Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN AISYIYAH KECAMATAN GAMPING SLEMAN PADA UPAYA PENCEGAHAN KANKER KOLOREKTAL Yoni Astuti; Indrayanti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.344 KB) | DOI: 10.18196/ppm.311.158

Abstract

Kanker kolorektal adalah keganasan yang sering terjadi baik pada pria dan wanita. Faktor genetika dan pola hidup merupakan faktor yang mempengaruhi kemungkinan terjangkit kanker kolorektol. Penyembuhan Kankerkolorektal masih sangat sulit dicapai mengingat fase stadium kanker sangat menentukan keberhasilan penanganan sehingga deteksi dini penting dilakukan. Kesadaran individu untuk melakukan deteksi dini melalui skrining masih sangat langka. Aisyiyah Gamping belum banyak mengetahui bagaimana cara mencegah terpapar kanker kolorektal dan bagaimana risiko kanker kolorektal. Serta belum memahami bagaimana memilih dan menyusun menu untuk pencegahan terpapar penyakit kanker kolorektal.Pengabdian dilakukan untuk meningkatkan pemberdayaan Aisyiyah dalam upaya terlibat pencegahan kejadian kanker kolorektal di wilayah Gamping Sleman.Langkah-langkah kegiatan ini meliputi sosialisasi dan kontrak kesepakatan pelaksanaan kegiatan, pembekalan materi Pengenalan Kanker Kolorektal, pembekalan Materi Gizi untuk Mencegah Serangan Kanker Kolon”, praktek Pengambilan sampel feces dan latihan menghitung kebutuhan kalori, pelatihan menghitung jumlah asupan kalori dan penerimaan sampel feses, analisis Recaal Gizi dan Screening Feses, dan pelatihan menyajikan menu.Pemberdayaan . Kader Aisyiyah sebagai kelompok komunitas untuk melakukan pencegahan kanker kolorektal merupakan langkah promotif kesehatan yang strategis di tengah masyarakat yang masih sangat kurang faham pencegahan kanker kolorektal.
CEGAH RESISTENSI KUMAN DENGAN PENGKADERAN KELOMPOK PEDULI ANTIBIOTIKA RASIONAL Inayati Inayati; Yoni Astuti; Lilis Suryani
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1132.083 KB) | DOI: 10.18196/ppm.36.311

Abstract

Infeksi menjadi masalah kesehatan masyarakat penting terutama di negara berkembang dan membutuhkan antibiotika untuk pengobatan. Tahun 2010 kematian penyakit infeksi di Indonesia 31,2%. Intensitas penggunaan antibiotik yang relatif tinggi berakibat resistensi bakteri terhadap antibiotik dan mempengaruhi morbiditas, mortalitas, ekonomi dan sosial. Hasil penelitian Antimicrobial Resistant in Indonesia , 43% Escherichia coli resisten berbagai antibiotik. Edukasi dan informasi penggunaan antibiotika rasional diperlukan masyarakat untuk menghindari pengunaan antibiotika tidak rasional. Pengabdian masyarakat dilakukan di Desa Ambarketawang, Gamping, Sleman, daerah perkotaan di mana ketersediaan antibiotika cukup mudah diperoleh masyarakat dan kemungkinan ditemukan penggunaaan antibiotik secara tidak rasional dan belum mengetahui akibatnya. Sosialisasi penggunaan antibiotika rasional dan bahaya penggunaan antibiotika tidak rasional diikuti aktif 56 peserta, melakukan focus group discussion menggali persepsi penggunaan antibiotika rasional diikuti 2 kelompok terdiri 16 orang/kelompok dipandu 2 fasilitator dan 2 transkriptor. Pelatihan pemantauan penggunaan antibiotika rasional dilakukan oleh 3 kelompok yang melakukan survei terhadap 5 – 7 Kepala Keluarga di desa Ambarketawang Gamping Sleman. Rencana tindak lanjut adalah penyusunan Panduan Kerja Kelompok Peduli Penggunaan Antibiotika dan luaran berupa Buku Panduan Penggunaan Antibiotika.
Pelatihan Lansia Bebas Nyeri Lutut Di Patukan Ambarketawang, Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman Yoni Astuti; Triwulandari Kesetyaningsih; Ambar relawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.542 KB) | DOI: 10.18196/ppm.22.502

