Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Diet Anak Usia Sekolah di Desa Sidoharjo, Kulon Progo, terhadap Standar Normal Pertumbuhannya Yoni Astuti; Nur Shani Meida
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v8i1.1650

Abstract

Child growth and development are influenced by several factors including hereditary and environment factors. The environment factors that potentially influence child growth and differentiation are diet and health. Diet intake in children is expected to meet the Recommended Dietary Allowance (RDA) to enable good growth and development. The aim of this research is to identify diet description of school children in Sidoharjo District, Kulon Progo towards their normal standard of growth. The research subjects were 63 school children consisting of 33 girls and 30 boys aged 7-12 years old. This research was carried out by filling out a questionnaire consisting of respondent identity and diet survey form to record diet intake for 7 consecutive days. Subjects then underwent general physical examination i.e. bloodpressure, pulse, respiration rate, body height and weight. The results of this research showed that most children ( 80 %) had growth and development under 50% of percentile. The calorie intake was 50 % of RDA. The intake of carbohydrate, protein and lipid of the group of boys was 85,32%; 5,2%; 9,48% respectively. The intake of carbohydrate, protein and lipid of the group of girls was 83,2%; 6,5%; and 10,3% respectively. Therefore, the school children diet was below the RDA level.Pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya faktor herediter dan lingkungan. Faktor lingkungan yang potensial mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak antara lain diet dan kesehatannya. Asupan makanan pada anak di harapkan sesuai dengan RDA(Recommended Dietary Allowance) nya, agar pertumbuhan dan perkembangan anak dapat baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran diet anak usia sekolah (SD) di dusun Sidoharjo Kulon Progo terhadap standard normal pertumbuhannya. Subyek penelitian ini sebanyak 63 anak terbagi atas 33 anak perempuan dan 30 anak laki - laki, dengan kisaran umur 7-12 tahun. Penelitian dilakukan dengan cara mengisi kuesioner yang berisi identitas dan blangko survey diet untuk mencatat semua makanan yang dimakan berturut- turut selama 7 hari. Selanjutnya subjek diperiksa kesehatannya secara umum dengan pemeriksaan tekanan darah, nadi, respirasi, tinggi dan berat badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak baik perempuan dan laki - laki sebagian besar ( 80 %) di bawah persentil 50%.Asupan kalori hanya terpenuhi 50%nya. Kelompok perempuan asupan karbohidrat, protein dan lemak berturut - turut terpenuhi sebesar 85,32% , protein 5,2% dan lemak 9,48%, sedangkan pada kelompok laki - laki berturut turut 83,2%, 6,5%, dan 10,3%. Kesimpulan penelitian ini adalah diet anak - anak usia sekolah di dusun Sidoharjo, Kulon Progo berada di bawah Standar Normal Pertumbuhannya (RDA).
Peroksidasi Lipid dan Aktivitas Enzim Pembersih pada Diabetes yang Diinduksi Streptozotocin Yoni Astuti
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2002)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v2i1.1505

