Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

The Impact of Social Media on Political Enthusiasm Study of the Young Generation in the General Election of Jekan Raya City, Palangka Raya City Febriantory, Febriantory; Antuhni, Tomi; Marhayadi, Marhayadi; Adiwijaya, Saputra; Batubara, Muhammad Zusanri; Saragih, Osi Karina
The Easta Journal Law and Human Rights Vol. 2 No. 03 (2024): The Easta Journal Law and Human Rights (ESLHR)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/eslhr.v2i03.284

Abstract

General Election (Election) Young generation or millennials. General elections are a process to achieve integrity and legal authority which is carried out with the participation of candidates as well as the control process of the agency or field of supervision, to obtain legality by the public which is approved by the established law. Become an underlying part of democratic instruments. The general election indicator is community involvement and participation. This is with the involvement of young people or the millennial generation. The participation or involvement of young people or the millennial generation in general elections is very crucial because, apart from being large in number, these young people are also one of the nation's next generations. However, in terms of participation efforts and indications of what possibilities could have an impact on an outcome, it will certainly be influenced by the participation or involvement of young people. It needs to be identified so that in the future it can help their efforts regarding ways or procedures to take part in a correct election. This research was conducted in Jekan Raya Village, Palangkaraya City. The research findings illustrate that social media has a big influence on the millennial generation, especially in recognizing the profiles of candidates running for office.
Tentang Aku, Kamu, Dan Lingkungan Kita: Perilaku Masyarakat Dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan Di Sekitar Sungai Kahayan Hutasoit, Jenni; Aji, Galih Prasetya; Santika, Ermi; Batubara, Muhammad Zusanri; Saragih, Osi Karina; Adiwijaya, Saputra
Multikultural: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 2 (2024): Multikultural: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Sosiologi, FISIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/multikultural.v2i2.365

Abstract

Perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar Sungai Kahayan memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem sungai yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar sungai kahayan dan untuk mengetahui hambatan atau tantangan yang dihadap masyarakat di lingkungan sekitar sungai kahayan terkait pengelolaan sampah. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan tiga teknik, yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumentasi dengan masyarakat lokal di sekitar Sungai Kahayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan, pendidikan atau pengetahuan, dan peran pemerintah terhadap fasilitas pengelolaan limbah menjadi faktor utama yang memengaruhi perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai. Upaya-upaya yang dapat dilakukan meliputi upaya komprehensif dan berkesinambungan dari kedua belah pihak sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan pencemaran sungai secara efektif dan berkelanjutan, demi terciptanya lingkungan sungai yang bersih dan sehat bagi seluruh warga.
Penguatan Kapasitas Sosial dan Pendampingan Kewirausahaan Anggota Koperasi Merah Putih Kota Palangka Raya melalui Pelatihan Pengolahan Abon Ikan Gabus Kaharap, Yorgen; Elia, Andrie; Rusmanto, Joni; Pitoyo, Dhanu; Sontoe; Pebrianti, Anisa; Anam, M Syaeful; Saragih, Osi Karina; Damayanti, Elia
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1769

