Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Gambaran Respon Imun IgG IgM DENGUE, NS1 dan Kadar Trombosit Pada Pasien Suspek DBD di Puskesmas Piyungan Bantul Refnaldi, Revi; Shafriani, Nazula Rahma; Irfani, Farida Noor
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) ialah jenis penyakit yang menginfeksi akibat dari virus dengue yang penularannya berasal dari gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang telah terinfeksi virus dengue. Respon imun seseorang yang mengalami infeksi virus dengue akan muncul terbentuknya antibodi spesifik IgM dan IgG dalam tubuh. Peran utama trombosit sebagai penghalang terjadinya pendarahan yakni dengan cara memproduksi bekuan darah per mikroliter darah. Penyakit ini erat hubungannya dengan trombositopenia atau disebut gejala menurunnya jumlah trombosit. Penelitian memiliki tujuan agar memperoleh gambaran hasil pemeriksaan IgG IgM dengue dan kadar trombosit pada pasien suspek DBD di Puskesmas Piyungan Bantul tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan melakukan pengambilan data sekunder dari hasil catatan rekam medis pada bulan Januari hingga Desember tahun 2023. Sampel pada penelitian ini berjumlah 76 data dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Data dianalisis distribusi frekuensi dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien suspek DBD di Puskesmas Piyungan Bantul tahun 2023 didominasi oleh kelompok usia 13-25 tahun sebanyak 32 (42,1%) orang dan mayoritas berjenis kelamin laki-laki sebanyak 46 (60,5%) orang. Sebagian besar pasien memiliki kadar trombosit normal sebanyak 40 (52,6%) orang. Pemeriksaan IgM dengue dengan hasil positif didapatkan pada 24 (31,6%) pasien sedangkan pada pemeriksaan IgG dengue didapatkan pada 15 (19,7%) pasien
Gambaran Hasil Pemeriksaan Sifilis Pada Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Puskesmas Kota Yogyakarta Sulistian, Sulistian; Bimantara, Arif; Irfani, Farida Noor
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi menular seksual (IMS) yang disebut sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Biasanya, sifilis ditularkan melalui kontak pribadi dengan pasangan yang terinfeksi. Penularan ini dapat dibantu oleh hubungan seksual oral atau vaginal. Penularan bakteri Treponema pallidum terjadi melalui hubungan seksual dan kontak langsung dengan sayatan. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan temuan dari tes sifilis yang dilakukan pada individu LGBT di Puskesmas Kota Yogyakarta pada tahun 2023. Rancangan penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data di Puskesmas Kota Yogyakarta pada tahun 2023. Data kasus sifilis yang digunakan dari bulan Januari sampai dengan Desember tahun 2023 yaitu LGBT yang tertular dan tidak tertular sifilis di Puskesmas Kota Yogyakarta berdasarkan pemeriksaan Tes cepat Treponema pallidum (TP- Rapid). Mayoritas LGBT di Puskesmas Kota Yogyakarta dari 41 pasien, 30 orang (73,2%) tidak menderita sifilis dan sebanyak 11 orang (26,8%) sedang menderita sifilis. Kelompok reaktif berada pada rentan usia 17-25 dengan tertinggi reaktif pada usia 22-23 tahun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa prevalensi kasus reaktif sifilis yang lebih tinggi berada dalam rentang usia 17-25 tahun.
Gambaran Hasil Pemeriksaan Sifilis Pada Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Puskesmas Kota Yogyakarta Sulistian, Sulistian; Bimantara, Arif; Irfani, Farida Noor
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi menular seksual (IMS) yang disebut sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Biasanya, sifilis ditularkan melalui kontak pribadi dengan pasangan yang terinfeksi. Penularan ini dapat disebabkan oleh hubungan seksual oral atau vaginal. Penularan bakteri Treponema pallidum terjadi melalui hubungan seksual dan kontak langsung dengan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan sifilis pada LGBT di Puskesmas Kota Yogyakarta pada tahun 2023. Rancangan penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data di Puskesmas Kota Yogyakarta pada tahun 2023. Data kasus sifilis yang digunakan dari bulan Januari sampai dengan Desember tahun 2023 yaitu LGBT yang tertular dan tidak tertular sifilis di Puskesmas Kota Yogyakarta berdasarkan pemeriksaan Tes cepat Treponema pallidum (TP- Rapid). Mayoritas LGBT di Puskesmas Kota Yogyakarta dari 41 pasien, 30 orang (73,2%) tidak menderita sifilis dan sebanyak 11 orang (26,8%) sedang menderita sifilis. Kelompok reaktif berada pada rentan usia 17 - 25 dengan tertinggi reaktif pada usia 22 - 23 tahun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa prevalensi kasus reaktif sifilis yang lebih tinggi berada dalam rentang usia 17-25 tahun.
Gambaran Hasil Pemeriksaan Hepatitis-B Surface Antigen (HBsAg) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV) Pada Ibu Hamil di Puskesmas X Sleman Fauziah, Adelia Putri; Irfani, Farida Noor; Amalia, Arifiani Agustin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hepatitis B Virus (HBV) merupakan virus yang dapat menyerang hati dan menyebabkan penyakit akut dan kronis. Human Immunodeficiency Virus merupakan golongan RNA spesifik yang menyerang sistem imun manusia, penurunan sistem imun pada orang yang terinfeksi HIV menyebabkan AIDS. Di Indonesia, angka prevalensi kedua penyakit tersebut mencapai angka 0,39% untuk HIV, dan 2,5% untuk Hepatitis B. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penelitian ini bertujuan melihat Gambaran Hasil Pemeriksaan Hepatis-B Surface Antigen dan Human Immunodeficiency Virus Pada Ibu Hamil. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data Porposive Sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Populasi adalah seluruh pasien ibu hamil yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas X Sleman. Sampel berjumlah 78 orang menggunakan data rekam medik lengkap. Analisis data deskriptif dalam bentuk tabel menggunakan program statistik SPSS. Kelompok usia ibu dengan prevalensi tinggi yaitu berusia 17-29 tahun (53,8%). Kelompok usia kehamilan prevalensi tinggi pada trimeter I yaitu (55,1%). Hasil pemeriksaan HBsAg didapatkan hasil positif 2 orang (2,6%). Hasil pemeriksaan HIV negatif (100,0%). Penelitian ini terdapat ibu hamil yang mendapatkan hasil positif yaitu 2 orang (2,6%) paling banyak diusia muda yaitu rentang usia 17-29 tahun. Perlu dilakukan lebih variabel tambahan untuk mendapatkan informasi pekerjaan dan pengetahuan ibu hamil.
GAMBARAN PEMERIKSAAN C-REACTIVE PROTEIN (CRP) KUALITATIF PADA PEROKOK DI DUSUN X TIRTOADI MLATI SLEMAN kiki, kiki; Shafriani, Nazula Rahma; Irfani, Farida Noor
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32862

