Claim Missing Document
Check
Articles

Pengendalian Diabetes Melitus Melalui Edukasi dan Pemeriksaan Kadar Gula Darah Sewaktu Sisilia Rammang; Nurhikmah Nurhikmah; Nur Nurul Reza
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.64 KB)

Abstract

Diabetes adalah penyakit kronis, yang terjadi ketika pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup, atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Hal ini menyebabkan peningkatan konsentrasi glukosa dalam darah yang dikenall sebagai hiperglikemia. Kadar gula darah yang tinggi yang menyebabkan diabetes melitus dapat terjadi karena kekurangan hormon insulin atau hormon insulin yang tidak mencukupi karena tubuh tidak dapat menggunakannya secara optimal. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam pencegahan penyakit diabetes melitus. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah diskusi dengan menggunakan leaflet dan cek gula darah sewaktu. Hasil yang didapatkan bahwa materi yang disampaikan ternyata dapat meningkatkan pengetahuan dibuktikan dengan terdapat peningkatan pengetahuan pada saat diberikan post test pada sesi evaluasi, rata-rata masyarakat dapat menjawab dengan benar sesuai dengan materi yang diberikan.
Hubungan Tingkat Kecemasan Dan Stres Terhadap Pola Makan Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir Di Universitas Widya Nusantara Lilis Karlina Hale; Rahmat Doko; Sisilia Rammang
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 3 (2023): GJMI - SEPTEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i3.41

Abstract

Mahasiswa semester akhir merupakan mahasiswa yang berada di tahap pembuatan skripsi atau tugas akhir dan harus mengerjakan skripsi yang merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana, saat poses pembuatan skripsi terdapat banyak kendala yang dilalui mahasiwa yakni masalah internal maupun masalah eksternal yang muncul salah satunya adalah kecemasan dan stres yang menyebabkan pola makan tidak teratur. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan tingkat kecemasan dan stress terhadap pola makan mahasiswa keperawatan tingkat akhir di universitas widya Nusantara palu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 57 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner HARS (Hamilton Rating Scale For Anxiety), PSS-10 (Preceived Stress Scale) dan kuesioner Emotional Eating. Hasil penelitian yaitu tingkat kecemasan diperoleh nilai p=0.009, sedangkan tingkat stres diperoleh nilai p=0.002 nilai p  kurang dari nilai a=0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan penelitian yaitu adanya Hubungan Tingat Kecemasan Dan Stres Terhadap Pola Makan Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir di Universitas Widya Nusantara. Saran bagi Universitas Widya Nusantara agar dapat memberikan bimbingan kepada mahasiswa akhir dalam mengatasi kecemasan dan stres.
Hubungan Self Care dengan Quality of Life Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Ruang Bedah dan Interna Rsud Undata Palu Provinsi Sulawesi Tengah Ilham Y Butudoka; Sisilia Rammang; Yulta Kadang
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.17049

Abstract

Diabetes Melitus adalah salah satu penyakit mematikan di dunia yang mana menyebabkan penurunan Quality of Life sehingga memerlukan perawatan yang tepat disebut Self Care. Self Care merupakan aktivitas dari individu dalam melakukan perawatan diri sendiri. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan Self Care dengan Quality of Life pasien Dabetes melitus tipe II. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan porpusive sampiling dengan jumlah sampel sebanyak 55 pasien. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Summary of Diabetes Self Care (SDSCA) dan Diabetes Quality of Life (DQOL). Hasil penelitian ini menggunakan uji Chi-Square, diperoleh nilai p = 0,000 (p =<0,005). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan Self Care dengan Quality of Life pasien Diabetes Melitus tipe II yang diharapkan dapat meningkatkan status kesehatan dan mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi dan pengetahuan tentang Self Care dengan meningkatkan Quality of Life penderita Diabeted Melitus dengan cara menjaga pola makan, olahraga dan melakukan aktivitas fisik yang teratur sehingga dapat menjalankan kehidupan secara normal.
Hubungan Nyeri Gout Arthritis dengan Tingkat Kemandirian Lansia Di UPTD Puskesmas Bungin Nugroho, Angga Wahyu; Rammang, Sisilia; Taha, Masri Dg; Siauta, Viere Allanled
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.11413

