Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Al-Hikmah

DIGITAL MARKETING KEWIRAUSAHAAN LEMBAGA DAKWAH DI ERA DISRUPTIF (Studi Pada Lembaga Dewan Masjid Indonesia) Dova, Muhammad Khalil; Castrawijaya, Cecep
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jhjd.v18i2.3247

Abstract

The mosque is not just a place of worship for all Muslims, but the mosque has a function as a centre or centre of community activities. That way all activities that have positive elements can be carried out at the Mosque. One of those positive activities is entrepreneurship. The rapid development of technology and digitalisation in this disruptive era brings major changes to entrepreneurial activities, where with the rapid development of digital buying and selling activities not only occur directly but can be through mobile phones. Dawah organisations must now face new challenges by innovating their dawah approach and developing their entrepreneurial marketing digitally to support their operational sustainability. This article aims to explore how da'wah institutions, here the author takes the Indonesian Council of Mosques (DMI), can utilise digital developments as a means of marketing entrepreneurial activities in this disruptive era. This research uses qualitative methods through literature studies. Researchers used library data sources to collect data and information on the topic of entrepreneurship and Islamic preaching. The data sources collected included books, articles, and various journals related to the topic. The results showed that DMI has used digital marketing in its entrepreneurship in order to continue to exist in this disruptive era.Keywords: Digital, Entrepreneurship, Indonesian Mosque Council, Disruptive EraMasjid bukan hanya sekedar tempat untuk ibadah bagi seluruh umat Muslim, namun Masjid memiliki fungsi sebagai pusat atau sentral kegiatan umat. Dengan begitu semua kegiatan yang memiliki unsur positif dapat dilakukan di Masjid. Salah satu kegiatan positif itu adalah kewirausahaan. Perkembangan teknologi dan digitalisasi yang pesat di era disruptif ini membawa perubahan besar pada kegiatan kewirausahaan, dimana dengan pesatnya pekembangan digital kegiatan jual beli tidak hanya terjadi secara langsung tetapi bisa melalui mobile phone. Lembaga dakwah kini harus menghadapi tantangan baru dengan berinovasi dalam pendekatan dakwah dan mengembangkan pemasaran kewirausahaannya secara digital untuk mendukung keberlanjutan operasional mereka. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana lembaga dakwah yang disini penulis mengambil Dewan Masjid Indonesia (DMI) dapat memanfaatkan perkembangan digital sebagai sarana untuk melakukan pemasaran atau marketing pada kegiatan kewirausahaan di era disruptif ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur. Peneliti menggunakan sumber data perpustakaan untuk mengumpulkan data dan informasi tentang topik kewirausahaan dan dakwah Islam. Sumber data yang dikumpulkan termasuk buku, artikel, dan berbagai jurnal yang berkaitan dengan topik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DMI sudah menggunakan digital marketing pada kewirausahaannya agar bisa tetap eksis di era disruptif ini. Kata Kunci: Digital, Kewirausahaan, Dewan Masjid Indonesia, Era Disruptif
MODEL KEPEMIMPINAN DALAM LEMBAGA DAKWAH Amelia, Rizki Lala; Castrawijaya, Cecep
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jhjd.v19i1.3780

Abstract

Leadership is one of the important aspects in a da'wah institution, because an effective leader can influence the success and progress of the institution in achieving its goals. In the context of da'wah, leadership is not only about giving orders and supervising the implementation of tasks, but also about influencing and motivating members to achieve the goals that have been set. Da'wah institutions need leaders who can understand and apply the principles of Islamic leadership, as well as relevant leadership theories. Effective leaders in da'wah institutions must be able to combine various leadership styles wisely, adjusting to the needs and goals of the da'wah institution. These findings provide insight into the concept of leadership in da'wah institutions, including the principles of Islamic leadership and relevant leadership theories. In addition, various leadership styles that can be applied in da'wah institutions will also be discussed, as well as the importance of effective leadership in achieving the goals of da'wah institutionsKeywords: Leadership Model, Dakwah Management; Dakwah Institution.Kepemimpinan merupakan salah satu aspek penting dalam lembaga dakwah, karena pemimpin yang efektif dapat mempengaruhi keberhasilan dan kemajuan lembaga dalam mencapai tujuannya. Dalam konteks dakwah, kepemimpinan tidak hanya tentang memberikan perintah dan mengawasi pelaksanaan tugas, tetapi juga tentang mempengaruhi dan memotivasi anggota untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Lembaga dakwah memerlukan pemimpin yang dapat memahami dan menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan Islam, serta teori-teori kepemimpinan yang relevan. Pemimpin yang efektif dalam lembaga dakwah harus dapat memadukan berbagai gaya kepemimpinan dengan bijaksana, menyesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan lembaga dakwah. Temuan ini memberikan wawasan tentang konsep kepamimpinan dalam lembaga dakwah, termasuk prinsip-prinsip kepemimpinan Islm dan teori-teori kepemimpinan yang relevan. Selain itu, juga akan dibahas tentang berbagai gaya kepemimpinan yang dapat diterapkan dalam lembaga dakwah, serta pentingnya kepemimpinan yang efektif dalam mencapai tujuan lembaga dakwah. Kata kunci: Model Kepemimpinan; Manajemen Dakwah; Lembaga Dakwah.
PENDEKATAN KOMUNIKASI KEPEMIMPINAN LEMBAGA DAKWAH: GAYA MANAJEMEN KONFLIK (INTEGRATING, OBLIGING, DOMINATING, AVOIDING, COMPROMISING) Fadilah, Nurul; Castrawijaya, Cecep
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jhjd.v18i2.3537

