Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS IT DI DESA LUNU KECAMATAN NUNLEU KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Wira Syahputra, Andrian; Leobisa, Jonathan; Adi Saingo, Yakobus
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM), Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v5i2.2422

Abstract

The learning presented by teachers must be interesting, so that it can arouse students' enthusiasm and interest in learning, therefore teachers need to be equipped to create creative learning activities, including by utilizing IT which is centered on the use of Canva and learning videos via Power Point. Training through PkM activities aims to provide teachers with an understanding of the importance of IT-based learning media, as an effort to improve the process and quality of learning in schools, and how schools cannot avoid facing the era of modernization and the internet. PkM (Community Service) activities are carried out in the form of education and training in making IT-based learning media. The training material delivery method consists of lecture, question and answer, discussion and direct practice in creating IT-based learning media. The training results show that participants' understanding and mastery of the material regarding creating IT-based learning media has increased after attending the training compared to before. Apart from that, training participants already have the skills and ability to create their own learning media, such as making learning videos using Power Point and using the Canva application to create weekly and monthly activity schedules to support the smooth running of various activities at school.
IMPLEMENTASI TEORI MYTHICAL-LITERAL FAITH JAMES FOWLER: Adi Saingo, Yakobus; I Made Suardana
Jurnal Amanat Agung Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Amanat Agung Vol 19 No. 1 Juni 2023
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v19i1.576

Abstract

Anak-anak usia akhir (6-12 tahun) sangat rentan dengan pengaruh negatif di era society 5.0 yang dapat merusak karakter dan melemahkan imannya, karena itu orang tua Kristen perlu berperan aktif memperkenalkan karakter Kristus melalui kehidupannya. Tujuan penelitian ini yaitu membahas mengenai karakter Kristus berbasis teori mythical-literal faith James Fowler, yang diperkenalkan melalui keteladanan oleh orang tua Kristen bagi anak-anak usia akhir supaya memiliki dasar iman yang kuat di tengah tantangan era society 5.0. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan mengumpulkan data melalui mewawancarai 10 orang tua yang berasal dari rayon 7 pada jemaat GMIT Kota Baru, Klasis Kota Kupang dengan pola FGD (Focus Group Discussion). Data dianalisis secara reduktif berbasis teori mythical-literal faith James Fowler yang mengemukakan keteladanan oleh orang tua Kristen untuk menggambarkan tentang karakter Kristus bagi anak-anaknya yang berada pada usia akhir (6-12 tahun). Adapun implementasi karakter Kristus berbasis teori mythical literal faith James W. Fowler oleh orang tua Kristen rayon 7 pada jemaat GMIT Kota Baru, Klasis Kota Kupang (OTR7) diimplementasikan dalam berbagai bentuk, antara lain: Menunjukkan Yesus Kristus berkarakter pengasih, mengutamakan doa dan Ibadah, penolong, pribadi yang bertoleransi atau saling menghormati, dan memiliki kehidupan berintegritas.
Sinergitas Guru Kristen Dan Orang Tua Siswa Dalam Penguatan Moderasi Beragama Di SMTK SoE Adi Saingo, Yakobus; Leobisa, Jonathan; Ir. Koebanu, Dunosel
Metta : Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/metta.v4i4.3689

Abstract

Religious pluralism in Indonesia is a characteristic inherent in its society, but behind it all there are still individuals and radical groups who try to divide the integrity of the nation by using religious issues incorrectly, therefore synergy between teachers and parents is needed students in instilling the values ​​of religious moderation. The aim of this research is to discuss the synergy of Christian teachers and parents in strengthening religious moderation at SMTK SoE. This research applies a qualitative method, where data is collected through interview activities using an FGD (Focus Group Discussion) approach with 10 Christian teachers and 10 parents of students. The information collected is reduced to an act of data analysis which explains the results that Christian teachers and parents can work together to strengthen religious moderation for the students/children they train so that the good values ​​for creating harmony can be embedded optimally. This awareness has also been implemented appropriately by Christian teachers and parents of students at SMTK SoE who have worked together to implement strengthening religious moderation based on indicators, namely: National commitment, non-violence, religious tolerance, and behavior that respects local traditions. Based on the explanations given by Christian teachers and students' parents, concrete forms of synergy in efforts to strengthen the values ​​of religious moderation can be identified, including: Teachers schedule meetings with students' parents on a regular quarterly basis to educate each other about the importance of developing the character of a tolerant life; Teachers have a WA group with parents so they use social media to motivate and supervise each other so that children can have ethical and moral behavior that respects others, without discriminating against their religious background; Parents play an active role by immediately reporting to teachers if any of their children begin to display religious extremism behavior; Parents and teachers participate directly in children's character education through school extracurricular activities, such as watching family films together, family gatherings, those based on religious tolerance, and so on; Furthermore, teachers and parents also work together in monitoring social media, online games and the shows consumed by students at home so that they do not fall into acts of violence seen on various existing digital media.
Analisis Akar Masalah Politik Uang Dalam Pemilu Konteks Keutamaan Moral Kristen Sudarso, Yosep; Adi Saingo, Yakobus
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Sains Student Research (JSSR)
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v3i1.3970