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji peroksidasi lipid dan aktivitas ensim pembersih pada diabetes yang diinduksi Streptozotocin. Penelitian ini juga dilakukan untuk menetapkan apakah dosis sedang vitamin E sebagai antioksidan nonensimatik berperan utama dalam sistem pertahanan tubuh oleh antioksidan pada tikus hamil dan bayinya. Subyek yang terlibat pada penelitian ini terdiri dari 30 ekor tikus galur Wistar betina normal, yang diberi dosis tunggal Streptozotocin (40 mg/Kg BB) dan dikawinkan 7 hari kemudian. Selanjutnya tikus yang diabetikdibagi dalam 2 kelompok yang sesuai yaitu,kelompok I diberi suplemen vitamin E dengan dosis (30 mg/100 g pakan), dan kelompok II diberi pakan dengan diet standart rendah vitamin E Kelompok kontrol terdiri dari 15 ekor tikus hamil. Pada hari pertama setelah kelahiran tikus di dekapitasi dan hepar induknya dihomogenat dan uterus maupun paru - paru bayi tikus dan hepar di preparasi. Kemudian dilakukan pengukuran untuk parameter - parameter berikut: konsentrasi Malondialdehid (MDA) pada homogenat dan serum darah, kadar Glutathione(GSH), aktivitas superoksida-CuZn dismutase dan Glu¬tathione peroksidase (G-Px) dan Glikemia. Dari hasil yang diperoleh ternyata bayi tikus diabetik lebih kecil dari pada bayi tikus normal,dan kadar gula serumnya jauh lebih tinggi pada bayi tikus diabetik. Kadar MDA meningkat bermakna sedangkan GSH, SOD,dan GPx jauh berkurang pada tikus dewasa diabetik dan bayinya dibandingkan dengan kelompok kontrol. Pada tikus yang diberi suplemen vitamin E, kadar MDA lebih rendah bermakna, Kadar GSH dan aktivitas SOD sangat meningkat pada jaringan-jaringan yang diamati sedangkan aktivitas GPx tetap tidak berubah. Penelitian ini berkesimpulan bahwa dengan mengamati aktivitas ensim - ensim pembersih tertentu, informasi adanya stress oksidatif secara biologi yang terjadi terus menerus serta status janin/bayi dapat diamati. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tikus hamil diabetik dan anaknya terpapar stress oksidatif yang meningkat, dan suplemen vitamin E mampu menurunkan pengaruh yang menggangu dari stress tersebut
Pengaruh Asupan Susu Kedelai Terhadap Ca Darah Yoni Astuti; Dedy Irawan
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v7i2 (s).1658

Abstract

Nowadays, soybean milk is known as the alternative substitute for cow milk. Besides contains of calcium, soybean milk also contains of natural substance that similar to estrogens named phytoestrogen. This substance has thought can help calcium absorption from daily dietary. It is therefore soybean milk believed can prevent osteoporosis. Objectives of this research is to understand the effect of consuming soybean milk to blood calcium level in human. This research used pre test-post test only control group design and T-test statistic test. Subject of this research are 10 men that divided into 2 groups. Each group contains of five men, which the group I as experiment group and group II as control group. Result of this research showed that from the control group, there are three subjects who have blood calcium increase, while two subjects have blood calcium decrease. The average of blood calcium level before experiment is 9,53 mg/dl and after experiment is 9,58 mg/dl. So the average of blood calcium increase in negative control group is 0,05 mg/dl (0,58%). Of experiment group, all subjects have blood calcium increase. The average of blood calcium level before consume soybean milk is 9,71 mg/dl and after consume soybean milk is 11,43 mg/dl. So the average of blood calcium increase in experiment group is 1,72 mg/ dl (17,85%). The result of T-test statistic test which done to compare the effect of the two experiments shows the significant difference of end blood calcium level.Susu kedelai akhir-akhir ini mulai dikenal sebagai susu alternatif pengganti susu sapi. Pada susu kedelai selain mengandung kalsium juga terdapat senyawa alami mirip estrogen yang disebut fitoestrogen. Senyawa ini diperkirakan dapat membantu penyerapan kalsium dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Karena itulah susu kedelai dipercaya mampu menghambat osteoporosis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh asupan susu kedelai terhadap kadar Ca darah pada manusia. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pretest -post test only control group design, dengan menggunakan subjek sebanyak 10 orang dan dibagi ke dalam 2 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri atas 5 orang dimana kelompok I merupakan kelompok perlakuan sedangkan kelompok II sebagai kelompok kontrol dan telah memenuhi kriteria inklusi. Setelah didapatkan hasil kemudian dilakukan uji statistik dengan uji analisa T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok kontrol terdapat 3 subjek yang mengalami peningkatan kadar kalsium darah sedangkan 2 subjek lainnya mengalami penurunan. Rerata kadar kalsium darah sebelum penelitian 9,53 mg/dl dan setelah penelitian 9,58 mg/dl. Jadi rerata peningkatan pada kelompok kontrol negatif 0,05 mg/dl (0,58 %). Pada kelompok perlakuan kadar kalsium darah semua subjek mengalami peningkatan. Rerata kadar kalsium darah sebelum pemberian susu kedelai 9,71 mg/dl dan setelah pemberian susu kedelai 11,43 mg/dl. Jadi peningkatannya sebesar 1,72 mg/dl (17,85%). Pada subjek kelompok I yang diberi susu kedelai 200 cc selama 14 hari, peningkatan kadar kalsiumnya lebih besar dari pada kelompok II yang tidak di beri susu kedelai. Hasil uji statistik T-test menujukkan adanya perbedaan nyata (p 0,05) pada kadar kalsium serum darah setelah pemberian susu kedelai.
Perbandingan Kadar Methemoglobin dan Hemoglobin Penduduk Endemis dengan Penduduk Non Endemis Malaria Yoni Astuti; Rini Handayani
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v6i2.1895

