Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Wicara

Realisme Magis dalam Film Jagat Arwah Karya Ruben Adrian (Tinjauan Lima Karakteristik Realisme Magis Wendy B. Faris) Inzaghi, Muhammad Rizky; Purnomo, Mulyo Hadi; Komariya, Siti
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 3, No 1: April 2024
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2024.22621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk/wujud realisme magis dalam film Jagat Arwah karya Ruben Adrian berdasarkan lima karakteristik realisme magis Wendy B. Faris dengan pendekatan objektif sosiologi sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Jagat Arwah merupakan film yang mengandung realisme magis. Hal ini dibuktikan dengan adanya wujud elemen tidak tereduksi terdapat pada adanya peristiwa magis yaitu ritual perpindahan Raga dan mitos mengenai sedulur papat limo pancer. Elemen dunia fenomenal dapat dilihat pada adanya penggunaan benda nyata salah satunya handphone Nokia dan motor Grand Astrea. Wujud keraguan tidak menentu terdapat pada tempat Hutan Kematian dan Gedung Aseng. Elemen penggabungan alam dapat dilihat ketika Pak Le mampu menghirup arwah jahat. Wujud elemen gangguan waktu, ruang, dan identitas terdapat pada kemampuan Raga menghentikan Waktu, perpindahan ruang pada ritual, dan fenomena kerasukan pada tokoh Kus dan sopir.
Lima Mode Fantasi dalam Novel The Bliss Bakery Karya Kathryn Littlewood Terjemahan Nadia Mirzha: Kajian Teori Fantasi Rosemary Jackson Widyasari, Sherly Gratia; Umam, Khothibul; Komariya, Siti
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 3, No 2: Oktober 2024
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2024.22741

Abstract

Novel The Bliss Bakery karya Kathryn Littlewood merupakan novel terjemahan bergenre fantasi yang berisi tentang perjalanan Rosemary Bliss dalam membuat roti ajaib. Setiap pembuatan roti dapat memperlihatkan keajaiban sehingga memberikan gambaran semesta fantasi buatan pengarang. Roti ajaib dibuat sesuai dengan tujuannya dalam menyelesaikan masalah. Penelitian ini ditujukan untuk mengungkapkan dunia fantasi buatan pengarang. Objek formal dalam penelitian berfokus pada unsur-unsur fantasi yang terdapat di dalam novel. Kajian teori yang digunakan untuk menganalisis berdasarkan pemikiran Rosemary Jackson. Metode penelitian yang digunakan, yaitu metode deskriptif kualitatif. Pendekatan analisis yang dipakai yaitu pendekatan mimetik. Pendekatan mimetik digunakan untuk membandingkan dunia fantasi dengan dunia nyata untuk mempermudah analisis unsur-unsur mode fantasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa unsur-unsur fantasi dalam novel The Bliss Bakery karya Kathryn Littlewood memiliki lima mode fantasi sesuai teori Rosemary Jackson, yaitu imajinasi dalam pengasingan (penaklukan badai, halilintar, awan, bahan ajaib, penulisan resep, tatanan kehidupan yang terbalik); yang nyata di bawah pengawasan (makanan pokok, takaran resep, bahan-bahan pembuatan roti biasa, perebutan warisan, bencana badai, dan hubungan sosial); luar biasa, mimetik, dan fantastis (anak yang sedang kritis, kisah cinta Mr. Bastable dan Miss Thistle, serta pembalik keadaan seutuhnya); tidak signifikan (badai, kilat, dan awan); serta topografi (dataran rendah, dataran tinggi, bentuk kunci pintu, tata letak barang-barang di gudang, dan bangunan rahasia), tema (kepahlawanan), dan mitos (dongeng, abad pertengahan, dan kepercayaan).
Eksistensi Tokoh Maya dalam Film Cross The Line Karya Razka Robby Ertanto (Feminis Eksistensialisme Simone De Beauvoir) Rondiati, Choerud Salsabila; Martini, Laura Andri Retno; Komariya, Siti
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 4, No 1: April 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2025.26189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya bentuk ketertindasan perempuan dan perlawanan yang dilakukan dalam film Cross The Line Razka Robby Ertanto. Teori yang dipakai adalah struktur naratif film oleh Himawan Pratista, serta feminis eksistensialisme oleh Simone de Beauvoir. Teori struktur naratif film digunakan untuk membantu proses pemahaman akan keseluruhan cerita sedangkan teori feminisme eksistensialis fokus mengupas bagaimana perempuan mampu menunjukkan eksistensinya dalam film Cross The Line. Pendekataan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan objek film Cross The Line. Teknik pengumpulan data dengan cara simak-catat bagian yang sesuai dengan tujuan penelitian. Sedangkan penyajian hasil analisis data menggunakan deskriptif naratif disertai dengan gambar adegan dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ada representasi ketertindasan perempuan dan perjuangan untuk menunjukkan eksistensi diri yang digambarkan melalui tokoh Maya. Ketertindasan yang ditunjukkan berupa stereotip tentang perempuan lemah, perempuan emosional, objek pemuas, peliyanan, dan diliyankan. Kekerasan berupa fisik, psikis, ekonomi, dan seksual. Adapun perlawanan yang dilakukan tokoh Maya untuk menunjukkan eksistensinya yaitu melawan dengan bekerja, menjadi mandiri, mampu berperan dalam ranah publik, menolak internalisasi liyan, menjadi diri, menjadi subjek aktif, dan transedensi.
Fantasy Genre and Fantastic Mode in Andry Chang's Novel Everna: Rajni Sari: A Structural Study Aliffianto, Diaz Restu; Noor, Redyanto; Komariya, Siti
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 4, No 2: Oktober 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2025.24619

Abstract

This research is a study of the novel Everna: Rajni Sari by Andry Chang through the perspective of fantasy literature. This study aims to explain the fantasy aspects of the novel and prove that the fantastic mode used is immersive fantasy based on Tolkien's sub-creation theory, Greer Watson's assumption of reality, and Farah Mendhlesohn's fantasy taxonomy. This research is a structural study with a literature study method. The data collection was done by note-taking technique and the analysis results were presented in descriptive terms in the tense of sentences and images. The results show that the novel is an immersive fantasy as proved by the concept of sub-creation, which are: (1) the existence of magical elements (Faerie), and (2) the existence of secondary worlds and secondary beliefs.