Abstract

Meningkatnya usia harapan hidup masyarakat Indonesia perlu diimbangi dengan kemampuankemandirian pada aspek kesehatan bagi komunitas lansia. Dusun Patukan Ambarketawang Yogyakartatermasuk tinggi angka lansianya. Keluhan nyeri lutut banyak dialami oleh lansia yang berdampak padaberkurangnya aktifitas dan produktifitas mereka. Penggunaan obat- obatan penghilang nyeri dalamwaktu lama akan menjadi kebutuhan terus menerus lansia dengan nyeri lutut. Senam isoquadrisep salahsatu upaya nonfarmakologik yang dianjurkan untuk mencegah nyeri lutut. Posyandu Lansia dusunPatukan Ambarketawang Gamping Sleman melaksanaan aktifitas rutin tanpa memiliki buku kontrolkesehatan dua arah yang penting untuk evaluasi kesehatan lansia secara umum . Kader posyandu danpeserta lansia belum mengenal senam isoquadrisep pada bagian lutut untuk mengurangi nyeri lutut padalansia. Pemberian gizi yang dibutuhkan untuk kesehatan otot sendi penting dikonsumsi untuk lansia jugabelum di fahami baik oleh kader dan pengurus RT penyedia menu lansia. Pengabdian kemitraanMasyarakat dilakukan untuk mengembangkan pengelolaan buku kontrol kesehatan lansia dua arah padakader posyandu Lansia agar tertata dengan baik, membentiuk Kader dan pelatihan senam isoquadrisepuntuk mencegah lansia dengan nyeri lutut secara terpadu dengan asupan gizi yang sesuai kebutuhanlansia. Metode untuk kegiatan ini adalah Pelatihan pembuatan buku kontrol dua arah kesehatan lamsiaposyandu lansia, TOT senam quadricep untuk kader dan beberapa masyarakat, TOT gizi yang baikuntuk lansia dan demonstrasi beberapa menu sehat untuk lansia.
PENCEGAHAN PENULARAN COVID 19 MELALUI PENDAMPINGAN MASYARAKAT DENGAN COMORBID DI DUSUN JIPANGAN KASIHAN BANTUL Yoni Astuti; Nur Hayati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.2 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.578

Abstract

Kejadian Covid 19 selama ini di setiap wilayah puskesmas di DIY mengalami fluktuasi jumlah pasien dengan comorbid yang berbeda. Hampir 50 % jumlah puskesmas DIY memiliki kategori merah. Puskesmas Kasihan 1 memiliki kategori oranye dengan beberapa pasien covid 19 riwayat comorbid. Sampai saat ini salah satu wilayah kerja puskesmas Kasihan 1 yaitu dusun Jipangan masih banyak yang melakukan pelanggaran berupa tidak bermasker, serng berkerumun. Sedangkan kinerja Puskesmas masih lemah pada akses pendampingan penyintas covid 19 yang isoman dan belum memiliki data masyarakat dengan comorbid. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menekan kejadian covid bahkan sampai bebas covid 19 di dusun Jipangan salah satu area kerja Puskesmas Kasihan 1. Metode yang digunakan adalah dengan penyuluhan untuk meningkatkan kepatuhan protokol pencegahan covid 19, survey partisipatif untuk mendapatkan data masyarakat comorbid, dan membuat log book untuk mengefektifkan akses pendampingan penyintas covid. Hasil dari kegiatan ini adalah pelaksana penyuluhan PTM pada kader PKK , penempelan poster pencegahan covid di beberapa titik strategis, pembagian masker bantuan dari DIKTI dan LP3M UMY serta penyerahan hibah barang untuk kegiatan pemeriksaan kesehatan dan penyerahan data comorbid dusun Jipangan,. Kesimpulan Pelaksanaan PPM KKN kesehatan telah terlaksana dengan baik, mitra sangat antusias dalam memfasilitasi dan koordinasi dengan masyarakat.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 Nur Chayati; Yoni Astuti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.179 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.689

Abstract

Corona virus disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 dengan angka kematian Indonesia terbanyak ketiga di Asia Tenggara. Orang dengan ko-morbid memiliki risiko penyakitnya berkembang menjadi lebih parah. Tanggapan masyarakat mengenai pandemi COVID-19 bermacam-macam, seperti cemas, ketakutan, panik, namun ada yang tidak peduli. Beragamnya persepsi masyarakat disebabkan kurangnya pengetahuanmengenai COVID-19. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai COVID-19 melalui sosialisasi dan skrining penyakit komorbid. Mitra kegiatan ini adalah Puskesmas Dlingo II yang memfasilitasi penyediaan data dan menggerakkan kader kesehatan maupun masyarakat di wilayah kerjanya. Metode pengabdian masyarakat dengan mengadakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui metode daring maupun luring menggunakan medsos, booklet, dan video. Bersamaan dengan edukasi masyarakat, dilakukan skrining penyakit komorbid. Masyarakat di wilayah mitra berpartisipasi aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader kesehatan dan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Dlingo II yang cukup signifikan (p<0,05). Pengabdian masyarakat dengan penyuluhan dan skrining penyakit komorbid berhasil meningkatkan pengetahuan peserta mengenai COVID-19.
PENGEMBANGAN  USAHA KHAMIR LABU KUNING DAN KERIPIK BELUT  SERTA PENINGKATAN KEORGANISASIAN  KARANGTARUNA Yoni Astuti; Eni Kaharti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1155.373 KB) | DOI: 10.18196/ppm.44.894