Abstract

One of the effects of Plasmodium infection and consumption of anti-malaria medicine is the increase of free radicals in the body. Free radicals can attack haemoglobin and change it to met-haemoglobin. The aim of this study was to identify the concentration of met- haemoglobin (as a sign of free radicals) and haemoglobin of individuals living in the malaria- endemic area as compared with individuals living in non-malaria-endemic area.This was a cross sectional study. Subjects of the study were 60 individuals and divided into 2 groups, i.e. Endemic Group (EG) and Non-Endemic Group (NEG). The EG included 30people who were men and women between 20-50years old, had suffered or were suffering from malaria and had been living in endemic area for five years. The NEG included 30 people who were men or women between 20-50 years old and had not suffered from malaria. The blood samples were collected and analysed for met-haemoglobin concentration using Betke method and haemoglobin concentration using cyanmethaemoglobin method.The results showed that the average of met-haemoglobin concentration of NEG was (2,188 ± 0,662)% and EG was (3,728 ± 0,492)%, while the average of haemoglobin concentration of NEG was (14, 183 ± 2,593)g% and EG was (10,376 ± l,447)g%. This demonstrated that the concentration of haemoglobin between NEG and EG was different significantly (p0,05).Salah satu akibat terinfeksi plasmodium dan dampak mengkonsumsi obat - obatan menyebabkan meningkatnya radikal bebas. Radikal bebas dapat menyerang haemoglobin sehingga menj adi methemoglobin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar methemoglobin (sebagai marker radikal bebas) dan hemoglobin penduduk endemis malaria dibandingkan dengan kadar methemoglobin penduduk non endemis.Penelitian ini adalah penelitian cross sectional dengan subyek sebanyak 60 orang dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok endemik malaria sebanyak 30 orang yaitu laki-laki dan wanita berumur20-50 tahun yang pernah atau sedang menderita malaria dan telah tinggal di daerah endemis selama minimal lima tahun. Kelompok non endemik malaria sebanyak 30 orang yaitu laki-laki dan wanita berusia 20-50 tahun yang tidak pemah menderita penyakit malaria. Subyek diambil darahnya dan selanjutnya dilakukan analisis kadar methemoglobin menurut metode Betke, dan diukur kadar hemoglobin dengan metode cyanmethemoglobin.Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase methemoglobin KNE (Kelompok Non Endemis) adalah (2,188 ± 0,662) % Hb dan KE (Kelompok Endemis) adalah (3,728 ± 0,492) % Hb. .Hasil penelitian kadar hemoglobin menunjukkan bahwa persentase hemoglobin KNE adalah (14,183 ± 2,593) g % dan KE adalah (10,376 ± 1,447) g %. Hal itu memperlihatkan adanya perbedaan signfikan antara KNE dan KE (p0,05).
Penurunan Kadar Interleukin-18 Cairan Peritoneal pada Penderita Endometriosis Yoni Astuti
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2004)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v4i2.1751

