Claim Missing Document
Check
Articles

Parenting of Children with Special Needs for Parents and Teachers, as Well as Supporting Educational Media to Improve the Quality of Education at Muhammadiyah SLB Kutoarjo Yoni Astuti; Nurul Aisyah; Nisa Kartika Hasanah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.52.1051

Abstract

Aspects of child development occur sequentially starting from the womb, babies, to children. If a child misses one stage of development that should be followed, it will affect another stage of development. Students at the Muhammadiyah Kutoarjo Special School (SLB) have various developmental barriers including deafness, mental retardation, autism, physical disability, so they require different treatment. Therefore, teachers and parents need knowledge to understand the development and obstacles of these children so that they are appropriate in helping the growth and development of SLB children. The purpose of this service is to improve the care and education of extraordinary children, and to provide educational tools to improve aspects of the development of special school children. The method given is in the form of lectures and discussions. The results of service, to overcome child development barriers on the orders of educational therapy tools such as footbridge and sandbox, gym ball, clay, water bath. there is an increase in activities, namely Titian and Sandbox and Gym Balls which are used on Thursdays during the exercise schedule. Clay is used on Wednesday while skill schedule and waterbeads are used on Tuesday. The order of the tourist materials of interest is 100% gym ball, while for the footbridge and sandbox, clay, water bath in the order; 95.7; % 82.6%; 60.8%. Conclusion This activity went smoothly and according to the planned schedule. There is an increase in children's activities 3 times a week. The gym ball is the most popular medium for children.
Pencegahan Kehamilan Obesitas Melalui Pengaturan Asupan Makanan dan Pemeriksaan Kehamilan Yoni Astuti; Alfaina Wahyuni; Fitnaningsih Endang C; Anna Monita
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1115

Abstract

Pembatasan aktivitas di luar ruangan yang diterapkan selama pandemi COVID-19 menyebabkan perubahan gaya hidup masyarakat berupa penurunan partisipasi dalam aktivitas fisik dan perubahan pola makan. Sehingga risiko peningkatan berat badan sampai obesitas merupakan hal yang niscaya. Peningkatan berat badan pada wanita usia reproduktif berdampak buruk pada kesehatan secara umum. Ibu hamil yang mengalami obesitas juga akan menimbulkan dampak bagi kesehatan ibu maupun tumbuh kembang janinnya. Tujuan pengabdian ini memberikan pelatihan untuk menyusun menu dan mengukur asupan sesuai dengan kebutuhan sendiri dan pemeriksaan kehamilan serta deteksi perkembangan janin. Metode yang digunakan adalah ceramah, demonstrasi, pemeriksaan kehamilan, dan praktek membuat menu dan asupan sesuai kebutuhan. Hasil kegiatan menunjukkan gambaran umur kehamilan dari 15 peserta aktif adalah 3 orang trimester I, 13 orang trimester II dan satu orang trimester 3, Sebagian besar kehamilan multigravida (73,33 %) , satu orang grandemultigravida dengan obesitas. Hasil pemeriksaan USG menunjukkan secara umum kondisi ibu, letak janin, jumlah air ketuban maupun berat janin dalamkondisi baik dan sesuai usia kehamilan. Namun terdapat satu orang diduga kista ovarium kiri ukuran 5,1cm. Hasil praktek penyajian asupan makanan tiga waktu sudah banyak yang sesuai dengan gambaran isi piringku namun masih ada yang belum sesuai. Hasil rerata pretest tentang pengetahuan pencegahan kehamilan obesitas melalui pengaturan asupan makanan 75.5, dan hasil rerata posttest 82%. Kesimpulan pengabdian ini terlaksana dengan baik, lancar sesuai rencana. Di temukan satu ibu hamil dengan risiko multigravida obesitas dan satu peserta mengidap kista ovarium kiri. Penyuluhan tentang asupan gizi untuk mencegah obesitas meningkatkan pengetahuan sebanyak 6,5 %.
PENERAPAN SISTEM BUDIKDAMBER (BUDI DAYA IKAN DALAM EMBER) DALAM UPAYA PEMENUHAN ASUPAN TINGGI PROTEIN UNTUK PEMENUHAN GIZI KELUARGA Yoni Astuti; Agus Suharto; Retno Wulandari
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 6 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i6.553