Abstract

Produksi labu kuning di Sidoarum dan keripik belut di Sidoagung mengalami penurunan penjualan di masa pandemi Covid-19 ini. Pembukuan yang sederhana dan praktis dibutuhkan kedua usaha tersebut untuk mengetahui dan mengontrol untung rugi penjualannya. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan khamir labu kuning dan keripik belut . Metode yang digunakan yaitu dengan pelatihan dan diskusi pembukuan serta loka karya pemasaran digital serta memperindah tampilan kemasan. Kondisi lain di Dusun Sidoagung terdapat kepengurusan baru Karang Taruna Desa Sidoagung. Pengurus baru membutuhkan penambahan pengetahuan tentang keorganisasian di masa pandemi Covid-19 ini. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kesiapan dalam kepengurusan organisasi karang taruna agar berjalan dengan baik di era pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dengan pelatihan dan workshop keorganisasian. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pretest dan posttest. Hasil kegiatan ini adalah adanya akun resmi Instagram yaitu @waroeng amanah khamir labu dan Instagram kripik belut Sarbinah untuk mendukung marketing di era digital serta tampilan baru kemasan labu kuning dan keripik belut. Sedangkan karang taruna dengan pembekalan keorganisasian, mengajar TPA dan hibah wastafel portabel untuk mendukung kegiatan offline karang taruna. Sebagai simpulan kegiatan ini sangat diapresiasi mitra dan nantinya dapat membantu mengembangkan usaha khamir dan keripik belut serta meningkatkan peran karang taruna dalam pengembangan Desa Sidoagung.
Pemberdayaan Perempuan pada Sanitasi Lingkungan di Masyarakat Tepi Kali Winongo di Kelurahan Ngampilan Yoni Astuti; Triwulandari Kesetyaningsih; Yusiriwayatul Afsoh
Jurnal Surya Masyarakat Vol 1, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.1.2.2019.86-91

Abstract

Kampung Ngampilan terletak di sepanjang sungai Winongo dan beberapa tahun terakhir telah berdiri bangunan bertingkat di sebelah Timur kampung, hal ini menyebabkan  beberap rumah tidak mendapatkan sinar matahari sehingga berisiko terhadap penyakit infeksi yang menular Apalagi di daerah ini merupakan daerah endemik DBD dan terdapat beberapa warga penderita TBC. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk  meningkatkan  pengetahuan  tentang pentingnya paparan sinar matahari pagi baik untuk lingkungan hunian maupun untuk kesehatan manusia., untuk meningkatkan pengetahuan tentang  pentingnya gzi dan sumber – sumber gizi yang dapat mencegah terinfeksi bakteria. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah dan diskusi. Pengabdian mayarakat ini diterima dengan baik dan antusias oleh masyarakat, yaitu dengan keterlibatan masyarakat pada setiap  kegiatan dan diskusi yang dinamis.Dan terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya paparan sinar matahari serta gizi yang dibutuhkan agar terhindar dari infeksi bakteria.Kata kunci: sinar matahari pagi, gizi, kebersihan lingkunganAbstractThe village of Ngampilan is located along the Winongo river  and in the last few years a multi-storey building has been established to the east of the village, causing some houses to not get sunlight so that it is at risk of infectious diseases. Especially in this area is dengue endemic areas and there are some people with TB. This community service aims to increase knowledge about the importance of morning sun exposure both for residential environments and for human health, to increase knowledge about the importance of juice and nutritional sources that can prevent bacterial infection. This activity uses lecture and discussion methods. This community service is well received and enthusiastically by the community, namely with the involvement of the community in every dynamic activity and discussion. And there is an increase in public knowledge about the importance of sun exposure and the nutrients needed to avoid bacterial infections.
Pemberdayaan Perempuan pada Sanitasi Lingkungan di Masyarakat Tepi Kali Winongo di Kelurahan Ngampilan Yoni Astuti; Triwulandari Kesetyaningsih; Yusiriwayatul Afsoh
Jurnal Surya Masyarakat Vol 1, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.083 KB) | DOI: 10.26714/jsm.1.2.2019.86-91

