Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Struktur Vegetasi Ekosistem Parak Di Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman Athiyah Khairunnisa, Febby; Kardiman, Reki
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parak adalah sebuah ekosistem yang unik dan hanya terdapat di Sumatera Barat, tetapi kajian biologi ekosistem masih sangat terbatas. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui struktur vegetasi ekosistem parak di Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman khususnya yang berada di sepanjang piggiran hutan dengan membuat  petak contoh berukuran 20x20 sebanyak 18 buah yang tersebar dibeberapa tempat di dalam kawasan parak. Semua tanaman dengan diameter batang >2 cm di dalam plot 20x20 diukur menggunakan Diameter Breast Height (DBH) meter pada posisi 1.3 m dari permukaan tanah, di dalam masing-masing plot tersebut dibuat plot dua buah plot 1x1 m untuk kategori seedling dan tanaman bawah. Setiap individu tumbuhan di dalam plot diidentifikasi jenisnya dan dihitung jumlah individunya. Penelitian ini menemukan sekitar 885 pohon (termasuk sapling) dengan 103 jenis tumbuhan per hektar. Tumbuhan kategori pohon ditemukan sebanyak 30 jenis, dan jenis yang paling dominan adalah jenis pohon pinang, durian dan kelapa. Pada tingkat sapling didominasi oleh pinang, pisang, jengkol dan coklat, sedangkan pada tingkat seedling tidak ada kategori anakan pohon yang mendominasi tetapi didominasi oleh vegetasi dasar seperti rumput-rumputan, talas, paku-pakuan dan kelompok perdu. Diantara tiga jenis pohon yang dominan, hanya pinang dan durian yang mempunyai regenerasi pada tingkat sapling, sedangkan pada tingkat seedling hanya terdapat jenis pinang saja. Penelitian ini memberikan pengetahuan bahwa ekosistem parak pada daerah ini dicirikan dengan struktur yang masih kompleks, dan bervariasi dari segi jenis tumbuhan.
Strengthening the Usaha Tani group Nagari Sungai Abang as organic center in Subdistrict of Lubuk Alung Padang Pariaman Kardiman, Reki; Achyar, Afifatul; Selaras, Ganda Hijrah; Novita, Yeni; Fardilla, Midratul; Roza, Sri Yenica
Pelita Eksakta Vol 8 No 2 (2025): Pelita Eksakta, Vol. 8, No. 2
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pelitaeksakta/vol8-iss2/277

Abstract

Back to organic farming is necessary but applying this should begin with production of the organic products in a special place called organic center, where the all possible organic products produced from organic waste in a place. This approach has started by the Usaha Tani group last year but failed in fulfilling the goals. This program was proposed to strengthening the organic center with some simple organic projects such as liquid organic fertilizer (LOF), eco-enzyme and maggot. The activities were conducted through establishing the facilities and enhancing the skills. Three of 100 kg buckets were established and were produced about 60 liter LOF, and eco-enzyme is now producing about 1680 liter within 15 of 25 kg buckets, while 450 maggots were ready to be released for making hundred thousand eggs. The farmer group is very antusias with the process and the promissing yields, and be ready for the next steps.
Application of pH and TDS Sensors to Optimize the Growth of Green Lettuce (Lactuca sativa L.) in a Hydroponic System Aini, Quratul; Fevria, Resti; Kardiman, Reki; Putri, Irma Leilani Eka
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4b (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4b.10764

Abstract

Green lettuce (Lactuca sativa L.) is one of the leafy vegetables that is widely cultivated because it has a relatively short harvest time and high nutritional value, especially as a source of fiber, vitamin A, and vitamin K. This study aims to improve the growth of green lettuce using a DFT (Deep Flow Tecnique) hydroponic system equipped with IoT-based pH and TDS sensors. This study used a completely randomized design (CRD) with two treatments, namely P1 (50% AB Mix + 50% POC) using pH and TDS sensors and P2 (50% AB Mix + 50% POC) without pH and TDS sensors, each with two replications and nine samples per replication. The results showed that the use of pH and TDS sensors significantly increased plant height (32.44 cm), number of leaves (23.66 strands), leaf area (422.8 cm2), wet weight (236.4 g) and dry weight (23.41 g) compared to the manual method. Data analysis using an unpaired t-test at a 5% significance level showed significant differences in most growth parameters. IoT technology has proven effective in increasing the efficiency and productivity of hydroponic systems by providing real-time nutrients according to plant needs. This research supports the development of IoT technology for sustainable agriculture, while also having a positive impact on production efficiency and resource savings.
Application of pH and TDS Sensors to Optimize the Growth of Pakcoy (Brassica rapa L.) Plants in Hydroponic Systems Mardaniyah, Annisa; Fevria, Resti; Vauzia, Vauzia; Kardiman, Reki
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4b (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4b.10765

