Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Scientific Journal

Gambaran Kadar Kolesterol Total Pada Lansia di Puskesmas Lubuk Buaya Tahun 2019 Rosmaini; Melrisda, Widia Ika; Haiga, Yuri
Scientific Journal Vol. 1 No. 2 (2022): SCIENA Volume I No 2, March 2022
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.463 KB) | DOI: 10.56260/sciena.v1i2.34

Abstract

Latar Belakang:  Kadar kolesterol total  darah yang tinggi berpengaruh terhadap resiko kejadian penyakit jantung koroner yang dapat dapat menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan penyumbatan pembuluh darah otak, jantung dan pembuluh darah tungkai. Pada lansia kadar kolesterol total relatif lebih tinggi dibandingkan pada usia muda, hal ini dikarenakan semakin tua akvititas reseptornya semakin rendah. Sel reseptor ini berfungsi sebagai hemostasis pengaturan peredaran kolesterol didalam darah dan banyak terdapat dalam hati, kelenjar gonad dan kelenjar adrenal. Tujuan penelituian mengetahui gambaran kadar kolesterol total pada lansia di Puskesmas Lubuk Buaya tahun 2019. Metode: Penelitian dilaksanakan bulan November 2020 - Januari 2021. Jenis penelitian deskriptif  kategorik  menggunakan data sekunder rekam medik. Populasi terjangkau adalah pasien lansia yang melakukan cek kolesterol  di Poli Lansia Puskesmas Lubuk Buaya. Sampel  adalah seluruh pasien lansia yang melakukan cek kolesterol total di Poli lansia Puskesmas Lubuk Buaya Padang.  Teknik pengambilan sampel purposive sampling  sebanyak 96 sampel. Analisa data univariat dengan SPSS 16.0. Hasil: kadar kolesterol total lansia terbanyak adalah tinggi  41 orang (42.7%). Kadar kolesterol total lansia berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah tinggi pada  tinggi pada perempuan  tinggi 31 orang (48%). Berdasarkan  usia kadar kolesterol total  lansia terbanyak adalah tinggi pada  usia ≥ 60 tahun  39 orang (45%). Berdasarkan pekerjaan kadar kolesterol total lansia  terbanyak adalah tinggi sebanyak 35 orang (43%).Dan berdasarkan pendidikan kadar kolesteroltotal lansia terbanyak adalah   tinggi pada pendidikan SMP yaitu 11 orang (65%). Kesimpulan: Kadar kolesterol total lansia terbanyak adalah tunggi 41 orqng (42%) pada perempuan 31 orang (48%) usia ≥ 60  tidak bekerja 35 orang (43%) dan  pendidikan  SMP 11 orang (65%).
Hubungan Tingkat Ansietas dengan Kejadian Insomnia pada Lansia di Puskesmas Kecamatan Nanggalo Tahun 2022 Defitri Khairunnisa, Mutia; Rosmaini
Scientific Journal Vol. 2 No. 2 (2023): SCIENA Volume II No 2, Maret 2023
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v2i2.93

Abstract

Pendahuluan: Lansia akan mengalami berbagai tahapan penurunan fungsi tubuh yang akan berpengaruh terhadap kegiatan sehari-hari. Salah satu manifestasi klinis menurunnya fungsi tubuh adalah gangguan tidur seperti insomnia. Penyebab insomnia antara lain, masalah lingkungan (ruangan terlalu penuh atau berisik), penggunaan obat-obatan, kesehatan fisik dan mental, seperti ansietas  (kecemasan) dan depresi. Ansietas mengakibatkan aktivitas saraf otonom dalam merespon terhadap ancaman yang tidak nyata dan tidak spesifik yang mengakibatkan terjadinya insomnia. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan tingkat ansietas dengan kejadian insomnia pada lansia di Puskesmas Kecamatan Nanggalo tahun 2022. Ruang lingkup penelitian adalah ilmu kesehatan jiwa (psikiatri). Metoda: Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-Januari 2023. Jenis penelitian adalah analitik correlation dengan desain cross sectional. Populasi terjangkau pada penelitian adalah seluruh lansia. Sampel sebanyak 50 orang lansia  dengan teknik consecutive sampling. Hasil: diperoleh kelompok usia terbanyak  adalah 60-74 tahun yaitu 28 orang (56,00%), jenis kelamin terbanyak perempuan 24 orang (48,00%), tingkat ansietas terbanyak yaitu amsietas  ringan dan sedang masing- masing sebanyak 21 orang (42,00%), kejadian insomnia terbanyak insomnia awal 17 orang (34,00%) serta  terdapatnya hubungan yang bermakna antara  tingkat ansietas dengan kejadian insomnia (p=0,000), dimana semakin meningkat ansietas  semakin meningkat  kejadian insomnia. (r= + 0,762). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna  antara tingkat ansietas dengan kejadian insomnia pada lansia.
Analisis Hasil Pemeriksaan Anemia dan Saturasi Oksigen pada Lansia Panti Jompo di Provinsi Sumatera Barat Setiawati, Erdanela; Rosmaini
Scientific Journal Vol. 2 No. 6 (2023): SCIENA Volume II No 6, November 2023
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v2i6.117

