Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peran Guru Dalam Mendorong Perkembangan Kognitif Anak di Era Digital Maharani, Dwi; Gusmiranda, Cindy Zihan; Mazdalifah, Mazdalifah; Hafidzah, Mufidah; Daulay, Lily Sardiani
Pedagogik: Jurnal Pendidikan dan Riset Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami peran strategis guru dalam memfasilitasi dan mendorong perkembangan kognitif anak ditengah masifnya penggunaan teknologi digital. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dan survei kualitatif terhadap guru taman kanak kanak (TK) di perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90% guru telah mengintegrasikan perangkat digital seperti tablet dan aplikasi eduktif dalam proses belajar mengajar, namun integrasi tersebut masih didominasi oleh penggunaan sebagai alat bantu visual, bukan alat interaksi kognitif. Ditemukan pula bahwa kurangnya pelatihan spesifik mengenai literasi digital dan desain pembelajaran berbasis kognitif merupakan hambatan utama. Integrasi digital yang tepat menjadi krusial karena teknologi, jika tidak dikelola dengan baik, berpotensi menghambat pengembangan keterampilan berfikir kritis dan pemecahan masalah (aspek kognitif Tingkat tinggi) pada anak. Kesimpuannya, guru harus bertransformasi dari sekadar penyedia konten menjadi fasiliator dan perancang pengalaman belajar digital yang berfokus pada stimulasi kognitif aktif. Perlunya modul pelatihan yang berkesinambungan bagi guru untuk memaksimalkan potensi perkembangan kognitif anak di era teknologi.
Perkembangan Sosial Dan Emosional Peserta Didik dengan Kondisi Broken Home Rahmadana, Fitri; Aisyah, Nur; Andriyani, Pika; Ayunda, Riska; Hasanah, Syelila; Daulay, Lily Sardiani
Khidmat Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sosial dan emosional berperan penting dalam kemampuan interaksi, pengelolaan emosi, dan prestasi akademik peserta didik. Anak yang berasal dari keluarga broken home sering menghadapi tantangan psikologis akibat perceraian, perpisahan, atau ketidakstabilan emosional orang tua. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak kondisi broken home terhadap perkembangan sosial-emosional peserta didik serta strategi pendukung yang dapat diterapkan oleh guru. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif terhadap berbagai penelitian terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa anak broken home cenderung mengalami kesulitan membangun hubungan sosial, konflik emosional internal, serta rentan terhadap stres dan kecemasan. Strategi efektif meliputi penciptaan lingkungan sekolah yang aman, penguatan keterampilan sosial-emosional, komunikasi dengan orang tua atau wali, serta deteksi dini masalah psikologis. Peran guru menjadi kunci dalam mendukung perkembangan optimal peserta didik.
Peran Pola Asuh Demokratis dalam Perkembangan Sosial Emosional Anak Indriani, Reni; Darmayanti, Arni; Lubis, Nada Muthi’ah Muthmainnah; Daulay, Lily Sardiani
Khidmat Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola asuh demokratis menciptakan lingkungan yang seimbang antara kebebasan dan bimbingan, membangun komunikasi dua arah, serta menanamkan disiplin diri dan rasa tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran pola asuh demokratis dapat mengembangkan sosial emosional anak. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data menggunakan berbagai sumber seperti buku dan jurnal ilmiah. Pola asuh demokratis merupakan gaya pengasuhan orang tua dimana menyeimbangkan antara kasih sayang dan disiplin, orang tua menetapkan aturan yang jelas namun tetap mendengarkan, menghargai, dan melibatkan anak dalam pengambilan keputusan yang bertujuan membentuk anak yang mandiri, percaya diri, dan kritis dalam berpikir. Pola asuh demokratis sangat berperan bagi perkembangan sosial emosional anak karena membangun rasa percaya diri, kemampuan mengatur emosi, empati, dan keterampilan sosial, penuh kasih sayang namun tetap dengan batasan sehingga anak belajar mandiri sambil memahami tanggung jawabnya.