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan konsentrasi interleukin- 15 (IL-18) pada cairan peritoneal dan serum penderita endometriosis yang -bandingkan dengan kelompok control( tidak menderita endometriosis). Metode penelitian yang digunakan adalah kajian analitik prospektif. Subyek yang terlibat sebanyak 44 penderita yang melakukan bedah laparoscopic pada penyakit ginekologi ringan. Pengambilan cairan peritoneal dan serum sebagai specimen ulakukan sebelum dan sesudah tindakan bedah laparoskopis untuk analisis kadar IL-18. Konsentrasi IL-18 cairan peritoneal dan serum dihubungkan dengan adanya endometriosis, tingkat penyakit, dan fase siklus menstruasi. Hasilnya menunjukkan bahwa Interleukin -18 dapat dideteksi pada 98% specimen cairan peritoneal dan 84 pada specimen serum. Konsentrasi IL-18 cairan peritoneal secara statistic lebih rendah bermakna pada penderita endometriosis dari pada kelompok control. Sedangkan IL-18 serum tidak menunjukkan perbedaan bermakna antara penderita fndomeriosis dan kelompok kontrol. Konsentrasi IL-18 cairan peritoneal dan serum remyata tidak berhubungan dengan endometriosis, maupun fase siklus menstruasi. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah turunnya kadar IL-18 pada cairan reritoneal penderita endometriosis berperan penting pada patogenesis penyakit ini.
Hubungan antara Asupan Protein, Zat Besi dan Vitamin C dengan Kadar Hb pada Anak Umur (7-15) tahun di Desa Sidoharjo, Samigaluh, Kulon Progo Yoni Astuti
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v10i2.1581

Abstract

The high risk age of malaria infection in Kulonprogo is 5-14 year old. Anemia is a common condition that caused by chronic infection of malaria. Anemia worsefor patient with malnutrition. This research aims to reveal how dietary intake of children, especially protein, vitamin C and iron intake on the incidence of anemia in aged 7-15 years in malaria endemic malaria. This study use cross sectional - retrospectif design. The research subjects were 61 children (class 4-6 elementary school) from 6 hamlets. They are healthy children, no history of chronic illness other than malaria or kongenita disease. Children fill list of food intake for 7 days. After that weight and height were measured and blood Hb was deternined by Sahli method. Food intake was analyzed using Food Proseccor I. To analyze the relationship between protein intake, vitamin C and iron and hemoglobin concentration were used Pearson test.The result showed that the average ofprotein, iron and vitamin C were 25.064 ± 10.055 g (38.9% RDA (RecommmendedDaily Allowance), 6.523 ± 2.635 mg (56.33% RDA), 69.5% o RDA consecutively. The mean of hemoglobin level was 10.3 ± 1.2 grams / dl. The statistical analysis showed that there were linear relationship between vitamin C and iron (r = 0,765), between iron intake and hemoglobin (r = 0.675). It can be concluded that the low of intake of protein, iron and vitamin C associated with incidence of anemi.Kelompok usia risiko tinggi infeksi malaria di Kulonprogo adalah 5-14 thn. Anemia merupakan kondisi umum yang terjadi akibat infeksi kronis malaria. Anemia akan makin berat bila penderita menderita kekurangan gizi dan protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hubungan antara asupan makanan anak terutama protein, vitamin C, zat besi terhadap kejadian anemia pada usia 7-15 tahun di daerah endemik malaria. Penelitian menggunakan rancangan cross sectional - retrospectif pada sampel terpilih. Subyek penelitian sebanyak 61 anak (kelas 4-6 sekolah dasar) berasal dari 6 dusun. Anak sehat tidak memiliki riwayat penyakit menahun selain malaria atau penyakit kongenital. Anak mengisi daftar asupan makanan selama 7 hari, setelah itu diukur berat dan tinggi badan, darah diperiksa kadar Hbnya dengan metoda Sahli. Asupan makanan dianalisis dengan Food Proseccor I, untuk mengetahui persen asupan makanan perhari. Analisis hubungan asupan protein, vitamin C, zat besi terhadap kadar hemoglobin digunakan uji korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan rerata asupan protein, zat besi dan vitamin C berturut-turut adalah sebesar 25,064 ± 10,055 gram (38,9% RDA (Recommended Daily Allowance), 6,523 ± 2,635 mg (56,33% RDA), dan 69,5% RDA. Rerata kadar hemoglobin sebesar 10,3 ± 1,2 gram/dl. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan linier antara asupan vitamin C dengan asupan zat besi (r= 0,765), dan antara asupan zat besi dengan kadar hemoglobin( r=0,675). Disimpulkan asupan protein, besi dan vitamin C rendah berhubungan dengan kejadian anemia.
Pengaruh Madu terhadap Ketahanan Jasmani Yoni Astuti; Nurul Qomariah; Nur Shani Meida
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2004)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v4i2.1752

