Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Sewagati

“Kampung Literasi ITS” sebagai Model Pengembangan Literasi di TBM Kartika Nuswantara; Eka Dian Savitri; Hermanto; Ni Gusti Made Rai; Gita Widi Bhawika; Astutik Nur Qomariyah
Sewagati Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.954 KB)

Abstract

Pengabdian masyarakat ini diarahkan untuk mengembangkan konsep “Kampung Literasi ITS” melalui 5 TBM di sekitar ITS yaitu TBM RW 3 Keputih, TBM kelurahan Kejawan Putih Tambak, TBM Rusunawa Keputih, TBM RW 4 Kejawan Putih Tambak, dan TBM RW 1 Gebang Putih dengan total peserta 120 anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menstimulasi kegiatan literasi komunitas di 5 TBM sekitar ITS. Pendekatan yang dilakukan adalah dengan melakukan pembisaan dan pembiasaan masyarakat terhadap aktivitas membaca berbagai jenis teks atau wacana, serta meningkatkan modal sosial (percaya diri, motivasi, dan apresiasi) anggota TBM melalui penulisan karya tulis yang bernilai ekonomi (kumpulan cerpen anak TBM). Persiapan dilakukan dengan menggalang donasi buku dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama 25 hari di 5 TBM secara bergantian. Kegiatan literasi dimulai dengan membaca nyaring, menulis cerpen, dan membuat mading dengan tema tertentu. Di akhir kegiatan, sebanyak 30 cerpen hasil pendampingan dikumpukan ke dalam sebuah buku antologi cerpen. Tahap terakhir adalah acara penutupan yaitu open house Kampung Literasi ITS. Acara penutupan berisi pameran poster kegiatan Kampung Literasi ITS, penyerahan hadiah kepada 3 karya cerita pendek terbaik oleh Rektor ITS, peluncuran buku antologi cerpen karya anak kampung literasi ITS, bedah buku antologi cerpen karya anak Kampung Literasi ITS.
Implementasi Model Literasi Berimbang di Taman Baca Masyarakat (TBM) di Kota Surabaya Kartika Nuswantara; Gita Widi Bhawika; Ni Wayan Suarmini; Marsudi
Sewagati Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.77 KB)

Abstract

Taman Baca Masyarakat (TBM) di Kota Surabaya didirikan oleh Pemerintah Kota tengah-tengah masyarakat dengan harapan masyarakat memiliki akses yang mudah terhadap sumber bacaan. Dengan demikian tujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat dapat segera terwujud dan upaya meningkatkan indeks literasi nasional dapat meningkat. Selain berfungsi sebagai layaknya perpustakaan umum, TBM menjadi tempat belajar dan bermain anak-anak sepulang mereka dari sekolah. Diperlukan ketrampilan dan kemampuan yang memadai bagi seorang petugas TBM untuk dapat memberikan pelayanan bagi masyarakat pengunjung TBM. Petugas TBM yang direkrut oleh pemerintah Kota Surabaya dengan tugas pokok yang meliputi tugas administrasi, kepustakaan, dan tugas pengajaran. Multi tugas ini membutuhkan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang mumpuni, akan tetapi kenyataan menunjukkan bahwa hanya 33.3% petugas TBM memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan diskripsi tugas tersebut. Mengingat peran penting petugas TBM maka diperlukan upaya untuk meningkatkan ketrampilan petugas sehingga kebutuhan literasi masyarakat dapat terlayani dengan baik. Dalam pengabdian kali, tim mencoba memperkenalkan model literasi berimbang yang telah disesuaikan dengan kondisi umum di TBM. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahapan yaitu Tahap pemotretan kondisi eksisting sehingga problematika di TBM dapat diselesaikan melalui kegiatan pengabdian; dan langkah kedua dilakukan dalam format modeling yang dapat dilanjutkan implementasinya di masing-masing TBM.
Implementasi Program Penguatan Literasi Masyarakat di Wilayah Eks-Lokalisasi Dolly Kelurahan Putat Jaya Surabaya Kartika Nuswantara; Ismaini Zain; Nasori; Nisfu Asrul Sani; Nugrahardi Ramadhani; Gita Widi Bhawika
Sewagati Vol 4 No 3 (2020)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.243 KB)