Abstract

Pemberlakuan PSBB secara serentak di seluruh kota di Indonesia menimbulkan efek samping kurang menguntungkan terhadap perkembangan masyarakat dan ekonomi. Usia lansia memiliki kerentanan akan resiko gangguan kesehatan baik penyakit degenerative maupun infeksi. Terlebih pada kondisi saat ini dimana penyebaran covid sangat masif ini. Oleh karena itu lansia membutuhkan kualitas hidup yang baik dengan terpenuhinya asupan makanan, rekreasi, olah raga, bersosialisasi, dan lain- lain. Lansia di Patukan belum memiliki kegiatan yang bersifat rekreasi yang berdampak pada ketahanan pangan keluarga. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada lansia dalam mengurangi obesitas sentral dalam mengatur pola gizi. Selain itu memberikan pelatihan BUDIKDAMBER dan kangkung untuk ketahanan pangan serta mendapat hasil berupa makanan bergizi dan protein tinggi.  Metode pelaksanaan berupa penyuluhan gizi dan pembuatan budikdamber, dan praktek budikdamber peserta yang aktif mengikuti pelatihan sebanyak 11 orang dari pengaruh pengajian dan pengurus Lansia. Kegiatan ini dilakukan selama 5 bulan. Hasil pengabdian ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan gizi sebesar 1,11%, pelaksanaan budikdamber selama 4 bulan dengan rerata 90,1% peserta berhasil dan bisa memanfaatkan lele serta kangkung sebagai asupan makanan. Kegiatan pengabdian ini berhasil dilakukan dan mendapat sambutan antusias peserta untuk terus melakukan budikdamber sebagai alternative penyediaan asupan gizi keluarga. Program ini dapat ditularkan ke tetangga lain  untuk diikuti dengan memanfaatkan sarana ember atau apapun yang bisa di gunakan untuk ternak lele.
Screening blood glucose and blood pressure to prevent the risk of diabetes mellitus and hypertension Yoni Astuti; Agus Suharto; Rifki Hulalata
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jpm.v6i3.6689

Abstract

During the covid 19 pandemic, Gamping Lor did not hold activities that risk causing crowds in order to avoid the transmission of covid 19, thus they didn’t do any activity. This condition will worsen public health conditions, which are vulnerable to exposure to NCD (Non-Communicable Diseases). In Indonesia, the number of people with DM (Diabetes mellitus) is estimated to increase by 2 times in 2030. The purpose of this service is to conduct screening for early detection of diabetes and hypertension in vulnerable communities of Gamping Lor. The method used is counseling and examination practice. The results of the activity there were 68 participants consisting of women 89.7% men 11.3%. with a picture of the following conditions; Hypertension, 35.3% prehypertension 27.3%, Normal 29.4%, Low 7.3%; hyperglycemia 15.2%, hypoglycemia, 4.5%, normal 83.3%; BMI status; Thin 11.11%, ideal,22.22%, Overweight, 20.6% Obesity level 1 , 34.9%; obesity grade 2; 11.11%. Participants with high hypertension conditions, but more normal sugar levels. Participants overweight to obesity are higher than the ideal and thin. Conclusion : Service I I went well according to plan. More participants were affected by pre and hypertension, but normoglucose, on the other hand, experienced the most overweight and obesity. So it is important to do a diet and fat burning program according to age.
Diabetes Melitus Self Management Education (DSME) Pada Penderita DM, Keluarga dan Kader Kesehatan di Patukan Ambarketawang Gamping Sleman Yoni Astuti; Oryzati Hilman; Ekorini Listyowati
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 2 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i2.203

