Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Karakter Berbasis Pendidikan Agama Kristen Dalam Pencegahan Pengaruh Pergaulan Bebas Siswa Mese Baok, Deciana; Haba Ito , Korne Amelia; Adi Saingo, Yakobus; Leobisa, Jonathan
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 3 No. 6 (2025): Mei - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jishs.v3i6.3144

Abstract

Pergaulan bebas menjadi salah satu ancaman serius yang dihadapi oleh remaja di era digital. Fenomena ini tidak hanya merusak moralitas, tetapi juga menurunkan kualitas hidup dan spiritualitas remaja. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran Pendidikan Agama Kristen di sekolah dalam membentengi remaja dari pengaruh pergaulan bebas, dengan menekankan pentingnya desain pengajaran PAK yang relevan dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber literatus seperti buku, jurnal akademik, dan dokumen pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAK yang efektif harus bersifat holistik, integratif, dan kolaboratif, mencakup pengajaran nilai-nilai iman, pembentukan karakter Kristiani, dan pemberdayaan spiritualitas remaja. Selain, itu, kolaborasi antara sekolah, gereja, dan keluarga menjadi factor penentu keberhasilan dalam membentengi remaja dari godaan pergaulan bebas. Kesadaran spiritualitas yang ditanamkan melalui pendidikan agama menjadi benteng diri yang kuat bagi remaja untuk hidup kudus, bijak dan bertanggung jawab di tengah pengaruh dunia. Temuan ini menegaskan bahwa urgensi revitalisasi desain pengajaran PAK sebagai strategi preventif dan spiritual remaja.
Edukasi Implementasi Manajemen Kepemimpinan Guru Berbasis EMASLIM di SD GMIT Oemaulain Rote Ndao Adi Saingo, Yakobus; A. E. Lao, Hendrik; Kasse, Simon; Leobisa, Jonathan; Pairikas, Fenetson; Riyanti Supriadi, Ester
Devotion: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/dev.v2i1.244

Abstract

Kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) ini dilakukan oleh dosen Program Studi Magister Pendidikan Agama Kristen, Institut Agama Kristen Negeri Kupang. Tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk melakukan edukasi implementasi manajemen kepemimpinan guru berbasis EMASLIM di SD GMIT Oemaulain Rote Ndao. Kegiatan PKM dilaksanakan menggunakan metode PAR (Participatory Action Research) yang dipandang cukup relevan karena metode PAR sebagai salah satu aktifitas diskusi yang melibatkan stakeholders dengan pemberian informasi dan solusi dalam proses perubahan perilaku sosial pada suatu komunitas menjadi semakin baik/kondusif. Kegiatan PKM tersebut, diaplikasikan dengan aktifitas ceramah dan dikuatkan melalui diskusi serta tanya jawab antara pemateri dan 11 orang guru SD GMIT Oemaulain Rote Ndao, sebagai peserta. Adapun materi yang disampaikan terkait implementasi manajemen kepemimpinan guru dalam pola EMASLIM, yaitu guru harus menjadi educator, berperan sebagai manager, berperan sebagai administrator, berperan sebagai supervisor, berperan sebagai leader, berperan sebagai innovator, dan mampu menjadi motivator sehingga dapat menciptakan iklim belajar yang nyaman dan kondusif di dalam kelas maupun lingkungan sekolah. Manajemen kepemimpinan guru berbasis EMASLIM yang diterapkan secara utuh dan menyeluruh akan memampukan guru mengelola kelas secara tepat dan aktifitas pendidikan dapat terselenggara dengan baik di SD GMIT Oemaulain Rote Ndao.
Signifikansi Model Blended Learning Dalam Pembelajaran PAK di Lembaga Pendidikan Koebanu, Dunosel Ir.; Adi Saingo, Yakobus
Jurnal Kala Nea Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Immanuel Sintang Kal-Bar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61295/kalanea.v5i1.148