Abstract

Gout arthritis merupakan kelompok keadaan heterogenous atau beraneka ragam yang berhubungan dengan efek genetik pada proses metabolisme purin atau hiperurisemia. Kemampuan muskuloskeletal yang menurun karena nyeri sendi dapat mengakibatkan pula penurunan aktifitas pada lansia. Lansia mengalami nyeri yang mengganggu dalam aktivitas sehari-hari dan kemandiriannya bergantung pada keadaan fungsional dan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Tujuan penelitian ini teranalisisnya hubungan nyeri gout arthritis dengan tingkat kemandirian lansia di UPTD Puskesmas Bungin. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan analitik menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang menderita gout arthritis di UPTD Puskesmas Bungin sebanyak 51 orang. Sampel berjumlah 24 orang, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Analisis yg digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan dari 34 responden yang mengalami nyeri ringan sebanyak 8 responden (23,5%), nyeri sedang sebanyak 23 responden (67,6%) dan nyeri berat sebanyak 3 responden (8,8%). Responden yang ketergantungan total sebanyak 1 responden (2,9%), ketergantungan berat sebanyak 17 responden (50%) dan ketergantungan ringan sebanyak 16 responden (47,1%), hasil uji Pearson Chi-Square nilai p value: 0,002 (p value ? 0,05). Simpulan ada hubungan nyeri gout arthritis dengan tingkat kemandirian lansia di UPTD Puskesmas Bungin. Saran bagi petugas kesehatan di Puskesmas Bungin agar lebih mengaktifkan posyandu lansia dan setiap posyandu dilakukan skrining awal untuk mendeteksi gout arthritis, sehingga penemuan kasus patuh dalam pengobatan TB. lebih awal akan membuat tingkat ketergantungan lansia semakin berkurang.
Pengaruh Edukasi Penggunaan APD Masker Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Resiko ISPA Pada Lansia Pengolah Kapuk Di Desa Dalaka Kecamatan Sindue Rafiqa, Siti Nur; Adesulistyawati, Adesulistyawati; Rammang, Sisilia
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.20500

Abstract

ARTI is a disease transmitted by viruses. Most of these diseases are transmitted through droplets, but it does not have the possibility of transmission through other ways such as contact with contaminated hands or other objectsThe study's goal is to comprehend how education affects by using PPE masks on the knowledge level and risk of ARTI in elderly kapuk production in Dalaka Village, Sindue District. This Quasi-Experimental research design combined with quantitative research (pseudo-experimental research) using a pair of pre- and post-test controls group design. The total population was 162 people and the whole sample was 44 respondents taken by Nonprobability Sampling technique, with Accidental sampling type. The results showed that most of the intervention group about 22 respondents (100.0%) have a good level of knowledge. About 11 respondents (50%) as the percentage of ARTI risk (Posttest) each for the risk and non-risk categories. The Wilcoxon test analysis findings display a 0.000 <0.05 significant value. The outcome said that education has an impact on using the PPE masks on the knowledge level and risk of ARTI in elderly of kapuk production in Dalaka Village, Sindue District. Suggestions should conduct health counseling in the community, especially for the elderly kapok production regarding ARTI disease and the using of masks to reduce the incidence of ARTI.
Faktor Yang Mempengaruhi Proses Penyembuhan Luka Kaki Diabetes Marnianti Irnawan, Sri; Sisilia Rammang
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v1i2.238