Abstract

Akhir – akhir ini kejadian DM meningkat seiring dengan pertambahan usia, sebagaimana di dusun Patukan Ambarketawang Gamping Sleman . Adanya dukungan keluarga yang merupakan orang terdekat dengan penderita sangat dibutuhkan untuk mengelola kondisi penderita DM. Pemberian edukasi tentang pengelolaan DM sebaiknya diketahui secara komprehensif baik oleh penderita DM , anggota keluarga dan masyarakat lain dalam hal ini kader kesehatan sebagai ujung tombak praktisi kesehatan di masyarakat. DSME mempunyai tujuan untuk mengoptimalkan control metabolik dan kualitas hidup penderita DM dalam upaya mencegah komplikasi akut dan kronis, juga untuk mengurangi penggunaan pembiyaaan perawatan klinis. DSME mendukung pengambilan keputusan , perawatan diri, pemecahan masalah dan kolaborasi aktif tim kesehatan untuk meningkatkan hasil klinis, status kesehatan dan kualitas hidup. Permasalahan masyarakat belum sama persepsi tentang pengetahuan DM dan mengelolanya. Serta Belum mengetahui resiko DM dan pencegahannya. Metode yang digunakan adalah ceramah dan demonstrasi. Hasil kegiatan menujukkan adanya ketidaktahuan yang benar tentang DM, dan perawatan kaki pada penderita DM sehingga dilakukan peningkatan pemahaman tentang DM. Terdapat peningkatan Pengetahuam pada kader dengan uji preposttest. Pemyuluhan tentang perawatan kaki penderita DM untuk wawasan baru mayarakat. Terdapat potensi kegemukan pada masyarakat sehingga Diet dianjurkan. Kesimpulan bahwa kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat dengan ditanggapi adanya kelompok peduli DM.
PENERAPAN SISTEM BUDIKDAMBER (BUDI DAYA IKAN DALAM EMBER) DALAM UPAYA PEMENUHAN ASUPAN TINGGI PROTEIN UNTUK PEMENUHAN GIZI KELUARGA Yoni Astuti; Agus Suharto; Retno Wulandari
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 6 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i6.553

Abstract

Pemberlakuan PSBB secara serentak di seluruh kota di Indonesia menimbulkan efek samping kurang menguntungkan terhadap perkembangan masyarakat dan ekonomi. Usia lansia memiliki kerentanan akan resiko gangguan kesehatan baik penyakit degenerative maupun infeksi. Terlebih pada kondisi saat ini dimana penyebaran covid sangat masif ini. Oleh karena itu lansia membutuhkan kualitas hidup yang baik dengan terpenuhinya asupan makanan, rekreasi, olah raga, bersosialisasi, dan lain- lain. Lansia di Patukan belum memiliki kegiatan yang bersifat rekreasi yang berdampak pada ketahanan pangan keluarga. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada lansia dalam mengurangi obesitas sentral dalam mengatur pola gizi. Selain itu memberikan pelatihan BUDIKDAMBER dan kangkung untuk ketahanan pangan serta mendapat hasil berupa makanan bergizi dan protein tinggi.  Metode pelaksanaan berupa penyuluhan gizi dan pembuatan budikdamber, dan praktek budikdamber peserta yang aktif mengikuti pelatihan sebanyak 11 orang dari pengaruh pengajian dan pengurus Lansia. Kegiatan ini dilakukan selama 5 bulan. Hasil pengabdian ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan gizi sebesar 1,11%, pelaksanaan budikdamber selama 4 bulan dengan rerata 90,1% peserta berhasil dan bisa memanfaatkan lele serta kangkung sebagai asupan makanan. Kegiatan pengabdian ini berhasil dilakukan dan mendapat sambutan antusias peserta untuk terus melakukan budikdamber sebagai alternative penyediaan asupan gizi keluarga. Program ini dapat ditularkan ke tetangga lain  untuk diikuti dengan memanfaatkan sarana ember atau apapun yang bisa di gunakan untuk ternak lele.
Optimalisasi Petensi UMKM Melalui Peningkatan Kapasitas Guna Keberlanjutan Bisnis Agi Rinaldi; Muhammad Iqbal Fauzi; Ervina Ratna Ningsih; Mutiara Nur Cahyaningrum; Pretty Nur Syilvia; Tiny Mafdalena; Mauladina Yuni Pratiwi; Arswendy Ainurridho; Kelvin Kumiawan Sahputra; Yoni Astuti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.61.1211