Abstract

Indonesia sebagai negara demokrasi sangat mengedapankan integritas, namun terdapat oknum masyarakat yang mencoreng demokrasi dengan tindakan-tindakan yang melanggar konstitusi seperti praktik politik uang dalam berbagai kegiatan pemilu. Tujuan kajian ilmiah ini adalah untuk membahas mengenai analisis akar masalah politik uang dalam pemilu konteks keutamaan moral Kristen. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pengumpulan data diperoleh dari membaca, mencatat serta mengolah bahan penelitian. Data dianalisis secara reduksi dan menjelaskan hasil kajian bahwa makna yang terkandung dalam keutamaan kebijaksanaan, keadilan, keberanian dan penguasaan diri sungguh-sungguh dapat menjawab kebutuhan bangsa. Praktik politik uang menjadi marak karena orang enggan menggunakan akal budinya untuk menalar secara baik dan benar. Praktik politik uang menjadi marak karena lemahnya penghargaan akan hak orang lain (termasuk negara dan Tuhan). Praktik politik uang menjadi marak karena hilangnya jiwa satria dan sportivitas sehingga menggapai kemenangan dengan cara pintas dan haram. Praktik politik uang menjadi marak karena penguasaan diri ada batas terendah. Padahal, hidup yang mengandalkan keutamaan sudah pasti menghadirkan sukacita sejati yang menjadi tujuan hidup setiap orang.
Implementasi Bhineka Tunggal Ika Berbasis Dialog Untuk Mencegah Intoleransi Agama Di Indonesia Benu, Saniria; Leobisa, Jonathan; Adi Saingo, Yakobus
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Sains Student Research (JSSR)
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v3i1.3971

Abstract

Indonesia adalah negara yang memiliki banyak suku, agama, budaya, adat istiadat, tradisi, dan bahasa yang beberda, yang membuatnya menjadi masyarakat multikultural yang kompleks. Keberaggaman ini merupakan kekayaan dan potensi besar, namun juga menimbulkan tantangan berupa konflik diskriminasi, dan intoleransi, khususnya dalam konteks agama. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui tentang implementasi Bhinneka Tunggal Ika berbasis dialog sebagai solusi untuk mencegah intoleransi agama. Metode yang digunakan adalah studi pustaka, yang mengumpulkan data dari berbagai sumber akademis untuk menawarkan solusi dan saran dalam mencegah terjadinya konflik antara umat beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialog antara umat beragama dan pendidikan yang menekankan nilai-nilai toleransi sangat penting dalam membangun pemahaman dan saling menghargai, serta menangkis pengaruh ideologi ekstremis. Dialog berbasis Bhineka Tunggal Ika direalisasikan dengan berkolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan tokoh agama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis dalam konteks keberagaman agama masyarakat Indonesia. Implementasi dialog kondusif antara umat beragama dilakukan dengan pendidikan toleransi, dan kegiatan multikultural, motivasi untuk menghargai perbedaan, dan berkolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang harmonis.
Implikasi Ibadah Bagi Penguatan Spiritualitas Iman Kristen Paula Konay, Jeanne; Oktoviana Oematan, Delsi; Amelia Haba Ito, Korne; Djawa, Maya; Adi Saingo, Yakobus
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 1 (2025): GJMI - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i1.1387