Abstract

Pendahuluan: Pemeriksaan anemia dan kadar saturasi oksigen pada lansia penting dilakukan, karena anemia dan kadar saturasi oksigen rendah pada lansia tidak memberikan gejala. Anemia terdiagnosis bila lansia mengalami perdarahan dan saturasi oksigen rendah terdeteksi bila lansia masuk rumah sakit dengan sesak nafas karena kelainan paru (pneumonia). Tujuan Penelitian: memeriksa kadar hemoglobin dan saturasi oksigen lansia panti jompo serta menganalisis hubungan anemia dengan kadar saturasi oksigen rendah pada lansia. Metode: Penelitian ini dilakukan  di panti jompo Jasa Ibu di Situjuah Kabupaten-Limapuluh-Kota Provinsi-Sumatera-Barat, menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional,  menggunakan data primer dengan jumlah sampel 70 responden. Anemia didiagnosis melalui pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat Easy-Touch-GCHb-meter. Pemeriksaan kadar saturasi-oksigen menggunakan alat pulse-oximetry. Analisa data univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Dari 70 lansia yang diperiksa hemoglobin dan saturasi oksigennya didapatkan lansia yang anemia sebanyak 12 lansia (17,1%), lansia yang memiliki kadar saturasi oksigen rendah sebanyak 16 lansia (22,9%). Hasil uji statistik menunjukkan  terdapat hubungan antara anemia dengan kadar saturasi oksigen rendah dengan p-value=0,000. Kesimpulan: terdapat hubungan bermakna antara anemia dengan kadar saturasi oksigen yang rendah pada lansia di panti jompo Jasa Ibu Situjuah, Kabupaten-Limapuluh-Kota Provinsi-Sumatera-Barat.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pelaksanaan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) oleh Ibu Hamil di Puskesmas Sungai Sarik Setiawati, Erdanela; Rinaldy, Arief; Rosmaini; Sjaaf, Fidiariani; Ananda, Shadilla Hutri
Scientific Journal Vol. 5 No. 1 (2026): SCIENA Volume V No 1, January 2026
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v5i1.319

Abstract

Pendahuluan: Salah satu upaya yang dilakukan untuk menurunan angka-kematian-ibu (AKI) adalah melaksanakan Program-Perencanaan-Persalinan dan Pencegahan-Komplikasi (P4K) pada ibu-hamil. Banyak faktor yang mempengaruhi pelaksanaan P4K oleh ibu-hamil seperti: pengetahuan, dukungan suami, dan-sebagainya. AKI di Indonesia dan di Sumatera-Barat masih tinggi dan jauh dari angka target SDG. Tujuan-penelitian: untuk  mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Pelaksanaan P4K oleh ibu-hamil di Puskesmas-Sungai-Sarik Metode: Jenis dan rancangan penelitian adalah penelitian analitik-observasional dengan rancangan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Wilayah-Kerja Puskesmas-Sungai-Sarik, Kabupaten-Padang-Pariaman, Provinsi-Sumatera-Barat, mulai Juni-2023 sampai-dengan Agustus-2024. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Sampel-penelitian adalah semua ibu-hamil yang datang ke Puskesmas-Sungai-Sarik pada bulan Juli-Agustus 2024. Besar-sampel ditentukan menggunakan metode total-sampling. Dengan teknik  purposive-sampling diperoleh sampel sebanyak 169 ibu-hamil. Variabel-independen: adalah karakteristik ibu-hamil seperti: usia, pendidikan, pekerjaan, usia-kehamilan, paritas, penghasilan-keluarga, dan tingkat-pengetahuan ibu-hamil. Variabel-dependen: pelaksanaan P4K oleh ibu-hamil. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (Uji Chi-Square). Hasil: Analisis-univariat. Dari 169 ibu-hamil di Puskesmas-Sungai-Sarik, mayoritas berusia 20-35 tahun (78,1%), berpendidikan menengah (SMP-SMA) sebanyak 68,6%, dan tidak bekerja (76,3%). Mayoritas hamil trimester-2 (12-28 minggu) sebanyak 55,6% dan kehamilan-multipara (63,8%). Dari penghasilan-keluarga, mayoritas berpenghasilan-sedang (30,8%), berpengetahuan kurang-baik (53,8%), dan memiliki pelaksanaan-P4K baik (84,6). Analisis-bivariat. Hasil uji Chi-Square didapatkan faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan-P4K yang baik adalah faktor pendidikan (p-value=0,028), usia kehamilan (p-value=0,006) dan tingkat-pengetahuan ibu-hamil (p-value=0,038). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan dengan pelaksanaan-P4K yang baik adalah faktor usia ibu-hamil (p-value=0,169), pekerjaan (p-value=0,319), paritas (p-value=0,794), dan penghasilan-keluarga (p-value=0,512) Kesimpulan: Faktor-faktor yang berhubungan dengn pelaksanaan Program-Perencanaan-Persalinan dan Pencegahan-Komplikasi (P4K) yang baik pada ibu-hamil di Puskesmas-Sungai-Sarik adalah faktor pendidikan, usia-kehamilan dan pengetahuan ibu-hamil.