Abstract

Pengabdian masyarakat lewat pemberian bantuan pemberdayaan, pelatihan. penyuluha, pembimbingan, pendampingan dan untuk menyadarkan potensi yang dimiliki, serta membantu meningkatkan kualitas hidup dan pembangunan. Mahasiswa akan mendapatkan kemampuan generatif berupa life skills (kecakapan / ketrampilan hidup). Observasi dilakukan dengan metode: (1) tanya jawab, (2) dokumentasi, dan (3) melihat ke lapangan secara langsung. Berdasarkan hasil observasi maka ditentukan program kerja KKN kelompok yang akan dilaksanakan mengangkat tema UMKM. Program kelompok yang diambil yaitu Sosialisasi, Lomba TPA, Penghijauan, Pendampingan TPA, Pendampingan PAUD, Pendataan Posyandu dan beberapa program bantu lainnya. Pelaksanaan program kerja berjalan secara lancar dan baik serta mendapatkan dukungan dari masyarakat setempat. Program yang dilakukan melalui proses perancangan dan persiapan yang cukup matang agar dapat memeberi dampak postif bagi masyarakat setempat. Program Kerja yang dilakukan telah menciptakan beberapa hasil dan kesan bagi masyarakat melihat dari antusiame masyarakat Dengan program yang dilakukan. Program yang dilakukan diharap mampu memberi pembaharuan bagi masyarakat setempat dan semangat baru untuk memajukan kembali UMKM di Desa tersebut. Dalam hal tersebut, tentunya mahasiswa mahasiswa dihadapkan dengan berbagai tantangan dalam melaksanakan program kegiatan baik secara individu maupun kolektif. Tantangan itu menjadikan KKN sebagai sebuah pengalaman belajar bagi mahasiswa, serta ajang melatih kemampuan dan keterampilan mahasiswa yang kaitannya dengan kepentingan sosial.
Optimalisasi Petensi Umkm Melalui Peningkatan Kapasitas Guna Keberlanjutan Bisnis Agi Rinaldi; Muhammad Iqbal Fauzi; Ervina Ratna Ningsih; Mutiara Nur Cahyaningrum; Pretty Nur Syilvia; Tiny Mafdalena; Mauladina Yuni Pratiwi; Arswendy Ainurridho; Kelvin Kumiawan Sahputra; Yoni Astuti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.62.1215

Abstract

Pengabdian masyarakat lewat pemberian bantuan pemberdayaan, pelatihan. penyuluha, pembimbingan, pendampingan dan untuk menyadarkan potensi yang dimiliki, serta membantu meningkatkan kualitas hidup dan pembangunan. Mahasiswa akan mendapatkan kemampuan generatif berupa life skills (kecakapan / ketrampilan hidup). Observasi dilakukan dengan metode: (1) tanya jawab, (2) dokumentasi, dan (3) melihat ke lapangan secara langsung. Berdasarkan hasil observasi maka ditentukan program kerja KKN kelompok yang akan dilaksanakan mengangkat tema UMKM. Program kelompok yang diambil yaitu Sosialisasi, Lomba TPA, Penghijauan, Pendampingan TPA, Pendampingan PAUD, Pendataan Posyandu dan beberapa program bantu lainnya. Pelaksanaan program kerja berjalan secara lancar dan baik serta mendapatkan dukungan dari masyarakat setempat. Program yang dilakukan melalui proses perancangan dan persiapan yang cukup matang agar dapat memeberi dampak postif bagi masyarakat setempat. Program Kerja yang dilakukan telah menciptakan beberapa hasil dan kesan bagi masyarakat melihat dari antusiame masyarakat Dengan program yang dilakukan. Program yang dilakukan diharap mampu memberi pembaharuan bagi masyarakat setempat dan semangat baru untuk memajukan kembali UMKM di Desa tersebut. Dalam hal tersebut, tentunya mahasiswa mahasiswa dihadapkan dengan berbagai tantangan dalam melaksanakan program kegiatan baik secara individu maupun kolektif. Tantangan itu menjadikan KKN sebagai sebuah pengalaman belajar bagi mahasiswa, serta ajang melatih kemampuan dan keterampilan mahasiswa yang kaitannya dengan kepentingan sosial.
Pengaruh Konsumsi Susu Kedelai terhadap Blood Clotting Time Kurniati, Ika Dyah; Astuti, Yoni
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 1(s) (2008): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v8i1 (s).1638