Abstract

Terdapat beragam bahan kimia yang terkandung pada rokok yang dihisap, yang bisa menstimulasi proses inflamasi. Inflamasi atau kerusakan yang terjadi pada organ tubuh atau jaringan kemudian mendapat respon oleh tubuh melalui sekresi protein fase akut pemberi tanda inflamasi, salah satunya yakni C-Reactive Protein (CRP). CRP merupakan salah satu protein fase akut yang ada pada serum normal sekalipun berjumlah amat kecil. Penelitian ini ditujukan guna mengetahui penggambaran pemeriksaan CRP kualitatif pada perokok aktif maupun perokok pasif di Dusun X Tirtoadi, Mlati, Sleman. Metode yang digunakan, yaitu eksperimen memakai pendekatan cross-sectional. Penelitian diselenggarakan di Laboratorium Universitas Aisyiyah Yogyakarta. 44 Sampel perokok yang dipergunakan yakni meliputi 22 perokok aktif dengan 22 perokok pasif. Pemeriksaan CRP memakai teknik Aglutinasi Lateks. Hasil penelitian menujukan dari 22 sampel perokok aktif terdapat sebanyak 3 (8.3 %) dinyatakan positif CRP dan 19 (91.7 %) sampel dinyatakan negatif CRP, sedangkan pada 22 sampel perokok pasif tidak didapatkan hasil positf (100%). Kedepannya bagi peneliti selanjutnya dianjurkan untuk penelitian menggunakan lebih banyak sampel dengan standar yang lebih beragam, contohnya jenis rokok, teknik menghisap rokok maupun konsumsi rokok diikuti konsumsi alkohol atau penelitian memakai penanda inflamasi lainnya.
Sosialisasi pencegahan stunting pada remaja di Dusun Kalisoka, Margosari, Pengasih, Kulon Progo Hawa, Hapsari Siti; Herlina, Namirah; Melinda, Dina; Oktaviayana, Laila; Antu, Rahmahani; Nur, Zalsa Aulia Putri; Indika, Muhamad Qois; Yonanda, Laura Arvioreta; Surajudin, Surajudin; Irfani, Farida Noor
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v5i2.214