Abstract

Kampung Ngampilan terletak di sepanjang sungai Winongo dan beberapa tahun terakhir telah berdiri bangunan bertingkat di sebelah Timur kampung, hal ini menyebabkan  beberap rumah tidak mendapatkan sinar matahari sehingga berisiko terhadap penyakit infeksi yang menular Apalagi di daerah ini merupakan daerah endemik DBD dan terdapat beberapa warga penderita TBC. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk  meningkatkan  pengetahuan  tentang pentingnya paparan sinar matahari pagi baik untuk lingkungan hunian maupun untuk kesehatan manusia., untuk meningkatkan pengetahuan tentang  pentingnya gzi dan sumber – sumber gizi yang dapat mencegah terinfeksi bakteria. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah dan diskusi. Pengabdian mayarakat ini diterima dengan baik dan antusias oleh masyarakat, yaitu dengan keterlibatan masyarakat pada setiap  kegiatan dan diskusi yang dinamis.Dan terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya paparan sinar matahari serta gizi yang dibutuhkan agar terhindar dari infeksi bakteria.Kata kunci: sinar matahari pagi, gizi, kebersihan lingkunganAbstractThe village of Ngampilan is located along the Winongo river  and in the last few years a multi-storey building has been established to the east of the village, causing some houses to not get sunlight so that it is at risk of infectious diseases. Especially in this area is dengue endemic areas and there are some people with TB. This community service aims to increase knowledge about the importance of morning sun exposure both for residential environments and for human health, to increase knowledge about the importance of juice and nutritional sources that can prevent bacterial infection. This activity uses lecture and discussion methods. This community service is well received and enthusiastically by the community, namely with the involvement of the community in every dynamic activity and discussion. And there is an increase in public knowledge about the importance of sun exposure and the nutrients needed to avoid bacterial infections.
PREDIKSI KEJADIAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PARU BERDASARKAN USIA DI KABUPATEN PONOROGO TAHUN 2016-2020 Sri Andayani; Yoni Astuti
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.211 KB) | DOI: 10.24269/ijhs.v1i2.482

Abstract

Latar Belakang : Tuberkulosis (TBC) merupakan suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kasus tuberkulosis paru dengan BTA positif di Kabupaten Ponorogo semakin tahun semakin meningkat. Hal tersebut dapat dilihat pada data temua kasus tuberkulosis paru BTA positif pada tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 dengan jumlah kasus masing-masing 276, 392, 378, 293 dan 334 kasus. Program pemerintah yang sudah dilaksanakan harus selalu dievaluasi untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dari program-program itu. Prediksi kejadian Tuberkulosis paru beberapa tahun yang akan dating juga perlu diperkirakan. Sehingga pemerintah dan pelayanan kesehatan bisa mempersiapkan program baru yang lebih baik lagi.Tujuan : secara umum tujuan penelitian untuk menganalisa prevalensi prediksi kejadian penyakit Tuberkulosis Paru di Kabupaten Ponorogo Tahun 2016 sampai 2020.Metode : penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan analisis time series metode trend. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh data kasus TB Paru BTA Positif yang didalamnya tercantum umur dan jenis kelamin penderita selama tahun 2011-2015 di Kabupaten Ponorogo.Hasil : Distribusi kasus TB Paru BTA Positif pada periode tahun 2011 – 2015 cenderung meningkat cenderung meningkat dengan jumlah kasus masing-masing 276, 392, 378, 293 dan 334 kasus. Setelah diprediksikan, kasus TB Paru pada tahun 2016 – 2020 akan menurun dengan kasus masing-masing sebesar 299, 348, 366, 352, dan 306.Kesimpulan : Berdasarkan hasil analisis time series dengan metode trend menunjukkan bahwa hasil prediksi penyakit Tuberkulosis paru BTA positif berdasarkan kelompok umur, jenis kelamin, penyakit penyerta dan status nutrisi di Kabupaten Ponorogo akan mengalami penurunan.
Pelatihan Skrining Penyakit Tidak Menular dan Pencegahannya Bagi Kader Kesehatan Tri Wulandari Kesetyaningsih; Suryanto; Yoni Astuti
KAIBON ABHINAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/ka.v4i1.3205

Abstract

Non-communicable disease (NCD) screening training aims to provide skills in determining a person's health condition based on body mass index (BMI) and simple blood tests. Health cadres who have been equipped with the skills to determine BMI and simple blood tests can then detect NCD in the community independently. Nutrition training aims to provide skills in calculating nutritional adequacy from a daily menu. Educational videos on simple blood tests were made to replace hands-on training due to limitations of the covid19 protocol. Before and after training, pre and posttest were carried out. The training was attended by 15 health cadres in Gamping Kidul Village, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta. The average score before training was 67.14, increasing to 73.57 thereafter. Paired T-test analysis showed no significant difference in pre and posttest scores (p = 0.076). After receiving the training, it is hoped that health cadres can carry out screening independently around their respective homes, so that early detection of NCD in the community can take place, then prevention can be carried out so that it does not become a fatal complication. It was concluded that the training could improve health cadres' understanding of PTM screening, prevention and calculating a balanced nutritious diet but not significant.