Abstract

Koperasi Merah Putih merupakan program strategis nasional yang diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya kapasitas organisasi dan kepemimpinan sosial pengurus, terbatasnya keterampilan pengolahan produk ikan, serta belum adanya produk unggulan bernilai tambah yang dapat dikembangkan sebagai usaha koperasi. Kegiatan pengabdian ini merespons masalah tersebut melalui pelatihan terpadu pengolahan abon ikan gabus yang dikombinasikan dengan penguatan kapasitas sosial, pelatihan desain logo dan kemasan, pemasaran digital berbasis media sosial, serta sosialisasi sertifikasi halal. Intervensi dilaksanakan bersama 40 peserta yang terdiri atas 15 anggota koperasi, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Output utama kegiatan meliputi terbentuknya kelompok belajar usaha abon, produk abon ikan gabus siap jual sebanyak [N_kemasan] kemasan (@ [berat_gram] gram), serta peningkatan rata-rata skor pemahaman teknis dari [skor_pre] menjadi [skor_post]. Secara substantif, kegiatan ini berdampak pada penguatan kapasitas sosial anggota koperasi, meningkatnya kepercayaan diri untuk memulai usaha rumah tangga, serta posisi koperasi sebagai pusat pembelajaran kewirausahaan lokal. Program ini sekaligus mendukung pencapaian SDG 2 (Zero Hunger) melalui pemanfaatan sumber daya pangan lokal, dan SDG 5 (Gender Equality) melalui keterlibatan aktif perempuan dalam rantai produksi dan pengelolaan usaha koperasi.
Resiliensi Nelayan Sebangau Dalam Mempertahankan Mata Pencaharian : Sebuah Kajian Fenomenologi Saragih, Osi Karina; Rusmanto, Joni; Lapalu, Ester Sonya Ulfaritha; Irawansyah, Iman; Fauzi, M. Zainuddin Lutfi; Damayanti, Elia
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2428-2436

Abstract

Perubahan musim secara signifikan memengaruhi pendapatan nelayan, menghadirkan tantangan yang kompleks bagi mereka. Selama musim hujan, ketika ikan bermigrasi dan menyebar, hasil tangkapan menurun drastis. Di sisi lain, meskipun potensi tangkapan besar tinggi di musim kemarau, harga jual yang rendah akibat kelebihan pasokan seringkali menyebabkan nelayan mengalami kerugian. Selain itu, ancaman kebakaran lahan selama musim kemarau juga menghambat mata pencaharian mereka dan lingkungan sekitar. Intensitas musim hujan yang tinggi juga menimbulkan risiko banjir. Nelayan dihadapkan pada tantangan yang kompleks akibat perubahan musim. Hasil Focus Group Discussion (FGD) mengungkapkan bahwa terdapat tiga kapasitas ketahanan di Kelurahan Kereng Bangkirai: pengetahuan lokal nelayan selama transisi musim merupakan aset berharga, diversifikasi mata pencaharian nelayan sebagai pendapatan alternatif, dan kelompok nelayan sebagai aset jaringan sosial. Namun, kapasitas ketahanan nelayan cenderung terbatas pada strategi pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Masih terdapat tantangan yang harus dihadapi nelayan, terutama dalam hal data sumber daya manusia.
Pendidikan Politik Gambut Bagi Perempuan di Kelurahan Kalampangan Silalahi, Juli Natalia; Saragih, Osi Karina; Pebrianti, Anisa; Hutasoit, Jenni; Sugiarti, Sugiarti
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/mvssek93

Abstract

The main focus of this community service activity is to make Kalampangan women the key actors in environmental sustainability, particularly in the management of peatland agricultural products. The role of political education on peatland aims to provide Kalampangan women with information and knowledge about peatland issues (from a political peatland perspective) so that they can actively protect peatlands, manage them for economic value, and ensure environmental sustainability. Another benefit is to enable women to contribute and participate in discussions for decision-making related to natural resource management from a gender perspective. The community service method used in this activity consists of four stages. The first stage involves conducting a socialization session titled “Peatland and Women: Issues, Impacts, and Initiatives.” The second stage of this community service activity is to form the “Women Caring for Peatland” group. The third stage is the symbolic tree planting as a form of commitment to peatland preservation. The final stage is the evaluation, which aims to assess the impact of the activity on participants' knowledge and awareness, as well as identify the challenges faced in the future management of peatland.
Implementasi Karakter Handep Hapakat Pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dI SMPN 11 Palangka Raya Pebrianti, Anisa; Rusmanto, Joni; Adiwijaya, Saputra; Ulfaritha Lapalu, Ester Sonya; Sontoe, Sontoe; Anam, M. Syaeful; Saragih, Osi Karina; Kaharap, Yorgen; Damayanti, Elia; Silalahi, Juli Natalia
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/d27x3188