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kekurangan asupan gizi dalam waktu yang lama, dan memiliki dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Upaya pencegahan stunting perlu dimulai sejak remaja, karena fase ini merupakan periode penting untuk mempersiapkan generasi yang sehat di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran edukasi gizi dalam pencegahan stunting pada remaja. Metode yang digunakan melibatkan program edukasi yang berfokus pada peningkatan pengetahuan gizi, pola makan sehat, serta pentingnya asupan nutrisi sebelum dan selama kehamilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi gizi secara signifikan meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja tentang pentingnya pemenuhan nutrisi yang optimal. Edukasi ini juga diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku positif terkait asupan makanan dan gaya hidup sehat yang berkelanjutan, sehingga membantu mencegah risiko stunting pada generasi berikutnya. Edukasi yang efektif dan berkelanjutan menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam upaya pencegahan stunting.
Deteksi Anti HBs Pasca Vaksinasi Hepatitis B Pada Remaja Perokok Di Daerah Istimewa Yogyakarta: Detection Of Anti HBs Post Hepatitis B Vaccination In Adolescent Smokers In The Special Region Of YogyakartaDetection Of Anti HBs Post Hepatitis B Vaccination In Adolescent Smokers In The Special Region Of Yogyakarta Oktaviani, Annisa Nur; Irfani, Farida Noor; Widyantara , Aji Bagus
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i1.8287

Abstract

Hepatitis merupakan peradangan hati sebagai akibat dari infeksi virus, alkohol, obat-obatan dan penyakit autoimun. Sejumlah upaya sudah banyak dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan Hepatitis Virus. Keberhasilan vaksinasi dipengaruhi sejumlah factor salah satunya adalah kebiasaan merokok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi kebiasaan metokok dengan titer anti HBs pasca vaksinasi hepatitis B. Penelitian ini merupakan quasi eksperimen. Sampel penelitian sejumlah 20 orang dengan Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Instrument penelitian ini mempergunakan minividas dengan metode ALFA, dianalisis dengan uji chi square. Penelitian ini mendapatkan hasil uji chi square p = 0,305 (p > 0,05). Kesimpulannya yaitu tidak terdapat korelasi kebiasaan merokok dengan titer anti HBs pasca vaksinasi hepatitis B pada remaja.
Gambaran Pemeriksaan Imunologi terhadap Pasien Tirotoksikosis di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta Periode 2020 – 2025 Aliffani, Muthi’ah Fadhilah; Irfani, Farida Noor; Novalina, Dhiah
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.23494

Abstract

ABSTRACT Thyroid disorders are one of the most common endocrine health problems after diabetes and affect the body's metabolism and hormonal function. This study aims to describe the immunological examination results of Thyroid Stimulating Hormone (TSH) and Free Thyroxine (FT4) levels in patients with thyrotoxicosis- type thyroid disorders atPKU Muhammadiyah Hospital, Yogyakarta, from 2020– 2025. The study employed a descriptive method with a cross-sectional approach based on secondary data from medical records and laboratories. The study sample consisted of 34 thyrotoxicosis patients selected using consecutive sampling. Data analysis was performed using univariate and bivariate methods using Spearman's correlation test. The results showed that the majority of patients were female(82.4%), with the majority aged 30–59 years (70.6%). Most patients had low TSH levels (58.8%), and all patients hadhigh FT4 levels (100%). The correlation test showed no significant association between age or gender and TSH and FT4 levels (p>0.05). This study concluded that the majority of thyrotoxicosis patients were women of reproductive age,with low TSH and high FT4 levels, without any significant association with age or gender. Keywords: Thyroid disorders, Thyrotoxicosis, TSH, FT4, Imunology  ABSTRAK Gangguan tiroid merupakan salah satu masalah kesehatan endokrin terbanyak setelah diabetes dan memengaruhi metabolisme serta fungsi hormonal tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan imunologi kadar Thyroid Stimulating Hormone (TSH) dan Free Thyroxine (FT4) pada pasien gangguan tiroid jenis tirotoksikosis di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta periode 2020–2025. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional berdasarkan data sekunder dari rekam medis dan laboratorium. Sampel penelitian sebanyak 34 pasien tirotoksikosis yang dipilih dengan metode consecutive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besarpasien berjenis kelamin perempuan (82,4%) dengan usia terbanyak 30–59 tahun (70,6%). Sebagian besar pasien memilikikadar. TSH rendah (58,8%) dan seluruh pasien memiliki kadar FT4 tinggi (100%). Uji korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara usia maupun jenis kelamin dengan kadar TSH dan FT4 (p>0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa mayoritas pasien tirotoksikosis adalah perempuan usia produktif dengan gambaran TSH rendah dan FT4 tinggi tanpa adanya hubungan bermakna dengan faktor usia dan jenis kelamin. Kata Kunci: Gangguan Tiroid, Tirotoksikosis, TSH, FT4, Imunologi