Abstract

Everybody expects a healthy and a strong body. To achieve it, there must be some effort to be done, such as having a healthy diet and do agood physi¬cal activity. Honey, is one kind of food which is recommended by ALLAH as agood food and medicine. Honey consists high nutrition such as carbohydrat, lipid, protein, vitamin and mineral which are needed to maintance the health and the physical endurance. The aims of this study is to find a prove and give more information about the benefit of the honey. This study is experimantal research with a cross sec¬tional design. There are 10 soccer players in Gamping Ambarketawang area are involved in this study. Their physical endurance were checked before and after consuming honey for 7 days. The resulat showed that the participants have a good physical endurance, and the average of oxygen maximum Volume before consuming honey is 6,18 ± 1,04 ml/body weight/minute and afer consuming honey is 5,92 ± 0,98 ml/ body weight/minute. The conclusion is the physical endurance of the participants were increased, even statistically have no significant difference.Memiliki badan yang sehat dan kuat adalah harapan setiap orang. Untuk mendapatkannya sewajarnya harus ada usaha, antara lain dengan makan makanan yang seimbang dan melakukan aktifitas fisik dengan baik. Madu salah satu jenis makanan yang mendapat rekomendasi dari ALLAH sebagai makanan yang baik dan sekaligus sebagai obat. Madu dikenal banyak mengandung zat gizi tinggi antara lain karbohidrat, lipid, protein, vitamin dan mineral, yang sangat diperlukan untuk kesehatan dan stamina badan. Penelitian ini berjudul Pengaruh madu terhadap ketahanan jasmani dilakukan untuk membuktikan dan menginformasikan manfaat madu yang lain. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental secara cross sectional, yang melibatkan 10 subyek dari pria pemain sepak bola daerah gamping Ambarketawang. Subyek diperiksa ketahan jasmaninya sebelum dan sesudah pemberian madu selamaama 7 hari berturut- turut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisik subyek bagus, dan rerata ambilan oksigen maksimum subyek sebelum perlakuan madu sebesar (6,18 ±1,04)ml/ BB/menit dan rerata ambilan oksigen maksimum sesudah perlakuan sebesar (5,92 ± 0,98) ml/BB/menit.Hal ini dapat disimpulkan bahwa kesegaran jasmani subyek mengalami peningkatan meskipun secara statistik tidak
Bubuk Cinnamon burmani Menurunkan Kadar Glukosa Darah pada Tikus Putih Diabetik Diinduksi Alloxan Giand Elmadahlia Tusara; Yoni Astuti
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v13i3.2480

Abstract

Bubuk kayu manis mengandung flavonoid yang memiliki efek hipoglikemik untuk menurunkan kadar gula darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pemberian bubuk kayu manis (Cinnamon burmani) terhadap kadar gula darah pada tikus diabetes diinduksi alloxan. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitian pre and post tets control design menggunakan 18 tikus yang dibagi menjadi 3 kelompok, masing-masing terdiri 6 ekor tikus. Kelompok pertama tidak diberikan perlakuan, kelompok kedua diberi bubuk C. burmani3,6 mg/hari dan kelompok ketiga diberi bubuk C. burmani7,2 mg/hari. Tikus di kelompok 2 dan 3 diberi bubuk C. burmani setiap hari selama 21 hari. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA satu jalan dilanjutkan dengan uji post-hoc Tukey HSD. Hasil uji menunjukkan bahwa pemberian bubuk C. burmani memberikan efek penurunan gula darah berrmakna (p 0.05). Dosis terbaik untuk menurunkan kadar gula darah dalam penelitian ini adalah 7,2 mg/day setelah pemberian selama 21 hari. Pemberian dosis 2 kali lipat tidak menyebabkan kecepatan penurunan gula darah 2 kali lipat juga. Disimpulkan bahwa pemberian bubuk C. burmani dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus putih diabetik yang diinduksi alloxan.Cinnamon powder contain flavonoid as antioxidant and MHCP (methylhydroxy-chalcone poly­mer) which provide hypoglycemic effect to reduce level blood glucose. The aim of this study is to know the effect of cinnamon powder (Cinnamon burmani) given to the blood glucose in alloxan-induced dia­betic rats. This research was an experimental laboratory with pre and post tets control design using 18 rats were divided into three groups, each group were 6 rats. The first group were not given anything, the second group were given cinnamon powder 3,6 mg/day and the third were given cinnamon powder 7,2 mg/day. Rats in group 2 and 3 were given cinnamon powder everyday for 21 days. Hypoglycemic activity was evaluated at day 0, 7, 14 and 21. The data was compared statistically using one-way analysis of variance (ANOVA) followed by post-hoc test Tukey HSD. The result indicated that cinnamon powder giving significant effect on the reduction of blood glucose. In this research were used the optimum doses to decreasing blood glucose level at 7,2 mg/day after 21 days treatment The double doses cannot also decreasing speed of blood glucose causes. It was concluded that C. Burmani powder can decrease blood glucose levels in diabetic mice induced alloxan.
The Anti-proliferative Ability of the Ethanol Extract of Annona muricata Leaves on Widr Cancer Cells Yoni Astuti; Agus Suharto; Sabtanti Harimurti; Wahyu Joko Priambodo
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 22, No 1 (2022): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v22i1.13345