Abstract

Implementation of strategic national policies at the school level often faces adaptation and acceptance challenges in local institutions, particularly in regions rich in local wisdom such as Central Kalimantan. This study was conducted to analyze the integration of the local wisdom value handep hapakat (cohesion and mutual assistance) within the Free Nutritious Meal Program (MBG) at SMPN 11 Palangka Raya. This background prompted a study focusing on the socio-cultural dimension of MBG, which has been effectively running for two months since September 1, 2025. The primary objective of the research was to analyze the implementation of handep hapakat, identify the roles of actors (teachers, students, parents) in the program's sustainability, and examine socio-cultural barriers. The study employed a descriptive qualitative approach with data collected through in-depth interviews with teachers and students. Thematic analysis was conducted using a sociological framework encompassing Solidarity (Durkheim), Inequality (Marx), and Habitus/Social Capital (Bourdieu). The main findings indicate that Handep Hapakat serves as a catalyst for mechanical solidarity (Durkheim). This is evidenced by students' spontaneous initiative in logistics mutual cooperation and the collective meal as a cohesion-strengthening social ritual. Teachers play a central role as guarantors of equitable distribution, ensuring consistent and fair portions, thereby effectively mitigating the risk of access inequality (Marx) within the school environment. Although a clash of taste habitus (menu boredom) was observed, the Handep Hapakat value is capitalized as Social Capital (Bourdieu), realized through the mechanism of sharing leftover food (anti-waste). The active role of teachers in shaping responsible habitus is also crucial. It is concluded that the success of the MBG program at SMPN 11 Palangka Raya relies on the harmonious integration between national policy and local values. The implementation supported by Handep Hapakat yields a Sustainable Implementation Model that not only achieves nutritional goals but significantly reinforces students' social character, collective responsibility, and social capital. The scientific contribution of this research confirms the important role of local culture in the adaptation and effectiveness of public policies at the grassroots level.
Inovasi Model Harvard Gender Untuk Mitigasi KARHUTLA Yang Inklusif Dan Berkelanjutan Analisis Dari Tingkat Stakeholder Hingga Tapak Di Kota Palangka Raya Silalahi, Juli Natalia; Saragih, Osi Karina; Pebrianti, Anisa; Sirait, Mahmudin
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2554-2570

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan mitigasi kebakaran hutan dan lahan dari tingkat pemangku kepentingan hingga tingkat lokal menggunakan perspektif gender, dan untuk menguji inklusivitas kebijakan tersebut terhadap perempuan dan kelompok rentan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan memanfaatkan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen sebagai teknik pengumpulan data. Analisis menerapkan Kerangka Kerja Analitik Gender Harvard untuk memetakan peran, akses, dan kontrol berbasis gender, dilengkapi dengan teori demokrasi agonistik Chantal Mouffe untuk menguji relasi kekuasaan dan praktik eksklusif dalam kebijakan mitigasi kebakaran. Informan meliputi lembaga pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat lokal di Kelurahan Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya. Temuan menunjukkan bahwa mitigasi kebakaran hutan dan lahan masih didominasi oleh pendekatan teknokratis dan netral gender. Laki-laki cenderung mendominasi aktivitas teknis dan proses pengambilan keputusan, sementara perempuan lebih terlibat dalam peran domestik, sosial, dan ekonomi pendukung. Meskipun perempuan memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan sosial-ekologis, kontribusi ini tidak diakui secara formal dalam struktur kebijakan dan kelembagaan. Analisis demokrasi agonistik mengungkapkan bahwa kondisi ini dibentuk oleh relasi kekuasaan dan hegemoni kebijakan yang membatasi artikulasi politik perempuan. Studi ini menyimpulkan bahwa penguatan mitigasi kebakaran berkelanjutan membutuhkan integrasi kapasitas teknis, pemberdayaan sosial, dan pengakuan kepentingan yang saling bertentangan sebagai bagian inheren dari tata kelola demokratis. Model Gender Harvard terintegrasi yang dikembangkan dalam penelitian ini menawarkan kerangka kerja potensial untuk mempromosikan kebijakan mitigasi kebakaran hutan dan lahan yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan di tingkat lokal