Abstract

Learning activities should be carried out innovatively so that the material can be delivered well and students can understand it completely. Learning activities that are carried out innovatively can be implemented with a blended learning model, including Christian Religious Education learning which is able to collaborate offline and online learning approaches in schools as part of educational institutions. The aim of this research is to discuss the significance of the blended learning model in teaching Christian Religious Education in educational institutions. The method used is literature study by using scientific literature as a data collection tool. Any data that has been collected will be analyzed reductively through information filtering, organizing, and summarizing the discussion, so as to be able to explain the research results that the application of the blended learning model is very significant in the continuity of learning in educational institutions because it produces effective and efficient learning by combining face-to-face learning with online learning. The existence of the blended learning model is very significant because it helps students carry out Christian Religious Education learning activities in a fun way and increases students' enthusiasm and focus on learning in class. The blended learning pattern in the context of PAK learning which combines face to face and online learning can act as a forum for transferring and integrating religious values ??that support students' spiritual growth and form moral, ethical and social character in accordance with Biblical values.
Aktualisasi moderasi beragama berdasarkan ideologi pancasila di masyarakat Desa Oenoni II Nomtanis, Petronela; Adi Saingo, Yakobus
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v2i9.1020

Abstract

Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai keberagaman di antaranya dalam hal memeluk agama, seperti halnya yang dialami masyarakat desa Oenoni II,  Amanuban, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Meskipun terdapat keberagaman dalam memeluk agama, namun kehidupan masyarakat di desa Oenoni II tetap berada dalam ikatan persatuan dan kehidupan yang harmonis karena menghidupi konsep moderasi beragama yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas mengenai aktualisasi moderasi beragama berdasarkan ideologi Pancasila di masyarakat desa Oenoni II. Mpenelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan dengan mewawancarai 1 orang Kepala Desa/tokoh adat, 1 orang pengurus forum KUB (Kerukunan Umat Beragama), dan 2 orang perwakilan masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai aktualisasi moderasi beragama berdasarkan ideologi Pancasila di masyarakat desa Oenoni II. Data dianalisis secara reduktif yang memaparkan hasil bahwa di tengah keberagaman agama yang dialami oleh masyarakat desa Oenoni II, tetap sungguh-sungguh menjalani kehidupan yang harmonis dan penuh kerukunan. Hal tersebut dapat terwujud dikarenakan dalam aktifitas sehari-hari, setiap masyarakat desa Oenoni II menunjukkan pola hidup moderasi beragama yang berdasarkan ideologi Pancasila. Adapun pola aktualisasi moderasi beragama di masyarakat desa Oenoni II antara lain: Menjalani kehidupan yang cinta damai, senantiasa hidup bergotong royong, dan menjunjung toleransi beragama.
Urgensi Nilai-NilaUrgensi Nilai-Nilai Pancasila Bagi Pejabat Pemerintahan Dalam Upaya Pencegahan Korupsi Di Indonesiai Pancasila Bagi Pejabat Pemerintahan Dalam Upaya Pencegahan Korupsi Di Indonesia Julianus Maukoni, Alexander; Adi Saingo, Yakobus
BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 6 (2023): BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu (INPRESS)
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corruption is a disgraceful act that still occurs today involving unscrupulous government officials in Indonesia because they have not been able to implement the values ​​of Pancasila completely and comprehensively. The aim of this research is the urgency of Pancasila values ​​for government officials in efforts to prevent corruption in Indonesia. This research uses a literature study method by reading various information related to the research topic from scientific literature and stating it in writing in accordance with scientific study procedures. The data was analyzed descriptively by showing the results that instilling the values ​​of Pancasila is very important and urgent considering that until now corrupt behavior is still difficult to prevent and these actions still occur massively in social life, which often also involves unscrupulous government officials. The values ​​of Pancasila must be lived fully and comprehensively by every government official by seriously practicing the values ​​of divinity, humanity, unity, democracy and social justice. Acts of corruption committed by unscrupulous government officials have harmed the existence of the Indonesian nation and state because they violate the values ​​of Pancasila. For this reason, efforts to prevent acts of corruption can be carried out from an early age by instilling Pancasila values ​​starting from the family environment, education, workplace institutions and anti-corruption community organizations.
Kesepahaman Nilai Pancasila Dengan Nilai Kristiani Berdasarkan Injil Matius 22:39-40 Rambu Boba, Ervin; Adi Saingo, Yakobus
BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 6 (2023): BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu (INPRESS)
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pancasila is the basic ideology of the Indonesian state which is the standard of behavior for its people. The ideological values ​​of Pancasila are in agreement with Christian teachings because they both encourage every community to live a correct spiritual life, and must also be balanced with a harmonious social life with others. The aim of this research is to discuss the agreement between Pancasila values ​​and Christian values ​​based on the teachings in Matthew 22:39-40. The method used in this research article is literature study by conducting a review of various scientific literature, such as proceedings, reference books, scientific journals to be developed in a series of narratives. Data analysis was carried out descriptively which explained the results that Christian teaching, especially those based on the book of Matthew 22:39-40, has an understanding or harmony with the values ​​of Pancasila which can be measured by truly becoming a society that loves God according to its beliefs and manifests love for each other by avoiding various forms of discriminatory attitudes that can cause divisions between fellow members of the nation. Pancasila and Christian values ​​both contain values ​​such as mutual cooperation, social justice and unity, which, if deeply internalized by society, can become the basis for creating harmony and unity.
Edukasi Moderasi Beragama Berbasis Positive Reinforcement di SMA Kristen 2 SoE, Kabupaten TTS Leobisa, Jonathan; Adi Saingo, Yakobus; Damnosel Bara Pa, Hemi; Jhonnoto Dami, Friderich
Jurnal Visi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Visi Pengabdian Kepada Masyarakat : Edisi Februari 2025
Publisher : LPPM Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51622/pengabdian.v6i1.2605