Abstract

Soy is raw material of food know and tempeh which have so common among Indonesian society. In the reality soy not only made as food. Soy also can be made milk. High enough protein that content at soy milk have important role in calcium metabolism. Calcium besides good for forming of bone and tooth, and also maintain health of nerve function and muscle, also to help blood coagulation at hurt. The objective of this esearch is to measure the duration time of blood coagulation (clotting time) at subject which given soy milk and subject which do not given soy milk, and also compare the result of measurement between both. Research design used is pretest - post test control group design, using subject 10 people and divided randomly in 2 groups. Group I is group of subject which given soy milk 200 cc twice one day during 14 day. Group II is negative control group and subject did not get treatment. Blood sample was taken before and after research, and measured it clotting time using modification way of Lee White ’s. Result of this research showed that consuming soy milk can quicken clotting time, but this influence were not significantly different (p 0,05). The average of clotting time of group I before given of soy milk 06.26 minut /ml and after it 05.07 minute/ml, average of clotting time of group II before research 04.38 minute/ml and after research 06.36 minut/ml.Kedelai adalah bahan baku makanan pada tahu dan tempe yang sudah begitu melekat di kalangan masyarakat Indonesia. Kedelai juga dapat dijadikan susu. Kandungan protein yang cukup tinggi pada susu kedelai mempunyai peran penting dalam metabolisme kalsium. Kalsium selain berguna untuk pembentukan gigi dan tulang, serta mempertahankan kesehatan fungsi syaraf dan otot, juga membantu pembekuan darah pada luka.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur lamanya waktu pembekuan darah (bloodclotting time) pada subjek yang diberi susu kedelai dan subjek yang tidak diberi susu kedelai, serta membandingkan hasil pengukuran antara keduanya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pretest - post test control group design, dengan menggunakan subjek sebanyak 10 orang dan dibagi secara acak dalam 2 kelompok. Kelompok I adalah kelompok subjek yang diberikan susu kedelai 200 cc dua kali sehari selama 14 hari. Kelompok II merupakan kelompok kontrol negatif dan subjek tidak mendapat perlakuan. Sample darah diambil pada sebelum dan sesudah penelitian, dan diukur clotting time-nya dengan menggunakan modifikasi dari cara Lee White.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa susu kedelai dapat mempercepat blood clotting time, namun tidak signifikan (p 0,05) secara statistik. Rerata clotting time kelompok I sebelum pemberian susu kedelai 06.26 menit/ml dan setelah pemberian 05.07 menit/ml. Rerata clotting time kelompok II sebelum penelitian 04.38 menit/ml dan setelah penelitian 06.36 menit/ml.
Apoptosis Effect of Ethanol Extract Soursop Leaves On WiDr Cancer Cell Line Yoni Astuti; Wahyu Joko Priambodo; Sabtanti Harimukti; Agus Suharto
Proceedings International Conference on Sustainable Innovation (ICoSI) Vol. 1 No. 1 (2021): Maximizing Opportunities and Research for a Better Life
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/icosi.v3i1.32

Abstract

Apoptosis is a critical physiological process responsible for the homeostatic mechanism and maintenance of cell populations in tissues. Due to the close correlation between the mechanism of apoptosis and the effect of anticancer agents, extensive research has been done on this mode of cell death. Annona muricata has a significant antiproliferative effect on some cancer cells. This research carried out to explore the apoptosis effect of ethanol extract soursop leaves from Tawangmangu on WiDr cancer cell line. Methods To gain the ethanol extract of soursop leaves use maserasi method. To calculate the death cell used colouring Tryphan blue. The result showed that the average of death cell at dose IC 50 in 24 hrs was (6.35±2.05) 104 in 48 hours were (11.1±1.27) 104. meanwhile that the average of death cell at dose ½ IC in 24 hours were (6.15±0.64)104 and (10.25±1.59) 104. The Increasing of death cell at dose IC 50 during 24 hours were 1,71 times and at dose ½ IC 50 were 1,67 times. Conclusion: Ethanol extract Annona muricata from Tawangmangu able to increase death cell around 1,71 times per hours in IC50 and 1,67 in 1/2IC50 on WiDr cell line.