cultural sensitivities. Effective strategies for enhancing digital literacy emphasize community participation, adaptation to local cultural values, gender inclusivity, youth empowerment, and the strengthening of technical, ethical, and digital cultural competencies. In conclusion, digital literacy transformation in Southwest Papua must adopt a holistic, contextual, and sustainable approach to empower communities, reinforce social cohesion, and support economic development and digital governance in the post-establishment era of the new autonomous region.