Abstract

Educational institutions should be at the forefront in preparing every component in them to help maintain harmony between religious communities, bearing in mind that existing religious pluralism, if not managed properly, can become a suggestion of intolerance by certain elements of society. The team of lecturers and students of the Program Magister PAK – IAKN Kupang believes that there is a need for activities that can educate school components so that they can have high awareness to help maintain the culture of religious tolerance that has been maintained throughout the midst of the diverse society of SoE City, South Central Timor Regency. Therefore, PkM activities were held which aimed to strengthen the values ​​of religious tolerance with the theme of religious moderation education based on positive reinforcement at Christian High School 2 SoE, TTS Regency. The method used in implementing this PKM activity is Participatory Action Research (PAR) which is carried out by socializing the implementation of positive reinforcement-based religious moderation values ​​for 54 participants consisting of Principals, teachers, staff/employees, and students of Christian High School 2 SoE. The data collected through active discussions between IAKN Kupang lecturers and participants were then processed and analyzed reductively, thereby showing the results of PkM activities that teachers and students need to work together in implementing religious moderation values ​​such as non-violent behavior, upholding national commitments, and promoting religious tolerance. , which is stimulated/stimulated from within oneself so that each individual can naturally have a high level of awareness in carrying out these values ​​voluntarily and pleasantly as a character that is inherent in daily activities. The implementation of PkM activities by the team of lecturers and students of the Program Magister PAK – IAKN Kupang was seen as very beneficial and had a significant impact in increasing participants' awareness as measured by a satisfaction level of 3.68%.
Generasi Alpha Yang Inklusif: Kontribusi Pendidikan Agama Kristen Di Sekolah Dalam Menghargai Keberagaman Boymau, Yerliana; Leobisa, Jonathan; Pairikas, Fenetson; Adi Saingo, Yakobus
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2025): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i3.3988