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk membahas implikasi ibadah bagi penguatan spiritualitas iman Kristen dalam perspektif tradisi Perjanjian Lama serta implikasinya bagi pengembangan iman Kristen yang holistik dan transformatif. Pembahasan mencakup perkembangan tempat dan bentuk ibadah, transformasi pemahaman tentang ibadah, serta prinsip-prinsip ibadah dan spiritualitas dalam Perjanjian Lama. Kajian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pengumpulan data dari berbagai literatur ilmiah. Analisis data dilakukan secara reduktif dengan pemaparan hasil bahwa ibadah mengalami perkembangan dari tempat-tempat terbuka menjadi lebih terorganisir. Pemahaman tentang ibadah juga bergeser dari yang berorientasi pada berkat duniawi menjadi lebih berfokus pada pembangunan relasi spiritual dengan Allah. Prinsip-prinsip seperti ibadah sesuai kehendak Allah, ibadah sebagai simbol/lambang dan ekspresi spiritualitas, tindakan-tindakan kudus, serta kesalehan dan doa menegaskan bahwa ibadah dan spiritualitas tidak hanya ritual, namun mencakup ketaatan, kesucian, dan praktik kehidupan sehari-hari. Ibadah yang diterapkan melalui berbagai tradisi perayaan, hari raya serta tindakan-tindakan kudus Perjanjian Lama bagi pengembangan spiritualitas dan iman Kristen memiliki dampak yang positif bagi penguatan spiritualitas orang beriman, teologi ibadah dan spiritualitas Perjanjian Lama dapat menjadi fondasi bagi pengembangan iman Kristen yang holistik dan transformatif.
Pengamalan Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa Di Era 5.0 Dalam Menciptakan Keharmonisan Efraim Amung, Heldi; Adi Saingo, Yakobus
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 1 (2025): GJMI - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i1.1410