Abstract

Luka kaki diabetes atau Diabetic Foot Ulcer (DFU) merupakan salah satu masalah yang paling ditakuti di negara-negara berkembang, karena merupakan penyebab utama kecacatan, morbiditas, dan mortalitas pada penyandang Diabete Mellitus. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa penyembuhan luka yang tertunda dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tujuan tinjauan pustaka ini untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan luka kaki diabetes. Metode dalam studi ini berupa literatur review dengan pencarian artikel melalui database elektronik yaitu PubMed, Proquest, ScienceDirect dan pencarian data sekunder pada google schoolar 2017-2023. Strategi pencarian menggunakan prinsip-prinsip PICO dan diperoleh sebanyak 12 artikel digunakan sesuai kriteria inklusi. Hasil penelitian ditemukan bahwa kontrol gula darah, nutrisi, derajat luka dan kejadian anemia secara signifikan mempengaruhi proses penyembuhan luka kaki Diabetes. Kesimpulan: Sebagian besar dari studi yang diulas ditemukan bahwa faktor gula darah menjadi faktor yang mendominasi dalam proses penyembuhan luka yang disertai dengan faktor nutrisi, derajat luka dan kejadian anemia.
Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Sisilia Rammang
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 6 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit ginjal kronik merupakan keadaan ginjal yang terganggu ditandai dengan abnormalitas struktur atau fungsi ginjal yang berlangsung lebih dari 3 bulan, terapi hemodialisa akan mencegah kematian, namun tidak dapat menyembuhkan atau memulihkan penyakit ginjal. Kondisi tersebut dapat merubah kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Metode dalam studi ini berupa literature review dengan pencarian artikel melalui Google Scholar, tahun 2017-2020. Strategi pencarian menggunakan Keyword (AND or NOT) yang digunakan untuk memspesifikkan pencarian, sehingga mempermudah dalam penentuan artikel atau jurnal yang ingin digunakan dan diperoleh sebanyak 6 artikel yang digunakan sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu karakteristik pasien dengan indikator usia/umur, jenis kelamin dan pendidikan, status psikologis, lama menjalani Hemodialisa, kadar haemoglobin serta dukungan keluarga. Pada penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik dalam menjalani hemodialisis disebabkan oleh karakteristik pasien dengan indikator usia/umur, jenis kelamin dan pendidikan, status psikologis, lama menjalani hemodialisa, kadar haemoglobin serta dukungan keluarga
Penyuluhan dan Pemeriksaan Kesehatan tentangh Hipertensi di Kelurahan Pantoloan Kec. Tawaeli Kota Palu Sisilia Rammang; Sri Marnianti Irnawan; Martin Y Pakan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Darah tinggi atau hipertensi merupakan suatu keadaan tekanan darah seseorang berada pada tingkatan di atas normal. Konsekuensi dari keadaan ini adalah timbulnya penyakit yang mengganggu tubuh penderita. Tekanan darah tinggi menjadi masalah kesehatan yang dominan dan perlu penanggulangan yang baik. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam pencegahan hipertensi. Metode penyuluhan dengan menggunakan media leaflet serta dilaksanakan pada tanggal 22 January 2023 di Kelurahan Pantoloan kecamatan Tawaeli, Kota Palu. Hasil yang didapatkan bahwa materi yang disampaikan ternyata dapat meningkatkan pengetahuan mereka dibuktikan dengan pada sesi evaluasi, masyarakat diberikan pertanyaan dan rata-rata masyarakat dapat menjawab dengan benar sesuai dengan materi yang diberikan.
Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik terhadap Peningkatan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Biromaru Saranianingsi, Ullin; Rammang, Sisilia; Hidayat, Elin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus tipe 2 adalah penyakit metabolik yang disebabkan resistensi insulin dan disfungsi sel beta pankreas. Gaya hidup yang dominan menjadi pencetus DM yaitu pola makan yang tidak teratur serta aktivitas fisik yang kurang, dan hal ini dapat memicu terjadinya resistensi insulin sehingga meningkatkan kadar gula darah penderita Diabetes Melitus tipe 2. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pola makan dan aktivitas fisik terhadap peningkatan kadar gula darah pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Biromaru. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan desain observasional analitik. Populasi dalam penelitian adalah pasien Diabetes Melitus tipe 2, yang berjumlah 128 orang. Besar sampel dihitung dengan rumus slovin berjumlah 56 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan pola makan terhadap peningkatan kadar gula darah pasien Diabetes Melitus tipe 2 dengan hasil uji Chi-Square didapatkan p-value 0,000 < 0,05 dan ada hubungan aktivitas fisik terhadap peningkatan kadar gula darah pasien Diabetes Melitus tipe 2 dengan hasil uji Chi-Square didapatkan p-value 0,005 < 0,05. Ini berarti secara statistik ada hubungan bermakna antara pola makan dan aktivitas fisik terhadap peningkatan kadar gula darah pasien Diabetes Melitus tipe 2. Kesimpukan: Ada hubungan pola makan dan aktivitas fisik terhadap peningkatan kadar gula darah pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Biromaru.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG OSTEOPOROSIS DENGAN UPAYA PENCEGAHAN JATUH PADA LANSIA DI DESA MOKUPO KECAMATAN KARAMAT KABUPATEN BUOL A. Salakea, Yunisetiani; Ahmil, Ahmil; Rammang, Sisilia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44982

Abstract

Bertambahnya usia, terdapat kecenderungan penurunan berbagai kapasitas fungsional, baik pada tingkat sel maupun organ. Hal ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan termaksuk munculnya osteoporosis yang bisa menyebabkan resiko jatuh pada lansia, sehingga dibutuhkan antisipasi yang berasal dari pengetahuan lansia tentang tatacara dalam upaya pencegahan jatuh. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain obsevasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang berada di Desa Mokupo Kecamatan Karamat Kabupaten Buol berjumlah 167 orang, dengan sampel berjumlah 72 orang dan teknik penarikan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 72 responden mayoritas memiliki pengetahuan kurang tentang osteoporosis yaitu sebanyak 33 responden (45,8%), dan dari 72 responden memiliki upaya pencegahan jatuh berada dalam kategori kurang yaitu 31 responden (43,1%). Hasil penelitian dari 72 responden menggunakan uji statistik chi-square p-value = 0,000 (p<0.05). Kesimpulan Ada hubungan pengetahuan tentang osteoporosis dengan upaya pencegahan jatuh pada lansia di Desa Mokupo Kecamatan Karamat Kabupaten Buol. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi perhatian kepada puskesmas untuk melakukan penyuluhan tentang pentingnya pengetahuan osteoporosis, dan juga dapat menjadi masukan kepada keluarga agar memberikan pengetahuan tentang osteoporosis sehingga dapat mencegah resiko jatuh pada lansia.