Abstract

Tujuan penelitian generasi alpha yang inklusif: kontribusi Pendidikan Agama Kristen di sekolah dalam menghargai keberagaman dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literature yang pengumpulan datanya melalui buku, artikel penelitian, prosiding dan dokumen yang memiliki keterkaitan dengan topik penelitian. Data yang terkumpul dianalisis secara reduksi dan memaparkan hasil bahwa anak-anak generasi Alpha harus didik untuk menghormati keberagaman melalui lembaga pendidikan dengan pembelajaran bermutu yang membentuk moral dan karakter inklusi nya. Karakter inklusi pada generasi Alpha dapat dibentuk melalui pembelajaran Pendidikan Agama Kristen yang menjadi sarana untuk mendorong serta memotivasi untuk anak-anak dapat terbuka terhadap perbedaan agama dan bersedia terlibat dalam berbagai kegiatan yang dapat menciptakan kerukunan. Upaya pembentukan karakter inklusi dapat ditempuh dengan menanamkan nilai-nilai Kristiani melalui Pendidikan Agama Kristen. Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen menjadi sarana menanamkan dan membentuk karakter inklusi sehingga anak-anak generasi Alpha dapat menjadi pribadi yang menghargai keberagaman, dan menghidupi prinsip-prinsip moral yang kuat, berempati, bertanggung jawab, dan mengedepankan inklusivitas di tengah keberagaman. Generasi Alpha dapat memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk menyampaikan Pendidikan Agama Kristen yang mengandung pesan moral relevan dengan penguatan jiwa dan karakter inklusi. Generasi Alpha yang berkepribadian inklusi dapat menjadi garda terdepan dalam memperkuat solidaritas untuk menciptakan kerukunan umat beragama.
Persatuan Di Tengah Keberagaman: Peran Pemuda Kristen Dalam Memperkuat Persatuan Indonesia Di Era Digital Rafi Ghungnga, Nadap; Daniamaputra Pattinaja, Maryon; Adi Saingo, Yakobus
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2025): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i3.3989

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tentang peran pemuda Kristen dalam memperkuat persatuan Indonesia di era digital. Metode penelitian yang diterapkan yaitu studi kepustakaan dengan mendalami berbagai literaur ilmiah dalam proses pengumpulan data. Data yang dianalisis secara reduksi menjelaskan hasil bahwa, persatuan Indonesia harus diupyakan berbagai kalangan, termasuk generasi muda dengan memanfaatkan berbagai sumber daya dari kemajuan zaman. Salah satu sumber daya yang efektif dalam mempererat persatuan bangsa yaitu dengan memanfaatkan teknologi digital. Ruang digital seperti media sosial dapat digunakan sebagai sarana yang bisa digunakan untuk membimbing orang lain menuju pertobatan dan pertumbuhan rohani, termasuk dapat dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan bangsa, seperti menyebarkan informasi-informasi bermakna dalam memperkuat pemahaman tentang pentingnya penghargaan terhadap keberagaman. Pemuda Kristen perlu berperan lebih dalam ruang digital sebagai tempat pelayanan yang efektif bukan hanya untuk meningkatkan kecerdasan spiritual, namun juga dengan menjalin silahturahmi yang sehat, memperkuat solidaritas, melalui berbagai aplikasi/platform digital yang ada. Pemuda Kristen harus menjadi agen terdepan dalam memperjuangkan persatuan bangsa di tengah keberagaman sehingga tidak membiarkan adanya paham radikalisme yang mendapatkan ruang untuk menyebarkan ideologi sesatnya.
Education on the Dimensions of Religious Harmony Based on the Strategic Plan of the Ministry of Religion for 2020-2024 for PAK Teachers of Public High Schools in Soe City, TTS Regency: Edukasi Dimensi Kerukunan Umat Beragama Berbasis Rencana Strategis Kementerian Agama Tahun 2020-2024 Bagi Guru PAKSMANegeri Se Kota Soe, Kabupaten TTS Ali, Umar; Kasse, Simon; Adi Saingo, Yakobus; Yustan Ballo, Jefry
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 6 (2023): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v7i6.16005

Abstract

PKM activities with the theme of religious harmony are very relevant and important to implement in the TTS area, especially in the city of Soe because this area has a very high level of religious diversity, so it is still vulnerable to harassment fromirresponsible members of the public with discriminatory actions, intimidation , provocateur issues that are capable of disturbing peace between religious communities. The purpose of the PKM activity is to educate the dimensions of religious harmony based on the ministry of religion's strategic plan for 2020-2024 for PAK teachers at State Senior High Schools in Soe City, TTS Regency. The method used in the PKM activities was Participatory Action Research through interaction with 15 PAK teachers from public high schools in Soe City, TTS Regency, and the data was analyzed reductively which presented the results of the PKM activities by the Study Program Lecturer Team. The Master of PAK-IAKNKupang emphasized to PAK teachers at Public High Schools throughout SoeCity that the application of the values of tolerance, equal rights, and cooperation between religious communities in the world of education, can be a solid foundation for building harmonious relations between religious communities and keeping away from negative behaviors that can divide national unity