Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Penerapan Nilai Kerakyatan Pancasila dalam Menangkal Polarisasi Opini di Media Sosial Victorio, William; Tumanggor, Raja Oloan; Maharani, Bintang; Pasya, Nadya Isfahany; Angel, Grace; Pangestu, Yoga
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3432

Abstract

Polarisasi opini di media sosial indonesia semakin menguat akibat algoritma digital yang menciptakan echo chamber dan filter bubble, membatasi keberagaman berbagai perspektif serta memperkuat bias kognitif. Fenomena ini mengancam kohesi sosial dan mengikis nilai-nilai deliberatif yang sudah menjadi ciri khas demokrasi indonesia. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengkaji relevansi sila keempat pancasila, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan sebagai kerangka normatif dalam meredam polarisasi digital. Analisis dilakukan terhadap literatur terkini yang akan membahas pengaruh algoritma, fragmentasi identitas, dan perilaku kewargaan digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip musyawarah dan kebijaksanaan dalam Pancasila dapat mendorong dialog inklusif, mereduksi konflik Title Author identitas, serta memperkuat ketahanan nasional. Selain itu, literasi digital berbasis nilai Pancasila diidentifikasi sebagai strategi penting dalam menghadapi polarisasi, dengan menekankan sinergi antara kebijakan publik, tata kelola platform, pendidikan, dan partisipasi masyarakat. Melalui internalisasi nilai etis dan tanggung jawab sosial dalam praktik digital, Indonesia berpeluang membangun demokrasi yang deliberatif dan inklusif di tengah disrupsi teknologi. Secara keseluruhan, penerapan nilai kerakyatan Pancasila secara kontekstual dalam ruang digital bukan hanya menjadi solusi normatif terhadap polarisasi opini, tetapi juga fondasi strategis dalam membangun demokrasi indonesia yang lebih inklusif, berkeadaban, dan tangguh menghadapi tantangan era digital.
Pendampingan Pengembangan Produk Olahan Cabai sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Ekonomi Masyarakat Desa Maju Jaya Kecamatan Kumpeh Ulu Saadah, Maratun; Sampoerno, Mohd. Norma; Fidini, Imtiyaz Ragbah; Maharani, Bintang; Al Ikhsal, Fadlli; Ritauli, Bella
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1535

Abstract

Artikel ini membahas pendampingan dalam pengembangan produk olahan cabai sebagai strategi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Maju Jaya, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi. Desa Maju Jaya memiliki potensi cabai, dengan 98% lahan merupakan lahan pertanian cabai dan memiliki dimiliki oleh masyarakat sendiri. Produk cabai segar melimpah pada masa panen dan membuat harga cabai turun. Kondisi ini diperburuk dengan masa penghujan yang menyebabkan lahan pertanian tergenang dan petani tidak dapat menanam cabai. Prodi Manajemen Pemerintahan melalui Program Pengabdian Masyarakat Mahasiswa (P2M2) dari Universitas Jambi memberikan pendampingan pengembangan produk olahan cabai kepada masyarakat Desa Maju Jaya. Pendampingan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan akses informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat desa untuk mengembangkan produk olahan cabai secara efektif. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan pendapatan ekonomi mereka dengan memanfaatkan potensi yang ada dan mencapai kemandirian ekonomi. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD). Pada kegiatan pengabdian ini, tim pengabdian melakukan kunjungan untuk observasi terkait dengan kondisi apa yang masyarakat petani cabai harapkan. Mengacu pada murahnya harga cabai saat produksi melimpah, maka petani menginginkan cabai dapat diproduksi menjadi produk olahan bukan hanya dijual dalam bentuk produk pangan mentah.  Dalam pengabdian ini tim peneliti melihat bahwa sejak dulu, masyarakat desa telah terbiasa dengan bertani cabai, kecakapan dalam bertani diteruskan secara turun temurun. Namun, saat ini mereka terkendala pada perubahan iklim yaitu banjir yang membuat harga cabai rendah dan musim tanam yang terputus. Sehingga, untuk menciptakan kondisi masa depan dimana petani tetap dapat mendapatkan penghasilan layak dari produk cabai, maka tim pengabdian mengusulkan kegiatan hilirisasi produk cabai menjadi bubuk cabai.