Abstract

The purpose of this study is to contribute ideas and introduce a communication approach to the leadership of da'wah institutions. This study departs from the root of the problem or individual conflicts that often occur in a group, especially groups of da'wah institutions, and basically every group needs a figure who can lead massively so that cooperation between groups can run according to goals. Through the identification of phenomena and literature studies that might be considered as a way to solve or manage conflicts in organizational groups using the concept of conflict management styles according to Rahim (2001) integrating, obliging, dominating, avoiding, and compromising. The results of his research show that conflict management in the leadership of da'wah institutions involves choosing the right style, such as collaborative, yielding, dominating, avoiding, and compromising, according to the situation at hand. An effective leader must be able to choose the appropriate style to maintain harmony and achieve organizational goals, taking into account the advantages and disadvantages of each style. Wise selection of styles will help resolve conflicts efficiently and ensure smooth communication within the da'wah institution.[Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan sumbangsih ide dan memperkenalkannya sebuah pendekatan komunikasi kepemimpinan lembaga dakwah. Kajian ini berangkat dari akar problem atau konflik individu yang sering terjadi dalam suatu kelompok, khususnya kelompok lembaga dakwah, dan pada dasarnya setiap kelompok membutuhkan sosok yang dapat memimpin secara massive agar kerjasama antar kelompoknya dapat berjalan sesusai dengan tujuan. Melalui identifikasi fenomena dan studi literatur yang mungkin dapat dipertimbangkan sebagai suatu cara untuk memecahkan atau memanajemen konflik di dalam kelompok organisasi dengan menggunakan konsep gaya manajemen konflik menurut Rahim (2001) integrating, obliging, dominating, avoiding, and compromising. Hasil penelitiannya menunjukkan manajemen konflik dalam kepemimpinan lembaga dakwah melibatkan pemilihan gaya yang tepat, seperti kolaboratif, mengalah, mendominasi, menghindar, dan kompromi, sesuai dengan situasi yang dihadapi. Pemimpin yang efektif harus mampu memilih gaya yang sesuai untuk menjaga keharmonisan dan mencapai tujuan organisasi, dengan mempertimbangkan kelebihan dan kelemahan setiap gaya. Pemilihan gaya yang bijaksana akan membantu menyelesaikan konflik secara efisien dan memastikan kelancaran komunikasi dalam lembaga dakwah.]
STRATEGI LEMBAGA DAKWAH DALAM INOVASI KEWIRAUSAHAAN DI ERA DISRUPTIF Syahrizal, Syahrizal; Castrawijaya, Cecep
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jhjd.v19i1.3876

Abstract

The disruptive era will add to increasingly open global competition, many challenges faced by today's society. Each country must compete by highlighting the superiority of its respective resources, which is called entrepreneurship. Considering the importance of entrepreneurship, an entrepreneurial spirit needs to be instilled as early as possible. At the same time, in entrepreneurial outcomes, something called innovation is needed which has an important role in developing a number of new ideas, before being transformed into a product, the previous innovation must be evaluated to study whether the product will be successful on the market. Therefore, an institution needs to have the right strategy in marketing. Likewise with missionary institutions, in order to encourage goodness and prevent evil, there needs to be a strategy for innovation in the field of entrepreneurship. When an institution only focuses on traditional methods and does not look at modern things, the da'wah institution will position itself as an institution that only includes a vision and mission without any changes. Especially in this disruptive era, da'wah institutions are required to be part of immediately adapting to various advances in technology and knowledge. The research results show that da'wah institutions must have an innovation strategy in preaching, namely developing entrepreneurship programs, technological innovation in preaching, where da'wah institutions are not blind to the existence of technology that offers efficiency in the entrepreneurial development process in a disruptive era, collaboration that creates cooperation with various parties who have the same ideology and vision, and creates new business models.Keywords: Da'wah Institutions, Entrepreneurship, Innovation, Disruptive Era[Era disruptif akan menambah persaingan global yang semakin terbuka, banyak tantangan yang dihadapi oleh Masyarakat sekarang ini. Setiap negara yang harus bersaing dengan menonjolkan keunggulan sumberdaya masing-masing yang disebut dengan wirausaha. Mengingat pentingnya kewirausahaan maka jiwa wirausaha perlu ditanamkan sedini mungkin. Tatkala dengan itu, dalam hasul wirausaha maka diperlukan yang Namanya inovasi yang memiliki peran penting dalam mengembangkan sejumlah ide-ide baru, sebelum ditransformasikan menjadi produk, inovasi sebelumnya harus dievaluasi untuk dikaji apakah produk tersebut akan berhasil dipasarkan. Maka dari itu sebuah lembaga perlu mempunyai strategi yang tepat dalam pemasaran. Begitu pula dengan lembaga dakwah, dalam mengajak kebaikan danm mencegah kemungkaran perlu adanya strategi dalam melakukan inovasi dalam bidang wirausaha. Tatkala lembaga hanya berfokus pada cara tradisional dan tidak melirik pada hal modern, maka lembaga dakwah tersebut akan meletakkan posisinya sebagai lembaga yang hanya mencantumkan visi misi tanpa adanya perubahan. Terutama pada era disruptif, lembaga dakwah dituntut untuk menjadi bagian yang segera beradaptasi dengan berbagai kemajuan teknologi dan pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga dakwah harus memiliki strategi inovasi dalam berdakwah yaitu pengembangan program kewirausahaan, inovasi teknologi dalam dakwah, Dimana lembaga dakwah tidak buta terhadap adanya teknologi yang memberikan tawaran efisiensi dalam proses perkembangan kewirausahaan di era disruptif, kolaborasi yang menciptakan Kerjasama dengan berbagai pihak yang mempunyai ideologi dan visi yang sama, dan menciptakan model bisnis baru]. Kata Kunci: Lembaga Dakwah, Kewirausahaan, Inovasi, Era Disruptif