Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Manajemen Diagnostik Kesulitan Belajar Berbasis Nilai Islam dalam Pembelajaran Remedial di Lembaga Pendidikan Islam Sartika; Afnibar; Ulfatmi
MANAGIERE: Journal of Islamic Educational Management Vol. 4 No. 2 (2025): MANAGIERE: Journal of Islamic Education Management
Publisher : Published by the Postgraduate Program in Islamic Education Management, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/managiere.v4i2.2422

Abstract

This article explores the management of diagnostic assessment for learning difficulties integrated with Islamic values in the implementation of remedial learning within Islamic educational institutions. Using a library research approach, this study analyzes theoretical concepts, principles, and relevant scholarly findings from books and reputable journals. The results reveal that diagnostic management is essential for systematically identifying students’ learning barriers and determining appropriate remedial interventions. Integrating Islamic values into remedial learning not only supports cognitive improvement but also strengthens spiritual, moral, and emotional dimensions in accordance with the principle of rahmatan lil ‘alamin. Core values such as patience, trustworthiness, cooperation (ta‘awun), and excellence (ihsan) provide an ethical foundation for educators in conducting humanistic, fair, and transformative diagnostic and remedial processes. Artikel ini mengkaji manajemen diagnostik kesulitan belajar yang dipadukan dengan nilai-nilai Islam dalam pelaksanaan pembelajaran remedial di lembaga pendidikan Islam. Melalui pendekatan penelitian kepustakaan, studi ini menganalisis konsep teoretis, prinsip, serta temuan ilmiah yang relevan dari buku dan jurnal bereputasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen diagnostik berperan penting dalam mengidentifikasi hambatan belajar peserta didik secara sistematis dan menentukan intervensi remedial yang tepat. Integrasi nilai Islam dalam pembelajaran remedial tidak hanya mendorong perbaikan kognitif, tetapi juga penguatan spiritual, moral, dan emosional sesuai prinsip rahmatan lil ‘alamin. Nilai-nilai seperti sabar, amanah, ta‘awun, dan ihsan menjadi landasan etis bagi pendidik dalam menjalankan proses diagnosis dan remedial yang humanis, adil, dan transformatif. 
Tahap-Tahap dan Tugas Perkembangan Peserta Didik dalam Pandangan Islam Mona Eka Saputri; Afnibar; Ulfatmi
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): December : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i4.849

Abstract

Penelitian ini membahas tahap-tahap perkembangan manusia serta tugas perkembangan yang menyertainya dalam perspektif psikologi umum dan Psikopedagogik Islam. Setiap individu mengalami proses perkembangan sepanjang hayat yang mencakup aspek fisik, kognitif, sosial-emosional, moral, dan spiritual. Mengacu pada teori perkembangan seperti Piaget, Erikson, Vygotsky, dan Havighurst, penelitian ini menjelaskan bahwa setiap tahap memiliki tugas spesifik yang memengaruhi keberhasilan individu pada fase berikutnya. Selain itu, penelitian ini menyoroti pandangan Islam tentang perkembangan manusia melalui konsep fitrah, tahap-tahap tanggung jawab dalam hadis, serta prinsip tarbiyah yang menekankan pengembangan holistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemahaman komprehensif mengenai tahap dan tugas perkembangan sangat penting dalam merancang pendekatan pendidikan yang sesuai, baik pada aspek kurikulum, strategi pembelajaran, maupun pembinaan karakter. Implikasi teoritis dan praktis menegaskan pentingnya individualisasi pendidikan serta kolaborasi antara pendidik dan keluarga untuk mendukung perkembangan peserta didik secara optimal.