Abstract

Penguatan literasi bagi masyarakat dengan cara pengembangan lingkungan literat. Sehingga sejalan dengan makna literasi sebagai instrument untuk menyelesaikan segala bentuk persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Silkus Deming yang dikenal dengan konsep PLAN-DO-CHECK-ACTION menjadi kerangka dalam melaksanakan kegiatan abmas yang dilatar belakangi oleh penguatan literasi bagi masyarakat. FGD dan observasi langsung menjadi pendekatan yang dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada dalam masyarakat sehingga selanjutnya dapat disusun sebuah rencana (PLAN). Dengan melibatkan 45 anak dari Kampung Kupang Gunung Timur RT 03 RW06 penelitian ini mengemplimentasikan PLAN kedalam tiga unsur pada tahap DO. Ketiga unsur tersebut meliputi dukungan, pendampingan dan keberlanjutan. Dengan menggunakan kuesioner, CHECK menjadi aktivitas untuk mengkur tingkat keberhasilan program. Akhirnya ACTION menyiapkan umpan balik untuk dimanfaatkan pada penelitian selanjutnya. Penelitian ini dilakukan sebagai bentuk evaluasi dari sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dengan mendeskripsikan kegiatan yang telah dilakukan diharapkan penelitian ini menjadi alat untuk mengefaluasi program yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber data untuk melanjutkan kegiatan pengabdian tersebut menjadi sebuah program berkelanjutan.
Inovasi Model Bisnis dan Branding dalam Pengembangan Kampung Wisata Sejarah Penelah Surabaya Berto Mulia Wibawa; Geodita Woro Bramanti; Gita Widi Bhawika; Anandita Ade Putra; Dendy Ramadhan
Sewagati Vol 4 No 3 (2020)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.79 KB)

Abstract

Memiliki objek-objek peninggalan bersejarah kuno yang berlokasi di jantung Kota Surabaya, Kampung Peneleh dinilai perlu dikembangkan secara lebih serius agar dapat lebih berdampak positif, terutama bagi perekonomian, pariwisata, dan masyarakat sekitarnya. Dalam pengembangan kedepannya, diperlukan suatu model bisnis yang dapat dijadikan sebagai acuan pengembangan kawasan oleh para pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merumuskan model bisnis yang ideal untuk pengembangan Kampung Wisata Sejarah Peneleh yang unggul serta memiliki daya saing dengan tempat-tempat bersejarah lainnya. Model bisnis yang dirumuskan menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC), dimana pengembangan model bisnis dilakukan berdasarkan analisis kondisi saat ini, yang kemudian diidentifikasi elemen mana saja yang dinilai perlu diperbaiki/dikembangkan. Hasil penelitian merekomendasikan usulan model bisnis baru, dengan fokus utama berdasarkan proposisi nilai kampung wisata sejarah yang terintegrasi, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, dan inklusif. Melalui implementasi model bisnis yang baru, diharapkan Kampung Peneleh akan lebih berkembang pesat, serta dapat memberikan dampak positif, baik terhadap peningkatan kontribusi pada sektor perekonomian, pariwisata, dan juga bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.
Pelatihan Menulis dan Implementasi Gerakan Literasi Masyarakat di Perpustakaan Desa Begadon - Bojonegoro Kartika Nuswantara; Ratna Rintaningrum; Banu Prasetyo; Hermanto Hermanto; Aurelius Ratu; Ni Wayan Suarmini; Edy Subali; Mohammad Saifullah; Gita Widi Bhawika; Bilqis Amaliah
Sewagati Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3595.287 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v7i2.453

Abstract

Perpustakaan Lentera, yang berlokasi di Desa Begadon, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu perpustakaan desa terbaik di Jawa Timur. Perpustakaan ini pernah memenangkan kategori Perpustakaan Desa (Perpusdes) atas upaya desa yang secara aktif melibatkan masyarakat untuk ikut berperan aktif mendirikan serta mengembangkannya. Perpustakaan ini sebelumnya berkembang dari perpustakaan SDN Begadon. Permasalahan terjadi setelah Perpustakaan Lentera mendapatkan hibah gedung baru dalam upaya keberlanjutan utilitas perpusdes sebagai pusat pengembangan kapasitas masyarakat desa. Perpustakaan Lentera perlu berkembang menjadi menjadi sebuah perpustakaan terpadu, dimana masyarakat dapat memperoleh segala bentuk informasi dari tempat ini dan menjadi lebih mandiri dan berdaya secara ekonomi dan kesejahteraan setelah memperoleh berbagai pengetahuan baru yang tersedia di perpustakaan desa tersebut. Oleh sebab itu, tim pengabdi bersama pengelola desa dan perpusdes bersama-sama berupaya menyelesaikan masalah dengan beberapa metode yaitu Focus Group Discussion, pelatihan, dan sosialisasi langsung kepada masyarakat desa. Hasil yang telah dicapai antara lain peningkatan literasi masyarakat melalui sosialisasi dan pelatihan, peningkatan awareness perpusdes melalui publikasi media audio visual, serta pemberian rekomendasi kepada pemangku kepentingan perpusdes untuk menjamin keberlangsungan kegiatan literasi di Desa Begadon.