Abstract

Terdapat tantangan dan peluang yang dihadapi dalam pengamalan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa di era 5.0, di mana kemajuan teknologi dan informasi membawa dampak kompleks bagi masyarakat Indonesia. Era digital tidak hanya mempermudah akses terhadap ajaran agama, tetapi juga menghadirkan budaya baru, seperti individualisme maupun konsumerisme, serta memicu penyebaran informasi yang menyesatkan sehingga dapat mengganggu keharmonisan masyarakat. Munculnya sikap individualisme dan budaya konsumerisme dapat mengikis rasa empati dan kepedulian sosial, yang berdampak pada penurunan moral dan ancaman terhadap persatuan bangsa. Untuk menangani tantangan ini, tujuan penulisan artikel ilmiah ini adalah untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila, khususnya pengamalan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa di era 5.0 dalam menciptakan keharmonisan di tengah masyarakat. Metode yang digunakan yaitu studi pustaka dengan mengumpulkan data/infprmasi dari literatur yang relevan, termasuk buku, artikel, dan dokumen terkait. Analisa data akan diterapkan pendekatan komparatif terhadap berbagai literatur dan sumber yang relevan. Hasi pembahasan menemukakan bahwa dalam pengamalan Pancasila Sila Pertama perlu adanya semangat mewujudkan strategi komprehensif yang meliputi: pendidikan karakter yang Pancasilais, penguatan nilai-nilai keagamaan yang kondusif, dan peningkatan literasi digital yang kritis. Melalui kerjasama antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dan masyarakat sipil, dengan menghidupi nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dalam kehidupan sehari-hari, maka setiap orang akan memiliki rasa kepedulian yang tinggi kepada sesama karena menganggap semua manusia sebagai mahkluk ciptaan Tuhan yang wajib dihargai, sehingga secara bersama-sama dapat mewujudkan keharmonisan yang utuh di tengah kemajemukan masyarakat.
Upaya Orang Tua Kristen dalam Memotivasi Anak Untuk Menghargai HAM Kaum Miskin Saekoko, Neti; Adi Saingo, Yakobus; Neolaka, Marthen
Complex : Jurnal Multidisiplin Ilmu Nasional Vol. 2 No. 1 (2025): COMPLEX - Februari
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hak asasi manursia adalah hak-hak furndamerntal yang diberrikan Turhan Yang Maha Ersa kerpada manursia sercara kodrati dan abadi. Turjuran dari pernurlisan ini adalah urnturk mermberrikan panduran praktis bagi orang tura kristern dalam mermotivasi anak-anak merrerka agar mernghargai HAM kaurm Miskin. Mertoder yang digurnakan dalam artikerl pernerlitian ini adalah sturdi kerpurstakaan. Pengumpulan data dalam sturdi ini, dilakurkan kajian terrhadap berrbagai literraturr ilmiah, serperrti prosiding, burkur rerferrernsi, dan jurrnal ilmiah, yang kermurdian dikermbangkan mernjadi serburah narasi. Data yang diperrolerh dianalisis sercara derskriptif yang mermaparkan hasil bahwa upaya yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam memotivasi anak untuk menghargai HAM kaum miskin adalah dengan menjadi teladan melalui pengajaran dan praktik nilai-nilai kasih dan kepedulian serta mengajak anak-anak terlibat dalam kegiatan sosial, seperti memberi sumbangan atau membantu di panti asuhan. Memberikan pendidikan sejak dini kepada anak, perngermbangan rasa perdurli sosial berrturjuran agar anak tidak turmburh derngan sifat nergatif serperrti sombong, acurh tak acurh, individuralismer, masa bodoh terrhadap masalah sosial, pilih-pilih terman, serrta lurnturrnya burdaya gotong-royong. Anak yang termotivasi untuk menghidupi nilai-nilai HAM memiliki rasa empati yang tinggi kepada sesama manusia yang mengalami kesulitan hidup karena itu orang tua harus terus mendorong anak-anak agar turmburh sebagai individur yang mampur membangun hubungan harmonis serta tetap hidup bersahaja, selain itu bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih adil serta manusiawi.
Manajemen Pendidikan Politik Menurut Martin Luther Djawa, Maya; Baun, Nofriana; Adi Saingo, Yakobus
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Media Informatika Edisi September - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kontribusi konsep manajemen pendidikan politik menurut Martin Luther dalam penataan manajemen pendidikan politik bagi orang Kristen masa kini. Penelitian ini menggunakan metode pustaka dengan analisis kualitatif, mengumpulkan dan menginterpretasikan data dari sumber tertulis seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah terkait. Data primer diperoleh dari wawancara dengan tokoh yang memahami persoalan politik di Indonesia, khususnya yang melibatkan orang Kristen. Teknik pengumpulan data meliputi observasi fenomena politik, dokumentasi, dan wawancara untuk mendapatkan informasi yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemisahan antara otoritas politik dan otoritas agama yang ditekankan Luther sangat relevan untuk mendorong gereja berfokus pada misinya sebagai lembaga spiritual, tanpa terjebak dalam konflik kekuasaan. Konsep Sola Gratia dan Sola Fide yang diperkenalkan Luther memberikan dasar etis bagi orang Kristen untuk bertindak dalam politik, menekankan bahwa keselamatan bergantung pada anugerah Allah, bukan perbuatan baik. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip ini, orang Kristen dapat berperan sebagai agen perubahan yang mempromosikan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat, menjadikan konsep manajemen pendidikan politik Luther sebagai panduan dalam membangun kader pemimpin yang melayani dan menciptakan tatanan politik yang lebih adil.
Tindakan Preventif Terhadap Perilaku Bullying Fisik Di Sekolah Melalui Kontribusi Pendidikan Kristiani Filardin Laukapitang, Jessintha; Oktoviana Oematan, Delsi; Adi Saingo, Yakobus; Tari, Ezra
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 3 No. 1 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis tentang tindakan preventif terhadap perilaku bullying fisik di sekolah melalui kontribusi pendidikan kristiani. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan study literature yang dianalisis secara reduktif berbasis buku-buku ilmiah, maupun jurnal penelitian. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa, bullying fisik di lingkungan sekolah merupakan masalah serius yang dapat diminimalisir dengan penguatan nilai-nilai Kristiani bagi siswa secara utuh dan holistik, sehingga tidak ada lagi korban bullying yang menderita dan mengalami tekanan mental. Korban bullying biasanya memiliki kerentanan secara internal seperti rasa malu, kecemasan, dan rendah diri, serta mengalami tekanan dari faktor eksternal seperti pola komunikasi keluarga yang buruk, lingkungan sosial yang tidak suportif, dan pengaruh kelompok pertemanan yang negatif. Selain dampak pribadi bagi korban, bullying juga memiliki konsekuensi hukum yang jelas bagi pelaku, sebagaimana diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan di Indonesia. Oleh karena itu melalui pendidikan Kristiani seperti kasih, pengampunan, penghargaan terhadap sesama, hidup dalam persekutuan, serta pengembangan karakter berdasarkan teladan Kristus, siswa dapat dibentuk menjadi pribadi yang peduli, empatik, dan menjauhkan diri dari kekerasan. Setiap warga sekolah harus bersinergi untuk menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif dan menjadi tempat yang aman dan penuh toleransi, di mana setiap siswa merasa dihargai, diterima, dan dilindungi.