Abstract

Soursop (Annona muricata) leaves are widely distributed in the tropics, including Indonesia. Soursop leaves are known to contain many anticancer compounds. Research from various countries using soursop leaves provides a different picture of the size of the dose. This research is qualitative research to determine the antiproliferative properties of soursop leaf alcohol extract on Widr cells as a model of colon cancer cells. The soursop leaves were provided from Medicinal Plant and Traditional Medicine Research and Development Center inTawangmangu. The thin-layer chromatography method was used to analyze the profile of soursop leaf extract. Microtetrazolium (MTT) proliferation test was used to analyze antiproliferative effects. The result showed that the essence quality of soursop leaves in aquoes solution was (20.65 ±0.07) % ; in ethanol solution was (19.22±0.34 ) %. The profile of ingredient soursop leaves was more visible in 366 than in 254. The ethanol extract of soursop leaves showed an antiproliferation effect at IC 50 at a dose 450 ug/ml. In conclusion, the ethanolic extract of Annona muricata showed antiproliferative properties at a dose of 450 ug/ml and having a half cell dose of IC 50.
LANSIA SEHAT, MANDIRI DAN PRODUKTIF DENGAN TOGA JAKULAWAK DI GAMPING SLEMAN Yoni Astuti; Gatot Supangkat
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.773 KB) | DOI: 10.18196/ppm.311.155

Abstract

Masyarakat lansia dari tahun ke tahu meningkat jumlahnya. Kondisi fungsi dan ukuran organ lansia makin menurun, sehingga rentan terserang penyakit. Asupan suplemen yang baik, murah dan terus menerus harus diupayakan agar kesehatn lansia terjaga. Kegiatan untuk mengisi waktu luang perlu dilakukan untuk meingkatkan kesehatan jasmani dan rohani diataranya bertanam. Bertanam tanaman obat keluarga terutama jahe, kunyit dan temulawak mudah dilakukan dan dapat menggunakan lahan terbatas. Asupan jakulawak setiap hari dapat meningkatkan stamina kesehatan dan kebugaran lansia. Keterampilan untuk menyediakan seduhan atau infusi jakulawak dan pembuatan sediaan instan jakulawak agar praktis dan awet dibutuhkan lansia. Tujuan dari pengabdian ini mengupayakan lansia sehat, mandiri dan berproduktif dengan bertanam tanama TOGA jakulawak yang dibutuhkan untuk kesehtan mereka sendiri. Metode yang dilakukan meliputi ceramah dan demonstrasi. Rangkaian kegiatan yang dilakukan yaitu, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil Analisis hasil kegiatam penyuluhan menunjukkan adaya peningkatanm pengetahuan tentang khasiat jakulawak sebamnyak 89 %. Ketrampilan dalam membuat bubuk instan jakulawak termasuk baik. Kesimpulan Kegiatan ini adalah masyarakat yang memiliki keluarga lansia maupaun lansia itu sendiri mendaptakan tambahan ilmu dan ketrampilan untuk meningkatakn kesehatnnnya dengan meningkatkan kemampuan lansia Patukan ambar keawang Gamping Sleman.