Abstract

Pakcoy (Brassica rapa L.) is a widely cultivated leafy vegetable with high economic value. Limited agricultural land and the need for more efficient cultivation systems encourage the use of hydroponic technology, particularly through the use of pH and TDS sensors to optimize nutrient management. This study aims to compare the growth of pakcoy plants using the Deep Flow Technique (DFT) hydroponic system with pH and TDS sensors and without sensors. The study used a Completely Randomized Design (CRD) with two treatments: 50% AB mix + 50% POC with sensors, and 50% AB mix + 50% POC without sensors, with nine replications. The parameters observed included plant height, number of leaves, leaf area, fresh weight, and dry weight. Data were analyzed using an unpaired t-test at a significance level of 5%. The results showed that the use of pH and TDS sensors significantly affected all growth parameters. The treatment with sensors resulted in higher average values, namely plant height of 25.1 cm, number of leaves of 17.3, leaf area of 514.6 cm², fresh weight of 236.28 g, and dry weight of 30.7 g compared to the treatment without sensors. Automatic nutrient monitoring creates stable solution conditions, thereby increasing nutrient absorption efficiency and plant biomass accumulation. This study concluded that the use of pH and TDS sensors is effective in optimizing and increasing the productivity of bok choy plants in hydroponic systems. It is recommended that IoT-based monitoring technology be applied more widely to improve cultivation efficiency, reduce costs, and support sustainable agriculture.
Penerapan Teknologi Biodigester Untuk Produksi Slurry and Biogas Dari Limbah Kotoran Tenak Peternakan SEHATTI Lubuk Alung Sumatera Barat Kardiman, Reki; Nugraha, Fitra Arya Dwi; Yefterson, Ridho Bayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1089

Abstract

Biodigester adalah salah satu solusi yang sempurna untuk lahan pertanian berkelanjutan dan pemanasan global, dimana amonia dari kotoran segar bisa ditangkap dan digunakan untuk biogas untuk bahan bakar, sedangkan limbahnya “disebut juga dengan slurry” sangat baik digunakan untuk pupur organik dan bahkan dapat digunakan untuk pakan ternak. Program pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk membantu peternakan SEHATTI dalam mengelola limbahnya terutama kotoran ternak yang segar menjadi biogas dan slurry menggunakan teknologi biodigester. Hasil pertama dari kegiatan ini sebuah biodigester berkapasitas 9.8 m3, tersusun atas sebuah tengki pengaduk, tengki slurry, celah masuk kotoran, pipa buangan gas dan celah buangan slurry, serta akses transportasi bahan mentah. Biodigester tersebut mampu menampung 250 kg kotoran setiap hari dengan menghasilkan 3 kg gas LPG dan 500 kg slurry. Hasil dari kegiatan pengabdian ini selanjutnya adalah skill atau kemampuan anggota dalam mengoperasikan kerja biodigester. Biodigester yang dibangun ini cukup untuk mengelola kotoran pada peternakan skala kecil hingga menengah, dan dapat berkontribusi pada penurunan emisi amonia yang diproduksi oleh peternakan, sumber gas alternatif dan pupuk organic (slurry) dengan kualitas bagus.
Peningkatan Daya Dukung Lahan Budidaya Trigona sp. dengan Tanaman Kaya Nekhtar Kaliandra Merah di Lubuk Alung Padang Pariaman Kardiman, Reki; Farma, Siska Alicia; Putri, Irma Leilani Eka
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1111

Abstract

Kelompok budidaya lebah galo-galo BERKAH di Lubuk Alung, Padang Pariaman Sumatera Barat terkendala dengan minimnya sumber pakan lebah pada lahan budidayanya karena saat ini didominasi oleh alang-alang dan paku resam. Universitas Negeri Padang merestorasi lahan budidya tersebut dengan tanaman perdu Kaliandra (Calliandra calothyrsus) yang dilaksanakan melalui program pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan dalam dua bentuk, yaitu restorasi lahan dan workshop singkat tentang manajemen pengelolaan. Kegiatan restorasi dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu identifikasi lahan, koleksi dan preparasi bibit, manajemen lahan, penanaman dan monitoring. Lebih dari 2000 bibit kaliandra dikoleksi dari lima populasi berbeda di Sumatera Barat, hampir setengahnya sudah ditanam pada lahan budidaya, sisanya akan menjadi program kerja kelompok. Monitoring dilakukan oleh kelompok, sekaligus berangsur untuk menambah jumlah koloni sebagai langkah kedua dalam mewujudkan agenda sentra budidaya madu galo-galo di Kabupaten Padang Pariaman. Restorasi ini akan berdampak signifikan pada produksi madu dan menjaga semangat usaha kelompok untuk terus produktif.
KONTAMINASI MIKROPLASTIK PADA SUMBER AIR MINUM: PEMETAAN BIBLIOMETRIK TERHADAP PERKEMBANGAN RISET DAN PERSPEKTIF KESEHATAN MASYARAKAT Martin, Olivia Reyhana M; Kardiman, Reki
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i1.7007

Abstract

Mikroplastik adalah partikel yang berbahaya apabila sampai masuk ke dalam tubuh karena mengandung zat-zat toksik dan dapat mengganggu sistem biologi manusia. Melalui analisis bibliometrik akan ditemukan tren dan perkembangan penelitian ilmiah terkait kontaminasi mikroplastik pada sumber air minum dari waktu ke waktu, melihat topik dominan, kata kunci utama, dan wilayah kajian yang sering muncul dalam publikasi terkait ilmiah mikroplastik dan kesehatan masyarakat. Penelitian menggunakan analisis bibliometrik, data diperoleh dari data dasar Scopus dengan kata kunci mikroplastik, sumber air minum, kualitas air, jalur kontaminasi, kesehatan masyarakat, penilaian risiko, pemantauan lingkungan, bibliometrik. Hasil penelusuran dilakukan filtering tahun terbit 2015-2025 dan tipe literatur hanya akan mengambil tipe artikel. Data dianalisis menggunakan aplikasi VOSViewer (VV). Hasilnya publikasi mengalami peningkatan pada tahun 2020 – 2024. Penerbit yang paling banyak melakukan publikasi adalah Elsevier dan negara yang paling sering melakukan penerbitan adalah India dan China. Kolaborasi antarpenulis masih bersifat clustering. Visualisasi kata kunci terbagi dalam dua klaster, klaster 1 memiliki 19 kata kunci, klaster 2 memiliki 11 kata kunci. “mikroplastik”, “air minum”, dan “plastik” adalah yang paling menonjol.
STRUKTUR KOMUNITAS POHON PADA AGROFORESTRI PARAK DAN HUBUNGANNYA DENGAN BUDAYA MASYARAKAT MINANGKABAU: STUDI KASUS DI LUBUK BASUNG, KABUPATEN AGAM Sebrina, Nadihra Zahara; Kardiman, Reki
BIO-SAINS : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 6 No. 1 (2026): Bio-Sains Vol. 6 No. 1, Maret 2026
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/wjsgy573

Abstract

Di Sumatera Barat, bentuk agroforestri tradisional yang paling representatif adalah parak. Ekosistem parak menyerupai hutan alam yang mencerminkan filosofi lokal masyarakat Minangkabau dalam memandang alam. Menganalisis struktur komunitas pohon berdasarkan kerapatan (K), kerapatan relatif (KR), frekuensi (F), frekuensi relatif (FR), dominansi (D), dominansi relatif (DR) dan Indeks Nilai Penting (INP) perlu dilakukan untuk menunjukkan spesies mana yang berpengaruh pada komunitas tersebut. Digunakan metode plot tunggal berukuran 20x20 meter (400m2) sebanyak 5 buah. Selain pengambilan data pada plot, pemilik parak dimana plot ditempatkan juga diwawancarai mengenai jenis tumbuhan dominan, tumbuhan prioritas, musim panen, status kepemilikan lahan, serta alasan mempertahankan parak dari segi budaya, ekonomi dan lingkungan. Penelitian ini menghasilkan struktur pohon pada sistem parak di Lubuk Basung memiliki tingkat keberagaman yang tinggi, tercermin dari temuan 26 spesies berbeda dalam luasan hanya 0,2 ha. Semakin kompleks struktur komunitasnya, semakin kuat identitas masyarakat Minangkabau  dalam mempertahankan kemandirian pangan dan ekonomi Hal ini menunjukkan bahwa mempertahankan sistem Parak sama artinya dengan menjaga benteng terakhir biodiversitas di luar kawasan hutan lindung.